Kertas Kerja Audit: Fungsi, Jenis, dan Contoh Lengkap Mekari Jurnal Insight Kertas kerja audit adalah dokumen catatan prosedur, bukti, dan kesimpulan auditor sesuai SA 230 (Revisi 2021) dari IAPI. Fungsi utamanya adalah menjadi dasar opini auditor sekaligus bukti bahwa audit direncanakan dan dilaksanakan sesuai standar. Laporan keuangan yang rapi mempercepat penyusunan kertas kerja auditor. Mulai dari laporan keuangan Mekari Jurnal yang real-time dan siap audit. Kertas kerja audit adalah dokumen yang berisi catatan prosedur audit yang dilakukan, bukti audit yang diperoleh, dan kesimpulan yang dicapai auditor selama proses audit berlangsung. Dokumen ini menjadi dasar utama bagi auditor untuk menyusun opini atas laporan keuangan klien, sekaligus bukti bahwa audit sudah direncanakan dan dilaksanakan sesuai standar profesi yang berlaku.Artikel ini membahas pengertian, fungsi, jenis, faktor yang memengaruhi, hingga contoh kertas kerja audit yang bisa Anda jadikan acuan. Apa Itu Kertas Kerja Audit?Kertas kerja audit adalah seluruh dokumen yang disiapkan dan digunakan auditor untuk mendokumentasikan pekerjaannya, mulai dari pemahaman bisnis klien, program audit, bukti yang diperoleh, hingga kesimpulan akhir. Istilah ini juga sering disebut dokumentasi audit atau audit documentation.Di Indonesia, ketentuan mengenai dokumentasi audit diatur secara spesifik dalam Standar Audit (SA) 230 (Revisi 2021) tentang Dokumentasi Audit yang diterbitkan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Menurut SA 230, tujuan auditor dalam menyusun dokumentasi audit adalah untuk memberikan dua hal utama: Catatan yang cukup dan tepat sebagai basis penyusunan laporan auditor. Bukti bahwa audit telah direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan SA dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kertas kerja audit bisa berbentuk dokumen fisik, file elektronik, atau kombinasi keduanya. Contohnya meliputi program audit, hasil analisis, memorandum isu signifikan, surat konfirmasi, ceklis audit, hingga korespondensi terkait hal-hal material dengan klien.Baca juga: Mengenal Berbagai Istilah Audit pada Laporan Keuangan PerusahaanFungsi Kertas Kerja AuditKertas kerja audit memiliki tiga kelompok fungsi utama yang membuat dokumen ini penting untuk dibuat: Sebagai pendukung opini auditor: Memberikan bukti yang cukup dan tepat atas prosedur audit yang telah dilakukan. Menjadi dasar auditor menarik kesimpulan atas kewajaran laporan keuangan. Sebagai alat kendali mutu tim audit: Membantu tim perikatan merencanakan dan melaksanakan audit secara terarah. Memungkinkan supervisor mengawasi dan menelaah pekerjaan anggota tim. Memfasilitasi pendelegasian tugas antar anggota tim audit. Menjadi acuan program audit periode berikutnya. Sebagai bukti pertanggungjawaban hukum dan profesi: Bertindak sebagai bukti di pengadilan apabila muncul tuduhan kelalaian terhadap auditor. Menunjukkan kepatuhan auditor terhadap SA dan kode etik profesi. Meningkatkan akuntabilitas setiap anggota staf audit yang terlibat. Informasi dan Komponen yang Wajib Ada dalam Kertas Kerja AuditAgar kertas kerja audit bisa dipahami oleh pihak ketiga yang tidak terlibat langsung dalam penugasan, dokumen ini setidaknya mencantumkan: Nama klien dan periode audit yang diperiksa. Tujuan dan sifat prosedur audit yang dilakukan. Sumber bukti audit yang diperoleh. Nama staf yang menyusun dan tanggal penyusunan. Nama reviewer yang menelaah dan tanggal penelaahan. Kesimpulan atas hasil pengujian. Kelengkapan enam poin ini penting karena SA 230 mensyaratkan dokumentasi yang cukup, tepat waktu, dan bisa ditelusuri oleh auditor lain yang tidak terlibat dalam penugasan tersebut.Jenis Berkas Kertas Kerja AuditSecara umum, kertas kerja audit dikelompokkan ke dalam dua berkas besar. Aspek Berkas Audit Permanen Berkas Audit Berjalan Sifat informasi Berkelanjutan dan relevan untuk audit tahun-tahun berikutnya Khusus untuk periode audit yang sedang berjalan Contoh isi Akta pendirian, anggaran dasar, perjanjian pinjaman jangka panjang, kebijakan akuntansi Neraca saldo kerja, entri jurnal penyesuaian, surat konfirmasi, catatan hasil pengujian Fungsi Referensi cepat tanpa perlu meminta ulang ke klien setiap tahun Bukti langsung prosedur audit tahun berjalan Masa pakai Diperbarui hanya jika ada perubahan signifikan Dibuat baru setiap periode audit Contoh Kertas Kerja AuditBerikut simulasi kertas kerja audit atas pengujian kas kecil pada bisnis retail fiktif, Toko Sinar Abadi, untuk periode Maret 2026.Auditor mencantumkan tanda tangan penyusun dan reviewer pada setiap lembar kertas kerja, lengkap dengan simbol tickmark (misalnya centang untuk “diverifikasi ke bukti pendukung”) sebagai bagian dari standar dokumentasi internal kantor akuntan publik.Kesalahan Umum dalam Menyusun Kertas Kerja AuditBeberapa kesalahan yang sering terjadi, terutama pada auditor junior: Tidak mencantumkan sumber bukti secara spesifik, sehingga kesimpulan sulit ditelusuri ulang. Tidak ada tanda tangan atau tanggal reviewer, padahal SA 230 mensyaratkan bukti penelaahan yang jelas. Referensi silang antar-skedul tidak konsisten, membuat jadwal induk dan jadwal pendukung sulit dipadankan. Kertas kerja tidak diarsipkan tepat waktu, sehingga isu yang ditemukan saat lapangan berisiko terlupakan sebelum laporan final disusun. Simbol tickmark tidak dijelaskan dalam legenda, sehingga pihak ketiga yang menelaah kesulitan memahami maksud tanda tersebut. Siapa yang Perlu Menyiapkan Laporan Keuangan yang Siap Diaudit?Tidak semua bisnis wajib diaudit akuntan publik, tetapi banyak yang keliru mengira status ini hanya berlaku untuk perusahaan terbuka. Berdasarkan Pasal 68 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana diubah dengan UU No. 6 Tahun 2023, direksi wajib menyerahkan laporan keuangan untuk diaudit apabila perseroan menghimpun dana masyarakat, menerbitkan surat pengakuan utang, berstatus Perseroan Terbuka atau Persero, atau memiliki aset maupun peredaran usaha paling sedikit Rp50 miliar.Permendag No. 25 Tahun 2020 tentang Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan menambahkan kriteria lain, yaitu perusahaan dengan aktiva paling sedikit Rp25 miliar atau debitur yang diwajibkan bank untuk menyerahkan laporan keuangan teraudit.Selain kewajiban hukum ini, banyak UMKM yang tetap perlu menyiapkan laporan keuangan siap audit ketika mengajukan kredit bank dalam jumlah besar, menerima investasi, atau bermitra dengan korporasi besar yang mensyaratkan laporan teraudit. Semakin rapi pencatatan transaksi sehari-hari, semakin cepat pula auditor menyusun kertas kerja karena tidak perlu meminta ulang dokumen pendukung ke klien.Bagi bisnis yang masih menyusun laporan secara manual di spreadsheet, beralih ke aplikasi yang mencatat transaksi secara otomatis dapat membantu tim keuangan menyiapkan dokumen pendukung lebih cepat saat auditor memulai kerja lapangan.Baca juga: 6 Langkah Proses Audit yang Harus Anda KetahuiSusun Laporan Keuangan yang Siap Audit dengan Mekari JurnalKertas kerja audit yang lengkap dan tertelusur hanya bisa disusun cepat kalau data keuangan klien sudah rapi sejak awal. Auditor tidak perlu menghabiskan waktu meminta ulang bukti transaksi jika laporan keuangan bisnis Anda sudah tersusun otomatis dan real-time.Mekari Jurnal menyediakan lebih dari 80 laporan keuangan, manajemen, dan operasional yang tersaji real-time, mudah dilacak, dan siap audit. Dengan pencatatan yang terstruktur sejak transaksi harian, tim internal maupun auditor eksternal bisa lebih cepat menyusun kertas kerja saat musim audit tiba, tanpa perlu merekonsiliasi data dari berbagai spreadsheet terpisah.Referensi Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Standar Audit (SA) 230 (Revisi 2021): Dokumentasi Audit. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas jo. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, Pasal 68. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Internal Audit Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Kertas Kerja Audit: Fungsi, Jenis, dan Contoh Lengkap Mekari Jurnal Insight Kertas kerja audit adalah dokumen catatan prosedur, bukti, dan kesimpulan auditor sesuai SA 230 (Revisi 2021) dari IAPI. Fungsi utamanya adalah menjadi dasar opini auditor sekaligus bukti bahwa audit direncanakan dan dilaksanakan sesuai standar. Laporan keuangan yang rapi mempercepat penyusunan kertas kerja auditor. Mulai dari laporan keuangan Mekari Jurnal yang real-time dan siap audit. Kertas kerja audit adalah dokumen yang berisi catatan prosedur audit yang dilakukan, bukti audit yang diperoleh, dan kesimpulan yang dicapai auditor selama proses audit berlangsung. Dokumen ini menjadi dasar utama bagi auditor untuk menyusun opini atas laporan keuangan klien, sekaligus bukti bahwa audit sudah direncanakan dan dilaksanakan sesuai standar profesi yang berlaku.Artikel ini membahas pengertian, fungsi, jenis, faktor yang memengaruhi, hingga contoh kertas kerja audit yang bisa Anda jadikan acuan. Apa Itu Kertas Kerja Audit?Kertas kerja audit adalah seluruh dokumen yang disiapkan dan digunakan auditor untuk mendokumentasikan pekerjaannya, mulai dari pemahaman bisnis klien, program audit, bukti yang diperoleh, hingga kesimpulan akhir. Istilah ini juga sering disebut dokumentasi audit atau audit documentation.Di Indonesia, ketentuan mengenai dokumentasi audit diatur secara spesifik dalam Standar Audit (SA) 230 (Revisi 2021) tentang Dokumentasi Audit yang diterbitkan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Menurut SA 230, tujuan auditor dalam menyusun dokumentasi audit adalah untuk memberikan dua hal utama: Catatan yang cukup dan tepat sebagai basis penyusunan laporan auditor. Bukti bahwa audit telah direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan SA dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kertas kerja audit bisa berbentuk dokumen fisik, file elektronik, atau kombinasi keduanya. Contohnya meliputi program audit, hasil analisis, memorandum isu signifikan, surat konfirmasi, ceklis audit, hingga korespondensi terkait hal-hal material dengan klien.Baca juga: Mengenal Berbagai Istilah Audit pada Laporan Keuangan PerusahaanFungsi Kertas Kerja AuditKertas kerja audit memiliki tiga kelompok fungsi utama yang membuat dokumen ini penting untuk dibuat: Sebagai pendukung opini auditor: Memberikan bukti yang cukup dan tepat atas prosedur audit yang telah dilakukan. Menjadi dasar auditor menarik kesimpulan atas kewajaran laporan keuangan. Sebagai alat kendali mutu tim audit: Membantu tim perikatan merencanakan dan melaksanakan audit secara terarah. Memungkinkan supervisor mengawasi dan menelaah pekerjaan anggota tim. Memfasilitasi pendelegasian tugas antar anggota tim audit. Menjadi acuan program audit periode berikutnya. Sebagai bukti pertanggungjawaban hukum dan profesi: Bertindak sebagai bukti di pengadilan apabila muncul tuduhan kelalaian terhadap auditor. Menunjukkan kepatuhan auditor terhadap SA dan kode etik profesi. Meningkatkan akuntabilitas setiap anggota staf audit yang terlibat. Informasi dan Komponen yang Wajib Ada dalam Kertas Kerja AuditAgar kertas kerja audit bisa dipahami oleh pihak ketiga yang tidak terlibat langsung dalam penugasan, dokumen ini setidaknya mencantumkan: Nama klien dan periode audit yang diperiksa. Tujuan dan sifat prosedur audit yang dilakukan. Sumber bukti audit yang diperoleh. Nama staf yang menyusun dan tanggal penyusunan. Nama reviewer yang menelaah dan tanggal penelaahan. Kesimpulan atas hasil pengujian. Kelengkapan enam poin ini penting karena SA 230 mensyaratkan dokumentasi yang cukup, tepat waktu, dan bisa ditelusuri oleh auditor lain yang tidak terlibat dalam penugasan tersebut.Jenis Berkas Kertas Kerja AuditSecara umum, kertas kerja audit dikelompokkan ke dalam dua berkas besar. Aspek Berkas Audit Permanen Berkas Audit Berjalan Sifat informasi Berkelanjutan dan relevan untuk audit tahun-tahun berikutnya Khusus untuk periode audit yang sedang berjalan Contoh isi Akta pendirian, anggaran dasar, perjanjian pinjaman jangka panjang, kebijakan akuntansi Neraca saldo kerja, entri jurnal penyesuaian, surat konfirmasi, catatan hasil pengujian Fungsi Referensi cepat tanpa perlu meminta ulang ke klien setiap tahun Bukti langsung prosedur audit tahun berjalan Masa pakai Diperbarui hanya jika ada perubahan signifikan Dibuat baru setiap periode audit Contoh Kertas Kerja AuditBerikut simulasi kertas kerja audit atas pengujian kas kecil pada bisnis retail fiktif, Toko Sinar Abadi, untuk periode Maret 2026.Auditor mencantumkan tanda tangan penyusun dan reviewer pada setiap lembar kertas kerja, lengkap dengan simbol tickmark (misalnya centang untuk “diverifikasi ke bukti pendukung”) sebagai bagian dari standar dokumentasi internal kantor akuntan publik.Kesalahan Umum dalam Menyusun Kertas Kerja AuditBeberapa kesalahan yang sering terjadi, terutama pada auditor junior: Tidak mencantumkan sumber bukti secara spesifik, sehingga kesimpulan sulit ditelusuri ulang. Tidak ada tanda tangan atau tanggal reviewer, padahal SA 230 mensyaratkan bukti penelaahan yang jelas. Referensi silang antar-skedul tidak konsisten, membuat jadwal induk dan jadwal pendukung sulit dipadankan. Kertas kerja tidak diarsipkan tepat waktu, sehingga isu yang ditemukan saat lapangan berisiko terlupakan sebelum laporan final disusun. Simbol tickmark tidak dijelaskan dalam legenda, sehingga pihak ketiga yang menelaah kesulitan memahami maksud tanda tersebut. Siapa yang Perlu Menyiapkan Laporan Keuangan yang Siap Diaudit?Tidak semua bisnis wajib diaudit akuntan publik, tetapi banyak yang keliru mengira status ini hanya berlaku untuk perusahaan terbuka. Berdasarkan Pasal 68 UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana diubah dengan UU No. 6 Tahun 2023, direksi wajib menyerahkan laporan keuangan untuk diaudit apabila perseroan menghimpun dana masyarakat, menerbitkan surat pengakuan utang, berstatus Perseroan Terbuka atau Persero, atau memiliki aset maupun peredaran usaha paling sedikit Rp50 miliar.Permendag No. 25 Tahun 2020 tentang Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan menambahkan kriteria lain, yaitu perusahaan dengan aktiva paling sedikit Rp25 miliar atau debitur yang diwajibkan bank untuk menyerahkan laporan keuangan teraudit.Selain kewajiban hukum ini, banyak UMKM yang tetap perlu menyiapkan laporan keuangan siap audit ketika mengajukan kredit bank dalam jumlah besar, menerima investasi, atau bermitra dengan korporasi besar yang mensyaratkan laporan teraudit. Semakin rapi pencatatan transaksi sehari-hari, semakin cepat pula auditor menyusun kertas kerja karena tidak perlu meminta ulang dokumen pendukung ke klien.Bagi bisnis yang masih menyusun laporan secara manual di spreadsheet, beralih ke aplikasi yang mencatat transaksi secara otomatis dapat membantu tim keuangan menyiapkan dokumen pendukung lebih cepat saat auditor memulai kerja lapangan.Baca juga: 6 Langkah Proses Audit yang Harus Anda KetahuiSusun Laporan Keuangan yang Siap Audit dengan Mekari JurnalKertas kerja audit yang lengkap dan tertelusur hanya bisa disusun cepat kalau data keuangan klien sudah rapi sejak awal. Auditor tidak perlu menghabiskan waktu meminta ulang bukti transaksi jika laporan keuangan bisnis Anda sudah tersusun otomatis dan real-time.Mekari Jurnal menyediakan lebih dari 80 laporan keuangan, manajemen, dan operasional yang tersaji real-time, mudah dilacak, dan siap audit. Dengan pencatatan yang terstruktur sejak transaksi harian, tim internal maupun auditor eksternal bisa lebih cepat menyusun kertas kerja saat musim audit tiba, tanpa perlu merekonsiliasi data dari berbagai spreadsheet terpisah.Referensi Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Standar Audit (SA) 230 (Revisi 2021): Dokumentasi Audit. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas jo. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, Pasal 68. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Laporan Keuangan Tahunan Perusahaan. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.