Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
9 min read

Fungsi OJK (Otoritas Jasa Keuangan): Pengertian, Tugas, & Wewenang

Diperbarui
Di tulis oleh: profile-picture-for-author-profile-jurnal Santoso Wirawan

Keberadaan dan fungsi OJK sangat penting di Indonesia, tapi tidak semua orang paham apa itu OJK. Pada dasarnya, OJK adalah suatu singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan. Untuk Anda yang masih awam, mungkin Anda masih asing dengan istilah ini.

Bahkan, kepanjangan dari OJK saja mungkin masih terkesan membingungkan dan masih terasa asing di telinga Anda. Sehingga, Anda mungkin tidak tahu tentang seluruh fungsi otoritas jasa keuangan, tujuan dan apa saja kebijakannya.

Untuk itu, tidak ada salahnya bila Anda menggali informasi yang berhubungan dengan hal ini. Karena jika ditelusuri secara mendalam, sebenarnya otoritas jasa keuangan atau OJK adalah salah satu lembaga negara yang berfungsi untuk menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan secara terintegrasi di seluruh sektor jasa keuangan Indonesia.

Oleh karenanya, keterlibatan lembaga ini pada berbagai sektor jasa keuangan di Indonesia sangatlah tinggi.

Fungsi Tujuan Utama OJK

Berikut beberapa fungsi utamanya yang akan dijelaskan di Mekari Jurnal.

Mengatur Berbagai jasa Keuangan

Dengan adanya lembaga ini maka diharapkan seluruh sektor jasa keuangan yang ada bisa diselenggarakan secara teratur dan baik. Selain itu, diharapkan juga agar seluruh sektor jasa keuangan di Indonesia bisa berjalan secara transparan, adil dan akuntabel.

Mewujudkan Sistem Keuangan Agar Tumbuh Secara Berkelanjutan

Pada dasarnya, sektor jasa keuangan juga berhubungan dengan sistem keuangan pada suatu daerah. Untuk itu, harapan dibentuknya otoritas jasa keuangan adalah agar mampu merealisasikan sistem keuangan yang tumbuh secara lebih berkelanjutan. Selain itu, diharapkan juga agar sistem keuangan bisa tumbuh secara stabil, sehingga tidak akan merugikan ataupun menyusahkan masyarakat.

Melindungi Konsumen dan Masyarakat

Tujuan akhir dari dibentuknya lembaga otoritas jasa keuangan adalah agar mampu melindungi seluruh kepentingan konsumen dan seluruh lapisan masyarakat.

ojk otoritas jasa keuangan

Tugas Penting Dari OJK

Dalam Sektor Perbankan

Beberapa tugas lain yang harus dilakukan OJK dalam sektor perbankan antara lain adalah menyusun sistem pengawasan bank dan juga melakukan penegakan hukum pada sektor bank. OJK juga harus melakukan pembinaan, pemeriksaan dan pengawasan dalam sektor bank. Seluruh hal ini selanjutnya bisa dikembangkan lagi guna memaksimalkan performa perbankan demi kepentingan masyarakat luas.

Dalam Sekor IKNB

Maksud dari sektor IKNB dalam hal ini adalah berbagai Industri Keuangan Non-Bank. Peran OJK atas IKNB adalah melaksanakan seluruh kebijakan IKNB sesuai dengan peraturan yang sedang berlaku. Lembaga ini juga harus melakukan evaluasi, perumusan norma dan prosedur di dalam sektor IKNB. Selain itu, terdapat pula peraturan pada bidang IKNB yang wajib dilakukan oleh lembaga Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam Sektor Pasar Modal

Otoritas Jasa keuangan atau OJK juga mempunyai tugas pada sektor pasar modal, diantaranya adalah dengan melaksanakan seluruh manajemen dalam krisis pasar modal. Selain itu, lembaga OJK juga harus merumuskan seluruh prinsip yang terdapat dalam pengelolaan dan transaksi serta melakukan berbagai analisa pengawasan dan pengembangan pasar modal. Dengan begitu, pasar modal nantinya bisa berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Fungsi Otoritas Jasa Keuangan

Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempunyai tugas dan peranan yang penting bagi sektor keuangan dan ekonomi di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa fungsi otoritas jasa keuangan, lengkap dengan penjelasannya.

1. Menyelenggarakan Sistem Pengaturan dan Pengawasan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berfungsi dalam menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan pada seluruh aktivitas dalam sektor jasa keuangan. Hal tersebut termasuk sektor modal, pasar uang, dan sektor industi keuangan non-bank atau IKNB.

2. Mengambil Keputusan Dalam Hal Perkembangan dan Kemajuan Keuangan

Fungsi lain dari OJK adalah mengambil keputusan yang bijak mengenai perkembangan dan juga kemajuan keuangan di Indonesia. Pengambilan keputusan ini harus berasal dari berbagai sektor, seperti sektor perbankan, pasar modal, fintech, dan industri non-bank lain yang terlibat di dalamnya.

3. Melindungi Konsumen

OJK juga memiliki fungsi dalam melindungi konsumen. Hal ini adalah salah satu fungsi utama dibentuknya lembaga OJK, yaitu demi mewujudkan keuangan inklusif untuk masyarakat Indonesia dengan perlindungan konsumen yang sudah terpercaya. Oleh karena itu, OJK akan mengatur regulasi yang berkaitan dengan perlindungan data masyarakat untuk pihak terkait.

Asas Dibentuknya OJK

Asas Independensi

Pada dasarnya, asas independensi ini akan menunjukkan bahwa setiap keputusan yang ditempuh oleh lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan bersifat independen. Artinya, seluruh keputusan yang diambil tidak disertai dengan campur tangan dan intervensi dari pihak lain.

Namun, keputusan yang diambil tersebut tentunya tetap berlandaskan pada peraturan perundang-undangan yang sedang berlansung dengan tanpa merugikan pihak manapun.

Asas Kepastian Hukum

Landasan perundangan-undangan yang sedang berlaku dan menjadi dasar atas segala tindakan OJK tentunya sudah harus jelas. Dengan menggunakan landasan peraturan perudang-undangan yang jelas dan menjadi landasan hukum, maka OJK sudah bisa menjamin bahwa tindakan mereka tidak akan menyimpang dari jalur hukum. Bahkan, seluruh kebijakan penyelenggaraan harus dilakukan secara adil.

Asas Kepentingan Umum

Sebagai salah satu lembaga negara, maka otoritas jasa keuangan akan bekerja untuk kepentingan banyak masyarakat. Dalam hal ini, lembaga OJK akan menyelenggarakan dan bertindak sesuai dengan tujuan awal demi melindungi kempentingan masyarakat umum. Selain itu, lembaga ini juga bisa melakukan tindak pembelaan pada konsumen dan masyarakat. Tidak berhenti disana, lembaga ini juga berfungsi untuk memajukan kesejahteraan umum.

Asas Keterbukaan

Jika ditelusuri secara mendalam, maka Anda akan menemukan fakta bahwa lembaga OJK memiliki sifat terbuka. OJK akan membuka diri pada berbagai hak masyarakat dan tidak membedakan kepentingan masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya. Selain itu, lembaga ini juga tidak akan menutupi satu hal pun pada masyarakat.

Namun, lembaga ini juga harus tetap melakukan perlindungan atas setiap hak asasi pribadi, golongan, dan rahasia negara.

Asas Profesionalitas

Karena lembaga ini bersifar profesional, maka kinerja dari lembaga keuangan ini sudah tidak perlu diragukan lagi. OJK memang selalu mengutamakan keahliannya dalam melakukan seluruh tugas dan wewenangnya sebagai salah satu lembaga negara. Namun, seluruh tindakannya harus selalu berlandaskan pada berbagai kode etik dan ketentuan yang sudah diatur dalam sistem perundang-undangan.

Asas Integritas

Lembaga Otoritas Jasa Keuangan ini akan berpegang teguh pada seluruh nilai moral yang ada dalam melakukan seluruh tugasnya. Termasuk dalam hal pengambilan keputusan yang bijak, dan hal lainnya. Untuk itu, OJK bisa dikatakan sebagai salah satu lembaga negara yang memiliki integritas tinggi.

Asas Akuntabilitas

Seluruh aktivitas dan hasil yang dilakukan OJK tetap harus dipertanggungjawabkan di hadapan hukum yang berlaku. Pertanggungjawaban ini harus dilakukan dan ditunjukan pada publik agar lembaga keuangan ini bisa disebut sebagai salah satu lembaga yang transparan.

Kesimpulan

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK adalah salah satu lembaga negara yang berfungsi untuk menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan secara terintegrasi di seluruh sektor jasa keuangan.

Secara garis besar,  Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempunyai tugas dan peranan yang penting bagi sektor keuangan dan ekonomi di Indonesia. Lembaga Otoritas Jasa Keuangan juga  akan berpegang teguh pada seluruh nilai moral yang ada dalam melakukan seluruh tugasnya.

Di tahun 2020 ini, OJK sudah mengambil kebijakan yang sudah disebutkan di atas. Beberapa kebijakan tersebut antara lain dilakukan demi mendukung pembiayaan pada berbagai sektor prioritas pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memberdayakan UKM dan UMKM serta masyarakat kecil, meningkatkan inovasi teknologi informasi industri jasa keuangan, serta reformasi internal dalam hal mengatur dan juga mengawasi seluruh sektor jasa keuangan.

Adanya lembaga keuangan yang satu ini memiliki peranan yang penting untuk membantu menjaga bisnis, seperti sistem akuntansi atau sistem pembukuan keuangan ada suatu perusahaan.

Untuk itu, menggunakan sistem akuntansi akan lebih memudahkan Anda dalam melakukan pembukuan keuangan atau hal lain yang berkaitan dengan akuntansi.

Karena software ini mampu membantu mencatat keuangan secara praktis. Selain itu, Anda juga bisa mengatur biaya produk, mengontrol stok barang, dan memantau laporan keuangan bisnis Anda secara mudah. Misalnya seperti fitur aplikasi manajemen aset Mekari Jurnal dengan laporan keuangan seperti neraca keuangan, arus kas, laba-rugi, dan lainnya. Nikmati kesempatan free trial selama 7 hari.

FAQ – Tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Berikut FAQ (Pertanyaan & Jawaban) dalam Bahasa Indonesia seputar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

1. Apa itu OJK (Otoritas Jasa Keuangan)?

OJK adalah lembaga negara independen yang bertugas mengatur dan mengawasi seluruh aktivitas lembaga jasa keuangan di Indonesia, termasuk perbankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, dan lembaga keuangan lainnya.

2. Kapan OJK dibentuk dan berdasarkan undang-undang apa?

OJK dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan dan mulai beroperasi pada akhir 2012 secara bertahap mengambil alih fungsi pengawasan dari Bank Indonesia dan Bapepam-LK.

3. Apa tujuan utama pembentukan OJK?

Tujuan OJK adalah menciptakan sistem keuangan yang teratur, adil, transparan, dan akuntabel, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat luas.

4. Apa fungsi utama OJK?

Fungsi OJK adalah menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan terpadu terhadap semua kegiatan di sektor jasa keuangan untuk memastikan lembaga keuangan beroperasi secara sehat dan sesuai aturan yang berlaku.

5. Apa saja tugas OJK dalam sektor keuangan?

  • Mengatur perizinan pendirian dan kegiatan lembaga keuangan.
  • Mengawasi operasional bank, perusahaan asuransi, pasar modal, dan lembaga pembiayaan.
  • Memastikan penerapan standar yang berlaku.
  • Melakukan pemeriksaan dan penegakan hukum jika ada pelanggaran.

6. Apa peran OJK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan?

OJK memantau dan mengendalikan risiko di industri keuangan agar tidak terjadi krisis atau kegagalan yang dapat merugikan konsumen dan perekonomian nasional.

7. Bagaimana OJK melindungi konsumen dan investor?

OJK menetapkan aturan yang adil, transparan, dan melindungi hak konsumen serta menyediakan edukasi dan informasi tentang produk keuangan agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat.

8. Apa perbedaan OJK dengan Bank Indonesia?

Bank Indonesia fokus pada kebijakan moneter, stabilitas nilai rupiah, dan sistem pembayaran nasional, sedangkan OJK berfungsi mengatur dan mengawasi kegiatan lembaga jasa keuangan secara luas.

9. Apakah OJK juga mengatur investasi digital dan teknologi finansial (fintech)?

Ya. OJK memperluas pengawasannya mencakup teknologi finansial termasuk pinjaman online dan layanan finansial berbasis teknologi untuk mencegah praktik yang merugikan konsumen serta memastikan inovasi tetap aman.

10. Bagaimana OJK membantu meningkatkan literasi keuangan masyarakat?

OJK secara aktif menyelenggarakan kampanye edukasi, workshop, dan memberikan informasi resmi tentang produk keuangan sehingga masyarakat dapat memahami risiko dan manfaat setiap layanan finansial.

11. Apa wewenang OJK jika ada lembaga keuangan yang melanggar aturan?

OJK dapat memberikan sanksi administratif, mencabut izin usaha, sampai kepada tindakan hukum lain sesuai dengan ketentuan untuk melindungi konsumen dan menjaga integritas pasar finansial.

12. Apakah OJK berperan dalam pengaduan konsumen?

Ya. OJK memiliki kanal layanan pengaduan konsumen yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan masalah atau keluhan terhadap layanan lembaga keuangan.

13. Bagaimana peran OJK dalam perkembangan industri jasa keuangan di Indonesia?

OJK mendorong pertumbuhan industri jasa keuangan yang stabil dan inovatif, sekaligus memastikan perkembangan ini tidak mengorbankan perlindungan konsumen maupun ketahanan sistem finansial secara keseluruhan.

Kategori : Other

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami