Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
10 min read

Mengenal Jurnal Retur Pembelian Beserta Contoh Pencatatannya 

Tayang
Ditulis oleh: Mekari Jurnal okky nugroho
Mekari Jurnal Highlights
  • Akun yang dikredit berbeda: Persediaan pada metode perpetual dan Retur Pembelian pada metode periodik.
  • Bagi PKP, retur Barang Kena Pajak perlu didukung nota retur sesuai ketentuan agar koreksi PPN Masukan dapat dilakukan.
  • Mekari Jurnal membantu bisnis mengelola pencatatan transaksi dan pembukuan secara terstruktur, sehingga data retur pembelian lebih mudah ditelusuri dan dampaknya terhadap laporan keuangan dapat dipantau.

Barang yang diterima perusahaan tidak selalu sesuai dengan pesanan. Produk bisa saja rusak, cacat, atau jumlahnya tidak sesuai sehingga perlu dikembalikan kepada pemasok. Dalam kondisi ini, jurnal retur pembelian diperlukan agar pengembalian barang tercatat dengan benar dan tidak menyebabkan kesalahan pada saldo utang usaha, persediaan, maupun laporan keuangan.

Namun, pencatatannya tidak selalu sama. Metode persediaan yang digunakan, status pembayaran kepada pemasok, dan ketentuan PPN dapat memengaruhi akun serta dokumen yang diperlukan. 

Artikel ini membahas contoh jurnal retur pembelian secara kredit dan tunai, perlakuan diskon, perbedaan metode perpetual dan periodik, hingga ketentuan nota retur untuk transaksi yang dikenai PPN.

Apa Itu Jurnal Retur Pembelian?

Jurnal retur pembelian (purchase return journal) adalah pencatatan akuntansi ketika perusahaan mengembalikan barang yang telah dibeli kepada pemasok. Pengembalian ini biasanya terjadi karena barang rusak, cacat, tidak sesuai spesifikasi, atau jumlahnya tidak sesuai pesanan. Pencatatannya diperlukan agar saldo utang usaha, persediaan, dan pembelian mencerminkan transaksi yang sebenarnya.

Beberapa penyebab umum retur pembelian meliputi:

  • Barang rusak atau cacat: Produk mengalami kerusakan saat diterima atau selama pengiriman.
  • Barang tidak sesuai pesanan: Spesifikasi, ukuran, tipe, atau kualitas barang berbeda dari kesepakatan.
  • Kesalahan jumlah atau pengiriman: Pemasok mengirim barang melebihi jumlah pesanan atau mengirim produk yang keliru.

Retur pembelian berbeda dari potongan pembelian (purchase allowance). Pada retur, barang dikembalikan kepada pemasok. Sementara itu, pada potongan pembelian, perusahaan tetap menyimpan barang tetapi memperoleh pengurangan harga karena kondisi atau kekurangan tertentu.

Dari sisi akuntansi, retur pembelian mengurangi nilai pembelian atau persediaan serta utang usaha, bergantung pada metode pencatatan yang digunakan dan status pembayarannya. Sesuai PSAK 202 tentang Persediaan, biaya perolehan persediaan juga memperhitungkan diskon dagang, rabat, dan potongan serupa. Oleh karena itu, pencatatan retur yang tepat membantu menjaga saldo persediaan dan kewajiban kepada pemasok tetap akurat.

Akun yang Dipakai: Perpetual vs Periodik

Metode pencatatan persediaan menentukan akun yang digunakan saat perusahaan mengembalikan barang kepada pemasok. Pada metode perpetual, perubahan persediaan dicatat setiap kali transaksi terjadi. Sementara itu, metode periodik menggunakan akun pembelian dan akun terkait untuk menghitung persediaan serta HPP pada akhir periode.

AspekMetode PerpetualMetode Periodik
Saat pembelianDebit PersediaanDebit Pembelian
Saat returKredit PersediaanKredit Retur Pembelian
Pembaruan persediaanSetiap transaksiMelalui penghitungan fisik pada akhir periode (stock opname)
Penentuan HPPDiperbarui setiap terjadi penjualanDihitung pada akhir periode berdasarkan persediaan awal, pembelian bersih, dan persediaan akhir

Pada metode periodik, retur pembelian dicatat dalam akun terpisah agar nilai barang yang dikembalikan dapat dipantau dan diperhitungkan saat menentukan pembelian bersih. Rumusnya adalah:

Pembelian Bersih = Pembelian + Biaya Angkut Pembelian − Retur Pembelian − Potongan Pembelian

Dengan demikian, metode perpetual langsung memperbarui nilai persediaan ketika retur terjadi, sedangkan metode periodik mengumpulkan nilai retur dalam akun tersendiri untuk perhitungan pada akhir periode.

Contoh Jurnal Retur Pembelian Kredit dengan PPN

Perusahaan yang mengembalikan barang kepada pemasok perlu menyesuaikan nilai pembelian, utang usaha, dan PPN Masukan jika pajak atas transaksi tersebut sebelumnya dicatat. 

Berikut contoh pencatatannya menggunakan metode perpetual dan periodik.

Toko Elektrik Sinar Terang (PKP) membeli 200 unit lampu LED dari PT Cahaya Prima secara kredit dengan harga Rp100.000 per unit sebelum PPN. Setelah barang diterima, 20 unit ditemukan rusak dan dikembalikan kepada pemasok.

Dengan asumsi lampu LED tersebut merupakan barang non mewah yang dikenai tarif efektif PPN 11% sesuai ketentuan PMK 131/2024, nilai pembelian dan retur dihitung sebagai berikut.

TransaksiNilai sebelum PPNPPN 11%Total
Pembelian 200 unitRp20.000.000Rp2.200.000Rp22.200.000
Retur 20 unitRp2.000.000Rp220.000Rp2.220.000

Jurnal dengan Metode Perpetual

Pada metode perpetual, nilai persediaan diperbarui setiap kali terjadi transaksi. Karena itu, retur pembelian langsung mengurangi akun Persediaan dan mengoreksi PPN Masukan.

TransaksiAkunDebitKredit
Pembelian kreditPersediaanRp20.000.000—
PPN MasukanRp2.200.000—
Utang Usaha—Rp22.200.000
Retur pembelianUtang UsahaRp2.220.000—
Persediaan—Rp2.000.000
PPN Masukan—Rp220.000

Jurnal dengan Metode Periodik

Pada metode periodik, pembelian dicatat dalam akun Pembelian, sedangkan retur dicatat terpisah dalam akun Retur Pembelian. Nilai persediaan dan HPP kemudian ditentukan pada akhir periode berdasarkan hasil penghitungan fisik dan perhitungan pembelian bersih.

TransaksiAkunDebitKredit
Pembelian kreditPembelianRp20.000.000—
PPN MasukanRp2.200.000—
Utang Usaha—Rp22.200.000
Retur pembelianUtang UsahaRp2.220.000—
Retur Pembelian—Rp2.000.000
PPN Masukan—Rp220.000

Dalam kedua metode, saldo utang usaha setelah retur menjadi Rp19.980.000 (Rp22.200.000 − Rp2.220.000). PPN Masukan bersih menjadi Rp1.980.000, dengan asumsi PPN atas pembelian dapat dikreditkan dan koreksi retur dilakukan sesuai ketentuan perpajakan, termasuk pemenuhan persyaratan nota retur.

Dampak Retur terhadap HPP pada Metode Periodik

Pada metode periodik, retur pembelian mengurangi pembelian bersih dan jumlah barang yang tersedia untuk dijual. Misalnya, persediaan awal perusahaan Rp30.000.000, pembelian selama periode tersebut Rp20.000.000, dan persediaan akhir hasil stock opname Rp25.000.000. Dengan asumsi angka persediaan akhir tersebut sama pada kedua skenario, perhitungan HPP adalah sebagai berikut.

KomponenTanpa ReturDengan Retur
Persediaan awalRp30.000.000Rp30.000.000
PembelianRp20.000.000Rp20.000.000
Dikurangi: Retur Pembelian—(Rp2.000.000)
Pembelian bersihRp20.000.000Rp18.000.000
Barang tersedia untuk dijualRp50.000.000Rp48.000.000
Dikurangi: Persediaan akhir(Rp25.000.000)(Rp25.000.000)
HPPRp25.000.000Rp23.000.000

Dalam ilustrasi ini, retur pembelian sebesar Rp2.000.000 menurunkan HPP dari Rp25.000.000 menjadi Rp23.000.000. Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa barang yang telah dikembalikan kepada pemasok tidak lagi menjadi bagian dari pembelian bersih. Nilai HPP aktual tetap bergantung pada saldo persediaan akhir dan seluruh transaksi selama periode tersebut.

Pencatatan Retur Pembelian dengan Tunai

Pada pembelian tunai, retur barang dapat menimbulkan pengembalian kas atau hak tagih kepada pemasok. 

Berikut contoh pencatatannya.

Toko Berkah Sentosa membeli barang secara tunai senilai Rp10.000.000 sebelum PPN. Dengan asumsi tarif efektif PPN 11%, total pembayaran menjadi Rp11.100.000. Setelah barang diterima, sebagian barang dengan nilai Rp3.000.000 sebelum PPN dikembalikan karena tidak sesuai pesanan. Nilai PPN atas barang yang diretur sebesar Rp330.000, sehingga total nilai retur mencapai Rp3.330.000.

Pada metode perpetual, jurnal retur bergantung pada apakah pemasok langsung mengembalikan uang atau belum.

KondisiAkunDebitKredit
Uang langsung dikembalikanKasRp3.330.000—
Persediaan—Rp3.000.000
PPN Masukan—Rp330.000
Uang belum dikembalikanPiutang PemasokRp3.330.000—
Persediaan—Rp3.000.000
PPN Masukan—Rp330.000
Saat uang diterima kemudianKasRp3.330.000—
Piutang Pemasok—Rp3.330.000

Jika perusahaan menggunakan metode periodik, akun Persediaan pada jurnal retur diganti dengan akun Retur Pembelian. Sementara itu, penerimaan pengembalian uang setelahnya dicatat dengan mendebit Kas dan mengkredit Piutang Pemasok.

Perbedaan utamanya terletak pada akun yang disesuaikan. Pada pembelian kredit, retur mengurangi Utang Usaha. Pada pembelian tunai, retur menambah Kas atau Piutang Pemasok, bergantung pada waktu pengembalian uang.

Retur dengan Diskon Dagang dan Selisih Harga

Diskon dan metode penilaian persediaan dapat memengaruhi nilai retur serta akun yang perlu disesuaikan. Berikut beberapa kondisi yang perlu diperhatikan dalam pencatatannya.

Retur pada Harga Bersih setelah Diskon Faktur

Jika faktur pembelian sudah memuat diskon dagang, nilai retur dihitung dari harga bersih per unit, bukan harga sebelum diskon. Misalnya, harga Rp100.000 per unit dengan diskon 5% menjadi Rp95.000 per unit.

KomponenPembelian 200 UnitRetur 20 Unit
DPP (harga bersih Rp95.000)Rp19.000.000Rp1.900.000
PPN 11%Rp2.090.000Rp209.000
TotalRp21.090.000Rp2.109.000

Jurnal retur (perpetual):

AkunDebitKredit
Utang UsahaRp2.109.000—
Persediaan—Rp1.900.000
PPN Masukan—Rp209.000

Potongan Tunai

Jika pemasok memberi syarat potongan tunai, misalnya 2/10, n/30, retur sebelum pelunasan mengurangi tagihan yang menjadi dasar perhitungan potongan. Potongan dihitung dari sisa tagihan setelah retur sesuai kesepakatan.

Selisih Harga Retur dengan Nilai Persediaan

Pada metode perpetual dengan biaya rata-rata, nilai persediaan yang tercatat bisa berbeda dari harga faktur barang yang diretur. PSAK 202 memperbolehkan penggunaan metode FIFO atau rata-rata tertimbang, tetapi tidak memperbolehkan LIFO.

Contoh (angka belum termasuk PPN): 10 unit diretur dengan harga faktur Rp100.000 per unit, sedangkan nilai rata-rata persediaan Rp125.000 per unit. Utang berkurang Rp1.000.000, sementara nilai persediaan berkurang Rp1.250.000. Selisih Rp250.000 perlu dianalisis sesuai penyebabnya dan tidak otomatis dibebankan ke HPP.

AkunDebitKredit
Utang UsahaRp1.000.000—
Persediaan—Rp1.250.000
Selisih pencatatan returRp250.000—

Jika perusahaan menilai retur berdasarkan biaya perolehan batch aslinya, misalnya dengan FIFO, selisih ini tidak muncul. Jika barang retur sudah rusak sehingga nilainya menjadi turun.

Nota Retur dan Koreksi PPN Masukan

Dalam retur pembelian, perusahaan perlu membedakan dokumen komersial untuk mengoreksi tagihan dengan dokumen pajak untuk menyesuaikan PPN. Keduanya memiliki fungsi berbeda dan perlu disiapkan sesuai jenis transaksi yang terjadi.

DokumenDibuat olehFungsi
Nota debitPembeliMemberi tahu pemasok tentang pengurangan tagihan akibat retur
Nota kreditPemasokMengonfirmasi pengurangan tagihan kepada pembeli
Nota retur pajakPembeliMenjadi dokumen untuk pengembalian Barang Kena Pajak (BKP) sesuai ketentuan PPN

Ketentuan Pembuatan Nota Retur

Menurut ketentuan perpajakan yang berlaku, pengembalian BKP oleh pembeli perlu didukung nota retur sesuai persyaratan yang ditetapkan. Nota retur disampaikan kepada PKP penjual pada saat BKP dikembalikan dan harus memuat informasi yang dipersyaratkan.

Informasi dalam nota retur antara lain:

  • Nomor nota retur.
  • Kode, nomor seri, dan tanggal faktur pajak terkait.
  • Nama, alamat, dan NPWP pembeli.
  • Jumlah PPN dan PPnBM, jika ada, atas BKP yang dikembalikan.
  • Tanggal pembuatan nota retur.
  • Nama dan tanda tangan pihak yang berwenang menandatangani.

Nota retur yang tidak memenuhi ketentuan dapat menyebabkan pengembalian barang tidak diakui untuk tujuan koreksi PPN. Karena itu, perusahaan perlu memastikan dokumen dibuat dengan benar.

Dampak Retur terhadap PPN Masukan

Bagi PKP pembeli yang sebelumnya mengkreditkan PPN Masukan, retur BKP menjadi dasar penyesuaian pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam pencatatan akuntansi, koreksi tersebut umumnya mengurangi saldo PPN Masukan, sehingga dicatat pada sisi kredit dalam jurnal retur.

Contoh sebelumnya menggunakan asumsi tarif efektif PPN 11% untuk barang nonmewah. Perlakuan tarif dan dasar pengenaan PPN perlu disesuaikan dengan jenis barang serta ketentuan perpajakan yang berlaku.

Langkah Mencatat Retur Pembelian dan Kesalahan Umum

Pencatatan retur pembelian perlu dilakukan secara berurutan agar nilai persediaan, utang usaha, dan PPN tercatat dengan benar. 

Berikut langkah yang dapat dijadikan panduan serta kesalahan yang perlu dihindari.

Langkah Mencatat Retur Pembelian

  1. Konfirmasi retur kepada pemasok: Cocokkan barang yang dikembalikan dengan faktur pembelian dan sepakati nilai retur.
  2. Siapkan dokumen retur: Buat dokumen komersial yang diperlukan dan, jika memenuhi ketentuan PPN, siapkan nota retur pajak.
  3. Hitung nilai retur: Gunakan harga setelah diskon faktur dan hitung penyesuaian PPN jika berlaku.
  4. Buat jurnal retur: Sesuaikan akun berdasarkan metode persediaan (perpetual atau periodik) serta status pembayaran, baik tunai maupun kredit.
  5. Periksa kembali pencatatan: Cocokkan saldo utang atau piutang kepada pemasok, persediaan, dan PPN dengan dokumen pendukung.

Kesalahan Umum dalam Pencatatan Retur Pembelian

  • Salah memilih akun: Menggunakan akun Persediaan pada metode periodik, padahal retur dicatat melalui akun Retur Pembelian.
  • Tidak menyesuaikan PPN Masukan: Membiarkan nilai pajak tetap tercatat meskipun retur memerlukan koreksi.
  • Menggunakan harga sebelum diskon: Menghitung retur dari harga awal, bukan harga bersih pada faktur.
  • Keliru menentukan akun berdasarkan status pembayaran: Retur pembelian kredit mengurangi Utang Usaha, sedangkan retur tunai dapat menambah Kas atau Piutang Pemasok.
  • Mengabaikan ketentuan dokumen pajak: Tidak membuat nota retur atau tidak melengkapi informasi yang diwajibkan sehingga koreksi PPN berisiko tidak diakui.

Kelola Pencatatan Retur Pembelian yang Lebih Efisien dengan Software Mekari Jurnal

Retur pembelian memerlukan penyesuaian pada beberapa akun, mulai dari utang usaha hingga persediaan dan PPN Masukan. Jika pencatatan masih dilakukan secara manual, perusahaan perlu memeriksa kembali setiap transaksi agar tidak ada perubahan saldo yang terlewat.

Melalui fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat memanfaatkan:

  • Chart of Accounts (CoA): Mengelola daftar akun secara terstruktur agar pencatatan retur sesuai dengan kategori akun yang digunakan perusahaan.
  • Pencatatan jurnal: Membantu mencatat transaksi secara terstruktur dan mengurangi kebutuhan input manual berulang.
  • Buku besar (general ledger): Menelusuri rincian transaksi berdasarkan akun untuk memeriksa perubahan saldo utang usaha, persediaan, dan akun terkait.
  • Neraca saldo: Melihat ringkasan saldo akun untuk membantu proses pemeriksaan dan rekonsiliasi setelah pencatatan retur.
  • Lampiran transaksi digital: Menyimpan bukti transaksi secara online agar dokumen pendukung lebih mudah ditemukan saat diperlukan.
  • keputusan.

Mekari Jurnal adalah aplikasi akuntansi dan operasional yang membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola laporan keuangan, pembukuan, hingga operasional bisnis; untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. 

Mekari Jurnal juga bagian dari ekosistem terpadu Mekari yang terintegrasi dengan Mekari POS, Mekari Desty, Mekari Klikpajak, Mekari Expense dan berbagai software lainnya. Integrasi dengan Mekari POS dapat mengotomasi laporan keuangan dari transaksi kasir. Ditambah dengan integrasi Mekari Desty yang dapat menyinkronkan stok dan penjualan marketplace langsung ke laporan keuangan 

Referensi

  • Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Akuntansi Keuangan Menengah Edisi IFRS. Jakarta: Salemba Empat.
  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan, PSAK 202 Persediaan.
  • Peraturan Menteri Keuangan No. 81 Tahun 2024 (PMK 81/2024), Pasal 286 sampai 288.
  • Peraturan Menteri Keuangan No. 131 Tahun 2024 (PMK 131/2024) tentang DPP nilai lain.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan jurnal retur pembelian?

1. Apa yang dimaksud dengan jurnal retur pembelian?

 Jurnal retur pembelian adalah pencatatan akuntansi atas barang yang dikembalikan pembeli kepada pemasok. Pencatatan ini mengurangi utang usaha atau menimbulkan piutang pemasok, serta menurunkan nilai persediaan atau pembelian.

2. Akun apa yang dikredit saat retur pembelian?

2. Akun apa yang dikredit saat retur pembelian?

Pada metode perpetual, akun Persediaan dikredit. Pada metode periodik, akun Retur Pembelian yang dikredit. Jika pembelian dikenai PPN, PPN Masukan juga dikredit sebesar PPN atas barang yang dikembalikan.

3. Apa bedanya retur pembelian dengan potongan pembelian?

3. Apa bedanya retur pembelian dengan potongan pembelian?

Pada retur pembelian, barang dikembalikan ke pemasok. Pada potongan pembelian, barang tidak dikembalikan, tetapi pemasok mengurangi harga karena ada kekurangan tertentu. Keduanya mengurangi pembelian.

4. Bagaimana jurnal retur pembelian tunai?

4. Bagaimana jurnal retur pembelian tunai?

Jika uang langsung dikembalikan, debit Kas dan kredit Persediaan (atau Retur Pembelian pada periodik) serta PPN Masukan. Jika uang belum dikembalikan, debit Piutang Pemasok terlebih dahulu, lalu pindahkan ke Kas saat uang diterima.

5. Apakah retur pembelian mengurangi PPN Masukan?

5. Apakah retur pembelian mengurangi PPN Masukan?

Ya, jika barang yang dikembalikan adalah BKP dan Pajak Masukannya sudah dikreditkan. Pembeli membuat nota retur sesuai PMK 81/2024, dan jurnalnya mengkredit PPN Masukan sebesar PPN atas barang yang dikembalikan.

6. Apa bedanya nota debit dengan nota retur?

6. Apa bedanya nota debit dengan nota retur?

Nota debit adalah dokumen komersial dari pembeli kepada pemasok sebagai dasar pengurangan utang dan jurnal. Nota retur adalah dokumen pajak yang dibuat pembeli, umumnya lewat Coretax, sebagai dasar pengurangan PPN atas barang kena pajak yang dikembalikan.

7. Apakah retur pembelian mengurangi HPP?

7. Apakah retur pembelian mengurangi HPP?

Pada metode periodik, ya. Retur mengurangi pembelian bersih sehingga HPP turun. Pada metode perpetual, retur langsung mengurangi Persediaan, dan HPP hanya terpengaruh jika ada selisih antara harga retur dan nilai persediaan yang tercatat.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami