Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Financial Health: Indikator dan Cara Mengukurnya

Diperbarui
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita. A
Highlights
  • Financial health menunjukkan kemampuan bisnis memenuhi kewajiban sekaligus mencapai tujuan finansialnya.
  • Indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46% pada 2025, tetapi belum menggambarkan kondisi financial health bisnis secara menyeluruh.
  • Financial health bisnis dapat diukur melalui rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas, dengan laporan keuangan yang akurat sebagai dasarnya.

Indeks literasi keuangan Indonesia naik dari 65,43% pada 2024 menjadi 66,46% pada 2025, sementara indeks inklusi keuangan meningkat dari 75,02% menjadi 80,51% (OJK dan BPS, SNLIK 2025). Angka ini menunjukkan semakin banyak masyarakat memahami konsep keuangan dan menggunakan produk keuangan. Namun, memahami konsep keuangan belum tentu berarti mengetahui apakah kondisi keuangan bisnis sendiri benar-benar sehat.

Di sinilah financial health berperan. Bukan sekadar istilah, financial health dapat diukur melalui berbagai rasio keuangan untuk menunjukkan kondisi bisnis secara lebih objektif, bukan hanya berdasarkan saldo rekening.

Artikel ini akan membahas pengertian financial health, indikator dan rumusnya, contoh perhitungan dalam Rupiah, serta cara meningkatkan kesehatan keuangan bisnis.

Apa Itu Financial Health?

Financial health adalah kondisi keuangan yang menunjukkan kemampuan individu, bisnis, atau organisasi dalam memenuhi kewajiban finansial dan mencapai tujuan keuangannya. Semakin sehat kondisi keuangan, semakin kuat pula kemampuan menghadapi risiko dan memanfaatkan peluang.

Penerapannya berbeda berdasarkan konteks. Pada individu, financial health dapat dilihat dari tabungan, dana darurat, utang, dan pola pengeluaran. Sementara pada bisnis, kondisi ini diukur melalui rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas berdasarkan laporan keuangan.

Artikel ini akan fokus membahas financial health bisnis, termasuk indikator, rumus, contoh perhitungan, dan cara meningkatkannya.

Mengapa Financial Health Penting bagi Bisnis?

Memantau financial health membantu bisnis mengambil keputusan berdasarkan data, bukan sekadar asumsi. Dengan mengetahui kondisi keuangan secara berkala, potensi masalah seperti arus kas yang menipis atau utang yang terlalu besar dapat terdeteksi lebih awal.

Financial health juga penting saat bisnis membutuhkan pendanaan. Bank dan investor dapat mempertimbangkan rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas untuk menilai kemampuan bisnis memenuhi kewajibannya dan menghasilkan keuntungan.

Hal ini semakin relevan karena indeks literasi keuangan Indonesia pada 2025 baru mencapai 66,46%. Memahami konsep keuangan saja belum cukup; bisnis juga perlu mengukur kondisi keuangannya secara sistematis agar keputusan yang diambil lebih tepat.

Indikator dan Rumus Financial Health Bisnis

Financial health bisnis dapat dinilai melalui tiga kelompok rasio utama:

  1. Rasio likuiditas mengukur kemampuan bisnis memenuhi kewajiban jangka pendek.
  • Current Ratio = Aset Lancar ÷ Liabilitas Lancar
  • Quick Ratio = (Aset Lancar − Persediaan) ÷ Liabilitas Lancar
  1. Rasio solvabilitas mengukur tingkat ketergantungan bisnis terhadap utang.
  • Debt to Equity Ratio (DER) = Total Liabilitas ÷ Total Ekuitas
  • Debt to Asset Ratio (DAR) = Total Liabilitas ÷ Total Aset
  1. Rasio profitabilitas mengukur kemampuan bisnis menghasilkan laba.
  • Net Profit Margin = (Laba Bersih ÷ Pendapatan) × 100%
  • Return on Equity (ROE) = (Laba Bersih ÷ Total Ekuitas) × 100%

Ketiga rasio tersebut perlu dilihat secara bersamaan. Bisnis yang menghasilkan laba belum tentu memiliki likuiditas yang baik, sementara likuiditas yang kuat juga tidak selalu menunjukkan bisnis memiliki profitabilitas yang tinggi.

Contoh Perhitungan Financial Health Bisnis

Sebagai ilustrasi, berikut data keuangan UD Sinar Abadi, sebuah toko elektronik, pada akhir tahun:

Pos Keuangan Nominal
Aset lancar Rp120.000.000
Persediaan Rp40.000.000
Liabilitas lancar Rp80.000.000
Total liabilitas Rp150.000.000
Total ekuitas Rp250.000.000
Pendapatan tahunan Rp600.000.000
Laba bersih Rp60.000.000

Berdasarkan data tersebut:

Current Ratio

Rp120.000.000 ÷ Rp80.000.000 = 1,5

Artinya, setiap Rp1 liabilitas lancar didukung oleh Rp1,50 aset lancar.

Debt to Equity Ratio (DER)

Rp150.000.000 ÷ Rp250.000.000 = 0,6 atau 60%

Artinya, total liabilitas setara dengan 60% dari total ekuitas. Namun, penilaian apakah rasio ini sehat tetap perlu dibandingkan dengan standar industri dan kondisi bisnis.

Net Profit Margin

(Rp60.000.000 ÷ Rp600.000.000) × 100% = 10%

Artinya, setiap Rp100 pendapatan menghasilkan Rp10 laba bersih.

Dari ketiga indikator tersebut, UD Sinar Abadi menunjukkan likuiditas yang cukup baik dan mampu menghasilkan laba, sementara tingkat utangnya perlu dinilai lebih lanjut dengan membandingkannya dengan kondisi industri dan periode sebelumnya. 

Jadi, financial health sebaiknya tidak dinilai dari satu rasio saja, melainkan dari beberapa indikator yang dilihat secara bersamaan.

Financial Health Bisnis vs Individu

Konsep financial health pada bisnis dan individu sama-sama menunjukkan kondisi keuangan, tetapi indikator dan sumber datanya berbeda.

Aspek Bisnis Individu
Fokus Kemampuan memenuhi kewajiban dan menghasilkan laba Kemampuan mengelola pendapatan, utang, dan tabungan
Indikator Likuiditas, solvabilitas, profitabilitas Rasio utang, tabungan, dan dana darurat
Sumber data Laporan keuangan Catatan pendapatan dan pengeluaran
Pihak berkepentingan Manajemen, bank, investor, kreditur Individu dan keluarga

Karena itu, bisnis sebaiknya mengukur financial health menggunakan rasio berbasis laporan keuangan, bukan indikator yang biasa digunakan untuk keuangan pribadi.

Faktor yang Mempengaruhi Financial Health Bisnis

Beberapa faktor utama yang dapat mempengaruhi kesehatan keuangan bisnis meliputi:

  • Arus kas: Arus kas yang tidak stabil dapat mengganggu kemampuan membayar kewajiban meski bisnis mencatat laba.
  • Tingkat utang: Utang yang terlalu besar meningkatkan risiko ketika pendapatan menurun atau suku bunga meningkat.
  • Efisiensi biaya: Biaya operasional yang tidak terkendali dapat menekan margin laba.
  • Pengelolaan piutang: Piutang yang terlalu lama tertagih dapat menghambat arus kas.
  • Kualitas pencatatan: Laporan keuangan yang akurat dan terkini menjadi dasar pengukuran financial health yang dapat diandalkan.

Cara Meningkatkan Financial Health Bisnis

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi keuangan bisnis tetap sehat:

  • Pantau rasio keuangan secara rutin untuk mengetahui perubahan kondisi bisnis sejak dini.
  • Percepat penagihan piutang agar arus kas tidak terlalu lama tertahan.
  • Kelola utang secara proporsional sesuai kemampuan bisnis dalam menghasilkan arus kas.
  • Bandingkan anggaran dengan realisasi untuk menemukan pemborosan dan penyimpangan.
  • Gunakan aplikasi akuntansi agar pencatatan dan laporan keuangan lebih akurat serta mudah dipantau.

Jaga Financial Health Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal

Mengukur financial health bisnis membutuhkan laporan keuangan yang akurat dan terkini agar rasio likuiditas, solvabilitas, dan profitabilitas dapat dihitung dengan tepat.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat transaksi secara otomatis dan menghasilkan laporan keuangan yang terintegrasi, sehingga kondisi keuangan bisnis dapat dipantau dengan lebih mudah.

Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan, sehingga data keuangan selalu lebih rapi dan mudah ditelusuri.
  • Menghasilkan lebih dari 55 jenis laporan keuangan, manajemen, dan operasional, untuk membantu memantau kondisi keuangan bisnis.
  • Memantau arus kas dan kinerja bisnis secara lebih mudah, sebagai dasar evaluasi likuiditas dan profitabilitas.
  • Menjaga akurasi data melalui integrasi bank, sehingga transaksi keuangan tetap sinkron dengan kondisi kas bisnis.

Pantau dan kelola financial health bisnis Anda dengan data keuangan yang lebih rapi bersama Mekari Jurnal!

Coba Gratis Sekarang!

Referensi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Badan Pusat Statistik (BPS), “Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025”

Investopedia, “Financial Ratios”

Corporate Finance Institute, “Financial Ratios”

FAQ

1. Apa perbedaan financial health dan financial accounting?

1. Apa perbedaan financial health dan financial accounting?

Financial accounting adalah proses pencatatan dan pelaporan transaksi keuangan, sementara financial health adalah kondisi atau hasil akhir yang diukur dari laporan keuangan tersebut.

2. Apa saja rasio yang dipakai untuk mengukur financial health bisnis?

2. Apa saja rasio yang dipakai untuk mengukur financial health bisnis?

Tiga kelompok utama adalah rasio likuiditas, rasio solvabilitas, dan rasio profitabilitas.

3. Berapa current ratio yang dianggap sehat untuk bisnis?

3. Berapa current ratio yang dianggap sehat untuk bisnis?

Umumnya current ratio di atas 1 dianggap sehat, meski angka idealnya bisa berbeda tergantung industri.

4. Apakah financial health hanya berlaku untuk perusahaan besar?

4. Apakah financial health hanya berlaku untuk perusahaan besar?

Tidak. Usaha kecil dan menengah juga perlu mengukur financial health untuk mengetahui kemampuan membayar kewajiban dan menilai kelayakan mendapat pendanaan.

5. Seberapa sering financial health bisnis perlu diukur?

5. Seberapa sering financial health bisnis perlu diukur?

 Idealnya setiap bulan, sejalan dengan penyusunan laporan laba rugi dan neraca, agar masalah keuangan bisa terdeteksi lebih awal.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami