9 Strategi Marketing Instagram untuk Branding Key Takeaways Instagram merupakan platform potensial untuk pemasaran digital dengan jutaan akun bisnis dan engagement tinggi. Ideal untuk membangun brand awareness, menjangkau audiens baru, dan mendorong interaksi secara organik. Strategi marketing yang efektif mencakup pengoptimalan profil, konten visual berkualitas, caption interaktif, dan penggunaan fitur seperti Stories serta Reels. Hindari kesalahan umum seperti membeli followers, promosi berlebihan, atau mengabaikan tautan ke produk. Tindakan ini bisa menurunkan kredibilitas brand dan menghambat konversi, karena audiens lebih menyukai konten yang autentik dan relevan. Instagram kini bukan hanya jadi tempat berbagi foto, tapi juga wadah penting bagi bisnis dalam menjangkau audiens. Dengan lebih dari 25 juta akun bisnis aktif dan 90% pengguna mengikuti setidaknya satu akun bisnis, potensi Instagram untuk pemasaran sangat besar. Namun, potensi ini tak akan maksimal jika strategi yang diterapkan keliru. Alih-alih menarik perhatian, konten Anda justru bisa sepi interaksi. Jadi, bagaimana cara menyusun strategi marketing Instagram yang tepat? Pentingnya Strategi Marketing Instagram untuk Bisnis Saat ini masyarakat lebih dekat dan familiar dengan keberadaan media sosial sebagai pelengkap sarana berinteraksi dan memperoleh informasi ketimbang media lainnya di internet. Terlebih, masyarakat sedang melakukan social distancing dan melakukan karantina mereka sendiri di rumah massing-masing. Kini saatnya bagi para pemilik bisnis untuk mulai melakukan strategi marketing secara digital saat masyarakat melakukan social distancing. Salah satunya melalui Instagram, Instagram yang muncul sebagai platform visualisasi dan informasi dan menjadi salah satu media sosial yang paling banyak diminati. Dengan adanya kecenderungan ini, mau tidak mau, Instagram ikut menciptakan tren dan peluang bagi perusahaan untuk ikut melakukan strategi pemasaran di dalamnya. Namun, walaupun Instagram sudah menjadi salah satu tempat pemasaran yang efektif dan memiliki banyak audience, bukan berarti Anda akan memperoleh pembelian dengan mudah. Anda tetap butuh strategi marketing Instagram yang tepat, agar iklan atau promosi yang Anda lakukan menjadi tepat sasaran dan mendatangkan pembelian. 9 Strategi Jitu Marketing di Instagram untuk Branding Berikut delapan strategi marketing Instagram yang bisa Anda terapkan untuk membangun brand bisnis secara efektif: 1. Optimalkan Profil Instagram Bisnis Anda Profil adalah kesan pertama pengguna. Gunakan username yang mudah diingat, foto profil profesional (logo), dan bio yang jelas berisi deskripsi singkat bisnis, CTA, serta tautan ke website atau katalog produk. 2. Gunakan Konten Visual Berkualitas Tinggi Instagram adalah platform visual, jadi pastikan setiap konten foto dan video punya kualitas tinggi, konsisten secara estetika, dan mencerminkan identitas brand. Gunakan warna, tone, dan gaya visual yang seragam. 3. Buat Caption yang Menarik dan Interaktif Caption bukan hanya pelengkap. Gunakan copywriting yang komunikatif, singkat, dan mengandung CTA seperti ajakan komentar, klik link, atau simpan postingan. Bisa juga tambahkan emoji dan hashtag relevan. 4. Manfaatkan Instagram Stories dan Highlight Stories efektif untuk menyampaikan info singkat, promosi, atau behind-the-scenes. Simpan Stories penting ke Highlight dengan cover menarik agar pengunjung baru bisa langsung tahu layanan atau produk utama Anda. 5. Gunakan Instagram Reels untuk Jangkauan Lebih Luas Reels memiliki algoritma kuat untuk menjangkau audiens baru. Gunakan format ini untuk konten ringan, tutorial, tips, atau hiburan yang tetap selaras dengan brand Anda. Konsistensi unggahan akan bantu visibilitas. 6. Kolaborasi dengan Influencer atau KOL Pilih influencer yang audiensnya sesuai dengan target market Anda. Kolaborasi ini dapat membangun trust, meningkatkan awareness, dan mengarahkan traffic ke akun bisnis Anda melalui konten review, giveaway, atau live bersama. 7. Jadwalkan dan Konsisten Unggah Konten Gunakan kalender konten dan tools penjadwalan agar posting lebih teratur. Konsistensi membuat audiens lebih terlibat dan membantu algoritma Instagram mengenali akun Anda sebagai aktif dan relevan. 8. Analisis Performa dan Lakukan Penyesuaian Gunakan fitur Insights untuk mengetahui performa konten: jangkauan, interaksi, dan demografi audiens. Evaluasi konten mana yang paling efektif, lalu optimalkan strategi berdasarkan data tersebut. 9. Perhatikan Waktu Posting Salah satu hal yang harus di lakukan berkaitan dengan waktu posting adalah memiliki konsistensi atau rutinitas, tanpa mengganggu followers dengan update yang berlebihan. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk memilih jadwal adalah dengan melakukan test di waktu yang berbeda dan melihat hasilnya. Posting-an yang memiliki engagement (atau keterlibatan pelanggan – biasa dalam rupa likes dan komentar) paling tinggi adalah postingan pada waktu yang tepat untuk dijadikan patokan. Kesalahan dalam Strategi Marketing Instagram Di bawah ini akan kita bahas kesalahan-kesalahan pemasaran di Instagram agar Anda terhindar dari strategi marketing Instagram yang tidak tepat sasaran. 1. Susun Strategi Marketing Instagram Terlebih Dahulu Banyak orang yang saat ini mulai yakin bahwa mengaktifkan media sosial bisnisnya akan membawa angin baik. Namun, itu akan menjadi sebuah kegagalan jika tidak melakukan perencanaan dengan menyusun strategi pemasaran media sosial terlebih dahulu. Mengembangkan content marketing ke channel media sosial memang memberikan traffic dan leads yang besar. Tapi, jika tidak didasari dengan tujuan dan konsep yang jelas, tentunya tidak akan mencapai kesuksesan seperti yang diharapkan. Oleh karena itu, mulai konsepkan strategi pemasaran Instagram dengan menentukan tujuan jangka panjang dan pendek serta langkah untuk memulainya. 2. Tidak Ada Tautan Ke Toko/Produk Pada dasarnya, salah satu tujuan kita membangun strategi marketing Instagram adalah untuk membangun traffic menuju toko atau produk yang Anda rintis. Konten yang menghasilkan traffic yang bagus dan visibility yang besar tentu akan menghasilkan konversi yang nihil jika tidak ada tautan yang mengarah ke toko/produk yang Anda jual. Jangan lupakan hal kecil ini karena dapat memberikan dampak yang cukup signifikan. Selain itu, jangan lupa untuk melacak dari mana traffic yang datang ke toko/produk Anda salah satunya dengan menggunakan UTM atau Urchin Tracking Module. 3. Membeli Followers Suka atau tidak, jual beli followers Instagram sudah menjadi bisnis besar. Banyak startup yang ingin memiliki followers dalam jumlah banyak secara instan menggunakan jasa jual-beli followers. Sayangnya, membeli followers demi tujuan tertentu nyatanya dapat memberikan dampak yang negatif dalam sebuah strategi marketing Instagram, di antaranya: Sebanyak apapun membelinya tidak akan berkontribusi dalam meningkatkan engagement, traffic, dan konversi. Pihak Instagram yang dapat mendeteksi akun yang memiliki followers palsu dan menghapusnya. Followers yang dijual juga tidak sesuai dengan kriteria calon konsumen yang potensial untuk membeli produk Anda. Aktivitas interaksi yang terjalin pada konten tidak terlihat natural dan merusak pengalaman pengguna. Sulit untuk mengukur performa konten. Melihat dampak negatif di atas, tentunya strategi pemasaran dengan membeli followers Instagram ini dirasa sangat fatal sebab dapat merusak kredibilitas toko atau perusahaan Anda. 4. Gagal Memaksimalkan Followers Followers juga sangat berpengaruh terhadap branding yang ingin Anda bangun. Bukan jumlah followers, namun bagaimana cara Anda untuk selalu berinteraksi dengan mereka sehingga dapat mengurangi jarak antara perusahaan dengan followers-nya. Anda bisa memberi mention salah satu followers dalam konten Anda. Biarkan followers ikut menyebarkan konten dan menggunakan hashtag milik bisnis. Jadi mulai sekarang cobalah untuk melibatkan followers Anda di setiap promosi bisnis. Ini akan menjadi strategi meningkatkan followers akun IG bisnis dengan lebih terjangkau. 5. Berlebihan dalam Promosi Sebagian besar orang suka dengan diskon, big sale, atau bahkan ongkos kirim gratis. Sayangnya, terlalu banyak promosi dalam konten Instagram justru akan memengaruhi turunnya jumlah followers organik dan terkesan mengganggu. Seperti yang kita tahu, Instagram adalah tempat untuk berbagi foto dan pesan dengan kesan mendalam. Orang akan menghindarkan diri dari konten yang terlalu banyak melakukan promosi karena dianggap mengganggu kesenangan mereka dalam berbagi pengalaman di Instagram. Posting-lah promosi atau iklan secukupnya secara teratur dan hindari melakukan promosi atau beriklan secara berlebihan. 6. Kualitas Konten yang Kurang Menarik Pengguna Instagram akan menjumpai berpuluh-puluh gambar dan caption, begitu membuka media sosial tersebut. Banyaknya gambar dan informasi yang ditampilkan dalam Instagram, tentu saja tidak bisa dibaca semuanya oleh audience. Banyak yang membaca caption atau content yang dituliskan secara sekilas. Mereka akan melambat dan berhenti apabila menemukan salah satu gambar yang mereka rasa menarik. Itulah alasan kenapa Anda harus menghidari kualitas konten yang buruk. Fokus terhadap kualitas konten yang Anda posting di Instagram. Semakin bagus kualitas konten yang Anda posting, maka semakin banyak orang yang tertarik dengan konten Anda. 7. Tidak Mengoptimalkan Instagram Stories Instagram stories merupakan media content marketing “eksklusif”. Fitur ini akan menghapus setiap konten yang diunggah dalam waktu 24 jam. Oleh sebab itu, pastikan Anda memberi konten terbaik pada fitur ini, seperti teaser produk terbaru atau layanan terbaru, publikasi diskon atau potongan harga, tutorial mengenai produk, serta solving masalah audience yang sesuai bisnis Anda. Sebagai sebuah fitur baru, ketertarikan audience terhadap fitur ini pun akan meningkat. Semakin cepat Anda mampu mengoptimalkannya, maka semakin besar kemungkinan Anda untuk menghasilkan followers yang loyal. Jika enam kesalahan strategi marketing Instagram di atas telah Anda hindari dan mulai memberikan hasil bisnis yang sangat bagus, jangan lupa untuk selalu mengelola keuangan bisnis dengan baik. 8. Landscape Content Bagaimana konten dalam bentuk landscape atau horizontal (memanjang ke samping) dalam menjadi sebuah strategi marketing yang salah pada Instagram? Hal ini dapat dijawab melalui riset dari Hootsuite pada tahun 2022 di mana 92,1% pengguna internet mengaksesnya melalui ponsel atau smartphone. Mengakses melalui ponsel artinya pengguna hanya mampu melihat suatu konten secara optimal jika bentuknya secara vertikal atau memanjang ke atas. Sehingga jika Anda tetap membuat konten yang berbentuk landscape, kemungkinan konten terpotong sebagian cukup besar dan tidak dapat menyampaikan pesan secara optimal. Lengkapi Strategi Marketing Instagram dengan Pengelolaan Keuangan yang Tepat Layaknya sebuah strategi marketing yang bisa Anda jalankan secara online, saat ini banyak pengelola keuangan maupun program akuntansi yang juga bisa Anda gunakan secara online. Salah satunya adalah aplikasi akuntansi online Mekari Jurnal. Dengan menggunakan Mekari Jurnal, dapatkan dukungan alat pencatatan keuangan, yang bisa Anda akses kapan saja dan dimana saja secara real-time. Tanpa perlu instalasi dan resiko kehilangan data penting keuangan usaha, Mekari Jurnal membuat bisnis Anda selangkah lebih mudah. Hal ini dilakukan untuk memberikan kemudahan dalam melaporkan keuangan dari bisnis Anda. Tanpa perlu instalasi dan tanpa risiko kehilangan data penting keuangan bisnis, Jurnal membuat bisnis Anda selangkah lebih mudah. Selain itu, Mekari Jurnal juga menghadirkan fitur aplikasi stok gudang. Ditambah, sistem software accounting Jurnal yang sudah terintegrasi, jadi keakuratan dan keamanan data pastinya akan Anda dapatkan. Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!