Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Buku Besar Umum vs Buku Besar Pembantu: Perbedaan dan Fungsinya

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Buku besar umum berperan sebagai pusat konsolidasi transaksi, sedangkan buku besar pembantu menyajikan rincian spesifik per akun
  • Kesesuaian saldo antara buku besar umum dan pembantu menjadi indikator penting dalam menjaga akurasi laporan keuangan
  • Mengadopsi sistem akuntansi modern seperti Mekari Jurnal membantu otomatisasi pencatatan dan rekonsiliasi buku besar secara real-time dan efisien

Buku besar menjadi alat bantu yang menjaga kesehatan finansial agar perusahaan tidak kehilangan arah dalam memantau arus kas, utang, maupun piutang yang berujung pada kegagalan pengambilan keputusan strategis.

Tanpa kehadiran catatan yang teroganisir, perusahaan akan sulit menemukan dasar penyusunan laporan keuangan utama yang dibutuhkan manajemen untuk melihat gambaran besar transaksi yang terjadi setiap harinya.

Buku besar menjadi sistem pencatatan perusahaan yang terstruktur, di mana laporan keuangan terbentuk dengan akurat dan kredibel.

Jika diulas lebih dalam, terdapat dua jenis buku besar yang sering digunakan, yaitu buku besar umum dan buku besar pembantu yang keduanya saling bekerja secara bersamaan.

Lalu, apa yang membedakan antara buku besar umum dan buku besar pembantu? Simak lebih lanjut dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini.

Pengertian Buku Besar Umum

tabel perbandingan perbedaan buku besar umum dan buku besar pembantu

Buku besar umum adalah kumpulan akun utama yang merangkum seluruh transaksi keuangan perusahaan dalam satu periode akuntansi sekaligus menampilkan gambaran menyeluruh transaksi.

Di dalamnya terdapat lima akun utama yang melengkapi buku besar umum, yaitu:

  • Aset: kas, piutang usaha, persediaan, dan aset tetap
  • Kewajiban: utang usaha, utang bank, dan beban yang masih harus dibayar
  • Ekuitas: modal pemilik dan laba ditahan
  • Pendapatan: pendapatan penjualan, dan pendapatan jasa
  • Beban: beban gaji, beban sewa, dan beban penyusutan

Buku besar dalam praktik akuntansi akan berperan sebagai pusat konsolidasi data di mana memiliki saldo yang merepresentasikan total akumulasi transaksi kemudian digunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan keuangan.

Semua jurnal transaksi yang telah dibuat akan di-posting ke buku besar umum, sehingga setiap akun memiliki riwayat saldo yang jelas dan terverifikasi.

Baca Juga: Cara Membuat Buku Besar Akuntansi Dengan Studi Kasus

Pengertian Buku Besar Pembantu

Jika buku besar umum menjadi tulang punggung dari sistem akuntansi perusahaan, maka buku besar pembantu mengambil peran sebagai alat yang menggambarkan lingkup yang lebih kecil namun detail.

Buku besar pembantu adalah catatan dokumen yang merinci berbagai transaksi dari akun-akun tertentu yang tercantum di dalam buku besar umum.

Ada beberapa jenis buku besar pembantu yang sering digunakan perusahaan, yaitu:

  • Buku besar pembantu piutang: mencatat detail tagihan kepada setiap pelanggan secara individual
  • Buku besar pembantu utang: merinci kewajiban pembayaran kepada masing-masing pemasok
  • Buku besar pembantu persediaan: mencatat pergerakan stok per jenis barang atau per lokasi gudang

Karena fokusnya yang lebih spesifik dan khusus, buku besar pembantu mampu mengelola volume transaksi yang besar secara detail tanpa membuat buku besar umum menjadi terlalu kompleks dan sulit dibaca.

Perbedaan Buku Besar Umum dan Buku Besar Pembantu

Untuk memudahkan Anda untuk melihat perbedaan antara buku besar umum dan buku besar pembantu, berikut tabel perbandingan dari keduanya.

Aspek Buku Besar Umum Buku Besar Pembantu
Fungsi Merangkum seluruh transaksi keuangan perusahaan Merinci transaksi dari akun tertentu
Tingkat Detail Ringkasan per akun Detail per entitas (pelanggan, pemasok, produk)
Isi Akun Semua akun akuntansi (aset, kewajiban, ekuitas, dll.) Akun spesifik seperti piutang, utang, atau persediaan
Peran dalam Laporan Dasar langsung penyusunan laporan keuangan Mendukung dan menjelaskan saldo akun di buku besar umum
Contoh Penggunaan Akun kas, akun pendapatan, akun beban Rincian piutang per pelanggan, rincian utang per pemasok
Sifat Data Agregat Granular

Jika ditelaah lebih dalam, buku besar umum memberikan ringkasan keuangan perusahaan, sedangkan buku besar pembantu lebih memfokuskan pada detail transaksi yang membentuk saldo tersebut.

Keduanya bekerja pada level yang berbeda, tetapi saling membutuhkan untuk menghasilkan informasi keuangan yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, terdapat satu poin penting yang tidak boleh dilupakan, yaitu saldo akun dalam buku besar pembantu harus selalu sama dengan saldo akun terkait di buku besar umum.

Apabila terdapat selisih di antara keduanya, hal ini mengindikasikan terdapat kesalahan pencatatan dan perlu dilakukan proses rekonsiliasi antara buku besar umum dan buku besar pembantu.

Baca Juga: Cara Membuat Buku Besar di Excel: Panduan Lengkap, Template dan Rumus Praktis

Hubungan Buku Besar Umum dan Buku Besar Pembantu

Walaupun secara fungsi dan detail informasi di dalamnya memiliki perbedaan yang signifikan, keduanya bekerja saling melengkapi di dalam alur sistem akuntansi.

Proses kerja keduanya akan berjalan dimulai dari:

  1. Setiap transaksi dicatat di jurnal umum atau jurnal khusus
  2. Transaksi yang melibatkan banyak detail di dalam akun akan di posting bersamaan ke dua tempat, yaitu ke buku besar pembantu yang relevan dan ke akun kontrol (controlling account) di buku besar umum
  3. Total dari seluruh transaksi dalam buku besar pembantu kemudian dirangkum ke dalam akun terkait di buku besar umum
  4. Saldo akhir pada buku besar pembantu harus selalu sama dengan saldo pada akun kontrol di buku besar umum

Proses rekonsiliasi menjadi penting sebagai mekanisme pengendalian internal agar memastikan tidak ada transaksi yang salah dengan menemukan apakah ada ketidakcocokan antara saldo buku besar umum dengan total buku besar pembantu.

Baca Juga: Cara Posting Jurnal Umum ke Buku Besar: Langkah, Penjelasan dan Contoh dalam Akuntansi

Kesimpulan

Buku besar umum dan buku besar pembantu bekerja dan diterapkan secara berdampingan untuk menjadi landasan yang akurat dan membangun sistem akuntansi yang sehat.

Tanpa buku besar umum, tidak ada gambaran konsolidasi yang digunakan menjadi dasar pengambilan keputusan, sedangkan tanpa buku besar pembantu, laporan keuangan hanya menjadi kumpulan angka yang sulit ditelusuri.

Seiring volume transaksi yang terus bertambah, cara manual seperti spreadsheet akan sulit untuk mengakomodir informasi yang detail. Agar dapat mengelola keduanya dengan efesien, perusahaan dapat mengadopsi sistem akuntansi yang lebih modern.

Mekari Jurnal hadir sebagai solusi akuntansi dan supply chain berbasis cloud yang merupakan bagian dari ekosistem Mekari yang mampu mengotomatiskan seluruh alur pencatatan secara real-time dan akurat.

Dengan Mekari Jurnal, Anda juga dapat memantau akun utang dan piutang secara detail, melakukan rekonsiliasi otomatis, serta menyusun berbagai laporan keuangan secara real-time.

Coba Mekari Jurnal GRATIS sekarang dan rasakan pengelolaan buku besar yang lebih efisien!

Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

UniversalCPAreview, “What is the difference between the general ledger and subsidiary ledger?”.

Wallstreetmojo, “General Ledger vs Sub Ledger”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami