Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Kredit Adalah: Pengertian dalam Akuntansi, Contoh, dan Bedanya dengan Debit

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Kredit adalah sisi kanan dalam sistem pencatatan akuntansi double-entry dan harus selalu seimbang dengan debit.
  • Liabilitas, ekuitas, dan pendapatan bertambah di kredit, sedangkan aset dan beban berkurang di kredit.
  • Kredit dalam akuntansi berbeda dengan kredit sebagai pinjaman atau fasilitas pembiayaan.
  • Memahami kredit dan saldo normal akun membantu menyusun jurnal yang akurat serta menghindari kesalahan pembukuan.

Kata “kredit” digunakan dalam dua konteks yang sangat berbeda dalam kehidupan sehari-hari.

Di satu sisi, kredit sering merujuk pada pinjaman: kredit kendaraan, kredit pemilikan rumah, atau fasilitas kredit dari bank.

Di sisi lain, dalam akuntansi, kredit adalah sisi kanan pencatatan dalam jurnal dan buku besar, yang efeknya terhadap nilai akun bergantung pada jenis akun yang terlibat.

Kerancuan antara dua makna ini cukup sering terjadi, terutama bagi pemula yang baru belajar pembukuan.

Artikel ini akan menjelaskan kredit dalam konteks akuntansi secara spesifik, lengkap dengan contoh transaksi, perbedaannya dengan debit, dan tips mudah mengingatnya.

Kredit Adalah Apa dalam Akuntansi?

Dalam sistem double-entry accounting, setiap transaksi keuangan selalu dicatat ke dalam setidaknya dua akun secara bersamaan. Satu sisi pencatatan disebut debit (sisi kiri) dan sisi lainnya disebut kredit (sisi kanan).

Prinsip yang tidak boleh dilanggar: total nilai kredit dalam satu transaksi selalu harus sama dengan total nilai debit. Keseimbangan ini adalah fondasi dari seluruh sistem akuntansi modern.

Jika total debit dan kredit dalam sebuah jurnal tidak sama, itu pertanda ada kesalahan pencatatan yang harus ditelusuri.

Sama seperti debit, kredit adalah posisi pencatatan, bukan penilaian nilai. Kredit tidak berarti “buruk” atau “berkurang”. Efeknya terhadap akun sepenuhnya bergantung pada jenis akun yang dikredit.

Kredit dalam Akuntansi vs Kredit sebagai Pinjaman

Kredit dalam akuntansi adalah posisi pencatatan di sisi kanan jurnal atau buku besar yang tidak selalu berkaitan dengan pinjaman atau utang, melainkan menunjukkan perubahan nilai akun, seperti kredit pada akun kas yang berarti saldo kas berkurang karena terjadi pengeluaran uang.

Kredit sebagai pinjaman adalah fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh lembaga keuangan atau pemasok, di mana peminjam mendapatkan dana atau barang terlebih dahulu dan membayar kembali di kemudian hari beserta bunga atau biaya tertentu. Ini adalah produk keuangan yang diatur secara terpisah oleh peraturan perbankan dan pembiayaan.

Meskipun akun utang akan dikredit saat perusahaan menerima pinjaman karena kewajiban bertambah, istilah “kredit” tetap merujuk pada posisi pencatatan di sisi kanan, bukan pada pinjaman itu sendiri.

Akun Apa Saja yang Bertambah di Kredit?

Setiap jenis akun memiliki saldo normal, yaitu sisi mana yang biasanya menambah nilai akun tersebut.

Untuk lebih jelasnya simak tabel rangkumannya berikut ini:

Jenis Akun Saldo Normal Bertambah di Berkurang di
Aset Debit Debit Kredit
Beban Debit Debit Kredit
Liabilitas Kredit Kredit Debit
Ekuitas/ Modal Kredit Kredit Debit
Pendapatan Kredit Kredit Debit

Dari tabel ini, ada tiga jenis akun yang bertambah di sisi kredit: liabilitas, ekuitas, dan pendapatan.

Liabilitas Bertambah di Kredit

Liabilitas bertambah di kredit karena setiap kewajiban baru dicatat di sisi kanan, sedangkan pelunasan utang yang mengurangi kewajiban dicatat di sisi debit.

Ekuitas Bertambah di Kredit

Ekuitas atau modal bertambah di kredit saat pemilik menyetor modal ke perusahaan, sementara pengambilan dana pribadi (prive) yang mengurangi ekuitas dicatat di debit.

Pendapatan Bertambah di Kredit

Setiap penjualan atau pendapatan jasa dicatat di sisi kredit untuk menunjukkan adanya peningkatan nilai pendapatan perusahaan.

Aset dan Beban Berkurang di Kredit

Karena aset dan beban memiliki saldo normal di debit, pencatatan di sisi kredit akan mengurangi nilai kedua jenis akun tersebut.

Contoh Kredit dalam Jurnal Umum

Memahami teori tanpa contoh bisa terasa abstrak. Berikut dua contoh konkret yang paling sering dijumpai.

Contoh 1: Pembelian perlengkapan secara tunai

PT Bintang Abadi membeli perlengkapan kantor senilai Rp3.000.000 secara tunai pada 8 Juni 2024.

Analisis transaksi:

  • Perlengkapan (aset) bertambah, dicatat di debit
  • Kas (aset) berkurang, dicatat di kredit

Jurnalnya akan terbentuk sebagai berikut:

Akun Nilai Buku
Debit Perlengkapan Kantor Rp3.000.000
Kredit Kas Rp3.000.000

Kas dikredit karena kas adalah aset dan aset yang berkurang dicatat di sisi kanan, yang merupakan kebalikan dari saldo normalnya.

Contoh 2: Penjualan jasa secara tunai

PT Bintang Abadi menyelesaikan jasa desain dan menerima pembayaran Rp8.000.000 tunai dari klien pada 12 Juni 2024.

Analisis transaksi:

  • Kas (aset) bertambah, dicatat di debit
  • Pendapatan jasa bertambah, dicatat di kredit

Jurnalnya akan terbentuk sebagai berikut:

Akun Nilai Buku
Debit Kas Rp8.000.000
Kredit Pendapatan Jasa Rp8.000.000

Pendapatan dikredit karena saldo normalnya memang kredit, dan pendapatan bertambah pada periode ini.

Contoh Kredit pada Transaksi Utang

Salah satu aplikasi kredit yang paling umum dalam bisnis adalah pencatatan pembelian barang secara kredit (belum dibayar).

Contoh: Pembelian persediaan secara kredit

PT Bintang Abadi membeli persediaan bahan baku senilai Rp15.000.000 dari pemasok secara kredit pada 15 Juni 2024, dengan jatuh tempo pembayaran 30 hari.

Analisis transaksi:

  • Persediaan (aset) bertambah, dicatat di debit
  • Utang usaha/ accounts payable (liabilitas) bertambah, dicatat di kredit

Jurnalnya akan terbentuk sebagai berikut:

Akun Nilai Buku
Debit Persediaan Rp15.000.000
Kredit Utang Usaha Rp15.000.000

Di sini, “kredit” dalam transaksi ini bermakna bahwa pemasok memberikan barang terlebih dahulu tanpa pembayaran langsung (kredit sebagai fasilitas), dan dalam pencatatan akuntansinya, utang usaha yang timbul dicatat di sisi kanan (kredit sebagai posisi pencatatan).

Kedua makna “kredit” bertemu dalam satu transaksi, tetapi konteksnya berbeda.

Ketika utang tersebut dilunasi 30 hari kemudian, pencatatannya adalah:

Akun Nilai Buku
Debit Persediaan Rp15.000.000
Kredit Kas Rp15.000.000Utang Usaha

Utang usaha berkurang (didebit) dan kas keluar (dikredit).

Perbedaan Debit dan Kredit

Memahami kredit dalam akuntansi akan semakin mudah apabila melihat beberapa aspek penting antara debit dan kredit.

Perbandingan jelas akan terlihat melalui tabel berikut ini:

Aspek Debit Kredit
Posisi dalam jurnal Sisi kiri Sisi kanan
Singkatan umum Dr Cr
Akun yang bertambah Aset dan Beban Liabilitas, Ekuitas, dan Pendapatan
Akun yang berkurang Liabilitas, Ekuitas, dan Pendapatan Aset dan Beban
Hubungan satu sama lain Selalu berpasangan dengan kredit Selalu berpasangan dengan debit
Nilai keseimbangan Total debit = total kredit dalam satu transaksi Total kredit = total debit dalam satu transaksi

Yang perlu selalu diingat: debit dan kredit adalah dua sisi dari satu koin yang sama. Tidak ada transaksi yang hanya memiliki debit tanpa kredit, atau sebaliknya. Keduanya selalu hadir bersama dan selalu seimbang.

Hubungan Kredit dengan Saldo Normal Akun

Saldo normal (normal balance) adalah sisi di mana akun biasanya memiliki nilai positif atau bertambah.

Memahami saldo normal membantu dalam menyusun neraca saldo dan mendeteksi kesalahan pencatatan.

Akun dengan saldo normal kredit adalah liabilitas, ekuitas, dan pendapatan. Jika akun-akun ini menunjukkan saldo debit di neraca saldo, itu biasanya menjadi sinyal bahwa ada kesalahan pencatatan atau kondisi yang tidak biasa, seperti ekuitas yang defisit karena kerugian akumulatif.

Pemahaman tentang saldo normal juga memudahkan analisis laporan keuangan. Misalnya, ketika membaca neraca, saldo akun utang usaha yang besar di sisi kredit berarti perusahaan memiliki kewajiban pembayaran yang cukup besar kepada pemasok.

Jika akun tersebut tiba-tiba menunjukkan saldo debit, itu bisa berarti ada pembayaran berlebih atau kesalahan pencatatan yang perlu ditelusuri.

Kesalahan Umum Memahami Kredit

Meskipun konsep kredit merupakan dasar akuntansi, masih banyak kesalahan pencatatan yang terjadi karena kesalahpahaman terhadap fungsi dan maknanya dalam sistem double-entry.

1. Mengira Kredit Selalu Berarti Utang atau Pinjaman

Dalam akuntansi, kredit adalah posisi pencatatan di sisi kanan akun dan tidak selalu berkaitan dengan pinjaman atau utang.

2. Menganggap Kredit Selalu Berarti Uang Masuk

Kredit tidak selalu menunjukkan penerimaan kas karena dampaknya bergantung pada jenis akun yang dicatat.

3. Mencatat Pendapatan di Sisi Debit

Pendapatan memiliki saldo normal di kredit, sehingga pencatatan di sisi debit justru akan mengurangi nilai pendapatan.

4. Tidak Memeriksa Keseimbangan Debit dan Kredit

Setiap jurnal harus memiliki total debit dan kredit yang sama untuk memastikan pencatatan akurat dan bebas kesalahan.

Tips Mudah Mengingat Kredit dalam Akuntansi

Berikut beberapa cara praktis untuk mengingat kapan akun dikredit dan apa efeknya:

  • Kredit menambah: utang (liabilitas), modal (ekuitas), dan pendapatan
  • Kredit mengurangi: kas atau aset lainnya, serta beban

Cara lain yang bisa membantu adalah menghubungkan kredit dengan sisi kanan persamaan dasar akuntansi:

Aset = Liabilitas + Ekuitas

Sisi kanan persamaan (liabilitas dan ekuitas) memiliki saldo normal kredit. Pendapatan menambah ekuitas, sehingga saldo normalnya juga kredit. Beban mengurangi ekuitas, sehingga saldo normalnya berlawanan dari ekuitas, yaitu debit.

Dengan memahami logika di balik persamaan ini, tidak perlu menghafal setiap kasus satu per satu.

Cukup tanyakan: apakah akun ini ada di sisi kanan persamaan akuntansi? Jika ya, saldo normalnya kemungkinan besar adalah kredit.

Kesimpulan

Kredit dalam akuntansi adalah pencatatan di sisi kanan yang menambah liabilitas, ekuitas, dan pendapatan, serta mengurangi aset dan beban, sehingga berbeda dari kredit dalam konteks pinjaman.

Memahami kredit dengan benar merupakan bagian penting dari fondasi pembukuan yang solid.

Dalam sistem double-entry accounting, setiap transaksi harus memiliki pasangan debit dan kredit yang seimbang sehingga kemampuan menentukan akun yang didebit dan dikredit menjadi keterampilan dasar dalam pengelolaan keuangan bisnis.

Kelola Pembukuan Lebih Mudah dengan Software Akuntansi

Menentukan apakah suatu akun harus didebit atau dikredit adalah keterampilan yang membutuhkan latihan dan pemahaman jenis akun yang terlibat.

Namun dalam praktik sehari-hari, terutama untuk bisnis yang memproses ratusan transaksi per bulan, risiko kesalahan pencatatan bisa diminimalkan dengan sistem yang tepat.

Software akuntansi seperti Mekari Jurnal membantu memastikan setiap transaksi dicatat dengan benar di akun yang tepat, menghasilkan jurnal yang seimbang secara otomatis, dan menghasilkan laporan keuangan yang akurat.

Dengan sistem yang terintegrasi, tim keuangan dapat fokus pada analisis dan pengambilan keputusan, tanpa harus khawatir tentang kesalahan posisi debit-kredit yang bisa berdampak pada keseluruhan laporan.

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

Accounting Coach. “Debits and Credits”.

Investopedia. “Credit: What It Is and How It Works”.

WallStreetMojo. “Credit in Accounting”.

LegalClarity. “What Is Credit in Accounting? Definition and Examples”.

FAQ

Apakah kredit dalam akuntansi sama dengan pinjaman?

Apakah kredit dalam akuntansi sama dengan pinjaman?

Tidak. Kredit dalam akuntansi adalah posisi pencatatan di sisi kanan akun, sedangkan kredit sebagai pinjaman adalah fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan.

Akun apa saja yang bertambah di kredit?

Akun apa saja yang bertambah di kredit?

Akun yang bertambah di kredit adalah liabilitas (utang), ekuitas (modal), dan pendapatan.

Apakah aset bertambah di kredit?

Apakah aset bertambah di kredit?

Tidak. Aset memiliki saldo normal debit sehingga bertambah di debit dan berkurang di kredit.

Apa perbedaan debit dan kredit?

Apa perbedaan debit dan kredit?

Debit berada di sisi kiri jurnal, sedangkan kredit berada di sisi kanan. Dalam setiap transaksi, total debit harus selalu sama dengan total kredit.

Apakah kredit selalu berarti uang masuk?

Apakah kredit selalu berarti uang masuk?

Tidak. Kredit tidak selalu menunjukkan penerimaan uang. Misalnya, saat perusahaan membayar kas, akun kas dikredit karena saldo aset berkurang.

Apa contoh transaksi yang menggunakan kredit?

Apa contoh transaksi yang menggunakan kredit?

Ketika perusahaan menjual jasa secara tunai, akun pendapatan jasa dikredit karena pendapatan bertambah, sementara kas didebit karena aset bertambah.

Bagaimana pencatatan pembelian barang secara kredit?

Bagaimana pencatatan pembelian barang secara kredit?

Saat membeli barang secara kredit, persediaan didebit karena aset bertambah dan utang usaha dikredit karena kewajiban perusahaan meningkat.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami