Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
5 min read

Cara Rekonsiliasi Bank Otomatis

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Angela Amanda
Mekari Jurnal Insight

  • Rekonsiliasi bank otomatis mencocokkan catatan kas perusahaan dengan mutasi rekening bank lewat sistem, tanpa input manual satu per satu.
  • Proses ini bekerja lewat tiga komponen: penarikan mutasi otomatis, pencocokan transaksi, dan penjurnalan otomatis berdasarkan bank rules.
  • Mekari Jurnal menyediakan fitur Cashlink & Bank untuk mengotomatiskan seluruh proses ini dalam satu alur kerja.

Setiap akhir bulan, tim keuangan biasanya harus mencetak rekening koran dan mencocokkannya satu per satu dengan catatan kas perusahaan. Proses ini memakan waktu dan rawan kesalahan, apalagi saat volume transaksi tinggi.

Sebuah studi pada proses rekonsiliasi korporasi menemukan bahwa rekonsiliasi manual rentan terhadap human error, pencatatan ganda, dan perbedaan waktu pencatatan, sehingga merekomendasikan otomatisasi untuk mempercepat proses dan meningkatkan akurasi.

Di sinilah rekonsiliasi bank otomatis berperan. Artikel ini membahas pengertian, cara kerja, manfaat, kriteria memilih software yang tepat, serta contoh penerapannya dalam pencatatan akuntansi.

Apa Itu Rekonsiliasi Bank Otomatis?

Rekonsiliasi bank otomatis adalah proses pencocokan catatan kas perusahaan dengan mutasi rekening bank yang dilakukan oleh sistem, bukan secara manual oleh tim keuangan. Sistem menarik data mutasi rekening, membandingkannya dengan transaksi yang sudah tercatat di buku perusahaan, lalu menandai transaksi yang cocok maupun yang masih memiliki selisih.

Berbeda dari rekonsiliasi manual yang mengharuskan tim keuangan mencetak rekening koran dan mencocokkan satu per satu, rekonsiliasi otomatis berjalan di halaman yang sama antara data bank dan data sistem akuntansi. Proses ini juga menjadi bagian dari pengendalian internal atas kas yang dianjurkan dalam praktik akuntansi, karena membantu memastikan setiap transaksi tercatat secara akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Bagaimana Cara Kerja Rekonsiliasi Bank Otomatis?

Rekonsiliasi bank otomatis umumnya berjalan lewat tiga komponen berikut.

  • Penarikan mutasi rekening otomatis: sistem terhubung ke bank lewat API atau direct feeds, sehingga data mutasi rekening masuk ke software akuntansi secara berkala tanpa perlu diunggah manual.
  • Pencocokan transaksi otomatis: sistem membandingkan tanggal, deskripsi, dan nominal transaksi di rekening koran dengan transaksi yang sudah tercatat, lalu menandai yang cocok secara langsung.
  • Penjurnalan otomatis lewat bank rules: untuk transaksi yang berulang seperti biaya admin bank, pengguna bisa membuat aturan rekonsiliasi terlebih dahulu, sehingga hasil pencocokan langsung tercatat sebagai jurnal tanpa input manual.

Integrasi API antara software akuntansi dan bank ini juga sejalan dengan Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) yang ditetapkan Bank Indonesia sejak Agustus 2021. Standar ini mengatur protokol komunikasi, keamanan data, dan interoperabilitas antar sistem pembayaran, termasuk keterhubungan antara bank dan platform keuangan seperti software akuntansi.

Manfaat Rekonsiliasi Bank Otomatis Dibanding Manual

Beberapa manfaat utama beralih ke rekonsiliasi otomatis adalah sebagai berikut.

  • Menghemat waktu tim keuangan. Tidak perlu lagi mencetak dan mencocokkan rekening koran satu per satu setiap bulan.
  • Meminimalisir human error. Pencocokan otomatis mengurangi risiko salah input, pencatatan ganda, dan perbedaan waktu pencatatan yang sering terjadi pada proses manual.
  • Mendeteksi selisih lebih cepat. Sistem langsung menandai transaksi yang tidak cocok, sehingga selisih kas bisa segera ditelusuri sebelum menumpuk.
  • Laporan arus kas selalu real-time. Karena mutasi rekening masuk secara berkala, posisi kas perusahaan bisa dipantau kapan saja tanpa menunggu akhir bulan.

Kriteria Memilih Software Rekonsiliasi Bank yang Tepat

Ada banyak software akuntansi yang mengklaim punya fitur rekonsiliasi otomatis. Berikut kriteria yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan.

  • Cakupan bank rekanan: pastikan software sudah bekerja sama resmi dengan bank yang digunakan perusahaan, seperti BCA, Bank Mandiri, BNI, atau CIMB Niaga.
  • Kemampuan API atau direct feeds: software idealnya bisa menarik mutasi rekening secara otomatis dan berkala, bukan hanya mendukung impor file rekening koran secara manual.
  • Fitur bank rules: kemampuan membuat aturan pencocokan dan penjurnalan otomatis untuk transaksi berulang akan sangat menghemat waktu tim keuangan.
  • Standar keamanan data: periksa apakah software memiliki sertifikasi keamanan seperti ISO/IEC 27001, mengingat data mutasi rekening bersifat sensitif.
  • Integrasi dengan laporan keuangan: hasil rekonsiliasi sebaiknya langsung terhubung ke laporan arus kas dan laporan keuangan lain, bukan berdiri sendiri sebagai modul terpisah.

Contoh Penerapan Rekonsiliasi Bank Otomatis

Agar lebih mudah dipahami, berikut simulasi sederhana penerapannya pada bisnis kecil.

Studi kasus: PT Sinar Abadi Teknologi mencatat saldo kas menurut buku perusahaan sebesar Rp85.000.000 pada akhir Maret. Setelah mutasi rekening ditarik otomatis ke sistem, ditemukan dua transaksi yang belum tercatat di buku perusahaan.

TransaksiNominalKeterangan
Biaya admin bankRp150.000Sudah dipotong bank, belum dicatat perusahaan
Pendapatan bunga bankRp250.000Sudah masuk ke rekening, belum dicatat perusahaan

Sistem menandai kedua transaksi ini sebagai selisih dan menyarankan jurnal penyesuaian berikut.

AkunDebitKredit
Beban Administrasi BankRp150.000
Kas dan BankRp150.000
Kas dan BankRp250.000
Pendapatan BungaRp250.000

Setelah jurnal penyesuaian ini diterapkan, saldo kas menurut buku perusahaan menjadi Rp85.100.000 (Rp85.000.000 dikurangi Rp150.000 ditambah Rp250.000), sesuai dengan saldo di rekening koran. Tanpa otomatisasi, kedua transaksi kecil ini bisa saja terlewat dan baru ditemukan saat audit akhir tahun.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Beralih ke Rekonsiliasi Otomatis

Beberapa hal berikut perlu dipastikan sebelum dan selama menggunakan rekonsiliasi bank otomatis.

  • Pastikan bank sudah terhubung dengan sistem. Tidak semua bank memiliki kerja sama direct feeds dengan setiap software, jadi periksa dulu daftar bank rekanan.
  • Susun chart of account yang rapi. Bank rules bekerja berdasarkan kategori akun, sehingga struktur akun yang jelas akan membuat penjurnalan otomatis lebih akurat.
  • Tetap lakukan audit berkala. Meski proses sudah otomatis, sebaiknya tim keuangan tetap meninjau hasil rekonsiliasi setiap bulan untuk memastikan tidak ada transaksi yang lolos pencocokan.

Baca Juga: Rekonsiliasi Otomatis dan Cashlink Transfer dengan Mekari Jurnal

Otomatiskan Rekonsiliasi Bank Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal

Rekonsiliasi bank yang masih dilakukan manual membuat tim keuangan kehilangan waktu untuk hal yang bisa dikerjakan sistem.

Dengan fitur Cashlink & Bank dari Mekari Jurnal, mutasi rekening ditarik otomatis lewat API, dicocokkan dengan transaksi yang sudah tercatat, lalu langsung dijurnalkan sesuai aturan yang dibuat sebelumnya. Mekari Jurnal juga sudah terhubung dengan berbagai bank ternama di Indonesia, termasuk BCA, Bank Mandiri, CIMB Niaga, dan BNI, dengan data yang tersimpan pada standar keamanan setara sertifikasi ISO/IEC 27001.

Otomatiskan rekonsiliasi bank bisnis Anda sekarang dengan Mekari Jurnal!

Referensi

  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan.
  • Bank Indonesia. Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP).

Kategori : Cost Accounting

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami