Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Analisis Horizontal Laporan Keuangan: Pengertian, Prosedur, Rumus, dan Cara Menghitung Persentase Perubahan

Diperbarui
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Analisis horizontal membantu perusahaan dalam melihat pertumbuhan, penurunan, dan arah bisnis secara lebih objektif dengan membandingkan data keuangan antar periode
  • Fokus analisis ini terletak pada menghitung selisih nilai dan persentase perubahan untuk memahami skala serta signifikansi perubahan kinerja
  • Perubahan yang tidak wajar dapat menjadi sinyal adanya inefisiensi, kenaikan biaya, atau strategi bisnis yang kurang efektif

Membaca laporan keuangan dalam satu periode saja sering memberi gambaran yang terbatas, hal ini karena laba yang terlihat besar tidak begitu bermakna tanpa perbandingan dengan periode sebelumnya.

Angka dalam laporan keuangan perlu dilihat dalam konteks waktu, sehingga perusahaan dapat membandingkan kinerja antar periode untuk memahami arah pergerakan bisnis.

Di sinilah analisis horizontal laporan keuangan berperan penting, karena dengan membandingkan data antar periode, manajemen dapat mengevaluasi strategi, mengidentifikasi efisiensi biaya, dan melihat tren pertumbuhan secara objektif.

Pahami bagaimana analisis horizontal laporan keuangan dilakukan, serta bagaimana penggunaan software akuntansi membantu mengolah laporan komparatif lebih efektif dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini.

Apa Itu Analisis Horizontal?

Mengutip dari Harvard Business School, analisis horizontal laporan keuangan adalah teknik mengevaluasi akun data keuangan saat ini dengan membandingkannya dengan periode sebelumnya atau lebih.

Fokus utama dalam analisis ini adalah melihat perubahan yang terjadi pada akun pendapatan, beban pokok penjualan, atau kas, baik secara nominal maupun persentase.

Dalam prosesnya, analisis membutuhkan periode dasar yang disebut sebagai base year analysis sebagai tolok ukur atau titik berangkat untuk menghitung perubahan.

Analisis ini membantu mengungkap pola perubahan yang tidak terlihat dalam satu periode, sehingga perusahaan dapat memahami arah pergerakan bisnis, bukan hanya posisi saat ini.

Tujuan Analisis Horizontal Laporan Keuangan

Implementasi analisis horizontal memiliki beberapa tujuan strategis yang membantu operasional tim keuangan dan pemilik bisnis dalam menilai keuangan secara objektif.

1. Melihat Tren Pertumbuhan atau Penurunan

Membantu mengidentifikasi apakah pendapatan tumbuh secara konsisten atau apakah ada beban yang membengkak tanpa kendali selama beberapa tahun terakhir.

2. Mendeteksi Anomali Operasional

Jika sebuah akun berubah secara drastis di luar kewajaran tren historisnya, analisis ini akan segera memicu redflag bagi manajemen untuk melakukan investigasi lebih lanjut.

3. Menilai Efektivitas Kebijakan Bisnis

Membantu mengevaluasi apakah kebijakan baru, misalnya strategi efisiensi biaya atau penerapan kebijakan akuntansi baru, benar-benar memberikan hasil positif yang tercermin dalam angka.

4. Evaluasi Kinerja Keuangan Antar Periode

Memberikan basis data yang kuat untuk memberikan feedback kepada setiap departemen mengenai pencapaian mereka dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga: 4 Metode Analisis Laporan Keuangan, Ini Jenisnya!

Laporan Keuangan Apa Saja yang Bisa Dianalisis Secara Horizontal?

Pada dasarnya, analisis horizontal dapat diterapkan pada seluruh jenis laporan keuangan utama, mulai dari laba rugi, neraca, arus kas, termasuk ketika menganalisis rasio keuangan.

1. Laporan Laba Rugi

Digunakan untuk menganalisis pertumbuhan penjualan, tren margin laba bruto, dan pengendalian beban operasional karena berkaitan langsung dengan profitabilitas.

2. Neraca (Laporan Posisi Keuangan)

Membantu memantau perubahan pada aset, liabilitas, dan ekuitas. Misalnya, melihat apakah piutang usaha meningkat lebih cepat daripada pendapatan, yang bisa menandakan masalah penagihan.

Baca Juga: Neraca Komparatif: Definisi, Fungsi Utama dan Contoh Analisis Komparatif Laporan Keuangan

3. Laporan Arus Kas

Menganalisis bagaimana sumber dan penggunaan kas berubah dari waktu ke waktu, sehingga perusahaan dapat memahami pola arus kas masuk dan keluar, menjaga likuiditas, serta memastikan ketersediaan dana untuk operasional, investasi, dan kewajiban jangka pendek.

4. Rasio Keuangan

Selain akun nominal, rasio keuangan seperti rasio lancar dan rasio utang terhadap ekuitas juga dapat dianalisis secara horizontal untuk melihat tren kesehatan finansial, mengidentifikasi perubahan risiko, dan mengevaluasi stabilitas perusahaan dalam jangka panjang.

Prosedur Metode Analisis Horizontal

Untuk mendapatkan hasil yang akurat dan berguna, Anda harus mengikuti prosedur metode analisis horizontal secara sistematis.

Langkah-langkah ini membantu memastikan perhitungan dan interpretasi dilakukan secara konsisten dan akurat, prosedur dimulai dari:

1. Pilih Periode Dasar (Base Year)

Tentukan satu periode sebagai acuan utama perbandingan, biasanya tahun paling awal dalam rangkaian data yang tersedia agar dapat memberikan titik awal yang konsisten dalam analisis.

Periode ini menjadi acuan utama untuk menilai perubahan kinerja pada periode berikutnya, sehingga pemilihannya harus tepat karena akan memengaruhi interpretasi tren secara keseluruhan.

2. Tentukan Periode Pembanding

Pilih satu atau beberapa periode setelah tahun dasar yang ingin dianalisis untuk melihat perkembangan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu.

Periode pembanding ini memungkinkan analisis tren secara lebih luas, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Semakin banyak periode yang dianalisis, semakin jelas pola pertumbuhan atau penurunan yang dapat diidentifikasi.

3. Gunakan Akun yang Sama

Pastikan akun yang dibandingkan memiliki definisi, klasifikasi, dan cakupan yang sama di setiap periode agar hasil analisis tetap valid dan dapat diandalkan.

Konsistensi ini penting untuk menghindari distorsi data yang dapat menyesatkan interpretasi.

Jika terdapat perubahan dalam klasifikasi akun, penyesuaian perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum analisis dilakukan.

4. Hitung Perubahan Nominal

Hitung selisih antara nilai pada periode analisis dan periode dasar untuk mengetahui besarnya perubahan secara absolut.

Perubahan nominal ini memberikan gambaran langsung mengenai kenaikan atau penurunan nilai suatu akun.

Langkah ini membantu memahami dampak perubahan dalam jumlah riil sebelum melihatnya dalam bentuk persentase.

5. Hitung Persentase Perubahan

Konversikan perubahan nominal menjadi persentase terhadap nilai pada periode dasar untuk melihat tingkat pertumbuhan atau penurunan secara relatif.

Persentase ini memudahkan perbandingan antar akun dengan skala yang berbeda.

Dengan pendekatan ini, manajemen dapat lebih mudah menilai signifikansi perubahan yang terjadi.

6. Interpretasikan Hasil

Analisis tidak berhenti pada perhitungan angka, tetapi perlu dilanjutkan dengan memahami faktor penyebab di balik perubahan yang terjadi.

Perhatikan apakah perubahan tersebut selaras dengan strategi bisnis, kondisi pasar, atau kebijakan internal perusahaan.

Hasil interpretasi ini menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat dan strategis.

Rumus Menghitung Nilai Perubahan

Sebelum menghitung persentase, perubahan nominal perlu ditentukan terlebih dahulu untuk menunjukkan besarnya kenaikan atau penurunan secara riil dalam satuan mata uang.

Pada umumnya, rumus untuk menghitung nilai nominal perubahan ini menggunakan:

Perubahan Nominal = Nilai Periode Analisis – Nilai Periode Dasar

Hasil perhitungan dapat berupa nilai positif atau negatif yang menunjukkan arah perubahan, dan perubahan nominal ini penting untuk memahami skala dampaknya, karena persentase yang sama bisa memiliki nilai riil yang sangat berbeda.

Baca Juga: Analisis DuPont: Pengertian, Rumus, Contoh, dan Komponen

Cara Menghitung Persentase Perubahan dalam Analisis Horizontal

Angka nominal sering kali sulit untuk dibandingkan secara langsung antar akun yang berbeda skala.

Oleh karena itu, kita perlu mengetahui cara menghitung persentase perubahan dalam analisis horizontal agar data lebih mudah diinterpretasikan.

Dalam menghitungnya, Anda bisa menerapkan rumus berikut:

Persentase Perubahan = (Perubahan Nominal / Nilai Periode Dasar) x 100%

Dalam perhitungan ini, nilai periode dasar digunakan sebagai penyebut, sehingga persentase yang dihasilkan memudahkan perbandingan pertumbuhan antar akun atau departemen.

Hasil positif menunjukkan pertumbuhan atau ekspansi, sementara hasil negatif menunjukkan kontraksi atau penurunan pada akun tersebut.

Contoh Sederhana Analisis Horizontal Laporan Keuangan

Pada laporan laba rugi, analisis tren laporan keuangan sering kali difokuskan pada beberapa akun kunci untuk melihat efisiensi operasional secara keseluruhan:

Contoh Penerapan Analisis Horizontal pada Neraca

Misalkan sebuah perusahaan memiliki data laporan laba rugi selama dua tahun berikut:

Komponen 2023 (Rp) 2024 (Rp) Perubahan (Rp) Perubahan (%)
Penjualan 1.000.000.000 1.200.000.000 +200.000.000 +20%
HPP 600.000.000 750.000.000 +150.000.000 +25%
Laba Kotor 400.000.000 450.000.000 +50.000.000 +12,5%
Beban Operasi 200.000.000 260.000.000 +60.000.000 +30%
Laba Bersih 200.000.000 190.000.000 -10.000.000 -5%

Berdasarkan data yang ditampilkan tersebut, perhitungan dalam analisis horizontal bisa menggunakan dua rumus utama, yaitu:

  • Perubahan Nominal = Nilai Tahun Berjalan − Nilai Tahun Sebelumnya
  • Perubahan Persentase = (Perubahan Nominal / Nilai Tahun Sebelumnya) x 100%

Hasil analisis dan interpretasi penting yang bisa ditarik perusahaan adalah:

  • Penjualan meningkat sebesar 20%, yang menunjukkan adanya peningkatan permintaan atau ekspansi bisnis
  • HPP naik 25%, lebih tinggi dari pertumbuhan penjualan, mengindikasikan adanya kenaikan harga bahan baku dan inefiensi produksi
  • Meskipun laba kotor naik, pertumbuhannya hanya 12,5%, lebih rendah dari penjualan dan menandakan margin mulai tergerus
  • Kenaikan beban operasional sebesar 30% menjadi faktor utama yang menekan profitabilitas
  • Laba bersih turun 5% meskipun penjualan meningkat dan perlu segera dianalisis lebih lanjut

Berdasarkan analisis horizontal tersebut, perusahaan dapat mengambil langkah strategis seperti:

Kelebihan dan Kekurangan Analisis Horizontal

Analisis horizontal digunakan untuk melihat perubahan kinerja keuangan antar periode sehingga tren dan anomali dapat diidentifikasi.

Namun, analisis ini juga memiliki keterbatasan, sehingga penting memahami kelebihan dan kekurangannya agar interpretasi tidak menyesatkan.

Kelebihan Kekurangan
Mudah dipahami karena rumus sederhana dan hasil intuitif Bias periode dasar dapat membuat persentase terlihat menyesatkan
Membantu melihat tren bisnis dalam jangka panjang Data terbatas hanya menunjukkan fluktuasi, bukan tren jangka panjang
Memudahkan identifikasi perubahan atau anomali signifikan Perlu dikombinasikan dengan analisis lain untuk hasil yang lebih lengkap
Mendukung evaluasi efektivitas keputusan manajemen Faktor satu kali dapat mengaburkan kinerja operasional sebenarnya

Perbedaan Analisis Horizontal dan Vertikal

Sejatinya untuk perbedaan antara analisis horizontal dan vertikal dalam laporan keuangan dapat dibedakan dari beberapa aspek, untuk ringkasnya bisa dilihat dalam tabel berikut:

Aspek Analisis Horizontal Analisis Vertikal
Fokus Utama Perubahan akun dari waktu ke waktu (lintas periode) Perubahan akun dari waktu ke waktu (lintas periode)
Orientasi Data Dinamis (bergerak antar tahun) Statis (fokus pada struktur saat ini)
Data yang Dibutuhkan Minimal dua periode laporan keuangan Cukup satu periode laporan keuangan
Output Persentase pertumbuhan/ penurunan tren Persentase proporsi terhadap angka dasar
Kegunaan Mengevaluasi tren dan pertumbuhan Mengevaluasi struktur biaya dan modal

Kesalahan Umum saat Melakukan Analisis Horizontal

Ketika praktik analisis horizontal dilakukan, terdapat beberapa kesalahan yang sering terjadi yang harus dipahami dan dihindari, yaitu:

  • Salah memilih base year yang tidak mencerminkan kondisi normal bisnis
  • Membandingkan akun yang tidak sejenis tanpa penyesuaian
  • Hanya fokus pada persentase tanpa melihat nilai nominal
  • Tidak menelusuri penyebab di balik perubahan angka
  • Mengabaikan faktor eksternal seperti inflasi atau kurs

Kesimpulan

Analisis horizontal laporan keuangan adalah metode yang sangat kuat untuk membedah kinerja bisnis secara lintas waktu.

Dengan menghitung perubahan nominal dan persentase, perusahaan dapat memahami tren pertumbuhan, mendeteksi masalah lebih dini, dan mengevaluasi efektivitas kebijakan manajemen secara objektif.

Pendekatan yang sistematis, dari penentuan tahun dasar hingga interpretasi hasil, memastikan analisis horizontal benar-benar relevan dan berdampak bagi pengambilan keputusan.

Agar lebih efektif, terutama bagi perusahaan besar dengan fungsi bisnis yang lebih kompleks, menggunakan software akuntansi seperti Mekari Jurnal juga membantu menyiapkan laporan komparatif dan analisis lintas periode dengan lebih cepat dan akurat.

Sehingga manajemen dapat fokus pada strategi pertumbuhan masa depan daripada terjebak dalam perhitungan manual yang melelahkan.

Coba GRATIS sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

HBS, “Financial Statement Analysis: The Basics for Non-Accountants”.

Study, “Horizontal Analysis | Overview, Formula & Examples”.

CFI, “Horizontal Analysis”.

Lumen, “Horizontal Analysis”.

FAQ Tentang Analisis Horizontal Laporan Keuangan

Apa itu analisis horizontal laporan keuangan?

Apa itu analisis horizontal laporan keuangan?

Analisis horizontal adalah metode membandingkan data keuangan antar periode untuk melihat perubahan kinerja bisnis dari waktu ke waktu.

Mengapa analisis horizontal penting bagi perusahaan?

Mengapa analisis horizontal penting bagi perusahaan?

Karena membantu memahami tren pertumbuhan, mendeteksi masalah, dan mengevaluasi efektivitas strategi bisnis secara objektif.

Bagaimana cara menghitung analisis horizontal?

Bagaimana cara menghitung analisis horizontal?

Dilakukan dengan menghitung perubahan nominal dan persentase antara periode analisis dan periode dasar.

Apa yang dimaksud base year dalam analisis horizontal?

Apa yang dimaksud base year dalam analisis horizontal?

Base year adalah periode dasar yang digunakan sebagai acuan untuk membandingkan kinerja keuangan di periode berikutnya.

Laporan keuangan apa saja yang bisa dianalisis secara horizontal?

Laporan keuangan apa saja yang bisa dianalisis secara horizontal?

Semua laporan utama seperti laba rugi, neraca, arus kas, dan rasio keuangan dapat dianalisis secara horizontal.

Apa kelebihan analisis horizontal?

Apa kelebihan analisis horizontal?

Mudah dipahami, membantu melihat tren jangka panjang, dan memudahkan identifikasi perubahan signifikan.

Apa kesalahan umum dalam analisis horizontal?

Apa kesalahan umum dalam analisis horizontal?

Kesalahan umum termasuk salah memilih periode dasar, membandingkan akun yang tidak sejenis, dan mengabaikan faktor eksternal.

Bagaimana cara menginterpretasikan hasil analisis horizontal?

Bagaimana cara menginterpretasikan hasil analisis horizontal?

Interpretasi dilakukan dengan melihat pola perubahan, membandingkan dengan strategi bisnis, dan mengidentifikasi penyebab di balik perubahan angka.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami