Mekari Jurnal
Daftar Isi

Gross Merchandise Value (GMV) dalam Bisnis: Pengertian, Perhitungan, dan Manfaatnya

Tayang 31 Jan 2024

Seiring perkembangan transformasi digital yang semakin masif dalam industri bisnis saat ini, konsep Gross Merchandise Value (GMV) muncul sebagai parameter untuk melihat keberhasilan suatu bisnis.

Umumnya, GMV digunakan untuk mengukur seberapa berhasil pertumbuhan suatu bisnis khususnya pada sebuah platform atau marketplace.

GMV akan mengukur metrik yang akan memberikan gambaran mengenai aktivitas perdagangan dan pertumbuhan suatu bisnis dalam periode tertentu.

Namun, GMV tidak sekadar mencerminkan angka transaksi, namun dapat menjadi peta navigasi yang menuntun perusahaan mengarungi lautan persaingan bisnis modern yang selalu berajalan dengan cepat dan dinamis.

Oleh karena itu, Anda dan perusahaan khususnya yang bergerak pada bidang ecommerce wajib untuk memahami cara kerja Gross Merchandise Value (GMV).

Apa Itu GMV (Gross Merchandise Value)?

Gross Merchandise Value (GMV) merupakan nilai pengukuran dari total penjualan barang dalam jangka waktu tertentu yang umumnya digunakan pada marketplace , ecommerce, atau online shop.

GMV mencakup semua transaksi penjualan, tanpa mempertimbangkan potongan harga, biaya pengembalian, atau biaya operasional lainnya. Sehingga, hanya murni mencerminkan besaran nilai barang yang berhasil terjual saja.

Walaupun hanya menggambarkan hasil total penjualan barang yang terjual, metrik ini sering dijadikan dasar perhitungan dalam mengukur pertumbuhan bisnis dan volume transaksi karena cara menghitungnya yang sederhana dan mudah dipahami.

Dalam konteks e-commerce itu sendiri, GMV dapat membantu perusahaan untuk menilai skala operasional, memantau pertumbuhan penjualan, dan memahami seberapa besar pengaruh mereka terhadap pasar.

Simak bagaimana mengelola penjualan e-commerce melalui: Panduan Kelola Penjualan di Banyak Channel e-Commerce

Grafik gross merchandise value indonesia tahun 2023
Sumber: databoks.katadata.co.id

Contoh GMV pada E-commerce di Indonesia

GMV juga salah satu metrik yang diperhitungkan dalam konteks regional global. Ini penting karena dapat menjadi acuan suatu perusahaan dalam melihat daya beli masyarakat dalam regional tersebut.

Sebut saja beberapa perusahaan yang sering mengeluarkan laporan pertumbuhan GMV seperti Google, Temasek, dan Bain & Company.

Salah satu laporan mengenai penyumbang ekonomi digital terbesar di Indonesia tahun 2023 dengan topik e-Conomy SEA 2023 dengan total volume GMV sebesar US$82 miliar dengan kontribusi terbesar disumbang oleh sektor e-commerce dengan volume sebesar US$62 miliar (75,6%).

Berdasarkan hasil laporan ini, terlihat ada pertumbuhan walaupun sedikit melambat (7% dari tahun sebelumnya) jika dibandingkan tahun 2022.

Laporan dari 2022 mengenai tingkat volume GMV terlihat bahwa volume terbesar juga berasal dari sektor e-commerce.

Shopee menjadi e-commerce dengan kontribusi terbesar dari total GMV dengan persentase sebesar 36% (US$18,68 miliar dari US$51,9 miliar).

Selanjutnya, kontribusi terbesar dari Tokopedia (US$18,17 miliar), Lazada (US$5,19 miliar), Bukalapak (US$5,19 miliar), Tiktok Shop (US$2,6 miliar), dan Blibli (US$2,08 miliar).

Mekari Jurnal bantu bisnis ambil keputusan strategis dengan lebih cepat, mudah, dan tepat!

Oke, Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!

Pentingnya Menghitung GMV

Salah satu peran terpenting dari mengukur GMV suatu bisnis adalah sebagai tolak ukur untuk mendapatkan gambaran mengenai kesehatan dan peningkatan performa bisnis pada periode yang telah ditentukan.

Ini akan menjadi acuan dasar keputusan bagi pihak-pihak penting yang terlibat di dalamnya, seperti:

  • Manajemen pusat dalam menentukan kebijakan perusahaan.
  • Divisi atau departemen tertentu yang terlibat dalam penjualan barang perusahaan.
  • Keputusan investor dalam melakukan penarikan atau penanaman modal bisnis.

Simak lebih lanjut: 7 Gaya Pengambilan Keputusan Bisnis yang Tepat

Cara Menghitung GMV

Perkembangan industri saat ini yang semakin merubah cara perhitungan GMV yang juga ikut dengan menyesuaikan industri bisnisnya.

Namun, ada cara yang paling sederhana dalam menghitung GMV, mengutip dari Wallstreetmojo rumusnya yaitu:

Gross Merchandise Value (GMV) = Harga Produk x Volume Penjualan

Untuk langkah menghitungnya juga cukup mudah, Anda tinggal menyesuaikan jumlah transaksi yang telah tercatat dalam rentang periode waktu yang diinginkan, kemudian kalikan dengan harga penjualan rata-rata produknya.

Sebagai contoh, simak soal berikut.

Suatu toko online yang berjualan tas berhasil menjual produk sebanyak 65.000 tas dalam setahun. Adapun rata-rata harga per produk yang terjual yaitu sebesar Rp 80.000.

Berdasarkan kasus ini, maka cara menghitungnya adalah sebagai berikut.

GMV = Harga Produk x Volume Penjualan

GMV = Rp 80.000 x 65.000

Gross Merchandise Value toko tas = Rp 5.200.000.000

Dengan demikian, nilai GMV dari toko online tas tersebut dalam setahun sebesar Rp 5.200.000.000.

Simak lebih lanjut: Cara Menghitung Laba Kotor Perusahaan, Ini Rumusnya!

Sumber: giphy.com

Manfaat GMV dalam Bisnis Online

Menghitung Gross Merchandise Value (GMV) dalam bisnis online memberikan berbagai manfaat yang signifikan bagi perusahaan.

Beberapa manfaat utama dari penggunaan GMV sebagai metrik bisnis di bisnis online meliputi:

1. Mengukur volume transaksi

GMV memberikan gambaran yang jelas tentang volume transaksi bisnis online. Dengan mengetahui berapa banyak produk atau layanan yang terjual, perusahaan dapat mengukur aktivitas perdagangan dan melacak pertumbuhan penjualan.

2. Indikator pertumbuhan

Peningkatan GMV dapat dianggap sebagai indikator pertumbuhan bisnis. Jika GMV meningkat dari periode ke periode, hal ini menunjukkan bahwa bisnis mampu menarik pelanggan baru atau meningkatkan frekuensi pembelian pelanggan yang sudah ada.

3. Evaluasi efektivitas strategi pemasaran

Dengan memonitor GMV, perusahaan dapat mengevaluasi sejauh mana strategi pemasaran mereka berhasil.

Peningkatan GMV dapat dihubungkan dengan keberhasilan kampanye pemasaran tertentu atau peningkatan visibilitas merek.

4. Perbandingan kinerja platform

GMV memungkinkan perusahaan untuk membandingkan kinerja platform atau marketplace yang berbeda.

Hal ini membantu dalam pengambilan keputusan terkait dengan aliansi bisnis, ekspansi ke platform baru, atau penyesuaian strategi distribusi.

5. Penentu nilai pasar

GMV sering digunakan sebagai faktor penentu nilai pasar perusahaan e-commerce. Valuasi berbasis GMV dapat memberikan gambaran tentang seberapa besar perusahaan dihargai di pasar.

6. Basis penilaian potensial investasi

Bagi perusahaan yang mencari investasi atau pembiayaan, GMV dapat menjadi faktor penilaian yang penting.

Investor dapat melihat GMV sebagai indikator potensial untuk keberhasilan bisnis dalam menghasilkan pendapatan.

7. Monitoring kesehatan bisnis

GMV memberikan pemahaman yang cepat tentang kesehatan keseluruhan bisnis. Meskipun tidak mencakup profitabilitas, GMV dapat digunakan sebagai tolok ukur awal untuk memahami sejauh mana bisnis mencapai tujuan pertumbuhan dan penjualan.

Kelebihan dan Kekurangan GMV

Melihat banyaknya manfaat yang dapat bisnis rasakan, tentunya banyak yang menjadikan GMV sebagai metrik untuk mengukur pertumbuhan bisnisnya.

Namun, masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu Anda perhatikan sebelum menerapkan metrik ini dalam mengukur kesehatan bisnis Anda.

Sebelum membahas kekurangannya, mari simak kelebihannya terlebih dahulu.

Keuntungan GMV

  • Memberikan perhitungan penjualan barang dengan cepat dan mudah dipahami.
  • Memberikan tingkat pertumbuhan penjualan yang akurat dengan membandingkannya dengan kinerja perusahaan pada periode sebelumnya.
  • Memberikan gambaran volume transaksi yang kuat.
  • Cocok untuk diterapkan jenis usaha yang baru dirintis dan belum mencapai tingkat profitabilitas, atau sektor ecommerce.

Kekurangan GMV

  • Hanya mempertimbangkan volume penjualan dan biaya yang konsumen tanggung.
  • Tidak mencerminkan profitabilitas yang akurat karena perlu memperhitungkan biaya lainnya (pemasaran, pengiriman, dll).
  • Tidak menunjukkan nilai produk sebenarnya karena tidak memperhitungkan biaya produksi.
  • Tidak memberikan gambaran kesehatan bisnis secara objektif dan jelas.

Kesimpulan

Itulah penjelasan mengenai Gross Merchandise Value (GMV) dan pentingnya bagi bisnis. Salah satu peran pentingnya adalah mendapatkan gambaran mengenai tingkat pertumbuhan bisnis dan volume penjualan kotor.

Kemudahan dan tingkat pemahaman yang mudah untuk dipahami memberikan kelebihan yang menjadikan GMV menjadi acuan yang sering digunakan oleh bisnis khususnya marketplace.

Meskipun GMV menjadi metrik yang umum digunakan, disarankan untuk mengkombinasikannya dengan metrik keuangan lainnya seperti margin keuntungan, biaya operasional, dan pendapatan bersih untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang performa bisnis.

Untuk memudahkan Anda dalam menghitung GMV dan tingkat pertumbuhan bisnis, segera gunakan aplikasi akuntansi Mekari Jurnal sekarang!

Mekari Jurnal telah dilengkapi beragam fitur unggulan, salah satunya fitur dashboard analytic yang dapat membantu Anda melihat kondisi bisnis Anda hanya dalam satu tempat.

Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!

Selain itu, Mekari Jurnal juga sudah memiliki fitur analisis berbasis AI yang dapat membantu Anda untuk menganalisis data dalam laporan keuangan secara lebih cepat dan mudah.

Tunggu apalagi? Segera gunakan Mekari Jurnal sekarang dan tingkatkan pertumbuhan bisnis Anda dengan lebih optimal!

 

 

 

Referensi:

Databoks, “E-commerce, Sektor Penyumbang Ekonomi Digital Terbesar Indonesia pada 2023”.

Goodstats, “Daftar E-Commerce dengan Nilai Transaksi Terbesar di Indonesia”.

Investopedia, “Gross Merchandise Value (GMV): Definition, Formula, Pros and Cons, and Example”.

Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal