Bingung Menentukan Suatu Jenis Produk? Lihat Klasifikasi Produk Berikut Ini!

Pernahkan Anda melihat suatu produk di pasar atau supermarket kemudian bingung menentukan jenis dari produk tersebut? Bagi orang tertentu yang teliti dan sangat memerdulikan sekitar pasti rely dengan suatu produk yang akan dibeli. Selain itu, bagi seorang pengusaha memahami klasifikasi atau jenis-jenis produk merupakan hal yang penting. Dengan memahami jenis produk, akan membantu seorang pengusaha menentukan produk apa yang akan diproduksi dan dijual.

 

Secara umum, produk dapat diklasifikasikan berdasarkan ciri-cirinya seperti daya tahan, wujud, dan penggunaan (konsumen atau industri). Setiap jenis produk memiliki strategi bauran pemasaran sendiri-sendiri. Berikut ini beberapa klasifikasi produk yang harus Anda ketahui.

 

Klasifikasi Berdasarkan Daya Tahan dan Wujud

a. Barang tidak tahan lama (non durable goods)

Jenis barang ini sering dikonsumsi pada satu atau beberapa kali penggunaan. Karena cepatnya konsumsi dan frekuensi penggunaan yang sering maka strategi yang tepat untuk barang ini adalah menjualnya di banyak tempat. Contoh barang yang tidak tahan lama yaitu seperti sabun.

b. Barang tahan lama (durable goods)

Barang tahan lama merupakan barang berwujud yang jangka waktu penggunaannya lama. Sehingga jenis barang ini dapat digunakan berulang kali. Adapun strategi penjualan yang dapat diterapkan untuk produk ini adalah menjualnya dengan cara khusus dan pelayanan yang baik. Contohnya: lemari, kulkas, mesin cuci, pakaian, dan lain-lain.

c. Jasa (service)

Jasa merupakan barang atau produk yang tidak berwujud. Kita tidak dapat melihat wujudnya tetapi bisa merasakannya. Karakteristik jasa ini membutuhkan pengendalian mutu, penyesuaian yang cepat, dan kredibilitas pemasok. Contoh: jasa pijat refleksi, salon, dan seterusnya.

 

Klasifikasi Barang Industri

Untuk mengklasifikasikan barang industri, Anda dapat melihat dari proses produksi dan kemahalan relatifnya.

a. Bahan baku dan suku cadang (materials and parts)

Bahan baku dan suku cadang terbagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu bahan mentah serta bahan baku dan suku cadang yang diproduksi. Bahan mentah terdiri dari produk pertanian dan produk alam. Sementara bahan baku dan suku cadang dibagi menjadi dua kategori yakni bahan baku komponen seperti besi, semen, benang; dan suku cadang komponen (mesin, ban). Bahan baku komponen (component materials) biasanya akan diolah lebih lanjut.

b. Perlengkapan dan layanan bisnis (supplies and business service)

Kategori barang ini adalah barang dan jasa yang masa penggunaannya pendek. Selain itu, untuk pengembangan dan pengelolaannya menjadi produk jadi juga mudah. Perlengkapan memiliki dua jenis yaitu barang pemeliharaan dan perbaikan (contohnya cat, paku) dan perlengkapan operasional berupa buku, pensil, dan lain-lain.

c. Barang modal (capital item)

Barang modal merupakan barang yang tahan lama dan memudahkan pengembangannya untuk diolah menjadi produk jadi. Barang modal dibagi menjadi dua yaitu instalasi dan peralatan.

 

Klasifikasi Barang Konsumen

Anda yang sering berbelanja pasti tidak akan asing dengan klasifikasi barang konsumen berikut ini:

a. Barang sehari-hari (convenience goods)

Barang sehari-hari adalah barang yang sering Anda konsumsi dalam sehari-hari. Contoh: beras, sabun, sayur, dan sebagainya.

b. Barang toko (shopping goods)

Barang toko adalah barang yang biasanya dibandingkan berdasarkan kesesuaian, kualitas, harga, dan gaya pada saat konsumen memilih atau akan membelinya. Contohnya: pakaian, sepeda, motor, sepatu, dan seterusnya.

c. Barang khusus (speciality goods)

Sama dengan namanya barang khusus memiliki karakteristik atau ciri-ciri sendiri yang dapat membedakan dengan barang lain. Karakteristik khusus ini seperti merek yang unik, model, ataupun hal lain yang dapat membuat pembeli ingin melakukan usaha apapun untuk mendapatkannya. Contoh: mobil mewah, undangan, peralatan fotografi, dan lain-lain.

d. Barang yang tidak dicari (unsought goods)

Barang tidak dicari adalah barang yang jarang sekali dicari oleh konsumen, bahkan barang ini tidak diketahui oleh konsumennya. Biasanya konsumen tidak memikirkan untuk membeli jenis barang ini. Contoh: batu nisan.

Untuk memudahkan Anda menghitung dan mengelola semua keuangan yang terjadi, Anda dapat menggunakan bantuan software akuntansi seperti Jurnal. Jurnal sebagai software akuntansi online dapat membantu Anda menjalankan sistem akuntansi perusahaan dengan cepat. Anda hanya perlu meng-input semua transaksi dan Jurnal secara otomatis akan mengolahnya menjadi laporan keuangan. Jurnal juga masih memiliki banyak fitur-fitur lain yang akan memudahkan pekerjaan dan kesuksesan bisnis Anda. Temukan info dan fitur lain dari Jurnal dengan klik di sini.


PUBLISHED22 Oct 2018
Witdya Pangestika
Witdya Pangestika

SHARE THIS ARTICLE: