Apakah ERP Bisa Di-custom? Memahami Fleksibilitas ERP untuk Bisnis Anda Enterprises Resource Planning merupakan sistem perangkat lunak terintegrasi yang menghubungkan seluruh operasional bisnis dalam satu platform terpusat. Modul dan fitur-fitur yang ada di dalam sistem umumnya mencakup modul akuntansi, manajemen persediaan, produksi, dan fungsional bisnis lainnya. Adanya dukungan integrasi penuh ini memberikan perusahaan efisiensi operasional dan koordinasi lintas fungsi yang mulus dan akurat. Namun, tidak semua perusahaan membutuhkan seluruh dukungan modul dan fitur tersebut dalam satu sistem untuk menjalankan bisnisnya. Jika tetap dipaksakan, bisa saja tujuan dari mencapai efisiensi terancam karena pemanfaatan yang tidak efektif dan boros anggaran. Oleh sebab itu, muncul pertanyaan penting yang relevan, mengenai “apakah ERP bisa di custom?”. Kustomisasi ERP Secara umum, jawaban pasti mengenai pertanyaan “apakah ERP bisa di custom?” adalah Ya, bisa di kustomisasi. Aplikasi ERP modern saat ini telah menyediakan fleksibilitas untuk mengkustomisasi modul sesuai kebutuhan unik pada setiap bisnis. Fleksibilitas ini, mencakup: 1). konfigurasi, di mana mengatur preferensi atau parameter di sistem, dan 2). kustomisasi, di mana menambah atau mengurangi fitur di luar standar default. Perlu pemilik bisnis pahami juga, bahwa dalam mengkustomisasi ERP akan memerlukan biaya dan usaha tambahan daripada pengaturan bawaan yang relatif lebih terjangkau. Oleh karena itu, dibandingkan bisnis yang dipaksa menyesuaikan dengan software ERP, pendekatan kustomisasi menjadi jawaban untuk membuat perangkat lunak yang menyesuaikan dengan proses bisnis Anda. Memastikan sistem mampu mengakomodasi perbedaan kebutuhan, regulasi, maupun preferensi setiap organisasi. Keuntungan Kustomisasi ERP Salah satu keuntungan kustomisasi ERP adalah menjadi solusi atas beberapa perusahaan yang memiliki kebutuhan khusus atau spesifik. Selain itu, kustomisasi ERP juga memberikan beberapa keuntungan bagi pemilik bisnis dan operasional perusahaan yang mengadopsinya, mulai dari: 1. Selaras dengan Proses Bisnis yang Unik Perusahaan dapat menyesuaikan fitur agar sistem ERP dapat mencerminkan alur kerja internal yang diadopsi. Hal ini mendukung praktik kerja perusahaan yang dirasa unik atau khusus agar mudah disesuaikan. 2. Efisiensi dan Produktivitas Lebih Tinggi Penggunaan modul dan fitur yang telah terfokus dengan operasional bisnis dapat menyederhanakan proses tanpa ada fungsi yang terlihat sia-sia. Tingkat pemanfaatan fitur mendekati 100% dan karyawan-pun bisa bekerja lebih cepat dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. 3. Memperkuat Keunggulan Kompetitif ERP yang sudah dikustomisasi dengan baik dan khusus akan sulit untuk ditiru oleh pesaing 4. Integrasi Mulus Beberapa bisnis mungkin sudah menggunakan aplikasi tertentu pada salah satu departemennya. Melalui ERP yang sudah dikustom, integrasi dengan aplikasi lain dapat menjamin aliran data yang tetap lancar dan tidak terjadi double entry. 5. Peningkatan Pengalaman Pengguna Jika sistem ERP dasar terasa kurang sesuai dengan budaya kerja tim, maka kustomisasi dapat membuat tampilan dan prosesnya lebih user-friendly. Langkah ini ikut mendorong adopsi karyawan terhadap proses kerja baru yang lebih modern, sambil tetap menjaga resistensi. Tantangan dalam Kustomisasi ERP Walaupun ERP bisa di custom, namun terdapat beberapa tantangan yang perlu pemilik bisnis pahami sebelum memutuskan untuk mengadopsinya. 1. Biaya Investasi Meningkat Membuat perubahan khusus dan menambah modul-modul terkait dapat meningkatkan biaya implementasi, hal ini juga termasuk pemeliharaan pasca-implementasi. Solusi untuk menghadapi hal ini adalah dengan menyiapkan anggaran khusus dan menghitung return on investment (ROI) untuk jangka panjang. 2. Waktu Implementasi Lebih Panjang Proses menyesuaikan ERP dengan kebutuhan spesifik akan memakan waktu lebih lama. Proses-proses yang relevan akan dibutuhkan, mulai dari pengembangan, testing, dan deployment fitur kustom. 3. Manajemen Perubahan Tidak lupa, bahwa adanya perubahan pada sistem operasional bisnis akan berdampak sepenuhnya kepada penggunanya, yaitu pihak internal perusahaan. Karyawan akan membutuhkan waktu untuk memahami fitur-fitur khusus dan mengikuti alur kerja yang baru apabila diubah. Untuk menghadapi ini, maka pelatihan dan sosialisasi bisa ditambahkan ke dalam timeline proyek imlementasi custom ERP. Baca Juga: Change Management dalam Manufaktur: Strategi dan Praktik Terbaik Langkah-Langkah Kustomisasi ERP Lalu, jika sistem ERP bisa di custom, maka bagaimana langkah implementasi yang tepat? Memastikan kustomisasi ERP berjalan lancar dan tepat sasaran menjadi aspek penting dalam panduan ini. Beberapa langkah strategis yang bisa Anda ikuti, adalah: 1. Evaluasi Kebutuhan Bisnis Khusus Langkah pertama yang penting adalah mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam terkait proses dan kebutuhan perusahaan yang unik dan spesifik. Pemangku kepentingan dari setiap departemen bisa diikutsertakan agar mendapat informasi detail seputar kendala dan fitur yang dibutuhkan saat ini. Sebagai contoh, perusahaan manufaktur mungkin memerlukan modul produksi yang detail, sementara bisnis distribusi fokus pada sistem manajemen gudang multi-lokasi. Hasil evaluasi ini menjadi akan menjadi dasar informasi untuk perencanaan kustomisasi ke depan. 2. Memilih Vendor ERP dengan Opsi Kustomisasi Setelah jelas akan kebutuhan bisnis, memilih vendor dan platform ERP yang tepat untuk mendukung fleksibilitas menjadi langkah penting selanjutnya. Eksplorasi berbagai solusi penyedia yang terdapat di pasar Indonesia. Prioritaskan vendor yang menawarkan opsi kustomisasi terbuka, baik melalui modul tambahan, API, maupun layanan pengembangan khusus. Untuk konteks Indonesia, Mekari Jurnal menjadi salah satu pilihan terbaik solusi ERP cloud yang terkenal modular dan scalable. Software ini sudah dirancang khusus agar cocok untuk penerapan kebutuhan lokal, mulai dari bahasa, tampilan, standar akuntansi, dan regulasi pajak terkini. Modul dan fitur yang tersedia termasuk akuntansi dan keuangan, manajemen inventaris, produksi, perpajakan, dan analisis berbasis AI. Selain modul dan fitur bawaan, Mekari Jurnal juga mengadopsi pendekatan modular, sehingga bisnis dengan kebutuhan industri spesifik atau sedang bertumbuh dapat menyesuaikan modul dengan kebutuhannya. Hal ini dapat mendorong efisiensi operasional sekaligus mengontrol anggaran biaya untuk implementasi ERP. Jika tertarik untuk menggunakannya, silahkan hubungi tim kami dengan klik tombol berikut. Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! 3. Pengembangan, Implementasi, dan Uji Coba Setelah solusi penyedia telah ditemukan dan menyepakati kebutuhan kustomisasi, tahap selanjutnya yaitu implementasi bertahap mulai dilakukan. Umumnya, pemilik bisnis akan bekerja sama dengan tim teknis dari vendor untuk mengembangkan fitur kustom sesuai spesifikasi. Setelah tahap pengembangkan, pengujian atau testing dilakukan pada setiap komponen dengan fungsi terkecil hingga user acceptance test (UAT) oleh pengguna akhir. Ikut sertakan pengguna yang akan memanfaatkan sistem untuk melihat apakah telah memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Tidak lupa untuk menyediakan rencana pelatihan karyawan guna mempercepat transisi dan percaya diri untuk menggunakan alur kerja yang baru. Setelah semuanya teruji dan pengguna terlatih, barulah kustomisasi tersebut di-deploy ke lingkungan produksi dan mulai dioperasikan. Baca Juga: Cara Sistem ERP Bekerja dan Contoh Studi Kasusnya Faktor yang Perlu Diperhatikan Jika dijelaskan lebih umum, ada banyak hal yang perlu diperhatikan selama proyek kustomisasi ERP berjalan. Namun, perusahaan dapat memperhatikan beberapa faktor kunci ini agar lebih efektif dan memberikan hasil yang optimal. 1. Biaya dan Waktu Investasi dibutuhkan dalam mengkustomisasi ERP baik dari sisi anggaran dan waktu. Ada beberapa komponen biaya yang muncul diluar ERP standar, yaitu pengembangan fitur kustom, integrasi tambahan, atau konsultasi ahli. Selain itu, pada beberapa kasus juga ditemukan berbagai biaya tersembunyi (hidden cost) sehingga butuh perhitungan ROI yang optimal untuk membenarkan biayanya. 2. Dampak Operasional dan Manajemen Perubahan Proses kerja dalam operasional harian akan mengalami perubahan yang signifikan setelah implementasi ERP custom. Sebelum go-live, komunikasikan rencana perubahan kepada tim dan libatkan mereka dalam seluruh tahapan proses implementasi. Buka pelatihan untuk membentuk change management yang optimal, budayakan feedback yang konstruktif lalu lakukan perbaikan secara iteratif. 3. Keberlanjutan dan Dukungan Vendor Kustomisasi memberikan fleksibilitas tinggi, tetapi juga bisa menyulitkan dalam segi pemeliharaan dan pembaharuan apabila tidak terencana dengan baik. Tanyakan lebih lanjut kepada vendor mengenai kebijakan update versi baru jika ada, kemudian akankah tetap kompatibel atau perlu penyesuaian ulang. Oleh karena itu, temukan vendor yang memiliki dukungan teknis dan layanan after-sales yang handal agar mereka dapat berkomitmen panjang seiring perkembangan bisnis. Baca Juga: Panduan Lengkap tentang Hybrid ERP: Sistem, Model, dan Manfaatnya Kesimpulan Kustomisasi ERP memungkinkan perusahaan mendapatkan sistem yang benar-benar sesuai kebutuhan bisnis dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Meskipun terdapat tantangan lain, mulai dari tantangan biaya, waktu, dan kompleksitas, manfaatnya akan terasa lebih efisien dan akurat. Jika dijalankan dengan tepat, kustomisasi ERP menjadi investasi strategis yang memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis. Tidak lupa, jika Anda membutuhkan solusi operasional bisnis berbasis cloud dan modular, maka software buatan lokal Mekari Jurnal ERP bisa menjadi jawabannya! Referensi: Medium, “ERP Customizations: What Do I Need to Know?”. Forgestik, “ERP Customization Guide: When and How to Adapt Your System”. Kategori : Technology Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Apakah ERP Bisa Di-custom? Memahami Fleksibilitas ERP untuk Bisnis Anda Enterprises Resource Planning merupakan sistem perangkat lunak terintegrasi yang menghubungkan seluruh operasional bisnis dalam satu platform terpusat. Modul dan fitur-fitur yang ada di dalam sistem umumnya mencakup modul akuntansi, manajemen persediaan, produksi, dan fungsional bisnis lainnya. Adanya dukungan integrasi penuh ini memberikan perusahaan efisiensi operasional dan koordinasi lintas fungsi yang mulus dan akurat. Namun, tidak semua perusahaan membutuhkan seluruh dukungan modul dan fitur tersebut dalam satu sistem untuk menjalankan bisnisnya. Jika tetap dipaksakan, bisa saja tujuan dari mencapai efisiensi terancam karena pemanfaatan yang tidak efektif dan boros anggaran. Oleh sebab itu, muncul pertanyaan penting yang relevan, mengenai “apakah ERP bisa di custom?”. Kustomisasi ERP Secara umum, jawaban pasti mengenai pertanyaan “apakah ERP bisa di custom?” adalah Ya, bisa di kustomisasi. Aplikasi ERP modern saat ini telah menyediakan fleksibilitas untuk mengkustomisasi modul sesuai kebutuhan unik pada setiap bisnis. Fleksibilitas ini, mencakup: 1). konfigurasi, di mana mengatur preferensi atau parameter di sistem, dan 2). kustomisasi, di mana menambah atau mengurangi fitur di luar standar default. Perlu pemilik bisnis pahami juga, bahwa dalam mengkustomisasi ERP akan memerlukan biaya dan usaha tambahan daripada pengaturan bawaan yang relatif lebih terjangkau. Oleh karena itu, dibandingkan bisnis yang dipaksa menyesuaikan dengan software ERP, pendekatan kustomisasi menjadi jawaban untuk membuat perangkat lunak yang menyesuaikan dengan proses bisnis Anda. Memastikan sistem mampu mengakomodasi perbedaan kebutuhan, regulasi, maupun preferensi setiap organisasi. Keuntungan Kustomisasi ERP Salah satu keuntungan kustomisasi ERP adalah menjadi solusi atas beberapa perusahaan yang memiliki kebutuhan khusus atau spesifik. Selain itu, kustomisasi ERP juga memberikan beberapa keuntungan bagi pemilik bisnis dan operasional perusahaan yang mengadopsinya, mulai dari: 1. Selaras dengan Proses Bisnis yang Unik Perusahaan dapat menyesuaikan fitur agar sistem ERP dapat mencerminkan alur kerja internal yang diadopsi. Hal ini mendukung praktik kerja perusahaan yang dirasa unik atau khusus agar mudah disesuaikan. 2. Efisiensi dan Produktivitas Lebih Tinggi Penggunaan modul dan fitur yang telah terfokus dengan operasional bisnis dapat menyederhanakan proses tanpa ada fungsi yang terlihat sia-sia. Tingkat pemanfaatan fitur mendekati 100% dan karyawan-pun bisa bekerja lebih cepat dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. 3. Memperkuat Keunggulan Kompetitif ERP yang sudah dikustomisasi dengan baik dan khusus akan sulit untuk ditiru oleh pesaing 4. Integrasi Mulus Beberapa bisnis mungkin sudah menggunakan aplikasi tertentu pada salah satu departemennya. Melalui ERP yang sudah dikustom, integrasi dengan aplikasi lain dapat menjamin aliran data yang tetap lancar dan tidak terjadi double entry. 5. Peningkatan Pengalaman Pengguna Jika sistem ERP dasar terasa kurang sesuai dengan budaya kerja tim, maka kustomisasi dapat membuat tampilan dan prosesnya lebih user-friendly. Langkah ini ikut mendorong adopsi karyawan terhadap proses kerja baru yang lebih modern, sambil tetap menjaga resistensi. Tantangan dalam Kustomisasi ERP Walaupun ERP bisa di custom, namun terdapat beberapa tantangan yang perlu pemilik bisnis pahami sebelum memutuskan untuk mengadopsinya. 1. Biaya Investasi Meningkat Membuat perubahan khusus dan menambah modul-modul terkait dapat meningkatkan biaya implementasi, hal ini juga termasuk pemeliharaan pasca-implementasi. Solusi untuk menghadapi hal ini adalah dengan menyiapkan anggaran khusus dan menghitung return on investment (ROI) untuk jangka panjang. 2. Waktu Implementasi Lebih Panjang Proses menyesuaikan ERP dengan kebutuhan spesifik akan memakan waktu lebih lama. Proses-proses yang relevan akan dibutuhkan, mulai dari pengembangan, testing, dan deployment fitur kustom. 3. Manajemen Perubahan Tidak lupa, bahwa adanya perubahan pada sistem operasional bisnis akan berdampak sepenuhnya kepada penggunanya, yaitu pihak internal perusahaan. Karyawan akan membutuhkan waktu untuk memahami fitur-fitur khusus dan mengikuti alur kerja yang baru apabila diubah. Untuk menghadapi ini, maka pelatihan dan sosialisasi bisa ditambahkan ke dalam timeline proyek imlementasi custom ERP. Baca Juga: Change Management dalam Manufaktur: Strategi dan Praktik Terbaik Langkah-Langkah Kustomisasi ERP Lalu, jika sistem ERP bisa di custom, maka bagaimana langkah implementasi yang tepat? Memastikan kustomisasi ERP berjalan lancar dan tepat sasaran menjadi aspek penting dalam panduan ini. Beberapa langkah strategis yang bisa Anda ikuti, adalah: 1. Evaluasi Kebutuhan Bisnis Khusus Langkah pertama yang penting adalah mengidentifikasi dan menganalisis secara mendalam terkait proses dan kebutuhan perusahaan yang unik dan spesifik. Pemangku kepentingan dari setiap departemen bisa diikutsertakan agar mendapat informasi detail seputar kendala dan fitur yang dibutuhkan saat ini. Sebagai contoh, perusahaan manufaktur mungkin memerlukan modul produksi yang detail, sementara bisnis distribusi fokus pada sistem manajemen gudang multi-lokasi. Hasil evaluasi ini menjadi akan menjadi dasar informasi untuk perencanaan kustomisasi ke depan. 2. Memilih Vendor ERP dengan Opsi Kustomisasi Setelah jelas akan kebutuhan bisnis, memilih vendor dan platform ERP yang tepat untuk mendukung fleksibilitas menjadi langkah penting selanjutnya. Eksplorasi berbagai solusi penyedia yang terdapat di pasar Indonesia. Prioritaskan vendor yang menawarkan opsi kustomisasi terbuka, baik melalui modul tambahan, API, maupun layanan pengembangan khusus. Untuk konteks Indonesia, Mekari Jurnal menjadi salah satu pilihan terbaik solusi ERP cloud yang terkenal modular dan scalable. Software ini sudah dirancang khusus agar cocok untuk penerapan kebutuhan lokal, mulai dari bahasa, tampilan, standar akuntansi, dan regulasi pajak terkini. Modul dan fitur yang tersedia termasuk akuntansi dan keuangan, manajemen inventaris, produksi, perpajakan, dan analisis berbasis AI. Selain modul dan fitur bawaan, Mekari Jurnal juga mengadopsi pendekatan modular, sehingga bisnis dengan kebutuhan industri spesifik atau sedang bertumbuh dapat menyesuaikan modul dengan kebutuhannya. Hal ini dapat mendorong efisiensi operasional sekaligus mengontrol anggaran biaya untuk implementasi ERP. Jika tertarik untuk menggunakannya, silahkan hubungi tim kami dengan klik tombol berikut. Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! 3. Pengembangan, Implementasi, dan Uji Coba Setelah solusi penyedia telah ditemukan dan menyepakati kebutuhan kustomisasi, tahap selanjutnya yaitu implementasi bertahap mulai dilakukan. Umumnya, pemilik bisnis akan bekerja sama dengan tim teknis dari vendor untuk mengembangkan fitur kustom sesuai spesifikasi. Setelah tahap pengembangkan, pengujian atau testing dilakukan pada setiap komponen dengan fungsi terkecil hingga user acceptance test (UAT) oleh pengguna akhir. Ikut sertakan pengguna yang akan memanfaatkan sistem untuk melihat apakah telah memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Tidak lupa untuk menyediakan rencana pelatihan karyawan guna mempercepat transisi dan percaya diri untuk menggunakan alur kerja yang baru. Setelah semuanya teruji dan pengguna terlatih, barulah kustomisasi tersebut di-deploy ke lingkungan produksi dan mulai dioperasikan. Baca Juga: Cara Sistem ERP Bekerja dan Contoh Studi Kasusnya Faktor yang Perlu Diperhatikan Jika dijelaskan lebih umum, ada banyak hal yang perlu diperhatikan selama proyek kustomisasi ERP berjalan. Namun, perusahaan dapat memperhatikan beberapa faktor kunci ini agar lebih efektif dan memberikan hasil yang optimal. 1. Biaya dan Waktu Investasi dibutuhkan dalam mengkustomisasi ERP baik dari sisi anggaran dan waktu. Ada beberapa komponen biaya yang muncul diluar ERP standar, yaitu pengembangan fitur kustom, integrasi tambahan, atau konsultasi ahli. Selain itu, pada beberapa kasus juga ditemukan berbagai biaya tersembunyi (hidden cost) sehingga butuh perhitungan ROI yang optimal untuk membenarkan biayanya. 2. Dampak Operasional dan Manajemen Perubahan Proses kerja dalam operasional harian akan mengalami perubahan yang signifikan setelah implementasi ERP custom. Sebelum go-live, komunikasikan rencana perubahan kepada tim dan libatkan mereka dalam seluruh tahapan proses implementasi. Buka pelatihan untuk membentuk change management yang optimal, budayakan feedback yang konstruktif lalu lakukan perbaikan secara iteratif. 3. Keberlanjutan dan Dukungan Vendor Kustomisasi memberikan fleksibilitas tinggi, tetapi juga bisa menyulitkan dalam segi pemeliharaan dan pembaharuan apabila tidak terencana dengan baik. Tanyakan lebih lanjut kepada vendor mengenai kebijakan update versi baru jika ada, kemudian akankah tetap kompatibel atau perlu penyesuaian ulang. Oleh karena itu, temukan vendor yang memiliki dukungan teknis dan layanan after-sales yang handal agar mereka dapat berkomitmen panjang seiring perkembangan bisnis. Baca Juga: Panduan Lengkap tentang Hybrid ERP: Sistem, Model, dan Manfaatnya Kesimpulan Kustomisasi ERP memungkinkan perusahaan mendapatkan sistem yang benar-benar sesuai kebutuhan bisnis dan dapat dimanfaatkan secara optimal. Meskipun terdapat tantangan lain, mulai dari tantangan biaya, waktu, dan kompleksitas, manfaatnya akan terasa lebih efisien dan akurat. Jika dijalankan dengan tepat, kustomisasi ERP menjadi investasi strategis yang memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis. Tidak lupa, jika Anda membutuhkan solusi operasional bisnis berbasis cloud dan modular, maka software buatan lokal Mekari Jurnal ERP bisa menjadi jawabannya! Referensi: Medium, “ERP Customizations: What Do I Need to Know?”. Forgestik, “ERP Customization Guide: When and How to Adapt Your System”.