Metode harga pokok pesanan merupakan metode pengumpulan biaya produksi untuk menetapkan harga pokok produksi yang dibuat perusahaan berdasarkan pesanan. Dalam perhitungan biaya job order, setiap pesanan merupakan satuan akuntansi yang didalamnya dibebankan biaya bahan, upah, dan biaya overhead dengan menggunakan nomor order dan biaya untuk setiap pesanan pelanggan dicatat dalam kartu biaya job order.

 

Tujuan dari metode harga pokok pesanan adalah untuk menentukan harga pokok produk masing-masing pesanan, baik secara keseluruhan dari setiap pesanan atau persatuan. Metode ini menghitung biaya-biaya produksi dari pesanan tertentu yang dikumpulkan dan kemudian kalkulasi harga pokok produksi persatuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut. Untuk lebih jelas memahami tentang harga pokok pesanan, di bawah ini akan kita bahas secara langsung cara menyelesaikan jurnal perhitungan dengan metode harga pokok pesanan

 

Contoh Soal Menghitung Harga Pokok Pesanan

PT Lestari Jaya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang percetakan dengan menggunakan metode harga pokok pesanan. Pada bulan November 2018 perusahaan mendapat pesanan untuk mencetak brosur sebanyak 5.000 lembar dari CV Kinanti dengan harga yang dibebankan adalah Rp2.500 per lembar. Pada bulan yang sama perusahaan juga menerima pesanan sebanyak 50 spanduk dari CV Lancar dengan harga Rp425.000 per buah. Pesanan dari CV Kinanti diberi kode pesanan ELANG-0 dan pesanan dari CV Lancar diberi nomor ELANG-02.

 

Data Kegiatan dan Produksi

a. Pada tanggal 11 November 2014 dibeli bahan baku dan penolong dengan cara kredit yakni sebagai berikut:

Bahan Baku

Kertas untuk brosur Rp2.150.000

Kain putih 200 meter Rp3.750.000

Bahan Penolong

Bahan Penolong B1 Rp450.000

Bahan Penolong B2 Rp550.000

 

b. Dalam pemakaian bahan baku dan penolong untuk memproses pesanan ELANG-01 dan ELANG-02 diperoleh informasi sebagai berikut:

Bahan baku kertas dan bahan penolong B1 digunakan untuk memproses pesanan ELANG-01, sedangkan bahan baku kain dan bahan penolong B2 dipakai untuk memproses pesanan ELANG-02.

 

c. Untuk penentuan Biaya Tenaga Kerja yang dikeluarkan oleh departemen produksi menggunakan dasar jam tenaga kerja langsung dengan perhitungan sebagai berikut.

– Upah langsung untuk pesanan ELANG-01 240 jam @Rp9.000.

– Upah langsung untuk pesanan ELANG-02 menghabiskan sebanyak 360 jam @Rp9.000.

– Upah tidak langsung adalah Rp2.500.000.

– Gaji Karyawan Bagian Pemasaran dikeluarkan sebesar Rp4.000.000.

– Gaji Karyawan Bagian Administrasi & Umum sebesar Rp2.250.000.

 

d. Pencatatan Biaya Overhead Pabrik. Perusahaan dalam hal ini menggunakan tarif BOP sebesar 150% dari Biaya Tenaga Kerja Langsung, baik pesanan ELANG-01 dan ELANG-02. Biaya overhead pabrik sesungguhnya terjadi dalam kaitannya dengan pesanan di atas, adalah sebagai berikut.

– Biaya pemeliharaan gedung Rp500.000

– Biaya depresiasi gedung pabrik Rp1.000.000

– Biaya depresiasi mesin Rp1.500.000

– Biaya pemeliharaan mesin Rp250.000

– Biaya asuransi gedung pabrik & mesin Rp750.000

 

e. Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi. Berdasarkan informasi untuk pesanan ELANG-01 telah selesai dikerjakan.

 

f. Pencatatan Harga Pokok Produk Dalam Proses. Berdasarkan informasi diketahui bahwa untuk pesanan ELANG-02 masih dalam proses penyelesaian.

 

g. Pencatatan Harga Pokok Produk yang dijual. Pesanan ELANG-01 telah diserahkan kepada pemesan. Dan dari penyerahan tersebut pemesan akan membayar dengan cara kredit.

 

DIMINTA

Berdasarkan informasi di atas, buatlah jurnal yang diperlukan berdasarkan Metode Harga Pokok Pesanan.

 

Metode Harga Pokok Pesanan

Jurnal-Jurnal yang diperlukan:

1. Pencatatan Pembelian Bahan Baku & Penolong

Persediaan Bahan Baku

5.900.000

Utang Dagang

5.900.000

Persediaan Bahan Penolong

1.000.000

Utang Dagang

1.000.000

 

2. Pencatatan Pemakaian Bahan Baku & Penolong

BDP – Biaya Bahan Baku

5.900.000

Persediaan Bahan Baku

5.900.000

BOP – Sesungguhnya

1.000.000

Persediaan Bahan Penolong

1.000.000

 

3. Pencatatan Biaya Tenaga Kerja

a. Pencatatan Biaya Tenaga Kerja yang terutang

Gaji dan Upah

14.150.000

Utang Gaji & Upah

14.150.000

 

b. Pencatatan Distribusi Biaya TK

 

Biaya TK Langsung    

5.400.000

Biaya TK Tidak Langsung    

2.500.000

Biaya Pemasaran

4.000.000

Biaya Administrasi & Umum

2.250.000

 

Gaji & Upah

14.150.000

 

c. Pembayaran Gaji & Upah

 

Utang Gaji & Upah

14.150.000

Kas

14.150.000

 

4. Pencatatan Biaya Overhead Pabrik

BDP – Biaya Overhead Pabrik

8.100.000

BOP yang Dibebankan

8.100.000

BOP yang Sesungguhnya

4.000.000

Persediaan Bahan Bangunan

500.000

Akum. Depr. Gedung Pabrik

1.000.000

Akum. Depr. Mesin

1.500.000

Persediaan Suku Cadang

250.000

Persekot Asuransi  

750.000

BOP yang Dibebankan

8.100.000

BOP yang Sesungguhnya

8.100.000

 

Selisih BOP:

Untuk menentukan selisih BOP dicari dengan cara membandingkan antara jumlah BOP yang dibebankan dengan jumlah seluruh BOP yang sesungguhnya terjadi. Berdasarkan soal di atas, selisih BOP dapat ditentukan dengan cara :

 

BOP yang Sesungguhnya:

Jurnal No. #2 Rp1.000.000

Jurnal No. #3b Rp2.500.000

Jurnal No. #4 Rp4.000.000

Jumlah BOP yang Sesungguhnya Rp7.500.000

 

BOP yang Dibebankan Rp. 8.100.000

(Selisih pembebanan lebih)

Jurnal Selisih BOP

BOP yang Sesungguhnya

600.000

Selisih BOP

600.000

 

5. Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi (ELANG-01)

 

Persediaan Produk Jadi

8.000.000

BDP- Biaya Bahan Baku   

2.600.000

BDP- Biaya TK Langsung  

2.160.000

BDP- Biaya Overhead Pabrik

3.240.000

 

6. Pencatatan Harga Pokok Produk Dlm Proses (ELANG-02)

 

Persediaan PDP

12.400.000

BDP- Biaya Bahan Baku   

4.300.000

BDP- Biaya TK Langsung  

3.240.000

BDP- Biaya Overhead Pabrik

4.860.000

 

7. Pencatatan Harga Pokok Produk yang Dijual

 

Harga Pokok Produksi

8.000.000

Persediaan Produk jadi

8.000.000

Piutang Dagang

12.500.000

Harga Pokok Produksi  

12.500.000

 

Kompleksnya penghitungan dengan metode penetapan harga pokok pesanan pada sebuah produk, tentunya akan lebih mudah diatasi dan dihitung jika Anda menggunakan sistem akuntansi online yang secara otomatis akan mengolah data yang telah Anda simpan pada setiap pencatatan transaksi yang telah Anda lakukan.

Jurnal software akuntansi online, adalah salah satu platform penyedia layanan akuntansi yang secara praktis dan mudah bisa digunakan oleh siapapun dengan latar belakang usaha yang berbeda untuk memperoleh penghitungan dengan metode harga pokok pesanan secara cepat dan efisien. Melalui Jurnal, masalah akuntansi Anda, bukan lagi menjadi kendala besar untuk mendukung kesuksesan usaha. Dapatkan semua informasi tentang Jurnal, di sini.

Author