Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
6 min read

Panduan Advertising Expense: Jenis, Contoh, dan Cara Mencatatnya

Tayang
Ditulis oleh: Mekari Jurnal okky nugroho
Highlights
  • Advertising expense adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan kegiatan iklan dan prom osi dalam satu periode akuntansi.
  • Tidak semua biaya iklan langsung menjadi beban. Pembayaran di muka perlu dicatat sebagai aset terlebih dahulu dan diakui sebagai beban ketika manfaat iklan sudah diterima.
  • Pantau realisasi biaya iklan secara real-time dengan fitur laporan keuangan Mekari Jurnal agar pengeluaran lebih mudah dikontrol dan dibandingkan dengan kondisi keuangan perusahaan.

Iklan menjadi salah satu cara perusahaan untuk memperkenalkan produk, menjangkau calon pelanggan, dan mendorong penjualan. Setiap kampanye membutuhkan biaya yang perlu dihitung dan dicatat dengan tepat agar pengeluaran pemasaran tetap terkontrol dan sesuai dengan periode akuntansi.

Advertising expense adalah akun yang mencatat biaya iklan dan promosi yang dikeluarkan perusahaan dalam satu periode akuntansi. Pencatatan ini penting agar biaya dapat disajikan secara tepat dalam laporan keuangan sekaligus diperlakukan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.

Artikel ini membahas pengertian advertising expense, perlakuan akuntansinya, contoh jurnal pencatatan, penyajian dalam laporan laba rugi, hingga ketentuan pajak yang berlaku di Indonesia

Apa Itu Advertising Expense?

Advertising expense adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan kegiatan periklanan dan promosi. Biaya ini dapat mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari penayangan iklan di televisi, radio, media cetak, dan media digital hingga biaya pembuatan materi iklan yang digunakan untuk mendukung kegiatan promosi.

Di dalam akuntansi, advertising expense termasuk dalam beban penjualan (selling expense), yaitu kelompok biaya yang berkaitan dengan kegiatan pemasaran dan penjualan produk atau jasa.

Umumnya, biaya iklan diakui sebagai beban pada periode ketika kegiatan atau manfaat iklan tersebut diterima. Hal ini berbeda dari pembelian aset tetap yang memberikan manfaat ekonomi selama beberapa tahun dan karena itu dicatat sebagai aset lalu dibebankan melalui penyusutan. 

Namun, jika perusahaan membayar biaya iklan sebelum kegiatan atau manfaatnya diterima, pembayaran tersebut dapat dicatat sebagai aset terlebih dahulu dan kemudian diakui sebagai beban sesuai periode manfaatnya.

Perlakuan Akuntansi Advertising Expense: Beban atau Aset?

Biaya iklan merupakan biaya yang dicatat sebagai beban pada periode ketika kegiatan iklan dilakukan atau manfaatnya diterima perusahaan. Perlakuan ini mencerminkan biaya yang digunakan untuk mendukung aktivitas pemasaran pada periode berjalan. 

Pedoman ASC 720-35 juga mengatur bahwa biaya iklan pada umumnya dibebankan ketika terjadi, dengan beberapa kondisi tertentu yang perlu diperhatikan.

Tetapi, perlakuannya berbeda jika perusahaan telah membayar biaya iklan tetapi kegiatan iklannya belum dilakukan. Pembayaran tersebut dapat dicatat terlebih dahulu sebagai prepaid advertising atau biaya iklan dibayar dimuka yang disajikan sebagai aset. Setelah iklan ditayangkan atau manfaatnya diterima, saldo tersebut kemudian diakui sebagai advertising expense.

Dengan demikian, penentuan apakah biaya iklan dicatat sebagai beban atau aset terutama bergantung pada apakah manfaat atau kegiatan iklan sudah diterima pada saat pembayaran dilakukan.

Jurnal Pencatatan Advertising Expense

Jika Anda sudah memahami perlakuan akuntansinya, selanjutnya Anda perlu mengetahui kalau pencatatan advertising expense itu bergantung pada waktu perusahaan menerima atau menggunakan manfaat dari kegiatan iklan. Berikut dua situasi yang umum terjadi.

1. Pembayaran Iklan yang Langsung Ditayangkan

CV Sinar Abadi membayar tunai Rp15.000.000 untuk iklan produk di media sosial yang langsung ditayangkan pada hari yang sama. Jika manfaat iklan diterima pada periode tersebut, pembayaran langsung dicatat sebagai advertising expense.

AkunDebitKredit
Advertising ExpenseRp15.000.000
KasRp15.000.000

2. Pembayaran Iklan di Muka (Prepaid Advertising)

PT Cahaya Media membayar Rp30.000.000 pada bulan Desember untuk kampanye iklan yang baru akan ditayangkan selama Januari hingga Maret tahun berikutnya. Karena manfaat iklan belum diterima saat pembayaran dilakukan, transaksi tersebut dicatat terlebih dahulu sebagai prepaid advertising.

AkunDebitKredit
Prepaid AdvertisingRp30.000.000
KasRp30.000.000

Selama masa tayang pada Januari, Februari, dan Maret, perusahaan kemudian mengakui biaya iklan sesuai dengan manfaat yang telah diterima. Jika biaya Rp30.000.000 dialokasikan secara merata selama tiga bulan, nilai yang diakui setiap bulan adalah Rp10.000.000.

AkunDebitKredit
Advertising ExpenseRp10.000.000
Prepaid AdvertisingRp10.000.000

Penyajian Advertising Expense di Laporan Laba Rugi

Dalam laporan laba rugi bertahap (multiple-step income statement), advertising expense umumnya disajikan sebagai bagian dari beban penjualan, terpisah dari harga pokok penjualan serta beban umum dan administrasi. Berikut contoh sederhana penyajiannya:

KomponenJumlah (Rp)
Laba Kotor500.000.000
Beban Penjualan:
Advertising Expense45.000.000
Beban Komisi Penjualan25.000.000
Total Beban Penjualan(70.000.000)
Beban Umum dan Administrasi(80.000.000)
Laba Operasional350.000.000

Pada contoh tersebut, advertising expense sebesar Rp45.000.000 menjadi bagian dari total beban penjualan sebesar Rp70.000.000. Setelah dikurangi beban penjualan dan beban umum dan administrasi dari laba kotor, perusahaan memperoleh laba operasional sebesar Rp350.000.000.

Penyajian secara terpisah membantu manajemen dan investor melihat porsi biaya iklan terhadap total beban penjualan. Informasi ini dapat digunakan untuk mengevaluasi penggunaan anggaran pemasaran dan mempertimbangkan efektivitas pengeluaran iklan pada periode berikutnya.

Ketentuan Perpajakan Advertising Expense di Indonesia

Perlakuan advertising expense dalam laporan keuangan tidak selalu sama dengan perlakuannya dalam perpajakan. Dalam akuntansi, biaya iklan pada umumnya diakui sebagai beban ketika manfaatnya diterima. Sementara itu, agar dapat menjadi pengurang penghasilan bruto untuk tujuan pajak, biaya tersebut perlu memenuhi ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 02/PMK.03/2010 tentang Biaya Promosi yang Dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto, biaya promosi yang dapat dikurangkan meliputi biaya periklanan di media elektronik, media cetak, dan media lainnya, serta biaya sponsorship yang berkaitan langsung dengan promosi produk.

Selain memenuhi kriteria tersebut, wajib pajak yang mengeluarkan biaya promosi kepada pihak lain perlu membuat daftar nominatif. Daftar tersebut memuat informasi seperti nama dan alamat penerima, tanggal, bentuk dan jenis biaya, serta jumlah biaya yang dikeluarkan. Daftar nominatif ini wajib dilampirkan dalam SPT Tahunan PPh Badan.

Jika persyaratan daftar nominatif tidak dipenuhi, biaya promosi yang seharusnya dapat menjadi pengurang dapat tidak diperhitungkan dalam menentukan penghasilan bruto untuk tujuan perpajakan. Akibatnya, jumlah penghasilan kena pajak perusahaan dapat menjadi lebih besar. Sebaliknya, pemberian imbalan kepada pihak lain yang tidak berkaitan langsung dengan kegiatan promosi tidak termasuk dalam kategori biaya promosi yang dapat dikurangkan.

Kelola Advertising Expense dan Pantau Anggaran Iklan dengan Mekari Jurnal

Semakin banyak kampanye yang dijalankan, semakin sulit bagi perusahaan untuk memantau berapa besar biaya iklan yang sudah dikeluarkan dan apakah pengeluaran tersebut masih sesuai dengan anggaran. Pencatatan yang tersebar juga dapat menyulitkan perusahaan ketika perlu mengevaluasi biaya berdasarkan periode, kategori, atau proyek.

Mekari Jurnal sebagai aplikasi laporan keuangan no 1 di Indonesia hadir untuk membantu perusahaan mengelola biaya dan anggaran secara lebih efisien dan cepat sehingga pengeluaran iklan dapat dipantau dan dibandingkan dengan rencana yang telah ditetapkan. Dengan fitur Biaya & Anggaran, perusahaan dapat:

  • Memantau realisasi biaya iklan per periode: melihat pengeluaran yang telah terjadi untuk mengetahui perkembangan advertising expense tanpa harus melakukan rekap secara manual.
  • Membandingkan anggaran dengan pengeluaran aktual: mengetahui apakah biaya iklan masih sesuai dengan anggaran atau sudah melebihi batas yang ditetapkan.
  • Mengelompokkan biaya berdasarkan kategori atau proyek: menggunakan tagging untuk menelusuri biaya yang berkaitan dengan kampanye atau proyek tertentu sehingga evaluasi pengeluaran menjadi lebih mudah.
  • Melihat detail pengeluaran secara lebih terstruktur: memperoleh visibilitas biaya berdasarkan kategori untuk membantu perusahaan mengidentifikasi pengeluaran yang perlu dikendalikan.
  • Mengurangi pekerjaan administrasi manual: mencatat biaya secara lebih praktis, termasuk biaya rutin melalui transaksi berulang atau duplikasi transaksi.

Dengan pengelolaan biaya yang lebih terstruktur dan data yang dapat dipantau secara real-time, perusahaan dapat mengetahui penggunaan anggaran iklan dengan lebih jelas dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi pengeluaran yang sebenarnya.

Artikel ini ditulis oleh Tim Konten Mekari Jurnal dan ditinjau berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas, Undang-Undang Pajak Penghasilan, dan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia.

Referensi:

  • Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Akuntansi Keuangan Menengah Edisi IFRS.
  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan, PSAK 1 Penyajian Laporan Keuangan.
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 02/PMK.03/2010 tentang Biaya Promosi yang Dapat Dikurangkan dari Penghasilan Bruto.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan advertising expense?

1. Apa yang dimaksud dengan advertising expense?

Advertising expense adalah akun beban penjualan yang mencatat seluruh biaya iklan dan promosi yang dikeluarkan perusahaan untuk memasarkan produk atau jasanya dalam satu periode akuntansi.

2. Apakah advertising expense selalu dicatat sebagai beban?

2. Apakah advertising expense selalu dicatat sebagai beban?

Pada umumnya ya, karena manfaat masa depan dari iklan sulit diukur secara andal. Pengecualiannya adalah pembayaran iklan di muka, yang dicatat lebih dulu sebagai prepaid advertising (aset) sebelum dipindahkan menjadi beban saat iklan benar-benar ditayangkan. 

3. Apa beda advertising expense dengan prepaid advertising?

3. Apa beda advertising expense dengan prepaid advertising?

Advertising expense adalah beban yang sudah diakui karena manfaatnya sudah dinikmati, sedangkan prepaid advertising adalah aset yang mencerminkan pembayaran di muka untuk iklan yang belum ditayangkan. 

4. Di mana posisi advertising expense pada laporan laba rugi?

4. Di mana posisi advertising expense pada laporan laba rugi?

Advertising expense disajikan sebagai bagian dari beban penjualan (selling expenses), terpisah dari harga pokok penjualan dan beban umum serta administrasi. 

5. Apakah semua biaya iklan bisa mengurangi penghasilan kena pajak?

5. Apakah semua biaya iklan bisa mengurangi penghasilan kena pajak?

Tidak otomatis. Biaya promosi baru bisa menjadi pengurang penghasilan bruto jika memenuhi ketentuan PMK 02/PMK.03/2010, termasuk kewajiban membuat daftar nominatif atas biaya yang dibayarkan kepada pihak lain. 

6. Apa itu daftar nominatif biaya promosi?

6. Apa itu daftar nominatif biaya promosi?

Daftar nominatif adalah rincian data penerima biaya promosi, seperti nama, alamat, tanggal, bentuk dan jenis biaya, serta jumlahnya, yang wajib dilampirkan pada SPT Tahunan PPh Badan agar biaya promosi tersebut dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. 

Kategori : Cost Accounting

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami