IMA (Institute of Management Accountants): Organisasi Global Akuntan Manajemen, Peran & Manfaat Sertifikasi CMA Highlights IMA merupakan organisasi global yang berfokus pada pengembangan akuntansi manajemen dan standar profesional internasional IMA menyediakan ekosistem lengkap mulai dari edukasi berkelanjutan, riset industri, jaringan profesional global, hingga advokasi standar etika akuntansi Sertifikasi CMA dari IMA menjadi benchmark kompetensi global yang mampu meningkatkan peluang karier serta potensi gaji hingga puluhan persen lebih tinggi IMA atau Institute of Management Accountants adalah sebuah asosiasi profesional yang secara ekslusif berfokus pada pengembangan dan kemajuan bidang akuntansi manajemen. Dengan jaringan mencapai 140.000 anggota yang tersebar di 150 negara, mulai dari mahasiswa hingga praktisi profesional di seluruh penjuru dunia, menjadikan asosiasi ini sebuah organisasi akuntan manajemen terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Salah satu tujuan utama keberadaan IMA adalah membimbing para akuntan manajemen untuk mencapai standar global tertinggi, yang terlihat dari programnya melalui sertifikasi Certified Management Accountant (CMA). Maka dari itu, penting bagi mahasiswa dan praktisi profesional di Indonesia untuk memahami IMA dan sertifikasi CMA, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini. Sejarah Singkat IMA IMA muncul dan berdiri lebih dari satu abad yang lalu, tepatnya tahun 1919 di Buffalo, New York, Amerika Serikat oleh sekelompok profesional akuntansi biaya berkumpul. Saat itu, awal nama organisasi dikenal dengan National Association of Cost Accountants (NACA) dengan tujuan utamanya yaitu memperdalam pemahaman tentang cost accounting dan memperkuat peran akuntan biaya dalam lingkungan manajemen yang semakin kompleks. Pada 1957, namanya kemudian berganti menjadi National Association of Accountants (NAA) yang mencerminkan perluasan tujuan dari sekadar akuntansi biaya menjadi aspek akuntansi manajemen yang lebih luas. Nama “Institute of Management Accountants” resmi digunakan sejak 1991, sekaligus menandai transisi organisasi dari asosiasi nasional Amerika menjadi asosiasi internasional yang berorientasi global. Sejarah penting lainnya yang perlu diketahui adalah pada tahun 1992, IMA menjadi salah satu pendiri COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission), yaitu badan sektor swasta yang sangat berpengaruh dalam pengembangan standar pengendalian internal dan manajemen risiko perusahaan global. Baca Juga: 8 Langkah Mudah Membuat Laporan Keuangan Bagi Pemula Visi dan Misi IMA Visi yang ingin IMA capai dalam jangka panjang, yaitu menjadi asosiasi terdepan di dunia bagi para profesional akuntansi dan keuangan yang bekerja dalam konteks bisnis. Untuk mencapainya, IMA menetapkan empat misi sebagai pilar utama yang saling menopang seluruh keberadaan aktivitas organisasi, mencakup: Pendidikan berkelanjutan berupa kelas-kelas dan program pelatihan yang dirancang untuk memperbarui kompetensi anggota seiring perkembangan teknologi dan regulasi Pengembangan standar dan praktik kerangka kerja terbaik melalui publikasi jurnal akademik dan berbagai laporan riset industri Advokasi etika profesi bagi profesional akuntansi manajemen sejak 1983 (pertama kali standar etika formal dibuat khusus untuk akuntan manajemen) dan terus diperbarui sebagai referensi praktisi global Sertifikasi profesi yang bergengsi dan skala global, seperti CMA dan CSCA Adapun terdapat lima nilai inti yang menjadi panduan seluruh aktivitas organisasi IMA, yaitu penghargaan terhadap individu, semangat melayani anggota, standar integritas dan kepercayaan tertinggi, inovasi dan peningkatan berkelanjutan, serta kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Peran dan Fungsi IMA dalam Profesi Akuntan Sebagai jaringan profesional akuntan global, IMA memainkan peran yang sangat nyata dalam membentuk karier dan kompetensi para profesional keuangan di seluruh dunia. 1. Pengembangan Jaringan Profesional Sebagai jaringan profesional akuntan global, IMA berfungsi sebagai jembatan antara individu dan komunitas yang lebih luas. Keberadaannya membantu menghubungkan akuntan junior dengan pemimpin industri, mempertemukan akademisi dengan praktisi, dan menyambungkan para profesional lintas batas negara. 2. Pengembangan Profesi IMA secara rutin menyelenggarakan konferensi tahunan, chapter meetings, webinar tematik, dan program mentorship yang memungkinkan anggota memperluas wawasan sekaligus membangun relasi profesional. Bagi seorang akuntan muda di Indonesia yang baru memulai karier, bergabung dengan chapter lokal IMA berarti mendapatkan akses ke komunitas global yang aktif berbagi pengetahuan dan peluang. Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Tentang AICPA dan Perannya Dalam Dunia Akuntansi! 3. Penerbitan Penelitian Industri IMA memproduksi laporan-laporan berpengaruh tentang tren akuntansi manajemen global dan memberikan wawasan tentang tantangan yang dihadapi oleh para praktisi akuntan manajemen di seluruh dunia. Salah satu contohnya adalah Laporan Global Salary Survey yang diterbitkan IMA setiap tahun, di mana menjadi referensi utama bagi perusahaan dan profesional dalam menilai kewajaran kompensasi di bidang keuangan dan akuntansi. 4. Sebagai Advokator Kebijakan IMA juga aktif beradvokasi kepada pembuat kebijakan dan regulator untuk memastikan kepentingan profesi akuntansi manajemen terwakili dalam diskusi regulasi keuangan global. Ini adalah dimensi yang sering tidak disadari oleh anggota individual, namun dampaknya sangat signifikan terhadap lingkungan kerja dan standar profesi secara keseluruhan. Sertifikasi CMA (Certified Management Accountant) Salah satu program yang paling dikenal dan dimiliki IMA adalah sertifikasi CMA (Certified Management Accountant) yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1972. Untuk mendapatkan sertifikasi ini, peserta harus melewati dua bagian penting. Pertama, terdapat bagian Financial Reporting, Planning, Performance, and Control yang fokus pada pelaporan keuangan eksternal, perencanaan dan penganggaran, manajemen kinerja, manajemen biaya, dan pengendalian internal. Lalu yang kedua terdapat bagian Financial Decision Making yang di dalamnya mencakup analisis keuangan, manajemen risiko, investasi modal, etika profesional, dan analisis keputusan. Apabila calon peserta berhasil melewati keduanya serta memenuhi syarat minimal, maka ia akan mendapatkan gelar CMA. Mengapa Perlu Memahami dan Mendapatkan CMA? Dengan memiliki sertifikasi CMA, seorang akuntan bisa meningkatkan kapabilitasnya dan peluang gaji yang lebih tinggi. Berdasarkan survei terbaru IMA, pemegang CMA mendapatkan median gaji 27% lebih tinggi dibandingkan rekan seprofesi tanpa CMA di Amerika Serikat. Lalu, secara global, perbedaannya bisa lebih signifikan dengan peningkatan 62% lebih tinggi dalam median gaji dan 67% lebih tinggi dalam total kompensasi dibandingkan non-CMA. Baca Juga: Panduan Lengkap Sertifikasi CPA: Cara Menjadi Akuntan Publik Bersertifikat Manfaat Keanggotaan IMA Menjadi anggota Institute of Management Accountants memberikan keuntungan yang jauh melampaui sekadar mendapatkan sertifikat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk karier Anda. Akses Sumber Daya Eksklusif: Anda mendapatkan akses ke perpustakaan digital, studi kasus, dan alat analisis yang membantu tugas harian Anda sebagai akuntan Peluang Mentorship: Jaringan global IMA memungkinkan profesional muda untuk mendapatkan bimbingan dari para pemimpin keuangan senior Pembaruan Praktik Terbaik: Di tengah perubahan standar akuntansi yang cepat, IMA memastikan Anda selalu mendapatkan informasi terbaru mengenai praktik terbaik di industri Diskon Sertifikasi: Anggota aktif sering kali mendapatkan keringanan biaya untuk mengikuti ujian CMA maupun program pendidikan profesional lainnya Contoh Karier yang Diperkuat oleh IMA dan CMA Banyak profesional yang bekerja di organisasi bisnis memiliki kompetensi yang cukup relevan dengan kapabilitas CMA. Beberapa karier penting yang bisa dicapai dalam konteks akuntansi dan keuangan bisnis adalah: 1. Analis Keuangan (Financial Analyst) Analis keuangan bisa memanfaatkan wawasan dan keahlian yang dipelajari dalam kelas CMA, khususnya analisis variansi, pemodelan keuangan, dan interpretasi data kinerja. Melalui hal ini, mereka dapat membantu manajemen memahami kondisi bisnis dan mengidentifikasi peluang maupun risiko. 2. Manajer Keuangan Manajer keuangan menjadi salah satu posisi paling umum dan tinggi yang dipegang oleh pemegang CMA. Adanya CMA membekali mereka dengan kerangka analitis yang diperlukan untuk membuat keputusan atas perencanaan keuangan perusahaan, analisis laporan keuangan internal, dan penyusunan anggaran operasional. 3. Cost Controller (Pengendali Keuangan) Cost controller memegang peranan khusus dalam memastikan efisiensi seluruh sistem akuntansi internal perusahaan, termasuk pengendalian internal, pelaporan manajemen, dan kepatuhan terhadap kebijakan akuntansi yang konsisten dan sesuai standar. 4. Chief Financial Officer (CFO) Jabatan CFO menjadi posisi puncak karier yang dicita-citakan oleh pemegang CMA, terlebih orientasi strategis kurikulumnya yang sangat relevan dengan tuntutan peran CFO modern. Dalam konteks di Indonesia sendiri, CMA semakin relevan terlebih seiring meningkatnya perusahaan multinasional yang beroperasi di sini dan membutuhkan profesional keuangan dengan standar kompetensi global. Kesimpulan IMA adalah lebih dari sekadar organisasi profesi, namun sebuah ekosistem profesi yang menyediakan pendidikan, sertifikasi, jaringan, dan riset yang dibutuhkan oleh akuntan manajemen untuk berkembang di lingkungan bisnis yang terus berubah. Dengan lebih dari satu abad sejarah, jaringan 140.000 anggota di 150 negara, dan sertifikasi CMA yang diakui secara global, IMA telah membuktikan dirinya sebagai mitra karier jangka panjang yang relevan bagi setiap profesional keuangan. Selain sertifikasi CMA yang semakin relevan dengan kebutuhan bisnis modern, memahami pemanfaatan software akuntansi modern juga menjadi langkah strategis yang bisa Anda terapkan. Mekari Jurnal adalah salah satu software akuntansi berbasis cloud yang banyak digunakan oleh berbagai perusahaan di Indonesia. Coba GRATIS sekarang juga dan rasakan manfaatnya! Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang! Referensi: Investopedia, “Institute of Management Accountants (IMA): What It Is and How It Works”. Binus University, “Institute of Management Accountant (IMA)”. CMA Indonesia, “Certified Management Accountants in Indonesia”. Kategori : Accountant & Finance Profession Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
IMA (Institute of Management Accountants): Organisasi Global Akuntan Manajemen, Peran & Manfaat Sertifikasi CMA Highlights IMA merupakan organisasi global yang berfokus pada pengembangan akuntansi manajemen dan standar profesional internasional IMA menyediakan ekosistem lengkap mulai dari edukasi berkelanjutan, riset industri, jaringan profesional global, hingga advokasi standar etika akuntansi Sertifikasi CMA dari IMA menjadi benchmark kompetensi global yang mampu meningkatkan peluang karier serta potensi gaji hingga puluhan persen lebih tinggi IMA atau Institute of Management Accountants adalah sebuah asosiasi profesional yang secara ekslusif berfokus pada pengembangan dan kemajuan bidang akuntansi manajemen. Dengan jaringan mencapai 140.000 anggota yang tersebar di 150 negara, mulai dari mahasiswa hingga praktisi profesional di seluruh penjuru dunia, menjadikan asosiasi ini sebuah organisasi akuntan manajemen terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Salah satu tujuan utama keberadaan IMA adalah membimbing para akuntan manajemen untuk mencapai standar global tertinggi, yang terlihat dari programnya melalui sertifikasi Certified Management Accountant (CMA). Maka dari itu, penting bagi mahasiswa dan praktisi profesional di Indonesia untuk memahami IMA dan sertifikasi CMA, simak selengkapnya dalam artikel berikut ini. Sejarah Singkat IMA IMA muncul dan berdiri lebih dari satu abad yang lalu, tepatnya tahun 1919 di Buffalo, New York, Amerika Serikat oleh sekelompok profesional akuntansi biaya berkumpul. Saat itu, awal nama organisasi dikenal dengan National Association of Cost Accountants (NACA) dengan tujuan utamanya yaitu memperdalam pemahaman tentang cost accounting dan memperkuat peran akuntan biaya dalam lingkungan manajemen yang semakin kompleks. Pada 1957, namanya kemudian berganti menjadi National Association of Accountants (NAA) yang mencerminkan perluasan tujuan dari sekadar akuntansi biaya menjadi aspek akuntansi manajemen yang lebih luas. Nama “Institute of Management Accountants” resmi digunakan sejak 1991, sekaligus menandai transisi organisasi dari asosiasi nasional Amerika menjadi asosiasi internasional yang berorientasi global. Sejarah penting lainnya yang perlu diketahui adalah pada tahun 1992, IMA menjadi salah satu pendiri COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission), yaitu badan sektor swasta yang sangat berpengaruh dalam pengembangan standar pengendalian internal dan manajemen risiko perusahaan global. Baca Juga: 8 Langkah Mudah Membuat Laporan Keuangan Bagi Pemula Visi dan Misi IMA Visi yang ingin IMA capai dalam jangka panjang, yaitu menjadi asosiasi terdepan di dunia bagi para profesional akuntansi dan keuangan yang bekerja dalam konteks bisnis. Untuk mencapainya, IMA menetapkan empat misi sebagai pilar utama yang saling menopang seluruh keberadaan aktivitas organisasi, mencakup: Pendidikan berkelanjutan berupa kelas-kelas dan program pelatihan yang dirancang untuk memperbarui kompetensi anggota seiring perkembangan teknologi dan regulasi Pengembangan standar dan praktik kerangka kerja terbaik melalui publikasi jurnal akademik dan berbagai laporan riset industri Advokasi etika profesi bagi profesional akuntansi manajemen sejak 1983 (pertama kali standar etika formal dibuat khusus untuk akuntan manajemen) dan terus diperbarui sebagai referensi praktisi global Sertifikasi profesi yang bergengsi dan skala global, seperti CMA dan CSCA Adapun terdapat lima nilai inti yang menjadi panduan seluruh aktivitas organisasi IMA, yaitu penghargaan terhadap individu, semangat melayani anggota, standar integritas dan kepercayaan tertinggi, inovasi dan peningkatan berkelanjutan, serta kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Peran dan Fungsi IMA dalam Profesi Akuntan Sebagai jaringan profesional akuntan global, IMA memainkan peran yang sangat nyata dalam membentuk karier dan kompetensi para profesional keuangan di seluruh dunia. 1. Pengembangan Jaringan Profesional Sebagai jaringan profesional akuntan global, IMA berfungsi sebagai jembatan antara individu dan komunitas yang lebih luas. Keberadaannya membantu menghubungkan akuntan junior dengan pemimpin industri, mempertemukan akademisi dengan praktisi, dan menyambungkan para profesional lintas batas negara. 2. Pengembangan Profesi IMA secara rutin menyelenggarakan konferensi tahunan, chapter meetings, webinar tematik, dan program mentorship yang memungkinkan anggota memperluas wawasan sekaligus membangun relasi profesional. Bagi seorang akuntan muda di Indonesia yang baru memulai karier, bergabung dengan chapter lokal IMA berarti mendapatkan akses ke komunitas global yang aktif berbagi pengetahuan dan peluang. Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Tentang AICPA dan Perannya Dalam Dunia Akuntansi! 3. Penerbitan Penelitian Industri IMA memproduksi laporan-laporan berpengaruh tentang tren akuntansi manajemen global dan memberikan wawasan tentang tantangan yang dihadapi oleh para praktisi akuntan manajemen di seluruh dunia. Salah satu contohnya adalah Laporan Global Salary Survey yang diterbitkan IMA setiap tahun, di mana menjadi referensi utama bagi perusahaan dan profesional dalam menilai kewajaran kompensasi di bidang keuangan dan akuntansi. 4. Sebagai Advokator Kebijakan IMA juga aktif beradvokasi kepada pembuat kebijakan dan regulator untuk memastikan kepentingan profesi akuntansi manajemen terwakili dalam diskusi regulasi keuangan global. Ini adalah dimensi yang sering tidak disadari oleh anggota individual, namun dampaknya sangat signifikan terhadap lingkungan kerja dan standar profesi secara keseluruhan. Sertifikasi CMA (Certified Management Accountant) Salah satu program yang paling dikenal dan dimiliki IMA adalah sertifikasi CMA (Certified Management Accountant) yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1972. Untuk mendapatkan sertifikasi ini, peserta harus melewati dua bagian penting. Pertama, terdapat bagian Financial Reporting, Planning, Performance, and Control yang fokus pada pelaporan keuangan eksternal, perencanaan dan penganggaran, manajemen kinerja, manajemen biaya, dan pengendalian internal. Lalu yang kedua terdapat bagian Financial Decision Making yang di dalamnya mencakup analisis keuangan, manajemen risiko, investasi modal, etika profesional, dan analisis keputusan. Apabila calon peserta berhasil melewati keduanya serta memenuhi syarat minimal, maka ia akan mendapatkan gelar CMA. Mengapa Perlu Memahami dan Mendapatkan CMA? Dengan memiliki sertifikasi CMA, seorang akuntan bisa meningkatkan kapabilitasnya dan peluang gaji yang lebih tinggi. Berdasarkan survei terbaru IMA, pemegang CMA mendapatkan median gaji 27% lebih tinggi dibandingkan rekan seprofesi tanpa CMA di Amerika Serikat. Lalu, secara global, perbedaannya bisa lebih signifikan dengan peningkatan 62% lebih tinggi dalam median gaji dan 67% lebih tinggi dalam total kompensasi dibandingkan non-CMA. Baca Juga: Panduan Lengkap Sertifikasi CPA: Cara Menjadi Akuntan Publik Bersertifikat Manfaat Keanggotaan IMA Menjadi anggota Institute of Management Accountants memberikan keuntungan yang jauh melampaui sekadar mendapatkan sertifikat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk karier Anda. Akses Sumber Daya Eksklusif: Anda mendapatkan akses ke perpustakaan digital, studi kasus, dan alat analisis yang membantu tugas harian Anda sebagai akuntan Peluang Mentorship: Jaringan global IMA memungkinkan profesional muda untuk mendapatkan bimbingan dari para pemimpin keuangan senior Pembaruan Praktik Terbaik: Di tengah perubahan standar akuntansi yang cepat, IMA memastikan Anda selalu mendapatkan informasi terbaru mengenai praktik terbaik di industri Diskon Sertifikasi: Anggota aktif sering kali mendapatkan keringanan biaya untuk mengikuti ujian CMA maupun program pendidikan profesional lainnya Contoh Karier yang Diperkuat oleh IMA dan CMA Banyak profesional yang bekerja di organisasi bisnis memiliki kompetensi yang cukup relevan dengan kapabilitas CMA. Beberapa karier penting yang bisa dicapai dalam konteks akuntansi dan keuangan bisnis adalah: 1. Analis Keuangan (Financial Analyst) Analis keuangan bisa memanfaatkan wawasan dan keahlian yang dipelajari dalam kelas CMA, khususnya analisis variansi, pemodelan keuangan, dan interpretasi data kinerja. Melalui hal ini, mereka dapat membantu manajemen memahami kondisi bisnis dan mengidentifikasi peluang maupun risiko. 2. Manajer Keuangan Manajer keuangan menjadi salah satu posisi paling umum dan tinggi yang dipegang oleh pemegang CMA. Adanya CMA membekali mereka dengan kerangka analitis yang diperlukan untuk membuat keputusan atas perencanaan keuangan perusahaan, analisis laporan keuangan internal, dan penyusunan anggaran operasional. 3. Cost Controller (Pengendali Keuangan) Cost controller memegang peranan khusus dalam memastikan efisiensi seluruh sistem akuntansi internal perusahaan, termasuk pengendalian internal, pelaporan manajemen, dan kepatuhan terhadap kebijakan akuntansi yang konsisten dan sesuai standar. 4. Chief Financial Officer (CFO) Jabatan CFO menjadi posisi puncak karier yang dicita-citakan oleh pemegang CMA, terlebih orientasi strategis kurikulumnya yang sangat relevan dengan tuntutan peran CFO modern. Dalam konteks di Indonesia sendiri, CMA semakin relevan terlebih seiring meningkatnya perusahaan multinasional yang beroperasi di sini dan membutuhkan profesional keuangan dengan standar kompetensi global. Kesimpulan IMA adalah lebih dari sekadar organisasi profesi, namun sebuah ekosistem profesi yang menyediakan pendidikan, sertifikasi, jaringan, dan riset yang dibutuhkan oleh akuntan manajemen untuk berkembang di lingkungan bisnis yang terus berubah. Dengan lebih dari satu abad sejarah, jaringan 140.000 anggota di 150 negara, dan sertifikasi CMA yang diakui secara global, IMA telah membuktikan dirinya sebagai mitra karier jangka panjang yang relevan bagi setiap profesional keuangan. Selain sertifikasi CMA yang semakin relevan dengan kebutuhan bisnis modern, memahami pemanfaatan software akuntansi modern juga menjadi langkah strategis yang bisa Anda terapkan. Mekari Jurnal adalah salah satu software akuntansi berbasis cloud yang banyak digunakan oleh berbagai perusahaan di Indonesia. Coba GRATIS sekarang juga dan rasakan manfaatnya! Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang! Referensi: Investopedia, “Institute of Management Accountants (IMA): What It Is and How It Works”. Binus University, “Institute of Management Accountant (IMA)”. CMA Indonesia, “Certified Management Accountants in Indonesia”.