Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
9 min read

Penjualan Sudah Digital, Closing Masih Manual: Pekerjaan di Antara Sistem yang Membebani Finance

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya
Direview oleh: Mekari Jurnal reviewer Dr.
Highlights
  • Transaksi yang tercatat secara digital belum otomatis siap digunakan untuk pelaporan keuangan. Finance masih perlu menyelaraskan data penjualan, pembayaran, persediaan, dan akuntansi.
  • Pertambahan kanal penjualan membawa variasi biaya, jadwal pencairan, dan format laporan. Kompleksitas ini dapat menambah pekerjaan meskipun setiap kanal sudah menggunakan sistem.
  • Closing yang lambat dapat bersumber dari kapasitas tim, kedisiplinan proses, atau keterhubungan sistem. Ketiganya membutuhkan respons berbeda.
  • Koreksi berulang, spreadsheet yang semakin sulit ditelusuri, dan ketergantungan pada orang tertentu merupakan tanda bahwa cara kerja Finance perlu ditinjau.
  • Langkah awalnya adalah memetakan perpindahan data dan membedakan kontrol yang diperlukan dari pekerjaan pengolahan ulang yang dapat dikurangi.

Penjualan hari itu sudah tercatat. Pelanggan membayar melalui kartu, QRIS, atau platform digital. Setiap outlet memiliki laporan, dan manajemen dapat melihat aktivitas penjualan dari sistem operasional.

Namun, ketika ditanya berapa pendapatan yang sudah diterima, transaksi mana yang masih menunggu pencairan, atau bagaimana margin setiap kanal, tim Finance belum dapat langsung menjawab.

Ada file yang harus digabungkan, setoran yang perlu diuraikan, dan potongan biaya yang harus dicocokkan. Data tersedia, tetapi hubungan antardatanya masih harus dibangun secara manual.

Closing keuangan tetap manual ketika pencatatan digital di masing-masing fungsi belum diikuti aliran data yang konsisten menuju akuntansi. Finance akhirnya menghabiskan waktu untuk menyiapkan angka sebelum dapat menjelaskan kinerja bisnis.

Dalam wawancara bersama Mekari Jurnal, Dr. Ervina Waty, CFO PT Champ Resto Indonesia Tbk, menyoroti pekerjaan yang muncul di antara sistem tersebut. Pengalamannya memberikan sudut pandang bagi perusahaan menengah dan besar yang terus menambah cabang, kanal penjualan, serta metode pembayaran.

Pertanyaan yang perlu diperhatikan manajemen adalah: ketika transaksi bertambah, apakah proses keuangan ikut menjadi lebih efisien, atau tim hanya semakin sibuk menyatukan data?

Transaksi Digital Belum Berarti Proses Keuangan Terhubung

Perusahaan dapat memiliki sistem yang berjalan baik di setiap fungsi, tetapi tetap menghadapi hambatan ketika informasi berpindah.

POS mencatat penjualan. Platform pembayaran menyediakan laporan pencairan. Sistem persediaan merekam pergerakan barang. Aplikasi akuntansi digunakan untuk pembukuan.

Masing-masing menjalankan tugasnya. Persoalan muncul ketika data dari satu sumber belum dapat digunakan oleh proses berikutnya tanpa penyesuaian tambahan.

Ervina menjelaskan:

“Dalam pengalaman saya, transaksi yang tercatat digital di point of sale (POS) tidak otomatis berarti proses keuangannya terhubung.”

Pernyataan tersebut memperjelas perbedaan antara transaksi yang sudah tercatat dan data yang sudah siap digunakan Finance.

Catatan penjualan dapat menunjukkan nilai transaksi pelanggan. Sementara itu, rekening bank menunjukkan dana yang diterima setelah potongan tertentu dan pada waktu berbeda. Untuk menyusun informasi keuangan yang utuh, Finance perlu menjelaskan hubungan keduanya.

Di titik ini, jumlah aplikasi yang digunakan belum cukup untuk menggambarkan kematangan proses. Hal yang lebih menentukan adalah seberapa banyak pekerjaan tambahan yang diperlukan agar informasi dari aplikasi tersebut dapat digunakan bersama.

Yang biasanya ikut bertambah di tim Finance justru pekerjaan di antara sistem, yaitu pekerjaan yang tidak terlihat di laporan tetapi menyita waktu.

Dr. Ervina Waty
Dr. Ervina Waty
Chief Financial Officer (CFO) di PT. Champ Resto Indonesia, Tbk

Skenario: Penjualan Selesai Hari Ini, Pencocokan Berlanjut Saat Closing

Bayangkan perusahaan restoran dengan sejumlah outlet dan beberapa kanal penjualan. Dalam satu hari, pelanggan membeli langsung, memesan untuk dibawa pulang, dan menggunakan platform pesan antar.

Seluruh penjualan tercatat secara digital. Namun, alur pembayaran dan informasi pendukungnya berbeda.

Pembayaran tunai perlu dicocokkan dengan setoran outlet. Pembayaran kartu dan metode digital mengikuti jadwal penyelesaian penyedia. Platform pesan antar dapat menggabungkan banyak pesanan dalam satu pencairan setelah memperhitungkan komisi dan promo.

Pada saat yang sama, data pemakaian bahan dan persediaan berasal dari pencatatan operasional lain.

Skenario ini merupakan ilustrasi berdasarkan pola yang dijelaskan narasumber, bukan pengungkapan sistem internal PT Champ Resto Indonesia Tbk.

Catatan yang Diterima FinanceApa yang DitunjukkanApa yang Masih Perlu Dijelaskan
Laporan POSPenjualan per outlet, kanal, dan metode pembayaranTransaksi mana yang sudah dibayar atau masih menunggu pencairan
Laporan platformPesanan, potongan, dan nilai pencairanBagaimana nilai penjualan berubah menjadi setoran bersih
Mutasi bankDana yang benar-benar diterimaPesanan dan periode penjualan yang tercakup dalam setiap setoran
Catatan persediaanPergerakan stok dan pemakaian bahanKesesuaian data operasional dengan pencatatan persediaan dan biaya
PembukuanTransaksi yang telah dicatat dalam akunKelengkapan dan konsistensinya dengan sumber operasional

Satu setoran bank dapat mewakili banyak pesanan. Sebaliknya, penjualan pada satu hari belum tentu seluruhnya diterima pada hari yang sama.

Perbedaan tersebut dapat dijelaskan melalui mekanisme pembayaran yang berlaku. Pekerjaan menjadi berat ketika tim harus menelusuri dan menyusun hubungan itu kembali setiap periode.

Menurut Ervina, aktivitas yang menyita waktu mencakup pencocokan setoran bank dengan penjualan per kanal, penggabungan file dari banyak outlet, input ulang transaksi, dan penguraian setoran gabungan.

Transaksi pelanggan sudah selesai. Pekerjaan untuk menjadikannya informasi keuangan masih berlanjut.

Mengapa Pertumbuhan Penjualan Dapat Menambah Beban Finance?

infografis volume transaksi digital di indonesia
Sumber: Diolah berdasarkan data dari Bank Indonesia dalam Tinjauan Kebijakan Moneter September 2026

Pertumbuhan transaksi digital memperbesar kebutuhan akan proses keuangan yang mampu menangani data secara konsisten.

Bank Indonesia dalam Tinjauan Kebijakan Moneter September 2026 melaporkan volume transaksi ritel melalui BI-FAST mencapai 549 juta transaksi, tumbuh 37,72% secara tahunan. Angka tersebut memberikan konteks pertumbuhan aktivitas transaksi digital, bukan ukuran langsung beban rekonsiliasi di perusahaan.

Bagi Finance, pertambahan volume menjadi lebih menantang ketika disertai variasi proses. Kanal baru dapat membawa struktur biaya yang berbeda. Metode pembayaran baru dapat memiliki jadwal pencairan tersendiri. Cabang baru menambah sumber data yang harus masuk tepat waktu.

Akibatnya, pertumbuhan bisnis membawa dua pekerjaan sekaligus: memproses lebih banyak transaksi dan memahami lebih banyak perbedaan.

Jika perpindahan data belum tertata, setiap tambahan kanal berpotensi menghasilkan spreadsheet, langkah pencocokan, atau penyesuaian baru. Beban kerja pun bertambah mengikuti kompleksitas operasional.

Kondisi ini menjelaskan mengapa digitalisasi penjualan belum selalu mempercepat closing. Kecepatan transaksi di bagian depan bisnis perlu diikuti kesiapan proses pengolahan data di belakangnya.

Dampaknya Terlihat Ketika Manajemen Membutuhkan Jawaban

Pekerjaan penggabungan dan pencocokan data sering dianggap sebagai bagian rutin dari closing. Dampaknya menjadi lebih jelas ketika manajemen membutuhkan jawaban yang belum dapat disediakan.

Outlet mana yang mengalami penurunan margin? Apakah promo masih menguntungkan setelah biaya kanal diperhitungkan? Mengapa penjualan meningkat, tetapi penerimaan kas belum bergerak sejalan?

Untuk menjawabnya, Finance memerlukan angka yang telah diperiksa dan dapat dijelaskan. Jika waktu terserap untuk membereskan perbedaan data, analisis harus menunggu.

Ada tiga konsekuensi yang perlu diperhatikan.

Pertama, waktu analisis menyempit. Tim menggunakan sebagian kapasitasnya untuk menyiapkan data, sehingga pembahasan penyebab perubahan kinerja tertunda.

Kedua, kemampuan pelaporan bergantung pada pengetahuan individu. Orang yang memahami format file, rumus, dan riwayat penyesuaian menjadi sangat penting dalam proses closing.

Ketiga, ekspansi menambah pekerjaan administratif. Pembukaan cabang atau kanal baru ikut menambah kebutuhan pengolahan data jika proses yang sama terus diperbanyak.

Kondisi ini menunjukkan bahwa efisiensi Finance perlu dinilai dari kesiapan informasi untuk digunakan. Laporan yang akhirnya selesai belum tentu menandakan proses yang mampu mendukung pertumbuhan secara berkelanjutan.

Sebelum Menambah Orang, Kenali Pola Keterlambatannya

Closing yang lambat tidak selalu disebabkan masalah integrasi. Dalam wawancara, Ervina membedakan persoalan kapasitas, kedisiplinan proses, dan keterhubungan sistem berdasarkan pola yang muncul.

Pembedaan ini penting karena respons yang tepat untuk satu penyebab belum tentu menyelesaikan penyebab lainnya.

Pola yang TerlihatKemungkinan PersoalanHal yang Perlu Ditinjau
Pekerjaan sudah terstandar, volumenya tinggi, dan koreksi berulang relatif terbatasKapasitas timPembagian tugas dan kecukupan kapasitas
Keterlambatan terkonsentrasi pada outlet atau pihak tertentuKedisiplinan prosesTenggat, kelengkapan dokumen, dan akuntabilitas
Selisih yang sama muncul setiap periode dan pengolahan manual terus bertambahKeterhubungan sistemPerpindahan data, keseragaman identitas, dan pemetaan
Beberapa pola muncul bersamaanKombinasi persoalanUrutan perbaikan berdasarkan hambatan utama

Jika laporan outlet selalu terlambat diserahkan, perusahaan perlu memperjelas tanggung jawab dan tenggat. Jika pekerjaan telah tertata tetapi volumenya melampaui kapasitas, penyesuaian sumber daya dapat membantu.

Namun, ketika orang yang berbeda tetap harus memperbaiki masalah data yang sama setiap bulan, perusahaan perlu melihat lebih jauh ke proses yang menghasilkan pekerjaan tersebut.

Menambah kapasitas mungkin mempercepat penyelesaian sementara. Penyebab pekerjaan ulang tetap perlu ditangani.

Lima Tanda Cara Kerja Finance Perlu Ditinjau

Tidak ada satu jumlah cabang atau volume transaksi yang otomatis menentukan kapan perusahaan memerlukan integrasi. Indikasinya lebih mudah dikenali melalui pola pekerjaan.

Berdasarkan penjelasan Ervina, lima tanda berikut layak menjadi perhatian:

  1. Setiap cabang atau kanal baru menambah langkah manual. Tim harus membuat rekap atau prosedur pencocokan tambahan setiap kali bisnis berkembang.
  2. Koreksi yang sama muncul dari bulan ke bulan. Angka diperbaiki, tetapi sumber ketidaksesuaian tetap menghasilkan pekerjaan baru.
  3. Closing bergantung pada satu atau dua orang. Ketidakhadiran mereka membuat proses melambat karena pengetahuan pengolahan data belum tertanam dalam proses.
  4. Spreadsheet semakin sulit dipahami dan ditelusuri. Banyak versi beredar, rumus sulit diperiksa, dan perubahan menimbulkan kekhawatiran.
  5. Konsolidasi semakin lama saat kompleksitas bertambah. Penambahan sumber data memperpanjang waktu sebelum laporan siap digunakan.

Ervina merangkum persoalan skalabilitas tersebut melalui pertanyaan:

“Kalau kita menambah sepuluh outlet, apakah kita harus menambah orang dengan proporsi yang sama?”

Pertanyaan itu membantu manajemen melihat hubungan antara pertumbuhan dan kebutuhan pekerjaan administratif.

Tambahan tenaga kerja dapat tetap diperlukan sesuai kebutuhan bisnis. Namun, jika sebagian besar kebutuhan tersebut berasal dari aktivitas menyalin, menggabungkan, dan memasukkan ulang data, prosesnya perlu ditinjau sebelum diperluas.

infografis cara kerja finance enterprise
Sumber: Diolah berdasarkan hasil wawancara dengan Dr.Ervina Waty

Pekerjaan Manual Mana yang Perlu Dikurangi?

Mengenali beban manual tidak berarti menghapus seluruh pemeriksaan manusia. Finance tetap memerlukan penilaian atas kewajaran angka, kelengkapan transaksi, dan koreksi yang akan dilakukan.

Perbedaannya terletak pada tujuan pekerjaan.

Jenis PekerjaanContohArah Perbaikan
Pengolahan ulang dataMengetik transaksi yang sudah tercatat di sistem lainKurangi input ulang melalui aliran data yang sesuai
Penyeragaman berulangMengubah format dan memetakan data yang sama setiap periodeTinjau standardisasi data dan pemetaan
Pemeriksaan kelengkapanMemastikan transaksi sumber telah masuk ke pembukuanPertahankan kontrol dengan dukungan informasi yang lebih mudah diperiksa
Penilaian kewajaranMeninjau perubahan margin atau transaksi yang tidak biasaPertahankan penilaian manusia
Persetujuan koreksiMenilai dan menyetujui penyesuaianPastikan kewenangan dan bukti pendukung jelas

Tujuan perbaikan adalah mengurangi pekerjaan persiapan yang berulang, sehingga perhatian tim dapat diarahkan pada hal yang memang membutuhkan pertimbangan.

Dengan cara ini, integrasi memiliki sasaran yang lebih konkret: membantu data mengalir secara konsisten dan membuat pemeriksaan lebih terarah.

Mulai dari Satu Alur Transaksi

Perusahaan tidak perlu langsung memetakan seluruh sistem untuk memahami persoalannya. Pilih satu kanal penjualan, lalu ikuti datanya sampai ke pembukuan.

Gunakan satu periode transaksi yang sudah selesai agar tim dapat melihat proses yang benar-benar dilakukan.

Pertanyaan AwalInformasi yang Dicatat
Dari mana transaksi berasal?Sistem, outlet, kanal, dan penanggung jawab sumber data
Bagaimana data masuk ke Finance?Koneksi langsung, impor file, email, atau input ulang
Apa yang dilakukan sebelum data dapat digunakan?Penggabungan, perubahan format, pemetaan, atau pencocokan
Mengapa langkah tersebut diperlukan?Kebutuhan kontrol atau ketidaksesuaian antarsumber
Apakah pekerjaan yang sama berulang?Frekuensi dan titik proses yang terus membutuhkan perbaikan

Pemetaan tersebut membantu perusahaan membicarakan kebutuhan integrasi berdasarkan pekerjaan nyata. Finance dapat menunjukkan titik yang menyita waktu, sementara IT dan operasional memperoleh konteks mengenai informasi yang dibutuhkan.

Ervina juga menekankan pentingnya proses yang tertata.

Teknologi mempercepat proses yang sudah tertata, tetapi tidak memperbaiki proses yang berantakan.

Dr. Ervina Waty
Dr. Ervina Waty
Chief Financial Officer (CFO) di PT. Champ Resto Indonesia, Tbk

Karena itu, sumber data acuan, identitas transaksi, dan tanggung jawab perlu dipahami bersama. Koneksi antarsistem akan lebih berguna ketika semua pihak memiliki pengertian yang konsisten atas data yang dipindahkan.

Di Mana Mekari Jurnal Dapat Membantu?

Ketika pemetaan menunjukkan banyak input ulang dan penggabungan data, perusahaan memiliki dasar untuk menilai kebutuhan sistem akuntansi yang terhubung dengan operasional.

Mekari Jurnal menyediakan kemampuan integrasi dengan POS, e-commerce, bank, dan sistem kustom. Dokumentasi produknya juga menjelaskan sinkronisasi transaksi penjualan dan inventaris melalui ekosistem POS dan e-commerce yang didukung.

Kemampuan tersebut relevan untuk membantu data operasional masuk ke pencatatan akuntansi dan mengurangi pekerjaan input ulang. Cakupan otomatisasinya perlu disesuaikan dengan aplikasi, konektor, serta proses yang digunakan perusahaan.

Kebutuhan awalnya dapat dirumuskan dengan sederhana: data apa yang masih harus dipindahkan secara manual, informasi apa yang harus tetap dapat ditelusuri, dan pemeriksaan apa yang harus dipertahankan?

Petakan satu alur penjualan hingga penerimaan pembayaran, lalu tandai setiap pekerjaan pengolahan ulang yang masih dilakukan Finance. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk mempelajari ekosistem integrasi Mekari Jurnal sesuai kebutuhan bisnis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang

Mengapa Closing Keuangan Masih Manual Meski Penjualan Sudah Digital?

Mengapa Closing Keuangan Masih Manual Meski Penjualan Sudah Digital?

Karena data penjualan belum tentu langsung selaras dengan data pembayaran, persediaan, dan akuntansi. Perbedaan format, waktu, serta rincian transaksi membuat Finance masih perlu menggabungkan dan mencocokkannya sebelum menyusun laporan.

Mengapa Penambahan Transaksi Membuat Rekonsiliasi Semakin Berat?

Mengapa Penambahan Transaksi Membuat Rekonsiliasi Semakin Berat?

Selain menambah volume, pertumbuhan dapat membawa kanal, struktur biaya, dan jadwal pencairan baru. Jika hubungan antardata belum tertata, tim harus menangani lebih banyak variasi melalui pekerjaan manual.

Apakah Closing yang Lambat Selalu Menunjukkan Masalah Integrasi?

Apakah Closing yang Lambat Selalu Menunjukkan Masalah Integrasi?

Tidak. Penyebabnya dapat berupa keterbatasan kapasitas, keterlambatan penyerahan dokumen, atau proses yang tidak disiplin. Masalah keterhubungan sistem lebih terlihat ketika koreksi dan pengolahan ulang yang sama terus berulang.

Kapan Perusahaan Perlu Meninjau Integrasi Penjualan dan Akuntansi?

Kapan Perusahaan Perlu Meninjau Integrasi Penjualan dan Akuntansi?

Ketika pertumbuhan cabang atau kanal selalu menambah pekerjaan manual, konsolidasi semakin lama, dan closing bergantung pada individu tertentu. Pola tersebut menjadi alasan untuk memetakan perpindahan data serta menilai bagian yang perlu diperbaiki.

Apakah Integrasi Menghilangkan Kebutuhan Rekonsiliasi?

Apakah Integrasi Menghilangkan Kebutuhan Rekonsiliasi?

Tidak. Rekonsiliasi tetap diperlukan untuk memeriksa kelengkapan dan kesesuaian pencatatan. Integrasi ditujukan untuk mengurangi input ulang dan pengolahan data yang tidak perlu, sehingga tim dapat lebih fokus pada perbedaan yang membutuhkan pemeriksaan.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami