Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Principal vs Agent PSAK 72: Cara Menentukan Pengakuan Pendapatan Bruto atau Neto

Diperbarui
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Principal mengakui pendapatan secara bruto karena mengendalikan barang atau jasa sebelum diserahkan kepada pelanggan.
  • Agent hanya mengakui komisi atau fee bersih karena bertindak sebagai perantara tanpa mengendalikan barang atau jasa.
  • PSAK 72/PSAK 115 menggunakan konsep kontrol sebagai dasar utama untuk menentukan principal atau agent.
  • Kesalahan klasifikasi principal vs agent dapat menyebabkan salah saji revenue, margin laba, dan laporan keuangan perusahaan.

Tidak semua bisnis yang menerima uang dari pelanggan berhak mengakui seluruh jumlah itu sebagai pendapatan.

Kondisi ini merupakan kenyataan yang sering kali tidak disadari dan sering terjadi pada bisnis marketplace, travel agent, reseller, platform jasa, dan distributor yang model bisnisnya melibatkan lebih dari satu pihak dalam rantai penyerahan barang atau jasa.

Ketika sebuah entitas bertindak sebagai perantara yang menjembatani pihak lain, pengakuan seluruh nilai transaksi sebagai omzet dapat mendistorsi realitas keuangan yang sebenarnya.

Laporan keuangan berisiko menyajikan informasi yang menyesatkan bagi investor dan kreditur jika angka penjualan terlihat sangat besar, padahal margin keuntungan riil yang dikuasai sangat tipis.

Guna mengatasi masalah mendasar ini, standar akuntansi keuangan menyediakan panduan yang ketat melalui analisis principal vs agent psak 72 untuk mengevaluasi apakah perusahaan berhak mencatat penjualan secara utuh atau hanya diperbolehkan mengakui porsi komisi bersih saja.

Apa Itu Principal dan Agent dalam PSAK 72?

Dua istilah ini mendefinisikan peran berbeda yang bisa dimainkan sebuah entitas dalam kontrak dengan pelanggan.

Principal adalah entitas yang mengendalikan barang atau jasa sebelum dialihkan kepada pelanggan sehingga bertanggung jawab penuh atas pemenuhan transaksi kepada pelanggan, dengan konsekuensi pendapatan diakui sebesar jumlah bruto imbalan yang diterima.

Sedangkan agent adalah entitas yang hanya bertugas mengatur penyediaan barang atau jasa oleh pihak lain kepada pelanggan tanpa mengendalikan barang atau jasa tersebut sebelumnya, sehingga pendapatan yang diakui hanya sebesar fee atau komisi yang menjadi haknya.

Kerangka pelaporan keuangan global IFRS 15 menegaskan bahwa perbedaan status ini membawa konsekuensi yang mutlak bagi struktur pencatatan omzet usaha.

Satu catatan penting bagi para pembaca artikel ini adalah bahwa regulasi yang mengatur tentang pendapatan dari kontrak dengan pelanggan yang diatur dalam PSAK 72, kini telah resmi berubah penomoran menjadi PSAK 115.

Walaupun telah berubah, Anda tidak perlu khawatir karena tetap mengacu pada esensi kepatuhan yang sama dengan regulasi terdahulu.

Mengapa Penentuan Principal vs Agent Penting?

Salah satu hal utama alasan ini penting adalah karena menentukan berapa angka pendapatan yang muncul di laporan keuangan.

Kesalahan dalam mengklasifikasikan transaksi dapat mengakibatkan distorsi angka pendapatan yang bersifat material, yang berujung pada opini audit yang tidak menguntungkan.

Bayangkan sebuah platform marketplace Indonesia yang memproses transaksi senilai Rp 10.000.000 antara penjual dan pembeli, lalu mengambil komisi 5% atau Rp 500.000.

Jika platform ini adalah principal, laporan laba ruginya akan mencatat pendapatan Rp 10.000.000 dengan beban terkait dan jika platform ini adalah agent, laporan laba ruginya hanya mencatat pendapatan Rp 500.000.

Alasan penting lainnya adalah karena rasio margin, analisis performa, dan penilaian investor semuanya bergantung pada angka revenue yang benar.

Dasar Utama Penilaian: Kontrol

Salah satu pertanyaan yang paling fundamental dalam menentukan antara principal atau agent adalah siapa yang mengendalikan barang atau jasa sebelum diserahkan ke pelanggan.

Kontrol adalah satu-satunya dasar penilaian yang ditetapkan PSAK 72/ 115. Entitas dianggap mengendalikan barang atau jasa jika ia mampu menentukan penggunaan barang atau jasa tersebut dan mendapatkan manfaat yang tersisa darinya.

Jika entitas memiliki kontrol itu sebelum transfer terjadi, ia adalah principal. Jika tidak, ia adalah agent.

Indikator Principal vs Agent Menurut PSAK 72

PSAK 72 menyediakan tiga indikator yang membantu mengevaluasi apakah kontrol ada pada entitas, yaitu:

Indikator Dimensi Evaluasi Kontrak Principal (Gross) Agent (Net)
Tanggung jawab utama Memikul tanggung jawab utama atas kelayakan barang atau jasa Bebas dari klaim performa produk atau jasa utama
Risiko persediaan Menanggung risiko kerusakan barang sebelum dan setelah dikirim Tidak memiliki risiko kerugian atas fisik barang di gudang
Keleluasaan harga Memiliki diskresi penuh menentukan harga jual di pasar Harga ditentukan oleh pemilik barang, komisi bersifat flat

1. Tanggung Jawab Utama Memenuhi Janji kepada Pelanggan

Indikator ini menguji pihak mana yang menanggung konsekuensi hukum paling besar jika terjadi kegagalan pemenuhan spesifikasi barang atau jasa yang dipesan oleh konsumen.

Jika perusahaan memikul tanggung jawab penuh untuk memastikan bahwa produk tersebut layak pakai, menyelesaikan komplain garansi, atau melakukan perbaikan atas cacat produksi, maka ini merupakan indikasi kuat bahwa perusahaan bertindak sebagai prinsipal.

2. Risiko Persediaan

Faktor risiko persediaan mengamati apakah perusahaan menanggung kerugian finansial apabila barang yang telah dipesan ternyata tidak laku terjual, mengalami penyusutan fisik di gudang, atau rusak selama masa transit pengiriman.

Menanggung risiko persediaan, baik sebelum pesanan pelanggan datang maupun setelah barang dikirim sebagai retur, mengindikasikan bahwa kontrol aset sempat berada di tangan perusahaan sebelum berpindah ke konsumen akhir.

3. Keleluasaan Menetapkan Harga

Keleluasaan dalam menetapkan harga jual di pasar terbuka merupakan bukti nyata adanya kekuatan kontrol ekonomi.

Jika entitas memiliki kebebasan mutlak untuk memberikan diskon, mengubah strategi harga, atau menentukan margin keuntungan sendiri tanpa perlu mendapatkan persetujuan dari pihak ketiga, maka kecenderungan peran entitas tersebut mengarah kuat pada status prinsipal.

Dampak Principal vs Agent pada Pengakuan Pendapatan

Keputusan final dari hasil analisis kontrol ini akan langsung mengarahkan akuntan ke dalam dua jalur perlakuan pembukuan yang saling bertolak belakang.

Kebijakan ini menentukan bagaimana susunan angka omzet akan dipresentasikan di hadapan publik.

Jika Entitas adalah Principal

Ketika perusahaan dinyatakan memenuhi seluruh kriteria sebagai prinsipal, maka model pengakuan pendapatan principal vs agent dijalankan secara bruto.

Perusahaan akan mencatat nilai penjualan total sebagai pendapatan kotor, sementara biaya yang dibayarkan kepada pemasok barang akan dialokasikan terpisah ke dalam akun beban pokok penjualan.

Jika Entitas adalah Agent

Apabila analisis membuktikan bahwa perusahaan hanya memegang peran sebagai agen, maka pencatatan wajib diringkas menggunakan metode pengakuan neto.

Pendapatan yang diakui di dalam pembukuan murni sebesar selisih komisi bersih yang menjadi hak sah perusahaan.

Seluruh arus kas masuk yang ditujukan untuk membayar penyedia barang utama tidak boleh diakui sebagai omzet penjualan, melainkan hanya diperlakukan sebagai liabilitas atau utang jangka pendek sementara.

Cara Praktis Menganalisis Principal vs Agent

Guna meminimalkan risiko kesalahan klasifikasi saat menyusun laporan audit tahunan, tim audit internal perusahaan dapat mengadopsi langkah-langkah praktis analisis sebagai berikut:

  • Identifikasi barang atau jasa yang dijanjikan dalam kontrak kepada pelanggan
  • Uji apakah perusahaan mengendalikan barang atau jasa sebelum diserahkan
  • Periksa pihak yang bertanggung jawab atas komplain atau kewajiban kepada pelanggan
  • Evaluasi apakah perusahaan menanggung risiko persediaan atau kerugian penjualan
  • Tentukan apakah pendapatan disajikan secara bruto sebagai principal atau neto sebagai agent sesuai PSAK 72

Contoh Kasus dalam Praktik Bisnis di Indonesia

Penerapan konsep principal dan agent dapat ditemukan di berbagai model bisnis modern di Indonesia, terutama pada industri digital, perdagangan, hingga jasa perantara.

Berikut beberapa contoh praktik yang sering digunakan dalam transaksi bisnis sehari-hari.

1. Marketplace Online

Platform yang hanya mempertemukan penjual dan pembeli, tidak menyimpan stok, tidak menanggung risiko kerugian barang, dan tidak menentukan harga jual umumnya bertindak sebagai agent. Pendapatannya adalah komisi yang diterima dari setiap transaksi.

2. Reseller Software

Buletin implementasi IAI secara khusus membahas skenario pengecer perangkat lunak. Jika reseller membeli lisensi lebih dulu lalu menjualnya dengan harga yang ditetapkan sendiri, ia cenderung principal. Jika reseller hanya memfasilitasi pembelian langsung dari penerbit software ke pelanggan dan mendapat komisi, ia cenderung agent.

3. Agen Perjalanan

Travel agent yang hanya memesan tiket atas nama pelanggan dan mengambil fee tanpa pernah “memiliki” tiket tersebut adalah agent. Pendapatannya hanya fee layanan, bukan harga tiket penuh.

4. Konsinyasi

Pemilik toko yang menjual barang titipan tanpa membeli barang tersebut terlebih dahulu bertindak sebagai agent. Pendapatannya adalah komisi atas penjualan yang berhasil, bukan harga jual barang.

Kaitan dengan 5 Langkah PSAK 72

Model pengakuan pendapatan PSAK 72 terdiri dari lima langkah: identifikasi kontrak, identifikasi kewajiban pelaksanaan, penentuan harga transaksi, alokasi harga transaksi, dan pengakuan pendapatan saat kewajiban terpenuhi.

Isu penentuan ini paling erat kaitannya dengan langkah kedua, yaitu identifikasi kewajiban pelaksanaan, di mana entitas harus menentukan apa saja janji yang diberikan kepada pelanggan dan bagaimana sifat janji tersebut.

Kesimpulan

Salah satu inti utama ketika membahas penilaian principal vs agent dalam PSAK 72 adalah kontrol.

Entitas yang mengendalikan barang atau jasa sebelum diserahkan ke pelanggan adalah principal dan mengakui pendapatan bruto.

Sedangkan entitas yang hanya memfasilitasi penyerahan oleh pihak lain adalah agent dan hanya mengakui komisi atau fee bersih.

Dengan memahami dasar kontrol, menggunakan indikator sebagai alat bantu yang tepat, dan menganalisis fakta spesifik setiap kontrak, entitas bisa membuat keputusan pengakuan pendapatan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda!

 

 

 

Referensi:

IFRS, “IFRS 15 Revenue from Contracts with Customers”.

IAI, “PSAK 72 Tentang Pendapatan dari Kontrak”.

IAI, “Buletin Implementasi Terkait PSAK 72 dan PSAK 73”.

IAI, “Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dan SAK Indonesia”.

FAQ

Apa itu principal dan agent dalam PSAK 72?

Apa itu principal dan agent dalam PSAK 72?

Principal adalah entitas yang mengendalikan barang atau jasa sebelum diserahkan kepada pelanggan sehingga mengakui pendapatan secara bruto. Sedangkan agent hanya bertindak sebagai perantara dan mengakui pendapatan sebesar komisi atau fee bersih.

Mengapa penentuan principal vs agent penting?

Mengapa penentuan principal vs agent penting?

Karena klasifikasi ini menentukan besarnya pendapatan yang dicatat di laporan laba rugi. Kesalahan klasifikasi dapat membuat omzet terlihat terlalu besar atau terlalu kecil.

Apa indikator perusahaan bertindak sebagai principal?

Apa indikator perusahaan bertindak sebagai principal?

Beberapa indikator principal adalah memiliki tanggung jawab utama kepada pelanggan, menanggung risiko persediaan, dan memiliki kebebasan menentukan harga jual.

Apa indikator perusahaan bertindak sebagai agent?

Apa indikator perusahaan bertindak sebagai agent?

Agent umumnya tidak mengendalikan barang, tidak menanggung risiko persediaan, dan hanya memperoleh komisi dari transaksi pelanggan.

Apa risiko jika salah menentukan principal atau agent?

Apa risiko jika salah menentukan principal atau agent?

Kesalahan klasifikasi dapat menyebabkan salah saji pendapatan, margin laba yang tidak realistis, hingga berisiko memunculkan temuan audit.

Bagaimana principal dan agent memengaruhi laporan laba rugi?

Bagaimana principal dan agent memengaruhi laporan laba rugi?

Principal akan melaporkan revenue lebih besar karena menggunakan metode bruto, sedangkan agent hanya melaporkan komisi bersih sehingga angka revenue lebih kecil tetapi lebih mencerminkan substansi ekonomi transaksi.

Apa hubungan principal vs agent dengan 5 langkah PSAK 72?

Apa hubungan principal vs agent dengan 5 langkah PSAK 72?

Isu principal vs agent paling berkaitan dengan identifikasi kewajiban pelaksanaan, yaitu menentukan janji apa yang sebenarnya diberikan perusahaan kepada pelanggan.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami