Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Memahami Amortisasi dalam Akuntansi dengan Mudah

Diperbarui
Di tulis oleh: Niko Ramadhani Niko

Jika berbicara mengenai amortisasi yang mengetahuinya mungkin hanya segelintir orang terutama mereka yang mengerti dalam bidang akuntansi.

Karena itu untuk beberapa orang kata amortisasi ini belum banyak yang mengetahui. Pada artikel berikut ini, akan dijelaskan apa itu amortisasi, jenisnya, dan contoh penerapannya dalam akuntansi.

Apa Itu Amortisasi?

Amortisasi adalah sebuah prosedur dengan cara bertahap dapat mengurangi nilai biaya dan aset (aset tak berwujud), dengan umur ekonomis yang terbatas melalui pembebanan secara berkala ke pendapatan.

Istilah amortisasi dalam akuntansi dapat diartikan sebagai sebuah pengalokasian biaya aktiva yang tak berwujud dan mengacu pada pengurangan kewajiban pembayaran pokok beserta bunga, secara lebih teratur dalam jumlah tertentu sampai pinjaman terbayar pada saat jatuh tempo.

Fungsi Amortisasi

Apa-Itu-Amortisasi_-Mekari-Jurnal

Amortisasi membantu perusahaan mencatat penyusutan nilai aset tidak berwujud secara sistematis, sehingga laporan keuangan lebih akurat dan transparan.

Selain itu, amortisasi mempermudah perencanaan keuangan dan penghitungan laba rugi, karena biaya aset dibagi sesuai masa manfaatnya.

Penerapan amortisasi juga penting untuk kepatuhan pajak, karena sebagian biaya aset dapat dijadikan pengurang pajak secara legal dan terstruktur.

Jenis-Jenis Amortisasi

Selanjutnya, akan dijelaskan masing-masing jenis dan metode yang umum digunakan agar konsepnya lebih jelas.

  1. Aset Tidak Berwujud: Ini berlaku untuk aset seperti paten, hak cipta, atau lisensi. Biaya dicatat secara bertahap selama umur ekonomis aset sehingga laporan keuangan tetap akurat dan transparan.
  2. Pinjaman atau Utang: Digunakan untuk mencatat pembayaran pinjaman secara berkala. Setiap periode memisahkan pokok dan bunga agar manajemen keuangan lebih jelas dan terkontrol.

Metode Amortisasi yang Umum Dipakai:

1. Metode Garis Lurus

Metode penyusutan garis lurus ini adalah sebuah metode pengalokasian pembebanan biaya, dimana total biaya yang dialokasikan setiap tahunnya sama.

Dengan kata lain, metode garis lurus, nilai biaya penyusutan konstan setiap tahunnya, dari tahun perolehan sampai dengan tahun akhir masa manfaatnya.

2. Metode Saldo Menurun

Metode yang kedua adalah metode saldo menurun yaitu metode pengalokasian pembebanan biaya, dimana jumlah biaya yang dialokasikan akan semakin menurun setiap tahunnya seiring bertambahnya masa manfaat dan pada tahun dimana adalah akhir dari masa manfaat tersebut akan dilakukan penyusutan sekaligus atas nilai sisa buku yang ada.

Dalam metode saldo menurun, tahun perolehannya biaya penyusutan akan lebih besar dan pada tahun berikutnya biaya akan semakin mengecil.

Contoh Penerapan Amortisasi

Untuk lebih mempermudah kamu memahami apa itu amortisasi kita akan buat contohnya di bawah ini.

Sebuah perusahaan memiliki pinjaman senilai Rp10 juta dan setiap tahunnya diangsur sebesar Rp1 juta, maka perusahaan tersebut dianggap telah mengamortisasi pinjaman senilai Rp1 juta setiap tahunnya.

Amortisasi juga berlaku untuk aset tidak berwujud, seperti software atau hak paten. Contohnya, software senilai Rp5 juta dengan masa manfaat 5 tahun akan diamortisasi Rp1 juta per tahun.

Pendekatan ini membantu perusahaan mencerminkan nilai aset secara realistis di neraca sekaligus mempermudah pengelolaan arus kas dan perencanaan investasi.

Kelola Utang, Aset, dan Pembukuan dengan Software Akuntansi Mekari Jurnal

Kini, kamu sudah lebih memahami seluk-beluk amortisasi dan cara penerapannya dalam bisnis.

Untuk mempermudah pengelolaan inventori dan keuangan perusahaan, percayakan sistem manajemen stok dan laporan keuangan pada Mekari Jurnal.

Coba gratis Mekari Jurnal

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami