Bakat bisnis biasanya dapat dilihat sejak kecil. Seperti Almeyda Nayara yang bakat bisnisnya telah terlihat sejak usianya 9 tahun. Dengan memiliki jiwa bisnis, anak dapat tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri, mampu berpikir kreatif dan inovatif, serta lebih menghargai uang. Menanamkan dan mengasah jiwa bisnis pada anak-anak harus dilakukan secara perlahan dan penuh kesabaran karena mereka tentu sangat membutuhkan bimbingan dan arahan dari orang tua.

 

Anak-anak yang memiliki bakat bisnis biasanya dapat terlihat dari hal yang sering mereka lakukan seperti mengambil setiap kesempatan yang ada di depan matanya untuk menghasilkan uang tambahan seperti menjual camilan ringan, kerajinan tangan, dan lain sebagainya. Ciri lain dari anak yang memiliki bakat bisnis adalah kemandirian sejak dini, kreativitas tanpa batas, tekun, dan juga percaya diri yang tinggi. Namun, tak ada bakat yang berkembang jika tidak diasah.

 

Tumbuhkan Rasa Percaya Diri

Mary Mazzio, seorang film maker sekaligus pengusaha di Amerika mengatakan bahwa anaknya sangat pemalu ketika masih kecil, dan ia akan mengarang berbagai alasan untuk menolak permintaan Mazzio untuk mulai berbisnis. Untuk menumbuhkan dan mengembangkan bakat bisnis anak, Anda harus mulai memintanya untuk berinteraksi dengan orang lain dan tampil lebih percaya diri untuk menghilangkan rasa malu dalam dirinya.

 

Bantu Tentukan Target

Mintalah anak Anda untuk menulis daftar target yang ingin dicapai. Dengan menuliskan target, anak-anak akan lebih fokus untuk mencapainya dan memudahkan mereka untuk menentukan langkah-langkah yang harus dilakukan. Daripada hanya memikirkan dan membicarakan, menulis target dapat membuat target tercapai hingga 80% dari yang telah ditentukan. Selain itu, cobalah ajarkan anak Anda untuk membuat beberapa rencana yang bisa dijalankan untuk mencapai target yang telah ditentukan.

 

Libatkan dalam Bisnis

Anak akan melihat dan meniru apa yang orang tuanya lakukan. Oleh karena itu, berikan mereka contoh berbisnis yang baik dan libatkan mereka dalam bisnis Anda. Buatlah kesepakatan dengan anak mengenai jenis pekerjaan yang harus mereka lakukan dan berilah upah dari setiap yang mereka kerjakan. Hal ini dapat memberikan pengalaman bagi mereka sebagai pekerja sekaligus mengajari mereka untuk lebih menghargai uang yang mereka dapatkan.

 

Ajak Anak Berdiskusi

Untuk melatih anak berbisnis bukanlah hal mudah, namun Anda dapat melatihnya dengan cara yang mengasyikkan. Cobalah berikan mereka tugas untuk mencari informasi mengenai harga barang yang mereka butuhkan di pasar. Dari hasil informasi yang telah mereka dapatkan, jadikan informasi tersebut sebagai bahan diskusi. Libatkan ia dalam diskusi kecil dalam keluarga. Selain membuat suasana menjadi akrab, berdiskusi dalam keluarga juga dapat melatih komunikasi dengan baik, mengemukakan pendapat, menarik kesimpulan, hingga membiasakan diri untuk mengikuti perkembangan ekonomi. Sebagai orang tua, Anda juga harus memberikan mereka arahan mengenai cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Di mana, anak yang terbiasa berpendapat akan lebih mudah mengutarakan ide dan gagasan yang mereka miliki.

 

Dukung Ide dan Inovasi Anak

Tak ada bisnis yang dapat bertahan lama dalam persaingan tanpa adanya ide dan inovasi baru. Menurut Mazzio, ide terbaik dari pengusaha dihasilkan dari sebuah ruangan untuk berpikir kreatif. Disinilah peran Anda sebagai orang tua, buatlah sebuah ruang bermain yang bisa meningkatkan kreativitas anak. Mazzio juga memberikan saran untuk menghindari membeli mainan saat anak merasa bosan. Dengan tidak membelikannya mainan, Anda dapat mulai mengajarinya membuat mainan sendiri. Proses ini secara tidak langsung juga dapat mengajarkan anak-anak untuk memecahkan masalah mereka, membatu kreativitas dan juga rasa inisiatif mereka.

 

Ajarkan untuk Menerima Kegagalan

Banyak orang yang bilang bahwa kegagalan merupakan awal di mana akan ada sebuah keberhasilan. Mazzio mengungkapkan bahwa berbisnis bukanlah hanya kesuksesan, berbisnis juga merupakan cara hidup dan cara berpikir seseorang. Ketika yang tertanam pada diri kita adalah berbisnis merupakan cara untuk mendapat kesuksesan dan menghasilkan uang yang banyak, jangan heran bila kegagalan akan datang.

 

Dengan mengalami kegagalan, anak-anak dapat belajar dari kesalahan dan juga dapat memperluas karakter mereka untuk berpikir lebih kreatif mengenai cara mencapai sesuatu yang sulit. Ajarkan mereka untuk siap menghadapi kegagalan dan berani menghadapi berbagai risiko yang akan didapatkan.