Barang Komplementer dan Barang Substitusi, Apa Bedanya?

Barang atau komoditas dalam pengertian ekonomi adalah suatu objek atau jasa yang memiliki nilai.  Komoditas merupakan suatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu, dan dapat ditukarkan dengan barang yang lain. Dari segi hubungannya dengan benda lain, maka suatu barang bisa diklasifikasikan dalam 2 fungsi yaitu:

Barang Komplementer

Barang komplementer merupakan barang yang kegunaannya saling melengkapi satu sama lain. Tanpa adanya satu barang, maka barang yang lainnya akan mengalami penurunan fungsi atau bahkan tidak dapat digunakan sama sekali. Contoh sederhana dari barang komplementer adalah pulpen dan tinta. Tinta dibutuhkan untuk mengisi pulpen, sehingga baru bisa digunakan untuk menulis. Begitu pula sebaliknya, tanpa adanya pulpen, tinta mungkin tidak dapat digunakan sebagai alat menulis.

Karena adanya keterkaitan tersebut, kita juga bisa mengasumsikan bahwa ada ketergantungan antara satu barang dengan barang yang lain sehingga dari segi ekonomi, kebutuhan akan barang komplementer akan saling terkait dengan produk pasangannya dan dapat memengaruhi tinggi atau rendahnya permintaan barang tersebut di pasaran. Untuk menyiasati adanya ketergantungan dari barang komplementer yang begitu tinggi terhadap barang yang menjadi pasangannya, maka pihak produsen harus memikirkan dan mampu meyakinkan konsumen tentang kegunaan lain dari barang komplementer tersebut, sehingga tidak hanya memiliki ketergantungan pada satu barang.

Misalnya, gula adalah barang komplementer dari kopi, jika penjualan kopi naik, maka penjualan gula bisa diasosikan juga akan mengalami peningkatan. Tetapi gula juga bisa memiliki fungsi komplementer untuk barang lain, misalnya untuk pembuatan makanan, bahan dasar pembuatan sirup, dan lain sebagainya. Jika produsen memahami hal tersebut dan mengenalkan varian dari kegunaan gula secara luas, maka barang tersebut tidak akan mengalami gangguan yang terlalu signifikan jika penjualan kopi mengalami penurunan.

Barang Substitusi

Barang subtitusi merupakan barang pemuas kebutuhan manusia yang saling menggantikan fungsinya dengan sempurna. Dengan kata lain apabila tidak ada barang yang satu, maka dapat digantikan dengan barang lainnya. Contoh dari barang substitusi ini adalah nasi dengan roti, atau nasi dengan gandum. Jika tidak ada nasi,maka kita bisa mengonsumsi roti sebagai pemenuhan kebutuhan untuk fungsi yang sama, sehingga dalam hal ini, bisa diasumsikan jika roti adalah barang substitusi dari nasi.

Dengan adanya barang substitusi, maka manusia memiliki alternatif pilihan untuk memenuhi kebutuhannya. Selain itu, kebutuhan subtitusi juga memungkinkan manusia untuk tidak perlu khawatir kekurangan barang dan jasa, karena selalu ada barang pengganti yang memiliki fungsi serupa.

Untuk mengetahui tingkat kebutuhan terhadap barang komplementer dan substitusi ini, sebuah perusahaan harus mengetahui adanya stok barang di pasaran. Mengetahui kondisi pasar dan apa kebutuhan pasar akan menjadi permulaan yang tepat untuk memulai sebuah produksi. Anda bisa melakukan survey di pasaran atau  memiliki software aplikasi dengan fitur yang menyediakan informasi tentang penggabungan atau pengombinasian barang dari unit yang berbeda seperti yang dimiliki oleh Jurnal software akuntansi online.

Dalam Jurnal akuntansi online, Anda dapat melakukan pengecekan jumlah stok barang, mengatur jumlah minimal barang dalam gudang, dan lain sebagainya. Anda juga bisa mendapatkan kalkulasi persediaan barang secara langsung maupun penjualan produk terbanyak untuk membantu bisnis Anda memiliki perencanaan terhadap  jumlah produksi barang di masa depan. Informasi lebih lanjut tentang Jurnal, bisa Anda dapatkan di sini.

Artikel telah diedit dan mendapat revisi.


PUBLISHED07 Mar 2019
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami

SHARE THIS ARTICLE: