Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Biaya Overhead: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Diperbarui
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Biaya overhead adalah biaya tidak langsung yang mendukung proses produksi atau operasional, tetapi tidak dapat ditelusuri langsung ke satu produk.
  • Overhead terdiri dari biaya tetap, variabel, dan semi-variabel yang perlu dialokasikan menggunakan dasar pembebanan tertentu.
  • Perhitungan biaya overhead yang tepat menghasilkan HPP dan harga jual yang lebih akurat sehingga margin laba dapat dihitung dengan benar.
  • Pengelolaan overhead yang efektif membantu meningkatkan efisiensi operasional, profitabilitas, dan kualitas pengambilan keputusan bisnis.

Menentukan harga jual sebuah produk manufaktur atau jasa tidak cukup hanya dengan menghitung berapa modal bahan baku utama serta ongkos upah tenaga kerja yang merakitnya.

Ketika menghitung biaya produksi, banyak pelaku bisnis hanya berfokus pada bahan baku dan gaji tenaga kerja langsung karena kedua komponen tersebut paling mudah diidentifikasi dan ditelusuri ke produk yang dihasilkan.Namun, ada kelompok biaya lain yang tidak kalah penting dan sering kali lebih sulit dikendalikan dibanding biaya langsung.

Biaya inilah yang disebut biaya overhead, yang jika tidak dihitung dengan tepat dapat menyebabkan harga pokok produksi terlalu rendah, margin laba terlihat lebih tinggi dari kondisi sebenarnya, dan keputusan penetapan harga menjadi kurang akurat.

Apa Itu Biaya Overhead?

Dalam akuntansi komersial, biaya overhead adalah seluruh biaya tidak langsung yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendukung proses produksi atau operasional bisnis, namun tidak dapat ditelusuri atau dibebankan secara langsung ke satu unit produk, aktivitas, atau jasa spesifik tertentu.

Karena sifatnya yang tidak langsung itulah, biaya overhead perlu dialokasikan ke produk atau jasa menggunakan dasar alokasi tertentu, bukan dihitung per unit secara langsung seperti biaya bahan baku.

Contoh Biaya Overhead

Contoh biaya overhead sangat beragam tergantung jenis bisnis, tetapi pola dasarnya selalu sama di mana biaya yang timbul untuk mendukung operasional, bukan untuk menghasilkan satu unit produk secara spesifik.

Berbagai pengeluaran yang masuk ke dalam rumpun contoh biaya overhead meliputi:

  • Biaya listrik, air, dan utilitas: Energi dan utilitas yang mendukung operasional produksi
  • Penyusutan mesin dan gedung: Alokasi penurunan nilai aset produksi selama masa penggunaannya
  • Bahan penolong: Material pendukung produksi dengan nilai relatif kecil, seperti pelumas, lem, atau kain lap
  • Tenaga kerja tidak langsung: Gaji karyawan pendukung produksi, seperti supervisor, quality control, dan teknisi
  • Sewa dan asuransi: Biaya sewa fasilitas produksi serta perlindungan atas risiko operasional

Semua contoh ini menunjukkan satu pola, yaitu biaya overhead ada dan perlu dibayar terlepas dari berapa banyak unit yang diproduksi atau berapa banyak klien yang dilayani dalam periode tersebut.

Jenis-Jenis Biaya Overhead

Biaya overhead umumnya dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan fluktuasi volume aktivitas produksi di lapangan, yaitu:

1. Overhead Tetap

Merupakan biaya tidak langsung yang nilai nominal totalnya akan selalu konstan atau tidak mengalami perubahan, terlepas dari apakah volume produksi sedang melonjak tinggi atau justru sedang berhenti total.

Contoh klasiknya meliputi beban penyusutan gedung, biaya sewa pabrik tahunan, asuransi aset, serta gaji tetap jajaran supervisor lini produksi.

2. Overhead Variabel

Merupakan pengeluaran tidak langsung yang nilai totalnya akan terus bergerak fluktuatif secara linear mengikuti naik-turunnya volume output kegiatan produksi.

Apabila pabrik sedang mengejar target pesanan dalam jumlah besar, otomatis pengeluaran untuk bahan penolong kustom, biaya listrik operasional mesin, serta biaya pengelolaan limbah industri akan ikut membumbung tinggi.

3. Overhead Semi-Variabel

Biaya overhead semi-variabel adalah jenis yang memiliki komponen tetap sekaligus komponen variabel.

Tagihan listrik kantor, misalnya, memiliki biaya abonemen dasar yang tetap setiap bulan, ditambah komponen penggunaan yang berubah sesuai pemakaian aktual.

Biaya telepon dan biaya pemeliharaan aset tertentu juga sering masuk dalam kategori ini karena memiliki dua lapisan biaya sekaligus.

Biaya Overhead Pabrik vs Overhead Operasional

Satu kesalahan yang sering memicu catatan koreksi dari tim auditor eksternal adalah kegagalan staf akuntansi dalam memisahkan wilayah kerja overhead.

Dalam akuntansi biaya, ada pembedaan penting antara dua kelompok overhead berdasarkan fungsinya dalam laporan keuangan.

1. Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Seluruh biaya tidak langsung yang terjadi dan terserap murni di dalam lingkungan fisik pabrik atau tempat produksi berjalan.

Komponen biaya overhead pabrik atau biaya overhead manufaktur ini merupakan bagian sah dari pembentuk biaya produksi bersama dengan bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.

Nilai BOP ini wajib dialokasikan masuk ke dalam perhitungan kapitalisasi persediaan barang dalam proses, yang nantinya akan mengkristal menjadi komponen Harga Pokok Penjualan (HPP) saat barang berhasil terjual.

2. Overhead Operasional (Beban Komersial)

Seluruh biaya tidak langsung yang terjadi di luar lingkungan lantai produksi, melainkan terserap untuk mendukung aktivitas administrasi, perkantoran pusat, dan aktivitas penjualan.

Contohnya meliputi biaya sewa kantor direksi di Jakarta, biaya promosi iklan tim marcom, atau penyusutan komputer staf HRD.

Pengeluaran ini dilarang keras dimasukkan ke dalam HPP produk, melainkan harus langsung diakui sebagai Beban Operasional (Operating Expenses) periode berjalan di laporan laba rugi.

Perbedaan Biaya Langsung dan Biaya Overhead

Berikut adalah tabel komparatif untuk membantu Anda membedakan karakteristik biaya langsung dengan biaya tidak langsung (overhead):

Aspek Bahan Baku Langsung Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead
Definisi Dasar Bahan mentah utama yang diubah menjadi produk jadi Upah untuk pekerja yang merakit produk secara fisik Biaya penunjang aktivitas produksi secara kolektif
Kemudahan Penelusuran Sangat mudah dilacak secara fisik pada produk (direct tracing) Mudah dihitung berdasarkan jam kerja per unit barang Sulit dilacak langsung, membutuhkan dasar alokasi rasional
Cara alokasi ke produk Per unit secara langsung Per jam kerja langsung Menggunakan dasar alokasi
Sifat Pengeluaran Selalu bersifat variabel mengikuti unit yang diproduksi Umumnya bersifat variabel berdasarkan tarif per unit/jam Campuran, bisa bersifat tetap, variabel, maupun semi-variabel
Posisi dalam Laporan HPP sebagai biaya langsung HPP sebagai biaya langsung HPP sebagai biaya tidak langsung yang dialokasikan

Cara Menghitung Biaya Overhead

Agar seluruh pengeluaran tidak langsung ini dapat diserap secara adil oleh setiap unit barang yang diproduksi, tim manajemen harus menempuh langkah-langkah penghitungan alokasi yang sistematis berikut ini:

1. Identifikasi dan Pisahkan Biaya

Pisahkan seluruh pengeluaran untuk membedakan biaya overhead produksi dari biaya administrasi, pemasaran, atau biaya komersial lainnya.

2. Klasifikasikan Biaya Berdasarkan Perilaku

Kelompokkan biaya overhead ke dalam kategori biaya tetap dan biaya variabel untuk memudahkan perencanaan serta pengendalian anggaran.

3. Akumulasikan Total Biaya Overhead

Jumlahkan seluruh komponen biaya overhead yang telah diidentifikasi untuk memperoleh total biaya overhead pada periode tertentu.

4. Tentukan Dasar Alokasi (Cost Driver)

Pilih dasar pembebanan yang paling mencerminkan penggunaan sumber daya, seperti jumlah unit produksi, jam kerja tenaga kerja langsung, atau jam operasi mesin.

5. Hitung Tarif Overhead

Bagi total biaya overhead dengan total dasar alokasi yang dipilih untuk mendapatkan tarif overhead yang akan dibebankan ke setiap produk atau aktivitas.

Rumus yang bisa digunakan adalah:

Tarif Overhead = Total Biaya Overhead / Total Dasar Alokasi

Hasilnya adalah biaya overhead yang harus dialokasikan untuk setiap unit dasar alokasi, yang kemudian digunakan untuk menghitung biaya overhead per unit produk.

Contoh Perhitungan Biaya Overhead

Sebuah pabrik keripik singkong di Bandung mencatat biaya overhead pabrik selama satu bulan sebagai berikut:

  • Biaya listrik pabrik: Rp8.000.000
  • Penyusutan mesin penggorengan: Rp5.000.000
  • Sewa gudang produksi: Rp12.000.000
  • Gaji supervisor produksi: Rp15.000.000
  • Bahan penolong (minyak dan pelumas mesin): Rp6.000.000
  • Biaya perawatan mesin: Rp4.000.000

Total biaya overhead pabrik: Rp50.000.000.

Dalam bulan yang sama, pabrik memproduksi 10.000 bungkus keripik singkong. Pabrik memilih unit produksi sebagai dasar alokasi overhead.

Tarif overhead per unit = Rp50.000.000 / 10.000 unit = Rp5.000 per bungkus.

Artinya, setiap bungkus keripik singkong yang diproduksi menanggung biaya overhead sebesar Rp5.000. Jika biaya bahan baku langsung per bungkus adalah Rp8.000 dan biaya tenaga kerja langsung per bungkus adalah Rp3.000, maka harga pokok produksi per bungkus adalah Rp8.000 ditambah Rp3.000 ditambah Rp5.000, yaitu Rp16.000 per bungkus.

Dengan HPP sebesar Rp16.000 ini, manajemen bisa menentukan harga jual yang mencakup seluruh biaya dan memberikan margin laba yang memadai. Jika pabrik menetapkan harga jual Rp20.000 per bungkus, margin kotor per unitnya adalah Rp4.000 atau setara 20 persen.

Dampak Biaya Overhead terhadap HPP dan Harga Jual

Kesalahan dalam menghitung biaya overhead dapat menyebabkan HPP menjadi tidak akurat, sehingga biaya produksi terlihat lebih rendah dari kondisi sebenarnya dan berpotensi menghasilkan keputusan harga jual yang keliru.

Produk tampak menghasilkan margin yang lebih tinggi dari kenyataannya, dan harga jual yang ditetapkan berdasarkan angka tersebut bisa membuat bisnis rugi tanpa disadari.

Sebaliknya, jika overhead dialokasikan terlalu besar ke produk tertentu karena kesalahan penentuan dasar alokasi, HPP produk tersebut akan terlalu tinggi, harga jualnya tidak kompetitif, dan volume penjualannya bisa terganggu meskipun biaya aktualnya sebenarnya jauh lebih rendah.

Karena itu, akurasi dalam mengidentifikasi dan mengalokasikan biaya overhead sangat penting karena langsung memengaruhi penetapan harga, profitabilitas produk, dan kualitas pengambilan keputusan bisnis.

Cara Mengontrol Biaya Overhead

Agar profitabilitas margin laba kotor korporasi tetap terjaga prima dari gerusan pembengkakan biaya tidak langsung, jajaran manajemen operasional dapat mempraktikkan beberapa langkah taktis pengawasan berikut:

1. Penyusunan Budgeting yang Ketat

Menetapkan batas anggaran untuk setiap pos biaya overhead agar pengeluaran tetap terkendali dan sesuai rencana.

2. Audit Penggunaan Energi Secara Berkala

Memantau penggunaan listrik dan jam operasional mesin untuk mengurangi pemborosan energi di area produksi.

3. Penerapan Preventive Maintenance

Melakukan perawatan mesin secara terjadwal guna mencegah kerusakan besar dan biaya perbaikan yang tinggi.

4. Evaluasi Kontrak Vendor dan Supplier

Membuka ruang negosiasi ulang dengan penyedia jasa asuransi, pemilik gedung, maupun vendor bahan penolong untuk mengamankan penawaran harga terbaik.

5. Otomatisasi Alur Kerja Administrasi

Mengganti alur kerja manual berbasis kertas dengan sistem digital terpadu demi merampingkan kebutuhan tenaga kerja tidak langsung serta menekan biaya ATK kantor.

Efisiensi Penghitungan Akuntansi Biaya Bersama Mekari Jurnal

Efisiensi penghitungan akuntansi biaya dapat ditingkatkan dengan menggunakan software akuntansi berbasis cloud seperti Mekari Jurnal, karena pengelolaan komponen biaya tidak langsung secara manual di Excel sangat rentan terhadap human error dan kesalahan perhitungan HPP.

Mekari Jurnal membantu mengotomatisasi seluruh siklus cost accounting secara akurat, sistematis, dan terintegrasi sehingga proses pembukuan menjadi lebih efisien.

Melalui fitur pelacakan biaya dan manajemen manufaktur, sistem ini memungkinkan pengelompokan biaya overhead tetap dan variabel secara instan serta mengonsolidasikannya ke dalam perhitungan HPP secara real-time.

Selain itu, fitur audit trail yang transparan memastikan laporan keuangan lebih kredibel dan mendukung pengambilan keputusan bisnis yang lebih cepat dan tepat.

Saya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!

Kesimpulan

Biaya overhead adalah komponen yang tidak boleh diabaikan dalam perhitungan biaya produksi dan penentuan harga jual.

Memahami jenisnya, mengidentifikasinya dengan tepat, mengalokasikannya secara proporsional, dan mengendalikannya secara rutin adalah hal-hal yang membuat laporan keuangan bisnis lebih mencerminkan kondisi yang sesungguhnya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk bisnis Anda!

 

 

 

Referensi:

Corporate Finance Institute. “Overheads.”

AccountingTools. “Overhead.”

FAQ

Apa saja contoh biaya overhead?

Apa saja contoh biaya overhead?

Contoh biaya overhead meliputi biaya listrik dan air pabrik, penyusutan mesin, gaji supervisor, bahan penolong, biaya perawatan mesin, sewa gedung produksi, serta asuransi aset.

Apa perbedaan biaya overhead dan biaya langsung?

Apa perbedaan biaya overhead dan biaya langsung?

Biaya langsung dapat ditelusuri secara langsung ke produk, seperti bahan baku dan tenaga kerja langsung. Sementara itu, biaya overhead harus dialokasikan menggunakan dasar pembebanan tertentu karena sifatnya tidak langsung.

Apa saja jenis-jenis biaya overhead?

Apa saja jenis-jenis biaya overhead?

Biaya overhead dibagi menjadi tiga jenis, yaitu overhead tetap, overhead variabel, dan overhead semi-variabel berdasarkan perilakunya terhadap perubahan volume produksi.

Apa itu biaya overhead tetap?

Apa itu biaya overhead tetap?

Biaya overhead tetap adalah biaya yang jumlah totalnya relatif tidak berubah meskipun volume produksi meningkat atau menurun, misalnya sewa pabrik dan penyusutan gedung.

Bagaimana cara menghitung biaya overhead?

Bagaimana cara menghitung biaya overhead?

Langkah umumnya meliputi mengidentifikasi seluruh biaya overhead, mengelompokkannya, menentukan dasar alokasi (cost driver), lalu menghitung tarif overhead menggunakan rumus:

Tarif Overhead = Total Biaya Overhead ÷ Total Dasar Alokasi

Apa yang dimaksud dengan tarif overhead?

Apa yang dimaksud dengan tarif overhead?

Tarif overhead adalah biaya overhead yang dibebankan untuk setiap unit dasar alokasi, misalnya per unit produk, per jam kerja langsung, atau per jam mesin.

Apa perbedaan biaya overhead pabrik dan overhead operasional?

Apa perbedaan biaya overhead pabrik dan overhead operasional?

Biaya overhead pabrik berhubungan langsung dengan proses produksi dan menjadi bagian HPP, sedangkan overhead operasional berkaitan dengan fungsi administrasi, pemasaran, dan penjualan yang diakui sebagai beban operasional.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami