Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
7 min read

Biaya Variabel per Unit: Rumus dan Cara Menghitungnya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Angela Amanda
Mekari Jurnal Insight

  • Biaya variabel per unit adalah biaya untuk memproduksi satu unit produk, nilainya cenderung konstan meski volume produksi berubah.
  • Untuk biaya campuran seperti listrik pabrik, gunakan metode tinggi-rendah agar komponen variabelnya lebih akurat.
  • Hitung dan pantau biaya variabel per unit otomatis lewat Mekari Jurnal.

Biaya variabel per unit adalah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi atau menjual satu unit produk, dan nilainya cenderung tetap sama meski volume produksi naik turun. 

Banyak pelaku usaha menetapkan harga jual hanya dari perkiraan, bukan dari perhitungan biaya yang akurat. Akibatnya, margin kotor rata-rata UMKM pemohon pembiayaan di Indonesia hanya berkisar 35,3%, dan sebagian penyebabnya adalah salah hitung biaya. 

Artikel ini membahas rumus biaya variabel per unit, cara menghitungnya langkah demi langkah, termasuk untuk biaya yang masih bercampur dengan biaya tetap, lengkap dengan contoh perhitungan.

Apa Itu Biaya Variabel per Unit?

Biaya variabel per unit adalah biaya yang timbul untuk memproduksi atau menjual satu unit produk, dan besarnya cenderung konstan berapa pun jumlah unit yang diproduksi dalam rentang produksi normal. Ini berbeda dari total biaya variabel, yaitu akumulasi seluruh biaya variabel dalam satu periode yang berubah proporsional mengikuti volume produksi.

Biaya variabel per unit juga berbeda dari biaya tetap per unit. Biaya tetap per unit justru berubah, semakin banyak unit yang diproduksi, semakin kecil biaya tetap yang dibebankan ke tiap unit, karena biaya tetap totalnya tidak berubah.

Baca juga: Cara Menghitung Biaya Tetap dan Biaya Variabel

Rumus Biaya Variabel per Unit

Rumus dasarnya sederhana:

Biaya Variabel per Unit = Total Biaya Variabel / Total Unit yang Diproduksi

Total biaya variabel mencakup seluruh komponen biaya yang berubah mengikuti volume produksi, seperti bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, komisi penjualan, kemasan, dan ongkos kirim per unit.

Perlu dicatat, rumus ini hanya berlaku akurat dalam rentang produksi tertentu atau relevant range. Jika volume produksi melonjak jauh di luar kapasitas normal, komponen biaya variabel bisa berubah, misalnya karena bisnis harus membeli bahan baku dari pemasok baru dengan harga berbeda.

Cara Menghitung Biaya Variabel per Unit

Ada dua skenario umum dalam menghitung biaya variabel per unit, tergantung apakah biaya variabelnya sudah teridentifikasi jelas atau masih bercampur dengan biaya tetap.

Skenario 1: Biaya variabel sudah teridentifikasi jelas

Jika seluruh komponen biaya variabel sudah tercatat terpisah dari biaya tetap, caranya langsung:

  1. Jumlahkan seluruh komponen biaya variabel dalam satu periode, misalnya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan kemasan.
  2. Bagi total biaya variabel tersebut dengan jumlah unit yang diproduksi pada periode yang sama.
  3. Pastikan periode data biaya dan data unit yang diproduksi sama, agar hasilnya tidak bias.

Skenario 2: Biaya masih bercampur dengan biaya tetap (biaya semi variabel)

Beberapa biaya, seperti listrik pabrik atau ongkos kirim, punya komponen tetap dan variabel sekaligus. Untuk memisahkannya, gunakan metode tinggi-rendah (high-low method):

  1. Tentukan titik aktivitas tertinggi dan terendah dari data historis, biasanya diambil dari data bulanan.
  2. Hitung biaya variabel per unit dengan rumus: (Biaya pada titik tertinggi – Biaya pada titik terendah) dibagi (Unit pada titik tertinggi – Unit pada titik terendah).
  3. Gunakan hasil biaya variabel per unit tersebut untuk menghitung komponen biaya tetap dari total biaya campuran.

Metode tinggi-rendah cocok untuk estimasi cepat karena hanya butuh dua titik data. Namun hasilnya bisa bias jika titik tertinggi atau terendah termasuk bulan yang tidak biasa, misalnya saat ada gangguan produksi. Untuk keputusan yang lebih besar, pertimbangkan metode regresi atau scatter graph yang memakai lebih banyak titik data.

Baca juga: Cara Menghitung Biaya Rata-Rata (Average Cost)

Contoh Perhitungan Biaya Variabel per Unit

Berikut dua contoh penerapan rumus di atas.

Contoh 1: Biaya variabel yang sudah jelas

UKM Roti Berkah memproduksi 500 unit roti dalam sebulan dengan rincian biaya berikut:

Komponen BiayaNominal
Bahan bakuRp7.500.000
Tenaga kerja langsungRp2.500.000
KemasanRp1.000.000
Total Biaya VariabelRp11.000.000

Biaya Variabel per Unit = Rp11.000.000 / 500 = Rp22.000 per roti.

Artinya, setiap roti membutuhkan biaya variabel Rp22.000. Jika harga jual roti Rp30.000, margin kontribusi per roti adalah Rp8.000, yang nantinya dipakai untuk menutup biaya tetap seperti sewa toko dan gaji karyawan tetap.

Contoh 2: Biaya campuran dengan metode tinggi-rendah

Sebuah pabrik mencatat biaya listrik pada bulan produksi tertinggi (8.000 unit) sebesar Rp10.000.000, dan pada bulan produksi terendah (4.000 unit) sebesar Rp6.000.000.

Biaya Variabel per Unit = (Rp10.000.000 – Rp6.000.000) / (8.000 – 4.000) = Rp4.000.000 / 4.000 = Rp1.000 per unit.

Komponen biaya tetap listrik dapat dihitung dari salah satu titik data, misalnya titik terendah: Rp6.000.000 – (Rp1.000 x 4.000 unit) = Rp2.000.000. Jadi biaya listrik terdiri dari biaya tetap Rp2.000.000 per bulan ditambah biaya variabel Rp1.000 per unit yang diproduksi.

Baca juga: Cara Menghitung BEP (Break Even Point)

Biaya Variabel per Unit vs Biaya Tetap per Unit vs Total Biaya Variabel

Ketiga istilah ini sering tertukar. Berikut perbandingannya.

AspekBiaya Variabel per UnitBiaya Tetap per UnitTotal Biaya Variabel
Perilaku terhadap volumeCenderung konstan per unitBerubah, turun saat volume naikBerubah proporsional dengan volume
Sifat totalBerubah mengikuti jumlah unitCenderung tetap secara totalNaik seiring bertambahnya unit
Contoh komponenBahan baku, tenaga kerja langsung, kemasanSewa, gaji karyawan tetap, asuransiSeluruh biaya variabel dalam satu periode
Kegunaan utamaMenentukan harga jual dan margin kontribusi per produkAnalisis skala ekonomi dan efisiensi produksiMenyusun laporan laba rugi dan analisis biaya-volume-laba

Poin yang sering terlewat, biaya variabel per unit relatif konstan, sementara biaya tetap per unit justru berubah berbanding terbalik dengan volume produksi. Semakin banyak unit yang diproduksi, semakin kecil beban biaya tetap yang ditanggung tiap unit.

Faktor yang Memengaruhi Biaya Variabel per Unit

Beberapa faktor berikut bisa membuat biaya variabel per unit naik atau turun:

  • Harga bahan baku. Kenaikan harga bahan baku langsung menaikkan biaya variabel per unit.
  • Efisiensi tenaga kerja. Karyawan yang lebih terampil bisa menyelesaikan lebih banyak unit dalam waktu yang sama, menurunkan biaya tenaga kerja per unit.
  • Skala pembelian bahan baku. Pembelian dalam jumlah besar biasanya mendapat diskon volume dari pemasok, sehingga biaya bahan per unit turun.
  • Biaya distribusi. Ongkos kirim per unit bisa berubah tergantung jarak, moda transportasi, dan jumlah pengiriman.
  • Fluktuasi kurs. Bisnis yang mengimpor bahan baku akan terdampak perubahan nilai tukar terhadap biaya variabel per unit.

Cara Memanfaatkan Biaya Variabel per Unit dalam Pengambilan Keputusan

Setelah biaya variabel per unit diketahui, angka ini bisa dipakai untuk tiga keputusan penting.

  • Menentukan harga jual minimum. Harga jual harus lebih tinggi dari biaya variabel per unit agar setiap unit yang terjual menghasilkan margin kontribusi positif.
  • Menghitung margin kontribusi. Margin Kontribusi per Unit = Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit. Semakin besar margin kontribusi, semakin cepat bisnis menutup biaya tetap.
  • Menghitung titik impas (BEP). Biaya variabel per unit menjadi salah satu komponen utama rumus BEP, bersama biaya tetap dan harga jual per unit.

Bagi bisnis yang masih menghitung biaya secara manual di spreadsheet, mencatat dan memantau komponen biaya variabel lewat aplikasi akuntansi Mekari Jurnal bisa mempercepat proses ini. Fitur laporan profitabilitas produk membantu melihat margin tiap produk secara otomatis, tanpa perlu menghitung ulang manual setiap kali harga bahan baku berubah.

Baca juga: Margin Kontribusi: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Kesalahan Umum Menghitung Biaya Variabel per Unit

Berikut kesalahan yang paling sering terjadi:

  • Mencampur biaya tetap ke dalam komponen variabel, misalnya memasukkan gaji karyawan tetap sebagai biaya variabel, sehingga hasil perhitungan bias.
  • Memakai data unit dari periode berbeda dengan data biaya, sehingga hasil pembagian tidak mencerminkan biaya yang sebenarnya.
  • Mengabaikan biaya kecil seperti kemasan atau ongkos kirim yang sebenarnya tergolong biaya variabel.
  • Tidak mempertimbangkan diskon volume, sehingga biaya variabel per unit dianggap tetap padahal sebenarnya turun saat pembelian bahan baku dalam skala besar.

Permudah Perhitungan Biaya Variabel Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal

Biaya variabel per unit adalah angka dasar yang menentukan apakah harga jual sebuah produk sudah tepat atau belum. Kesalahan kecil dalam menghitungnya bisa berdampak besar pada margin dan keberlangsungan bisnis.

Dengan memahami rumus, cara menghitung, dan faktor yang memengaruhinya, serta memanfaatkan aplikasi akuntansi Mekari Jurnal untuk mencatat dan menganalisis biaya secara otomatis, bisnis Anda bisa menetapkan harga jual yang lebih akurat dan menjaga margin tetap sehat.

Referensi

  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan.
  • Riwayadi (2017). Akuntansi Biaya: Pendekatan Tradisional dan Kontemporer.
Kategori : Cost Accounting

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami