Buku Besar Pembantu: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, Sumber Pencatatan dan Contoh Transaksi Lengkap Highlights Buku besar pembantu berperan dalam memecah akun besar dalam buku besar umum menjadi rincian komponen yang lebih kecil untuk mudah dipahami dan ditelusuri Melalui pencatatan yang terpisah per entitas, perusahaan bisa lebih cepat untuk mendeteksi selisih, meminimalisir kesalahan, dan menjaga konsistensi saldo Pengelolaan buku besar pembantu akan semakin lebih rapi dan minim kesalahan apabila dibantu dengan sistem akuntansi yang terintegrasi, seperti Mekari Jurnal, yang dapat dikerjakan secara otomatis, real-time, dan terintegrasi langsung ke laporan keuangan Seiring meningkatnya volume transaksi dan kompleksitas bisnis, praktik akuntansi modern berkembang dengan menerapkan sistem pencatatan yang lebih detail dengan menyajikan informasi keuangan secara rinci, terstruktur, dan dapat ditelusuri hingga ke tingkat unit terkecil.Praktik ini dikenal dengan pencatatan buku besar pembantu yang berfungsi memecah satu akun besar di buku besar menjadi rincian yang lebih detail.Buku besar pembantu bisa menjadi fondasi yang krusial dalam melakukan pengendalian internal serta membangun sistem pembukuan yang akurat dan berkelanjutan. Apa Itu Buku Besar Pembantu?Buku besar pembantu atau subsidiary ledger adalah catatan akuntansi yang berfungsi mencatat rincian transaksi dari satu akun tertentu yang terdapat di dalam buku besar umum.Nantinya, di setiap buku besar pembantu akan selalu berkaitan dengan akun kontrol di buku besar umum. Seperti contohnya, total saldo dari seluruh akun dalam buku besar pembantu harus sama dengan saldo akun kontrol yang bersangkutan.Hal ini yang menjadikan buku besar pembantu menjadi alat penting yang bisa menjaga konsistensi, transparansi, dan validitas data keuangan perusahaan dengan baik dan optimal.Fungsi Buku Besar Pembantu dalam AkuntansiDalam menjalankan aktivitas keuangan sehari, tantangan utama bukan hanya mencatat transaksi dengan akurat, namun juga harus memahami apa sebenarnya yang terjadi di balik angka-angka tersebut.Untuk mendapatkan jawaban tersebut, di sinilah peran buku besar pembantu yang bisa menjawab tidak hanya kebutuhan administratif, namun juga kebutuhan strategis dan keputusan bisnis.Beberapa fungsi dari buku besar pembantu dalam pengelolaan akuntansi, yaitu:1. Mencatat Transaksi Secara Detail dan TerstrukturBuku besar pembantu mampu mencatat setiap transaksi ke level paling spesifik, seperti per pelanggan, per pemasok, atau per aset yang sangat dibutuhkan dalam mengelola akun dengan volume transaksi tinggi, seperti piutang dan utang.Tim bisa melihat riwayat transaksi suatu pihak secara keseluruhan tanpa harus menelusuri jurnalnya satu per satu.Baca Juga: Sistem Akuntansi Piutang: Pengertian, Tujuan, Komponen dan Cara Mengelolanya untuk Optimalkan Arus Kas2. Menjaga Akurasi dan Mempercepat Penelusuran KesalahanPencatatan yang terpisah pada setiap entitas, membantu memastikan setiap selisih atau ketidaksesuaian saldo menjadi lebih mudah diidentifikasi.Ketika menemukan perbedaan nominal, sumber akan langsung ditelusuri dengan cepat. Hal ini membantu meminimalkan risiko kesalahan berulang dan meningkatkan kualitas data keuangan.3. Mempermudah Penyusunan Laporan Keuangan yang AndalPenyusunan laporan keuangan akan terasa semakin mudah apabila bertumbu pada data yang rapi dan konsisten.Buku besar pembantu menyediakan data rinci yang dibutuhkan untuk menyusun laporan piutang, utang, dan aset secara akurat.4. Memperkuat Pengendalian Internal PerusahaanManajemen dapat memastikan tidak ada saldo yang tidak wajar dan menajaga kontrol internal yang kuat melalui transparansi saldo per pelanggan, pemasok, atau aset.5. Mendukung Analisis dan Keputusan Bisnis yang Lebih TepatBuku besar pembantu bisa menjadi sumber informasi granular yang bernilai strategis dalam membantu manajemen menilai kelayakan kredit pelanggan, efektivitas pengelolaan utang, hingga efisiensi pemanfaatan aset.Jenis-Jenis Buku Besar PembantuDalam praktik akuntansi perusahaan, terdapat beberapa jenis buku besar pembantu yang digunakan sesuai kebutuhan operasional bisnisnya.1. Buku Besar Pembantu PiutangPertama, terdapat buku besar pembantu piutang yang berfungsi mencatat seluruh transaksi piutang usaha secara rinci per pelanggan.Informasi yang tercatat meliputi penjualan kredit, pelunasan piutang, retur penjualan, hingga saldo piutang per pelanggan.Jenis buku besar ini penting dalam mengelola perputaran modal kerja yang efektif dan dapat ditelusuri untuk setiap pelanggan.2. Buku Besar Pembantu UtangBuku besar pembantu utang berisikan catatan kewajiban usaha secara rinci per pemasok agar perusahaan lebih mudah memantau saldo utang dan terhindar dari keterlambatan pembayaran.Buku besar pembantu ini umumnya berisi komponen terkait pembelian kredit, pembayaran utang, retur pembelian, dan saldo utang per pemasok.3. Buku Besar Pembantu PersediaanSering digunakan juga khususnya dalam perusahaan manufaktur dan dagang, buku besar pembantu persediaan berisikan catatan detail terkait pergerakan dan saldo persediaan, baik per jenis barang maupun per lokasi..Peran buku besar pembantu ini bertujuan untuk menjaga akurasi stok dan efisiensi operasional.4. Jenis Buku Besar Pembantu Lain (Opsional)Selain ketiga jenis buku besar pembantu tersebut, masih terdapat beberapa jenis lain yang telah disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan kompleksitas bisnis.Jenis-jenis ini, antara lain: Buku besar pembantu aset tetap Buku besar pembantu biaya dibayar dimuka Pendapatan diterima dimuka Investasi tertentu Sumber Pencatatan Buku Besar PembantuSetiap angka yang tercantum dalam buku besar pembantu tidak berdiri sendiri. Di baliknya selalu ada bukti transaksi nyata yang menjadi dasar pencatatan.Sumber-sumber inilah yang memastikan bahwa setiap transaksi dicatat secara akurat, konsisten, dan dapat ditelusuri kembali ke aktivitas bisnis yang sebenarnya.Dalam praktiknya, dokumen yang menjadi sumber pencatatan utama biasanya pada: Faktur penjualan, sebagai dasar pencatatan buku besar pembantu piutang Faktur pembelian, menjadi sumber utama buku besar pembantu utang Nota debit dan nota kredit, digunakan untuk koreksi atau penyesuaian transaksi Bukti kas masuk dan kas keluar, untuk mencatat penerimaan dan pembayaran Jurnal khusus dan jurnal umum, sebagai dasar pemindahan transaksi ke buku besar pembantu Baca Juga: 11 Jenis Bukti Transaksi Penting untuk Pencatatan KeuanganContoh Transaksi dan Format Buku Besar PembantuUntuk melihat bagaimana buku besar pembantu digunakan dalam praktik akuntansi, berikut terdapat beberapa contoh jenis beserta formatnya.1. Format Buku Besar Pembantu Piutang Tanggal Keterangan Ref Debit (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp) 10/08/2025 Penjualan Kredit INV-001 10.000.000 – 10.000.000 15/08/2025 Pembayaran RCPT-01 – 3.000.000 7.000.000 2. Format Buku Besar Pembantu Utang Tanggal Keterangan Ref Debit (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp) 05/08/2025 Pembelian Kredit INV-021 – 8.000.000 8.000.000 20/08/2025 Pembayaran BK-015 5.000.000 – 3.000.000 3. Format Buku Besar Pembantu PersediaanContoh buku besar pembantu persediaan adalah sebagai berikut: Tanggal Keterangan Ref Pembelian Penjualan Saldo Persediaan Jan 1 Persediaan Awal – 50 (Rp 200.000) Rp10.000.000 Jan 3 Pembelian GJ1 260.000 – Jan 7 Retur Pembelian GJ1 (260.000) – Berikut terdapat template format tabel yang bisa digunakan:Sumber: kibrispdr.orgCara Membuat Buku Besar PembantuDalam membuat buku besar pembantu, tantangan utamanya terletak pada kedisiplinan proses dan konsistensi pencatatan.Melalui pendekatan yang sistematis, penyusunan dapat semakin mudah dan tidak menjadi beban administratif tambahan.Untuk membuat buku besar pembantu yang rapi, akurat, dan siap direkonsiliasi, Anda bisa lakukan mulai dari: Siapkan format pencatatan, bisa menggunakan spreadsheet atau sistem akuntansi digital Kumpulkan bukti transaksi dan pastikan bahwa seluruh dokumen valid dan lengkap Catat waktu transaksi secara kronologis sesuai tanggal dan jenis transaksi Hitung saldo pada setiap akun pembantu, mulai dari per pelanggan, per pemasok, atau per aset Rekonsiliasi dengan akun kontrol dan pastikan total buku besar pembantu sama dengan saldo akun di buku besar umum Baca Juga: Fitur Pembukuan Mekari Jurnal: Keunggulan dan Tips Memilih Software TerbaikKesimpulanBuku besar pembantu menjadi fondasi pendukung dengan menyediakan rincian transaksi yang mendalam. Dengan begitu, perusahaan dapat meningkatkan akurasi pencatatan serta memperkuat pengendalian internal.Dalam praktik modern, pengelolaan buku besar pembantu manual cukup berisiko, memakan waktu, dan rawan kesalahan.Mekari Jurnal sebagai software akuntansi terintegrasi berbasis cloud hadir sebagai solusi efektif yang dapat membantu pengelolaan pencatatan transaksi Anda secara otomatis dan real-time.Seluruh transaksi tercatat otomatis, tersinkronisasi dengan buku besar utama, dan langsung terhubung ke laporan keuangan tanpa proses manual yang kompleks.Coba gratis sekarang dan rasakan pengelolaan operasional yang lebih efisien dan profesional!Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:AccountingCoach, “What is the purpose of subsidiary ledgers?”.LibreTexts Business, “Prepare a Subsidiary Ledger”. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Buku Besar Pembantu: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, Sumber Pencatatan dan Contoh Transaksi Lengkap Highlights Buku besar pembantu berperan dalam memecah akun besar dalam buku besar umum menjadi rincian komponen yang lebih kecil untuk mudah dipahami dan ditelusuri Melalui pencatatan yang terpisah per entitas, perusahaan bisa lebih cepat untuk mendeteksi selisih, meminimalisir kesalahan, dan menjaga konsistensi saldo Pengelolaan buku besar pembantu akan semakin lebih rapi dan minim kesalahan apabila dibantu dengan sistem akuntansi yang terintegrasi, seperti Mekari Jurnal, yang dapat dikerjakan secara otomatis, real-time, dan terintegrasi langsung ke laporan keuangan Seiring meningkatnya volume transaksi dan kompleksitas bisnis, praktik akuntansi modern berkembang dengan menerapkan sistem pencatatan yang lebih detail dengan menyajikan informasi keuangan secara rinci, terstruktur, dan dapat ditelusuri hingga ke tingkat unit terkecil.Praktik ini dikenal dengan pencatatan buku besar pembantu yang berfungsi memecah satu akun besar di buku besar menjadi rincian yang lebih detail.Buku besar pembantu bisa menjadi fondasi yang krusial dalam melakukan pengendalian internal serta membangun sistem pembukuan yang akurat dan berkelanjutan. Apa Itu Buku Besar Pembantu?Buku besar pembantu atau subsidiary ledger adalah catatan akuntansi yang berfungsi mencatat rincian transaksi dari satu akun tertentu yang terdapat di dalam buku besar umum.Nantinya, di setiap buku besar pembantu akan selalu berkaitan dengan akun kontrol di buku besar umum. Seperti contohnya, total saldo dari seluruh akun dalam buku besar pembantu harus sama dengan saldo akun kontrol yang bersangkutan.Hal ini yang menjadikan buku besar pembantu menjadi alat penting yang bisa menjaga konsistensi, transparansi, dan validitas data keuangan perusahaan dengan baik dan optimal.Fungsi Buku Besar Pembantu dalam AkuntansiDalam menjalankan aktivitas keuangan sehari, tantangan utama bukan hanya mencatat transaksi dengan akurat, namun juga harus memahami apa sebenarnya yang terjadi di balik angka-angka tersebut.Untuk mendapatkan jawaban tersebut, di sinilah peran buku besar pembantu yang bisa menjawab tidak hanya kebutuhan administratif, namun juga kebutuhan strategis dan keputusan bisnis.Beberapa fungsi dari buku besar pembantu dalam pengelolaan akuntansi, yaitu:1. Mencatat Transaksi Secara Detail dan TerstrukturBuku besar pembantu mampu mencatat setiap transaksi ke level paling spesifik, seperti per pelanggan, per pemasok, atau per aset yang sangat dibutuhkan dalam mengelola akun dengan volume transaksi tinggi, seperti piutang dan utang.Tim bisa melihat riwayat transaksi suatu pihak secara keseluruhan tanpa harus menelusuri jurnalnya satu per satu.Baca Juga: Sistem Akuntansi Piutang: Pengertian, Tujuan, Komponen dan Cara Mengelolanya untuk Optimalkan Arus Kas2. Menjaga Akurasi dan Mempercepat Penelusuran KesalahanPencatatan yang terpisah pada setiap entitas, membantu memastikan setiap selisih atau ketidaksesuaian saldo menjadi lebih mudah diidentifikasi.Ketika menemukan perbedaan nominal, sumber akan langsung ditelusuri dengan cepat. Hal ini membantu meminimalkan risiko kesalahan berulang dan meningkatkan kualitas data keuangan.3. Mempermudah Penyusunan Laporan Keuangan yang AndalPenyusunan laporan keuangan akan terasa semakin mudah apabila bertumbu pada data yang rapi dan konsisten.Buku besar pembantu menyediakan data rinci yang dibutuhkan untuk menyusun laporan piutang, utang, dan aset secara akurat.4. Memperkuat Pengendalian Internal PerusahaanManajemen dapat memastikan tidak ada saldo yang tidak wajar dan menajaga kontrol internal yang kuat melalui transparansi saldo per pelanggan, pemasok, atau aset.5. Mendukung Analisis dan Keputusan Bisnis yang Lebih TepatBuku besar pembantu bisa menjadi sumber informasi granular yang bernilai strategis dalam membantu manajemen menilai kelayakan kredit pelanggan, efektivitas pengelolaan utang, hingga efisiensi pemanfaatan aset.Jenis-Jenis Buku Besar PembantuDalam praktik akuntansi perusahaan, terdapat beberapa jenis buku besar pembantu yang digunakan sesuai kebutuhan operasional bisnisnya.1. Buku Besar Pembantu PiutangPertama, terdapat buku besar pembantu piutang yang berfungsi mencatat seluruh transaksi piutang usaha secara rinci per pelanggan.Informasi yang tercatat meliputi penjualan kredit, pelunasan piutang, retur penjualan, hingga saldo piutang per pelanggan.Jenis buku besar ini penting dalam mengelola perputaran modal kerja yang efektif dan dapat ditelusuri untuk setiap pelanggan.2. Buku Besar Pembantu UtangBuku besar pembantu utang berisikan catatan kewajiban usaha secara rinci per pemasok agar perusahaan lebih mudah memantau saldo utang dan terhindar dari keterlambatan pembayaran.Buku besar pembantu ini umumnya berisi komponen terkait pembelian kredit, pembayaran utang, retur pembelian, dan saldo utang per pemasok.3. Buku Besar Pembantu PersediaanSering digunakan juga khususnya dalam perusahaan manufaktur dan dagang, buku besar pembantu persediaan berisikan catatan detail terkait pergerakan dan saldo persediaan, baik per jenis barang maupun per lokasi..Peran buku besar pembantu ini bertujuan untuk menjaga akurasi stok dan efisiensi operasional.4. Jenis Buku Besar Pembantu Lain (Opsional)Selain ketiga jenis buku besar pembantu tersebut, masih terdapat beberapa jenis lain yang telah disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan kompleksitas bisnis.Jenis-jenis ini, antara lain: Buku besar pembantu aset tetap Buku besar pembantu biaya dibayar dimuka Pendapatan diterima dimuka Investasi tertentu Sumber Pencatatan Buku Besar PembantuSetiap angka yang tercantum dalam buku besar pembantu tidak berdiri sendiri. Di baliknya selalu ada bukti transaksi nyata yang menjadi dasar pencatatan.Sumber-sumber inilah yang memastikan bahwa setiap transaksi dicatat secara akurat, konsisten, dan dapat ditelusuri kembali ke aktivitas bisnis yang sebenarnya.Dalam praktiknya, dokumen yang menjadi sumber pencatatan utama biasanya pada: Faktur penjualan, sebagai dasar pencatatan buku besar pembantu piutang Faktur pembelian, menjadi sumber utama buku besar pembantu utang Nota debit dan nota kredit, digunakan untuk koreksi atau penyesuaian transaksi Bukti kas masuk dan kas keluar, untuk mencatat penerimaan dan pembayaran Jurnal khusus dan jurnal umum, sebagai dasar pemindahan transaksi ke buku besar pembantu Baca Juga: 11 Jenis Bukti Transaksi Penting untuk Pencatatan KeuanganContoh Transaksi dan Format Buku Besar PembantuUntuk melihat bagaimana buku besar pembantu digunakan dalam praktik akuntansi, berikut terdapat beberapa contoh jenis beserta formatnya.1. Format Buku Besar Pembantu Piutang Tanggal Keterangan Ref Debit (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp) 10/08/2025 Penjualan Kredit INV-001 10.000.000 – 10.000.000 15/08/2025 Pembayaran RCPT-01 – 3.000.000 7.000.000 2. Format Buku Besar Pembantu Utang Tanggal Keterangan Ref Debit (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp) 05/08/2025 Pembelian Kredit INV-021 – 8.000.000 8.000.000 20/08/2025 Pembayaran BK-015 5.000.000 – 3.000.000 3. Format Buku Besar Pembantu PersediaanContoh buku besar pembantu persediaan adalah sebagai berikut: Tanggal Keterangan Ref Pembelian Penjualan Saldo Persediaan Jan 1 Persediaan Awal – 50 (Rp 200.000) Rp10.000.000 Jan 3 Pembelian GJ1 260.000 – Jan 7 Retur Pembelian GJ1 (260.000) – Berikut terdapat template format tabel yang bisa digunakan:Sumber: kibrispdr.orgCara Membuat Buku Besar PembantuDalam membuat buku besar pembantu, tantangan utamanya terletak pada kedisiplinan proses dan konsistensi pencatatan.Melalui pendekatan yang sistematis, penyusunan dapat semakin mudah dan tidak menjadi beban administratif tambahan.Untuk membuat buku besar pembantu yang rapi, akurat, dan siap direkonsiliasi, Anda bisa lakukan mulai dari: Siapkan format pencatatan, bisa menggunakan spreadsheet atau sistem akuntansi digital Kumpulkan bukti transaksi dan pastikan bahwa seluruh dokumen valid dan lengkap Catat waktu transaksi secara kronologis sesuai tanggal dan jenis transaksi Hitung saldo pada setiap akun pembantu, mulai dari per pelanggan, per pemasok, atau per aset Rekonsiliasi dengan akun kontrol dan pastikan total buku besar pembantu sama dengan saldo akun di buku besar umum Baca Juga: Fitur Pembukuan Mekari Jurnal: Keunggulan dan Tips Memilih Software TerbaikKesimpulanBuku besar pembantu menjadi fondasi pendukung dengan menyediakan rincian transaksi yang mendalam. Dengan begitu, perusahaan dapat meningkatkan akurasi pencatatan serta memperkuat pengendalian internal.Dalam praktik modern, pengelolaan buku besar pembantu manual cukup berisiko, memakan waktu, dan rawan kesalahan.Mekari Jurnal sebagai software akuntansi terintegrasi berbasis cloud hadir sebagai solusi efektif yang dapat membantu pengelolaan pencatatan transaksi Anda secara otomatis dan real-time.Seluruh transaksi tercatat otomatis, tersinkronisasi dengan buku besar utama, dan langsung terhubung ke laporan keuangan tanpa proses manual yang kompleks.Coba gratis sekarang dan rasakan pengelolaan operasional yang lebih efisien dan profesional!Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:AccountingCoach, “What is the purpose of subsidiary ledgers?”.LibreTexts Business, “Prepare a Subsidiary Ledger”.