Buku Besar Pembantu Perusahaan Dagang: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Lengkap Highlights Buku besar pembantu membantu perusahaan dagang menghindari liquidity trap dengan memastikan piutang dan utang dikelola berdasarkan kondisi riil, bukan sekadar angka laba perusahaan dapat memantau umur piutang, jatuh tempo, serta risiko keterlambatan pembayaran secara lebih presisi dengan rincian per pelanggan dan pemasok Otomatisasi buku besar pembantu bisa meningkatkan efisiensi dan akurasi agar buku besar umum selalu seimbang dan dapat diaudit Ekosistem bisnis B2B khususnya perusahaan dagang Indonesia saat ini sedang berada dalam fase transformasi struktural yang signifikan.Walaupun begitu, memasuki kuartal akhir 2025, percepatan digital sering kali tidak diimbangi dengan kesiapan operasional keuangan yang memadai dan menjadi ancaman besar dalam gagalnya mengonversi penjaualan menjadi kas yang bisa digunakan.Risiko ini semakin besar di tahun 2025, di tengah kenaikan biaya input produksi, tekanan margin laba, ketidakpastian kebijakan perdagangan global, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi gagal bayar pelanggan.Ini terlihat dari sebuah riset yang menunjukkan rata-rata waktu pembayaran transaksi B2B di Indonesia mencapai 34 hari dan semakin diperparah bahwa sekitar 40% faktur tidak dibayar tepat waktu.Ketika pengelolaan piutang usaha tidak menjadi prioritas strategis, perusahaan dagang berisiko terjebak dalam liquidity trap, yaitu laba terlihat sehat di laporan laba rugi, tetapi kas tidak tersedia untuk membayar pemasok, menggaji karyawan, atau mendanai ekspansi.Untuk menghadapi hal tersebut, maka diperlukan strategi yang bisa menjadi garis pertahanan atas risiko-risiko tersebut.Buku besar pembantu piutang bisa menjadi solusi yang efektif dengan memastikan kesehatan keuangan perusahaan mencerminkan kondisi riil, bukan sekadar proyeksi optimistis Apa Itu Buku Besar Pembantu Perusahaan Dagang?Buku besar pembantu adalah catatan rinci yang menjabarkan saldo usaha yang tercantum dalam akun pengendali (controlling account) di buku besar umum.Jika buku besar umum menunjukkan total piutang sebesar Rp5 miliar, maka buku besar pembantu menjelaskan: Siapa pelanggan yang berutang Faktur mana yang belum dibayar Berapa umur piutang setiap faktur Dengan kata lain, buku besar pembantu akan menjadi alat bagi perusahaan dagang dalam menjawab “kepada siapa uang perusahaan tertahan”.Lalu, bagaimana hubungan antara buku besar umum dan buku besar pembantu dijelaskan?Singkatnya, hubungan antara kedua buku bersifat pengendalian dan rekonsiliasi.Saldo akun piutang di buku besar umum harus selalu sama dengan total saldo seluruh pelanggan di buku besar pembantu.Baca Juga: Jurnal Umum Akuntansi Perusahaan Dagang: Pengertian, Langkah Pembuatan dan Contoh LengkapJenis-Jenis Buku Besar Pembantu di Perusahaan DagangUntuk jenis buku besar pembantu yang digunakan oleh perusahaan dagang ada dua, yaitu buku besar pembantu piutang dan buku besar pembantu utang.Keduanya memiliki peran dan fungsinya tersendiri dalam membantu pengelolaan buku besar umum dalam siklus akuntansi dagang.1. Buku Besar Pembantu PiutangBuku besar pembantu piutang dagang merupakan buku yang mencatat setiap rincian utang perusahaan secara per pemasok atau kreditur.Catatan ini merupakan rincian yang menjelaskan lebih dalam mengenai akun utang dagang pada buku besar utama yang mencakup: Nama pemasok/kreditur Tanggal dan nomor faktur Jumlah utang yang timbul Pembayaran yang dilakukan Saldo utang yang masih harus dibayar Informasi jatuh tempo pembayaran atau diskon pembayaran (jika ada) Melalui data-data ini, manajemen dapat mengelola utang setiap pemasok baik jadwal pembayaran dan menghindari keterlambatan sehingga hubungan dengan pemasok tetap baik.2. Buku Besar Pembantu UtangBuku besar pembantu utang dagang adalah buku pembantu yang mencatat rincian piutang dari akun piutang dagang di buku besar utama pada setiap pelanggan dan transaksinya.Komponen detail yang dicatat biasanya akan mencakup: Nama pelanggan/debitur Tanggal dan nomor faktur penjualan kredit Total piutang yang diberikan Pembayaran yang diterima Saldo piutang yang masih belum dibayar Diskon atau retur penjualan Melalui buku besar pembantu utang, perusahaan dagang dapat meningkatkan pengawasan piutang, usia piutang, dan risiko piutang tak tertagih.Untuk melihat perbandingan dari keduanya dengan mudah, simak tabel perbandingannya berikut ini: Aspek Buku Besar Pembantu Utang Dagang Buku Besar Pembantu Piutang Dagang Rincian Akun Utang perusahaan kepada pemasok/kreditur Piutang perusahaan dari pelanggan/debitur Digunakan untuk Mengendalikan Utang Dagang (kontrol akun) Mengendalikan Piutang Dagang (kontrol akun) Tujuan Mengetahui saldo utang per pemasok Mengetahui saldo piutang per pelanggan Kaitan Utama Sama dengan saldo Utang Dagang di buku besar Sama dengan saldo Piutang Dagang di buku besar Fungsi Buku Besar PembantuSecara umum, fungsi dari buku besar pembantu adalah menjelaskan secara detail akun-akun tertentu di buku besar umum, dengan beberapa fungsi lain seperti:1. Merinci Saldo Akun di Buku Besar UtamaFungsi utama dari keberadaan buku besar pembantu sebenarnya adalah memberikan rincial yang lebih detail terhadap angka-angka yang tercantum pada akun pengendali (control account) di buku besar utama.Akun piutang dagang merincikan per pelangga, sedangkan akun utang dagang akan dirincikan per pemasok sehingga akan transparan siapa yang berutang dan kepada siapa perusahaan berutang.Baca Juga: Cara Membuat Neraca Saldo Lengkap dengan Contoh, Mudah!2. Mempermudah Pengendalian dan PengawasanBuku besar pembantu digunakan sebagai alat sebagai pengendali internal karena bisa: Mendeteksi kesalahan pencatatan Menghindari duplikasi transaksi Mengawasi saldo piutang dan utang secara individual 3. Mendukung Pengelolaan Piutang dan Utang Secara OperasionalDalam operasional bisnis sehari-hari, buku besar pembantu akan berdampak besar dalam mengelola utang dan piutang yang efektif.Perusahaan dagang dapat dengan mudah menentukan pelanggan yang sudah jatuh tempo, menyusun strategi penagihan, serta mengatur jadwal pembayaran utang kepada pemasok.Cara Membuat Buku Besar Pembantu Perusahaan DagangSecara garis besar, baik buku besar pembantu piutang dan utang memiliki dasar pembuatan yang sama, hanya berbeda dari objek pencatatannya.Identifikasi Akun yang Memerlukan Buku Besar PembantuPertama, tentukan terlebih dahulu akun di buku besar utama yang membutuhkan rincian lebih lanjut, hal ini karena setiap akun melibatkan banyak pihak dan transaksi berulang.Contohnya seperti piutang dagang yang berkaitan dengan banyak komponen informasi pemasok, sedangkan utang dengan berkaitan erat dengan data pelanggan.Menentukan Format Buku Besar PembantuGunakan format standar yang memuat komponen-komponen dalam buku besar pembantu, biasanya format dasarnya adalah: Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Menentukan Sumber PencatatanTentukan transaksi yang akan digunakan sebagai dasar sumber pencatatan buku besar pembantu.Biasanya ini dapat mencakup faktur pembelian dan penjualan, nota, bukti kas masuk dan keluar, atau jurnal khususMelakukan Posting Transaksi ke Buku Besar PembantuSelanjutnya setelah transaksi telah tercatat di jurnal, Anda bisa mempostingnya ke buku besar pembantu dengan mencantumkan referensi jurnal agar mudah ditelusuri.Menghitung dan Memutakhirkan SaldoSaldo ini bersifat running balance, sehingga perlu untuk menghirung saldo terbaru dan memastikan mencerminkan posisi yang sebenarnya.Rekonsiliasi dengan Buku Besar UtamaLangkah trakhir dan cukup krusial adalah melakukan rekonsiliasi dengan buku besar utama.Tujuannya adalah tidak ada kesalahan input dengan menyeimbangkan total saldo buku besar pembantu dengan saldo akun terkait di buku besar utama.Contoh Buku Besar Pembantu Perusahaan DagangBerikut adalah beberapa contoh buku besar pembantu yang bisa ditemukan dalam siklus akuntansi perusahaan dagang.1. Contoh Buku Besar Pembantu Utang DagangContoh 1: Pemasok dari PT Maju Jaya Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo Utang (Rp) 02 Jan 26 Pembelian kredit – 15.000.000 15.000.000 15 Jan 26 Pembayaran kas 5.000.000 – 10.000.000 28 Jan 26 Pembelian kredit – 8.000.000 18.000.000 Contoh 2: Pemasok dari CV Sumber Makmur Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo Utang (Rp) 05 Feb 26 Pembelian kredit – 12.000.000 12.000.000 10 Feb 26 Retur pembelian 2.000.000 – 10.000.000 25 Feb 26 Pembelian kredit – 6.000.000 16.000.000 Contoh 3: Pemasok dari UD Berkah Abadi Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo Utang (Rp) 08 Mar 26 Pembelian kredit – 9.500.000 9.500.000 20 Mar 26 Pelunasan utang 9.500.000 – 0 Baca Juga: Buku Besar Piutang Dagang: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Format yang Tepat2. Contoh Buku Besar Pembantu Piutang DagangContoh 1: Pelanggan dari PT Sinar Jaya Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo Utang (Rp) 03 Jan 26 Penjualan kredit 18.000.000 – 18.000.000 20 Jan 26 Penerimaan kas – 7.000.000 11.000.000 Contoh 2: Pelanggan dari CV Prima Niaga Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo Utang (Rp) 06 Jan 26 Penjualan kredit 14.500.000 – 14.500.000 12 Jan 26 Retur penjualan – 2.500.000 12.000.000 24 Jan 26 Penerimaan kas – 5.000.000 7.000.000 KesimpulanPengelolaan piutang dan utang tidak lagi bisa diperlakukan sebagai fungsi administratif semata, melainkan harus ditempatkan sebagai prioritas strategis keuangan.Buku besar pembantu terbukti memainkan peran krusial dalam menjembatani kesenjangan antara laba akuntansi dan kas riil.Namun, seiring meningkatnya volume transaksi, kompleksitas pelanggan, dan tuntutan pelaporan real-time, pengelolaan buku besar pembantu secara manual semakin tidak efisien dan rawan kesalahan.Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan dagang perlu mulai mempertimbangkan software akuntansi yang mampu mengotomatisasi buku besar pembantu sekaligus terintegrasi dengan pelaporan keuangan.Salah satu solusi yang relevan untuk kebutuhan bisnis di Indonesia adalah Mekari Jurnal.Dengan Mekari Jurnal, perusahaan dapat: Membentuk buku besar pembantu piutang dan utang secara otomatis dari transaksi penjualan dan pembelian Melacak saldo per pelanggan dan pemasok secara real-time Memantau usia piutang untuk mendukung strategi penagihan Memastikan rekonsiliasi otomatis antara buku besar pembantu dan buku besar umum Menghasilkan laporan keuangan yang akurat, konsisten, dan siap digunakan untuk pengambilan keputusan Alih-alih menghabiskan waktu untuk pencatatan manual dan rekonsiliasi berulang, tim keuangan dapat berfokus pada analisis, pengendalian risiko, dan perencanaan arus kas yang lebih strategis karena Mekari Jurnal mampu 13% mengurangi kesalahan entri untuk setiap periode pelaporan dan 95% Mempercepat proses pembuatan laporan. Coba gratis sekarang juga!Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:Scribd, “Buku Besar Pembantu Perusahaan Dagang”.OCBC, “Mengenal Buku Besar Pembantu, Jenis dan Fungsinya”. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Buku Besar Pembantu Perusahaan Dagang: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Lengkap Highlights Buku besar pembantu membantu perusahaan dagang menghindari liquidity trap dengan memastikan piutang dan utang dikelola berdasarkan kondisi riil, bukan sekadar angka laba perusahaan dapat memantau umur piutang, jatuh tempo, serta risiko keterlambatan pembayaran secara lebih presisi dengan rincian per pelanggan dan pemasok Otomatisasi buku besar pembantu bisa meningkatkan efisiensi dan akurasi agar buku besar umum selalu seimbang dan dapat diaudit Ekosistem bisnis B2B khususnya perusahaan dagang Indonesia saat ini sedang berada dalam fase transformasi struktural yang signifikan.Walaupun begitu, memasuki kuartal akhir 2025, percepatan digital sering kali tidak diimbangi dengan kesiapan operasional keuangan yang memadai dan menjadi ancaman besar dalam gagalnya mengonversi penjaualan menjadi kas yang bisa digunakan.Risiko ini semakin besar di tahun 2025, di tengah kenaikan biaya input produksi, tekanan margin laba, ketidakpastian kebijakan perdagangan global, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi gagal bayar pelanggan.Ini terlihat dari sebuah riset yang menunjukkan rata-rata waktu pembayaran transaksi B2B di Indonesia mencapai 34 hari dan semakin diperparah bahwa sekitar 40% faktur tidak dibayar tepat waktu.Ketika pengelolaan piutang usaha tidak menjadi prioritas strategis, perusahaan dagang berisiko terjebak dalam liquidity trap, yaitu laba terlihat sehat di laporan laba rugi, tetapi kas tidak tersedia untuk membayar pemasok, menggaji karyawan, atau mendanai ekspansi.Untuk menghadapi hal tersebut, maka diperlukan strategi yang bisa menjadi garis pertahanan atas risiko-risiko tersebut.Buku besar pembantu piutang bisa menjadi solusi yang efektif dengan memastikan kesehatan keuangan perusahaan mencerminkan kondisi riil, bukan sekadar proyeksi optimistis Apa Itu Buku Besar Pembantu Perusahaan Dagang?Buku besar pembantu adalah catatan rinci yang menjabarkan saldo usaha yang tercantum dalam akun pengendali (controlling account) di buku besar umum.Jika buku besar umum menunjukkan total piutang sebesar Rp5 miliar, maka buku besar pembantu menjelaskan: Siapa pelanggan yang berutang Faktur mana yang belum dibayar Berapa umur piutang setiap faktur Dengan kata lain, buku besar pembantu akan menjadi alat bagi perusahaan dagang dalam menjawab “kepada siapa uang perusahaan tertahan”.Lalu, bagaimana hubungan antara buku besar umum dan buku besar pembantu dijelaskan?Singkatnya, hubungan antara kedua buku bersifat pengendalian dan rekonsiliasi.Saldo akun piutang di buku besar umum harus selalu sama dengan total saldo seluruh pelanggan di buku besar pembantu.Baca Juga: Jurnal Umum Akuntansi Perusahaan Dagang: Pengertian, Langkah Pembuatan dan Contoh LengkapJenis-Jenis Buku Besar Pembantu di Perusahaan DagangUntuk jenis buku besar pembantu yang digunakan oleh perusahaan dagang ada dua, yaitu buku besar pembantu piutang dan buku besar pembantu utang.Keduanya memiliki peran dan fungsinya tersendiri dalam membantu pengelolaan buku besar umum dalam siklus akuntansi dagang.1. Buku Besar Pembantu PiutangBuku besar pembantu piutang dagang merupakan buku yang mencatat setiap rincian utang perusahaan secara per pemasok atau kreditur.Catatan ini merupakan rincian yang menjelaskan lebih dalam mengenai akun utang dagang pada buku besar utama yang mencakup: Nama pemasok/kreditur Tanggal dan nomor faktur Jumlah utang yang timbul Pembayaran yang dilakukan Saldo utang yang masih harus dibayar Informasi jatuh tempo pembayaran atau diskon pembayaran (jika ada) Melalui data-data ini, manajemen dapat mengelola utang setiap pemasok baik jadwal pembayaran dan menghindari keterlambatan sehingga hubungan dengan pemasok tetap baik.2. Buku Besar Pembantu UtangBuku besar pembantu utang dagang adalah buku pembantu yang mencatat rincian piutang dari akun piutang dagang di buku besar utama pada setiap pelanggan dan transaksinya.Komponen detail yang dicatat biasanya akan mencakup: Nama pelanggan/debitur Tanggal dan nomor faktur penjualan kredit Total piutang yang diberikan Pembayaran yang diterima Saldo piutang yang masih belum dibayar Diskon atau retur penjualan Melalui buku besar pembantu utang, perusahaan dagang dapat meningkatkan pengawasan piutang, usia piutang, dan risiko piutang tak tertagih.Untuk melihat perbandingan dari keduanya dengan mudah, simak tabel perbandingannya berikut ini: Aspek Buku Besar Pembantu Utang Dagang Buku Besar Pembantu Piutang Dagang Rincian Akun Utang perusahaan kepada pemasok/kreditur Piutang perusahaan dari pelanggan/debitur Digunakan untuk Mengendalikan Utang Dagang (kontrol akun) Mengendalikan Piutang Dagang (kontrol akun) Tujuan Mengetahui saldo utang per pemasok Mengetahui saldo piutang per pelanggan Kaitan Utama Sama dengan saldo Utang Dagang di buku besar Sama dengan saldo Piutang Dagang di buku besar Fungsi Buku Besar PembantuSecara umum, fungsi dari buku besar pembantu adalah menjelaskan secara detail akun-akun tertentu di buku besar umum, dengan beberapa fungsi lain seperti:1. Merinci Saldo Akun di Buku Besar UtamaFungsi utama dari keberadaan buku besar pembantu sebenarnya adalah memberikan rincial yang lebih detail terhadap angka-angka yang tercantum pada akun pengendali (control account) di buku besar utama.Akun piutang dagang merincikan per pelangga, sedangkan akun utang dagang akan dirincikan per pemasok sehingga akan transparan siapa yang berutang dan kepada siapa perusahaan berutang.Baca Juga: Cara Membuat Neraca Saldo Lengkap dengan Contoh, Mudah!2. Mempermudah Pengendalian dan PengawasanBuku besar pembantu digunakan sebagai alat sebagai pengendali internal karena bisa: Mendeteksi kesalahan pencatatan Menghindari duplikasi transaksi Mengawasi saldo piutang dan utang secara individual 3. Mendukung Pengelolaan Piutang dan Utang Secara OperasionalDalam operasional bisnis sehari-hari, buku besar pembantu akan berdampak besar dalam mengelola utang dan piutang yang efektif.Perusahaan dagang dapat dengan mudah menentukan pelanggan yang sudah jatuh tempo, menyusun strategi penagihan, serta mengatur jadwal pembayaran utang kepada pemasok.Cara Membuat Buku Besar Pembantu Perusahaan DagangSecara garis besar, baik buku besar pembantu piutang dan utang memiliki dasar pembuatan yang sama, hanya berbeda dari objek pencatatannya.Identifikasi Akun yang Memerlukan Buku Besar PembantuPertama, tentukan terlebih dahulu akun di buku besar utama yang membutuhkan rincian lebih lanjut, hal ini karena setiap akun melibatkan banyak pihak dan transaksi berulang.Contohnya seperti piutang dagang yang berkaitan dengan banyak komponen informasi pemasok, sedangkan utang dengan berkaitan erat dengan data pelanggan.Menentukan Format Buku Besar PembantuGunakan format standar yang memuat komponen-komponen dalam buku besar pembantu, biasanya format dasarnya adalah: Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo Menentukan Sumber PencatatanTentukan transaksi yang akan digunakan sebagai dasar sumber pencatatan buku besar pembantu.Biasanya ini dapat mencakup faktur pembelian dan penjualan, nota, bukti kas masuk dan keluar, atau jurnal khususMelakukan Posting Transaksi ke Buku Besar PembantuSelanjutnya setelah transaksi telah tercatat di jurnal, Anda bisa mempostingnya ke buku besar pembantu dengan mencantumkan referensi jurnal agar mudah ditelusuri.Menghitung dan Memutakhirkan SaldoSaldo ini bersifat running balance, sehingga perlu untuk menghirung saldo terbaru dan memastikan mencerminkan posisi yang sebenarnya.Rekonsiliasi dengan Buku Besar UtamaLangkah trakhir dan cukup krusial adalah melakukan rekonsiliasi dengan buku besar utama.Tujuannya adalah tidak ada kesalahan input dengan menyeimbangkan total saldo buku besar pembantu dengan saldo akun terkait di buku besar utama.Contoh Buku Besar Pembantu Perusahaan DagangBerikut adalah beberapa contoh buku besar pembantu yang bisa ditemukan dalam siklus akuntansi perusahaan dagang.1. Contoh Buku Besar Pembantu Utang DagangContoh 1: Pemasok dari PT Maju Jaya Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo Utang (Rp) 02 Jan 26 Pembelian kredit – 15.000.000 15.000.000 15 Jan 26 Pembayaran kas 5.000.000 – 10.000.000 28 Jan 26 Pembelian kredit – 8.000.000 18.000.000 Contoh 2: Pemasok dari CV Sumber Makmur Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo Utang (Rp) 05 Feb 26 Pembelian kredit – 12.000.000 12.000.000 10 Feb 26 Retur pembelian 2.000.000 – 10.000.000 25 Feb 26 Pembelian kredit – 6.000.000 16.000.000 Contoh 3: Pemasok dari UD Berkah Abadi Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo Utang (Rp) 08 Mar 26 Pembelian kredit – 9.500.000 9.500.000 20 Mar 26 Pelunasan utang 9.500.000 – 0 Baca Juga: Buku Besar Piutang Dagang: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Format yang Tepat2. Contoh Buku Besar Pembantu Piutang DagangContoh 1: Pelanggan dari PT Sinar Jaya Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo Utang (Rp) 03 Jan 26 Penjualan kredit 18.000.000 – 18.000.000 20 Jan 26 Penerimaan kas – 7.000.000 11.000.000 Contoh 2: Pelanggan dari CV Prima Niaga Tanggal Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp) Saldo Utang (Rp) 06 Jan 26 Penjualan kredit 14.500.000 – 14.500.000 12 Jan 26 Retur penjualan – 2.500.000 12.000.000 24 Jan 26 Penerimaan kas – 5.000.000 7.000.000 KesimpulanPengelolaan piutang dan utang tidak lagi bisa diperlakukan sebagai fungsi administratif semata, melainkan harus ditempatkan sebagai prioritas strategis keuangan.Buku besar pembantu terbukti memainkan peran krusial dalam menjembatani kesenjangan antara laba akuntansi dan kas riil.Namun, seiring meningkatnya volume transaksi, kompleksitas pelanggan, dan tuntutan pelaporan real-time, pengelolaan buku besar pembantu secara manual semakin tidak efisien dan rawan kesalahan.Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan dagang perlu mulai mempertimbangkan software akuntansi yang mampu mengotomatisasi buku besar pembantu sekaligus terintegrasi dengan pelaporan keuangan.Salah satu solusi yang relevan untuk kebutuhan bisnis di Indonesia adalah Mekari Jurnal.Dengan Mekari Jurnal, perusahaan dapat: Membentuk buku besar pembantu piutang dan utang secara otomatis dari transaksi penjualan dan pembelian Melacak saldo per pelanggan dan pemasok secara real-time Memantau usia piutang untuk mendukung strategi penagihan Memastikan rekonsiliasi otomatis antara buku besar pembantu dan buku besar umum Menghasilkan laporan keuangan yang akurat, konsisten, dan siap digunakan untuk pengambilan keputusan Alih-alih menghabiskan waktu untuk pencatatan manual dan rekonsiliasi berulang, tim keuangan dapat berfokus pada analisis, pengendalian risiko, dan perencanaan arus kas yang lebih strategis karena Mekari Jurnal mampu 13% mengurangi kesalahan entri untuk setiap periode pelaporan dan 95% Mempercepat proses pembuatan laporan. Coba gratis sekarang juga!Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:Scribd, “Buku Besar Pembantu Perusahaan Dagang”.OCBC, “Mengenal Buku Besar Pembantu, Jenis dan Fungsinya”.