Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Faktor Produksi Modal: Contoh dan Cara Pencatatannya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita
Highlights
  • Modal adalah barang buatan manusia, seperti mesin, bangunan, dan peralatan, yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa.
  • Dalam ekonomi, faktor produksi terdiri dari tanah, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan.
  • Barang modal dicatat sebagai aset tetap dan disusutkan sesuai PSAK 16, sehingga biaya produksinya dipengaruhi oleh beban penyusutan setiap periode.
  • Mekari Jurnal membantu menyusun lebih dari 80 laporan keuangan secara otomatis dan real-time, sehingga setiap laporan tersaji lebih akurat, konsisten, dan mudah ditelusuri saat audit.

Banyak pembahasan tentang faktor produksi modal masih mencampurkannya dengan faktor produksi lain, seperti modal manusia dan modal alam. 

Padahal modal manusia termasuk faktor tenaga kerja sedangkan modal alam berkaitan dengan sumber daya alam, sehingga keduanya memiliki peran yang berbeda dalam proses produksi.

Memahami faktor produksi modal secara tepat berarti mengetahui apa saja yang termasuk modal, bagaimana perannya dalam kegiatan produksi, serta bagaimana penggunaannya berdampak pada biaya dan pencatatan keuangan bisnis.

Artikel ini akan membahas pengertian faktor produksi modal, kedudukannya dalam empat faktor produksi, jenis-jenisnya, cara pencatatannya dalam akuntansi, hingga contoh perhitungan dampaknya terhadap biaya produksi.

Apa itu Faktor Produksi Modal?

Faktor produksi modal adalah barang buatan manusia yang digunakan sebagai alat bantu dalam proses produksi untuk menghasilkan barang atau jasa lain, seperti mesin, peralatan, bangunan pabrik, dan kendaraan operasional.

Dalam Intermediate Accounting: IFRS Edition menjelaskan bahwa barang modal semacam ini pada dasarnya merupakan aset produktif jangka panjang yang memberikan manfaat ekonomi bagi bisnis selama lebih dari satu periode akuntansi. Hal ini membedakannya dari bahan baku yang umumnya digunakan atau habis dalam satu siklus produksi.

Ciri utama faktor produksi modal adalah dibuat oleh manusia dan digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa lain, bukan untuk dikonsumsi secara langsung. 

Misalnya, mesin jahit yang digunakan pabrik konveksi merupakan barang modal, sedangkan baju yang dihasilkan dari proses tersebut merupakan produk akhir.

Kedudukan Modal di Antara Empat Faktor Produksi

Dalam teori ekonomi standar, terdapat empat faktor produksi yang memiliki fungsi dan karakteristik berbeda, yaitu:

1. Tanah (sumber daya alam)

Mencakup sumber daya yang berasal dari alam dan digunakan dalam produksi, seperti lahan, air, mineral, dan hasil hutan.

2. Tenaga kerja

Termasuk kemampuan fisik dan mental manusia dalam proses produksi, termasuk pengetahuan dan keterampilan pekerja.

3. Modal

Mencakup barang buatan manusia yang digunakan untuk membantu menghasilkan barang atau jasa, seperti mesin, bangunan, dan peralatan.

4. Kewirausahaan

Mencakup kemampuan mengombinasikan ketiga faktor produksi tersebut, mengambil risiko, serta menciptakan dan mengembangkan peluang usaha.

Pemisahan ini penting karena istilah “modal manusia” (human capital) dan “modal alam” (natural capital) dapat membuat batas konsep menjadi rancu. 

Dalam klasifikasi empat faktor produksi, pengetahuan dan keterampilan tetap termasuk tenaga kerja, sedangkan sumber daya yang berasal dari alam termasuk tanah atau sumber daya alam, bukan modal fisik.

Barang Modal Tetap vs Barang Modal Lancar

Setelah batasnya jelas, faktor produksi modal sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan sifat penggunaannya.

1. Barang modal tetap

Barang modal yang dapat digunakan berulang kali dalam jangka waktu lama, seperti mesin produksi, bangunan pabrik, dan kendaraan operasional. Nilai barang modal tetap secara bertahap berkurang seiring pemakaian dan waktu.

2. Barang modal lancar

barang modal yang habis terpakai dalam satu kali proses produksi atau memiliki masa manfaat yang relatif singkat, seperti bahan bakar mesin atau perlengkapan produksi sekali pakai.

Baca Juga: Modal dalam Akuntansi: Jenis, Rumus, dan Contoh

Bagaimana Modal Fisik Dicatat dalam Akuntansi Bisnis?

Barang modal fisik seperti mesin, bangunan, dan peralatan tidak langsung dicatat sebagai beban ketika dibeli. Dalam akuntansi, aset tersebut umumnya dicatat sebagai aset tetap karena memberikan manfaat ekonomi selama lebih dari satu periode.

Berdasarkan PSAK 16 aset tetap pada awalnya diakui berdasarkan biaya perolehan dan selanjutnya dapat disajikan setelah dikurangi akumulasi penyusutan. Penyusutan mengalokasikan biaya aset secara sistematis selama masa manfaatnya.

Dengan demikian, pembelian mesin senilai Rp100 juta, misalnya, tidak langsung menjadi beban Rp100 juta pada tahun pembelian. Biayanya dialokasikan sebagai beban penyusutan selama periode ketika mesin tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi bisnis.

Baca Juga: Sekilas Tentang Produksi Marginal, Beserta Cara Hitungnya

Contoh Perhitungan Dampak Investasi Modal terhadap Biaya Produksi

Sebagai ilustrasi, CV Karya Mandiri membeli mesin produksi seharga Rp240.000.000 pada awal 2025. 

Mesin tersebut memiliki umur manfaat 4 tahun, tanpa nilai residu, dan disusutkan dengan metode garis lurus.

Penyusutan per tahun:

Rp240.000.000 ÷ 4 = Rp60.000.000

Jadi, biaya yang dibebankan sebagai beban penyusutan setiap tahun adalah Rp60.000.000, bukan seluruh harga mesin sekaligus. Beban ini dapat menjadi bagian dari biaya overhead produksi selama mesin digunakan.

Jika mesin menghasilkan 12.000 unit produk per tahun, maka biaya penyusutan per unit adalah:

Rp60.000.000 ÷ 12.000 = Rp5.000 per unit

Artinya, investasi pada modal fisik tidak hanya berdampak pada pengeluaran saat pembelian, tetapi juga mempengaruhi biaya produksi per unit melalui penyusutan selama masa manfaat aset.

Baca Juga: 3 Faktor Utama yang Mempengaruhi Kegiatan Produksi

Fungsi Modal dalam Meningkatkan Produktivitas

Faktor produksi modal berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi bisnis, di antaranya:

  • Meningkatkan produktivitas tenaga kerja: Mesin dan peralatan membantu mempercepat proses produksi sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih efisien.
  • Meningkatkan kualitas produk: Teknologi produksi dapat menghasilkan produk yang lebih presisi dan konsisten.
  • Meningkatkan kapasitas produksi: Penggunaan barang modal memungkinkan bisnis memproduksi lebih banyak tanpa hanya bergantung pada penambahan tenaga kerja.
  • Mendukung daya saing bisnis: Barang modal yang lebih efisien dapat membantu menekan biaya produksi dan meningkatkan daya saing dalam jangka panjang.

Baca Juga: Proses Produksi Barang dan Jasa: Contoh dan Cara Meningkatkannya

Beberapa Kesalahan dalam Memahami Faktor Produksi Modal

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat memahami faktor produksi modal, yaitu:

  • Menyamakan modal dengan tenaga kerja atau sumber daya alam: Ketiganya merupakan faktor produksi yang berbeda dalam teori ekonomi standar.
  • Menganggap uang tunai sebagai modal produksi: Dalam konteks ekonomi, modal produksi merujuk pada barang atau aset produktif. Uang lebih tepat dipahami sebagai modal finansial yang digunakan untuk memperoleh barang modal.
  • Membebankan harga barang modal sekaligus: Aset tetap seperti mesin dan peralatan umumnya disusutkan selama masa manfaatnya sesuai PSAK 16.
  • Mengabaikan penyusutan dalam biaya produksi: Beban penyusutan barang modal dapat menjadi bagian dari biaya produksi dan mempengaruhi biaya per unit produk.

Baca Juga: Faktor Produksi Turunan, Catat dan Pahami Penjelasannya!

Catat Investasi Aset Tetap Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal

Mencatat investasi barang modal dan mengalokasikan penyusutannya secara akurat setiap periode membutuhkan ketelitian tinggi, apalagi jika bisnis Anda memiliki banyak aset tetap dengan masa manfaat yang berbeda-beda.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat setiap investasi aset tetap secara otomatis dan konsisten, sehingga penyusutan barang modal dapat dihitung secara akurat setiap periode.

Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan, sehingga investasi barang modal dan beban penyusutannya tercermin akurat dalam laporan laba rugi dan neraca.
  • Menyusun bagan akun (chart of accounts) yang konsisten, termasuk memisahkan akun aset tetap dan akumulasi penyusutannya secara jelas.
  • Menghasilkan lebih dari 55 jenis laporan keuangan, manajemen, dan operasional, mendukung analisis biaya produksi bisnis Anda secara lebih akurat.
  • Menjaga akurasi data keuangan melalui integrasi bank, sehingga pembelian barang modal tetap sinkron dengan kondisi kas bisnis yang sesungguhnya.

Kelola pencatatan investasi barang modal bisnis Anda dengan Mekari Jurnal

Coba Gratis Sekarang!

Referensi

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 16 (kini PSAK 202): Aset Tetap.”

Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Intermediate Accounting: IFRS Edition.

FAQ

1. Ada berapa faktor produksi dalam ekonomi?

1. Ada berapa faktor produksi dalam ekonomi?

Kerangka ekonomi standar mengenal empat faktor produksi, yaitu tanah (sumber daya alam), tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan.

2. Apa perbedaan faktor produksi modal dengan sumber daya alam?

2. Apa perbedaan faktor produksi modal dengan sumber daya alam?

Faktor produksi modal adalah barang buatan manusia seperti mesin dan bangunan, sedangkan sumber daya alam adalah segala sesuatu yang berasal langsung dari alam, seperti lahan, air, dan mineral, tanpa campur tangan produksi manusia sebelumnya.

3. Apa perbedaan barang modal tetap dan barang modal lancar?

3. Apa perbedaan barang modal tetap dan barang modal lancar?

Barang modal tetap dapat digunakan berulang kali dalam jangka waktu lama, seperti mesin dan bangunan, sedangkan barang modal lancar habis terpakai dalam satu kali proses produksi atau memiliki masa manfaat yang singkat.

4. Bagaimana barang modal dicatat dalam akuntansi?

4. Bagaimana barang modal dicatat dalam akuntansi?

Barang modal tetap dicatat sebagai aset tetap sesuai PSAK 16, disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, bukan dibebankan sekaligus sebagai biaya pada saat pembelian.

5. Apa itu penyusutan dan kenapa penting dalam pencatatan barang modal?

5. Apa itu penyusutan dan kenapa penting dalam pencatatan barang modal?

Penyusutan adalah alokasi biaya perolehan aset tetap secara sistematis selama masa manfaatnya. Penyusutan penting agar biaya barang modal diakui pada periode-periode saat aset tersebut benar-benar memberikan manfaat ekonomi, sesuai prinsip penandingan dalam akuntansi.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami