Daftar Isi

Memahami Konsep Make to Stock (MTS) dalam Manufaktur

Tayang 21 Jun 2024
Diperbarui 23 Juni 2024

Dalam supply chain management, model produksi make-to-stock (MTS) memiliki peran yang sangat penting untuk mengoptimalkan efisiensi dan memenuhi permintaan pelanggan secara efektif.

Strategi manufaktur ini berfokus pada produksi barang berdasarkan perkiraan permintaan yang diantisipasi, bukan menunggu pesanan pelanggan tertentu.

Melalui pendekatan make-to-stock, perusahaan dapat menyederhanakan proses, mengurangi waktu tunggu, dan mempertahankan tingkat inventaris yang konsisten.

Hal ini tentunya dapat meningkatkan efisiensi rantai pasokan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pahami dasar-dasar model produksi make-to-stock untuk lingkungan manufaktur yang lebih produktif.

Apa Itu Pengertian Make to Stock?

Istilah umumnya akan sering terdengar pada konteks manufaktur, supply chain, dan produksi dan berkaitan dengan barang jadi.

Make to Stock merupakan sebuah strategi produksi di mana barang dibuat tanpa melalui pesanan terlebih dahulu, atau artinya untuk mengantisipasi sebelum ada pesanan yang masuk.

Oleh karena itu, strategi ini akan berkaitan dengan strategi penyimpanan produk karena perusahaan akan melakukan stockpiling (penimbunan) berdasarkan data permintaan produk di periode sebelumnya.

Ini penting agar tidak terjadi kondisi overstocking atau understocking dalam ruangan penyimpanan.

Umumnya, penerapan MTS dapat Anda temukan pada barang dengan pola permintaan yang stabil. Hal ini dapat memudahkan perusahaan dalam mengoptimalkan jadwal produksi, meminimalkan kehabisan stok, dan meningkatkan efisiensi rantai pasokan secara keseluruhan.

Contoh MTS dalam Manufaktur

Untuk memudahkan Anda dalam memahami bagaimana penerapan MTS dalam manufaktur, berikut adalah contoh gambarannya di berbagai industri:

1. Manufaktur Tekstil dan Pakaian

Dalam industri tekstil dan pakaian, perusahaan sering menggunakan MTS untuk barang-barang pokok seperti kaus oblong, kaus kaki, dan pakaian dalam.

Produk-produk ini memiliki pola permintaan yang relatif stabil dan diproduksi secara massal berdasarkan data penjualan yang di periode-periode sebelumnya.

Data yang telah terkumpul ini kemudian dianalisis dan memprediksi tren pada setiap musimnya.

Dengan mempertahankan persediaan yang tersedia dan tren data penjualan, perusahaan dapat merespons pesanan pelanggan dengan cepat dan memanfaatkan fluktuasi permintaan pasar tanpa penundaan dalam produksi.

2. Industri Elektronik

Produsen elektronik sering menerapkan MTS untuk gadget, produktivitas kerja, dan aksesori elektronik populer seperti headphone, pengisi daya, dan kabel.

Barang-barang ini memiliki permintaan yang konsisten, dan perusahaan menggunakan MTS untuk memastikan produk-produk ini tersedia untuk dibeli baik secara daring maupun di toko eceran.

Mereka bahkan juga dapat menjualnya ke pihak reseller dan distributor sehingga memiliki banyak channel penjualan.

Strategi ini membantu dalam mengelola logistik rantai pasokan secara efektif, mengurangi waktu tunggu, dan memenuhi harapan konsumen untuk ketersediaan segera.

3. Industri Otomotif

Dalam industri otomotif, MTS umumnya digunakan untuk suku cadang dan komponen yang dibutuhkan secara berkala untuk perawatan dan perbaikan kendaraan.

Perusahaan memproduksi suku cadang ini terlebih dahulu berdasarkan data historis penggantian dan perbaikan, memastikan bahwa suku cadang tersebut tersedia di dealer dan pusat layanan.

Pendekatan ini meminimalkan waktu henti bagi pemilik kendaraan dan meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menyediakan akses cepat ke suku cadang yang diperlukan.

4. Food & Beverage (F&B)

Dalam sektor makanan dan minuman, MTS digunakan untuk barang makanan yang tidak mudah rusak seperti makanan kaleng, minuman botol, dan makanan ringan kemasan.

Produsen memproduksi produk ini dalam jumlah besar berdasarkan perkiraan permintaan dan tren pasar.

Dengan menyimpan barang-barang ini di gudang dan gerai ritel, perusahaan dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan cepat dan efisien, terutama selama musim puncak atau periode promosi.

strategi model produksi make to stock

 

Cara Kerja atau Sistem MTS (Make to Stock)

Sejatinya, strategi make to stock adalah daya analisis yang tajam dan mendalam terhadap sebuah produk untuk menentukan jumlah stok ideal untuk diproduksi.

Artinya, MTS mengacu kepada data historis dalam meramalkan permintaan di masa depan yang didasarkan pada data di masa lalu.

Oleh karena itu, perusahaan perlu mencatatkan secara detail seluruh data yang berkaitan dengan permintaan dan penjualan produk tersebut agar dapat terus memperkirakan kebutuhannya secara akurat di periode selanjutnya.

Jika meleset, hal ini tentunya akan mempengaruhi ketahanan inventaris terhadap permintaah pesanan, memiliki aset yang terbatas atau potensi laba yang tidak terpenuhi.

Manfaat dan Keuntungan Menggunakan MTS

Perusahaan menggunakan strategi MTS demi bertujuan memproduksi produk yang ideal, artinya tidak kelebihan dan juga tidak kekurangan.

Di sisi lain, masih banyak manfaat yang bisa perusahaan rasakan dalam menerapkan strategi make to stock, seperti:

1. Berfokus Kepada Penjualan dan Pemasaran

Adanya analisa dan meramalkan tren permintaan, tim produksi dapat bergerak lebih cepat dalam memproduksi stok persediaan yang ideal.

Ini dapat membantu tim operasional agar tidak berfokus dalam meminta stok tambahan ketika untuk memenuhi kuota penjualan karena stok yang sudah sesuai.

2. Waktu Tunggu yang Lebih Singkat

Melalui strategi memproduksi barang berdasarkan perkiraan tren pasar daripada menunggu pesanan pelanggan, perusahaan dapat mempertahankan persediaan yang siap dikirim.

Hal ini mengurangi waktu tunggu secara signifikan, sehingga memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap permintaan pelanggan tanpa harus menunggu pesanan masuk.

3. Efisiensi Proses dan Biaya

Kapasitas produksi make to stock seringkali lebih efisien daripada strategi produksi lainnya karena prosesnya lebih sederhana dengan lebih sedikit langkah.

Hal ini juga membantu perusahaan dapat mencapai skala ekonomi dalam produksi. Mereka dapat menegosiasikan harga yang lebih baik dengan pemasok dan mengurangi biaya produksi per unit.

Efisiensi biaya ini dapat membantu perusahaan dalam menghemat anggaran yag diberikan dan meningkatkan profitabilitas.

4. Meningkatkan Kepuasan Pelanggan

Strategi ini membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dengan memastikan bahwa produk selalu tersedia saat dibutuhkan.

Keandalan pasokan ini membantu memenuhi harapan pelanggan akan pengiriman dan ketersediaan barang yang tepat waktu.

Kesulitan dan Tantangan Penerapan MTS

Karena mengacu ke data historis, maka data dari periode-periode sebelumnya akan mempengaruhi analisis dan forecasting di periode ini dan selanjutnya.

Oleh karena itu, proses analisis harus mendalam dan membutuhkan waktu yang tidak cepat agar dapat menentukan peningkatan dan penurunan tren permintaan pasar.

Jika perkiraan meleset, hal ini dapat mempengaruhi kondisi inventaris yang tidak ideal. Misalkan saja seperti kelebihan maupun kekurangan inventaris, kehabisan stok atau tidak tersedia, waktu tunggu lama, dan pesanan tidak sesuai harapan pelanggan.

Kondisi ini tentunya dapat mempengaruhi citra perusahaan di mata pelanggan, dan akan berisiko kehilangan pendapatan dalam jumlah besar.

Strategi MTS juga bukannya untuk mempertahankan tingkat produksi yang stabil, namun berfokus kepada penyesuaian berkala.

Ini menjadi hambatan terbesar sebuah perusahaan karena membutuhkan biaya dan risiko yang cukup besar.

Efektifkan Pengelolaan Strategi Produksi dengan Mekari Jurnal

Mengelola strategi make to stock dalam proses produksi perusahaan memerlukan langkah-langkah yang cukup kompleks.

Perusahaan harus dapat mencatat kebutuhan data yang relevan dengan detail, menganalisa tren pasar dengan akurat, dan merencanakan proses produksi dengan komprehensif.

Jika semua ini dilakukan dengan menggunakan cara manual, tentu akan cukup memakan waktu, tenaga, dan biaya. Oleh karena itu, Mekari Jurnal dapat membantu Anda dalam memangkas pengelolaan strategi produksi ini.

Mekari Jurnal merupakan software akuntansi yang telah terintegrasi dengan supply chain management. Fitur yang bisa membantu Anda dalam mengelola strategi MTS adalah manajemen produk dan manajemen produksi.

Pada manajemen produk, data produk yang Anda butuhkan sudah terintegrasi dengan proses penjualan yang berlangsung secara real-time.

Lalu, terdapat pembuatan work order pada fitur manajemen produksi yang dapat membantu perusahaan dapat membuat dokumen secara komprehensif mengenai strategi produksi yang ingin diimplementasikan.

Bagaimana, apakah Anda tertarik? Segera gunakan Mekari Jurnal sekarang dan rasakan manfaatnya!

Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!

Ingin tahu lebih lebih lanjut mengenai integrasi supply chain dengan akuntansi? Simak penjelasan secara komprehensif oleh Christian Anderson sebagai Senior Product Manager Mekari Jurnal dalam sesi Jurnal Growth Series 2.0

 

Referensi:

CFO, “Make To Stock (MTS)”.

Investopedia, “Make To Stock (MTS): Definition, Example, and How It Works”.

Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal