Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Memahami Perbedaan Downstream dan Upstream Supply Chain

Diperbarui
Highlights
  • Upstream dan downstream supply chain memiliki peran yang saling melengkapi, di mana upstream berfokus pada pengadaan bahan baku dan pemasok, sedangkan downstream berfokus pada distribusi produk hingga sampai ke tangan pelanggan.
  • Pengelolaan supply chain yang efektif dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, menjaga kualitas produk, serta meminimalkan risiko gangguan dalam proses bisnis.
  • Manajemen upstream yang baik memastikan kelancaran produksi melalui pemilihan pemasok yang tepat, pengendalian persediaan, dan perencanaan kebutuhan bahan baku yang optimal.

Supply chain pada dasarnya seperti sebuah satu aliran sungai yang berfungsi membawa barang dari hulu, yakni titik sumber aliran, hingga menuju hilir, bagian akhir dari aliran sungai.

Hal ini yang cukup dikenal dengan istilah downstream dan upstream supply chain dalam manajemen rantai pasok.

Lalu, apa perbedaan downstream dan upstream dalam supply chain? Apa fokus dan pendekatannya?

Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini!

Pengertian Downstream dan Upstream Supply Chain

Downstream dalam supply chain mengacu pada konsep aliran barang dan jasa yang mengalir dari titik tempat mereka diproduksi hingga sampai ke konsumen akhir.

Konsep ini mencakup semua aktivitas yang terlibat dalam pengiriman produk akhir, termasuk distribusi, logistik, pergudangan, dan penjualan eceran.

Pada dasarnya, aktivitas downstream adalah yang terjadi setelah tahap produksi dan melibatkan pemindahan produk melalui berbagai perantara, seperti distributor dan pengecer, untuk mencapai pelanggan akhir.

Sedangkan upstream berfokus pada serangkaian proses dan aktivitas yang terjadi sebelum produksi, dengan fokus pada pengadaan dan pengadaan bahan baku dan komponen.

Segmen ini mencakup interaksi dengan pemasok, perencanaan input produksi, pemantauan transportasi dan penyimpanan bahan-bahan saat bergerak menuju produksi.

Ini mencakup aktivitas seperti pemilihan pemasok, negosiasi kontrak, pengelolaan inventaris bahan baku, dan pengendalian mutu.

Perusahaan yang mampu mengoptimalkan supply chain mereka mampu mengurangi biaya pengeluaraan 15% lebih rendah, mengurangi 50% dari beban inventaris, dan perputaran keuangan yang tiga kali lebih cepat.

Tujuan dan Manfaat dari Pengetahuan Upstream dan Downstream Supply Chain

Kedua konsep ini sangat penting untuk dikelola dengan efektif. Downstream untuk dapat memenuhi permintaan pelanggan, mengoptimalkan tingkat inventaris, dan memastikan pengiriman tepat waktu.

Adapun upstream untuk memastikan bahwa proses produksi memiliki input yang diperlukan untuk beroperasi dengan lancar, menjaga kualitas produk, dan mengendalikan biaya.

Jika kedua fokus ini dapat dikelola dengan efektif, hal ini akan membantu dalam meningkatkan beberapa aspek, seperti:

1. Memastikan Proses Produksi Lancar

Pengelolaan upstream melibatkan manajemen hubungan dengan pemasok agar dapat menyediakan bahan baku secara konsisten dan tepat waktu.

Selain itu, ini juga berkaitan dengan manajemen inventaris yang efektif dan perencanaan kebutuhan bahan baku yang ideal untuk menghindari berhentinya siklus produksi.

2. Mengendalikan Biaya Pengeluaran

Secara keseluruhan, manajemen upstream dan downstream berkontribusi dalam mengendalikan biaya namun tetap mempertahankan standar produksi.

Ada dua cara yang dilakukan, yaitu memilih pemasok yang menawarkan harga yang kompetitif serta mengoptimalkan rute distribusi.

3. Menjaga Kualitas Produk

Terdapat keterlibatan dalam menjalankan prosedur audit dan evaluasi secara berkala untuk mempertahankan kualitas, mulai dari evaluasi pemasok, quality control setelah produksi, dan feedback dari pemakaian pelanggan.

4. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Jika seluruh cakupan downstream dan upstream dalam supply chain dalam terlaksana dengan efektif, tentu saja hal ini akan meningkatkan kepercayaan dan kepuasaan pelanggan terhadap perusahaan.

Ketepatan waktu dalam memenuhi kebutuhan bahan baku, waktu tunggu produksi, dan pengiriman menjadi titik di mana dapat memenuhi ekspektasi mereka.

5. Meningkatkan Pendapatan dan Keberhasilan Bisnis

Secara keseluruhan, pengelolaan upstream dan downstream yang efektif dapat memastikan efisiensi biaya dan proses alur supply chain yang stabil.

Hal ini dapat mengurangi risiko gangguan yang terjadi dalam aliran rantai pasokan dan meningkatkan pendapatan secara positif.

Contoh Proses dalam Penggunaan Upstream dan Downstream Supply Chain

Berikut adalah contoh gambaran penerapan upstream dan downstream dalam supply chain.

1. Pada Bidang Distribusi

Pada bidang distribusi atau grosir, biasanya pengadaan barang penjualan akan dibeli dalam jumlah besar dan secara langsung dari pabriknya.

Hal ini bertujuan agar grosir dalam memasok kebutuhan stok penjualan untuk periode tersebut. Untuk lebih optimal, mereka dapat melakukan peramalan permintaan (demand forecasting) menggunakan data historis, tren pasar, dan faktor eksternal seperti musim tertentu atau rencana promosi.

Selanjutnya mereka akan mendistribusikan stok ke gudang penyimpanan agar dapat dikelola secara efektif didistribusikan kembali ke grosir pusat.

Produk yang telah diterima di pusat distribusi kemudian dikirim ke pengecer. Manajemen distribusi harus efisien untuk mengurangi biaya dan waktu pengiriman.

Ada beberapa fokus yang perlu dipantau, mulai dari menyediakan layanan yang memuaskan, memenuhi ekspektasi ketersediaan stok dan kualitas produk, hingga layanan retur barang.

2. Pada Industri Manufaktur

Pada perusahaan manufaktur seperti Toyota, merka memproduksi kendaraan dengan memerlukan berbagai bahan baku dasar seperti baja, karet, plastik, dan komponen pelengkap seperti mur dan kabel.

Oleh karena itu, bagian pengadaan bahan baku memiliki peran yang sangat penting dalam operasional perusahaan manufaktur.

Mereka juga harus dapat menyimpan seluruh persediaan dengan baik, mulai dari bahan baku, WIP, dan barang yang sudah jadi.

Setelah mobil sudah selesai melalui proses perakitan, mobil kemudian akan didistribusikan kepada toko dealer.

Pada proses ini, manajemen distribusi berperan dalam menjaga barang tetap aman hingga sampai dealer dan dengan tepat waktu.

Terakhir, perusahaan otomotif harus memastikan bahwa suku cadang dan layanan purna jual tersedia untuk pelanggan.

79% perusahaan dengan kinerja supply chain yang tinggi mampu mencapai pertumbuhan pendapatan lebih besar daripada rata-rata perusahaan di industri mereka.

Integrasi dengan SCM Mekari Jurnal

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat diketahui bahwa keseluruhan proses supply chain mencakup dua fokus, yaitu upstream dan downstream.

Upstream mengacu kepada seluruh bagian SCM yang berkaitan dengan pengadaan bahan baku dan mengolahnya untuk diproduksi menjadi barang jadi.

Downstream berfokus dalam mengelola seluruh proses SCM yang berkaitan dengan produk setelah produksi berakhir.

Kedua fokus ini harus berjalan secara efektif dan terus dioptimasi secara berkala, oleh karena itu perlu mendapatkan fokus dan perhatian secara penuh.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan software supply chain management.

Melalui Mekari Jurnal, Anda dapat memantau alur supply chain berjalan secara menyeluruh.

Semua itu dapat dilakukan berkat fitur SCM seperti yang mendukung proses-proses upstream dan downstream, seperti manajemen produksi, manajemen inventori, hingga manajemen produk.

Berbagai pengeluaran biaya juga tercatat secara langsung dan lengkap dalam laporan keuangan karena fitur SCM Mekari Jurnal telah terintegrasi langsung dengan sistem akuntansi tanpa harus pindah platform.

Apakah Anda tertarik? Daftar sekarang dan dapatkan free trial selama 7 hari dari kami!

Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

Referensi:

Invesp, “The State Of Supply Chain Management – Statistics and Trends”.

Shiprocket, “What Is Upstream and Downstream Supply Chain?”.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan upstream dan downstream dalam supply chain?

Apa yang dimaksud dengan upstream dan downstream dalam supply chain?

Upstream supply chain adalah seluruh aktivitas yang berkaitan dengan pengadaan bahan baku dan hubungan dengan pemasok sebelum proses produksi dimulai. Sementara itu, downstream supply chain mencakup proses setelah produksi, seperti distribusi, pergudangan, logistik, hingga produk sampai ke tangan pelanggan akhir.

Apa perbedaan utama antara upstream dan downstream supply chain?

Apa perbedaan utama antara upstream dan downstream supply chain?

Perbedaan utamanya terletak pada fokus prosesnya. Upstream berorientasi pada pengelolaan bahan baku, pemasok, dan produksi, sedangkan downstream berfokus pada distribusi, penjualan, layanan pelanggan, dan pengiriman produk kepada konsumen.

Mengapa upstream supply chain penting bagi perusahaan?

Mengapa upstream supply chain penting bagi perusahaan?

Upstream yang dikelola dengan baik membantu memastikan ketersediaan bahan baku, menjaga kualitas produk, mengurangi risiko gangguan produksi, serta mengendalikan biaya pengadaan sehingga proses operasional dapat berjalan lebih lancar.

Apa manfaat mengoptimalkan downstream supply chain?

Apa manfaat mengoptimalkan downstream supply chain?

Optimalisasi downstream dapat mempercepat proses distribusi, meningkatkan ketepatan pengiriman, mengurangi biaya logistik, menjaga ketersediaan stok di pasar, serta meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan.

Apa saja aktivitas yang termasuk dalam upstream supply chain?

Apa saja aktivitas yang termasuk dalam upstream supply chain?

Aktivitas upstream meliputi pemilihan pemasok, negosiasi kontrak, pembelian bahan baku, manajemen inventaris bahan baku, pengendalian kualitas, perencanaan kebutuhan material, dan transportasi menuju fasilitas produksi.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami