Menjadi seorang pengusaha tidak mengenal umur. Banyak orang yang baru memulai bisnis saat usianya tidak muda lagi. Namun, ada juga yang sudah mulai berbisnis sejak usianya masih kecil. Di artikel kali ini, Jurnal akan memberikan daftar pengusaha kecil yang sukses menjalankan bisnis di usianya yang masih sangat muda. Bagaimana mereka memulai bisnis? Apa alasan mereka memulai bisnis? Temukan cerita lengkapnya di bawah ini.

 

Almeyda Nayara

Naya merupakan salah satu pengusaha yang sukses di usianya yang ke 10. Di usianya saat itu, Naya melihat kakak kelasnya membawa mainan slime yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Karena ketertarikannya pada slime, Naya memutuskan untuk membuat slime-nya sendiri. Berbekal dari tutorial yang ada di YouTube, Naya berhasil membuat slime dengan berbagai variasi dan menjualnya saat kegiatan bazar di sekolah. Slime buatan Naya sangat diminati teman-temannya di sekolah, karena itulah Naya berani memasarkan slime buatannya melalui Instagram. Dan berkat kegigihannya dalam membuat dan menjual slime, Naya berhasil mengantongi omzet hingga Rp60 juta per bulan.

 

Chloe Purnama

Chloe Purnama, gadis yang sukses sejak usia 11 tahun ini memulai bisnisnya dengan niat untuk membantu anak-anak yang kurang mampu. Bermula sejak meninggalnya sang adik di usia 3 tahun karena kanker otak, membuat Chloe dan keluarga merasakan sedih yang berlarut. Untuk menyemangati keluarga ini, teman dan saudara mengajak Chloe dan keluarga untuk memberikan pelayanan sosial di panti asuhan ataupun rumah singgah. Inilah awal Chloe terinspirasi untuk membantu anak-anak yang kurang mampu. Saat itu Chloe berniat membuat bisnis online melalui social media yang menjual berbagai produk termasuk perlengkapan kosmetik, di mana keuntungan dari penjualan tersebut akan disalurkan untuk anak-anak yang membutuhkan. Karena ketulusannya untuk membantu, dalam 1,5 tahun pertama, Chloe berhasil meraih omzet hingga Rp600 juta.

 

Moziah Bridges

Bisnis yang Bridges jalankan saat ini berawal saat usianya 9 tahun dan kesulitan yang ia alami untuk menemukan dasi yang disukai. Kesulitan itulah yang membawa bridges belajar menjahit dengan neneknya untuk mulai membuat dasi dengan model yang disukai. Setelah beberapa bulan, Bridges berhasil membuat lusinan dasi dengan warna menarik, sehingga keluarga dan teman-temannya berminat untuk membeli dasi buatanya. Dan sejak saat itulah, Bridges memberi nama bisnisnya Mo’s Bows. Saat ini bisnis Mo’s Bows dijalankan Bridges bersama 5 karyawannya dan memiliki nilai sekitar Rp1,5 miliar.

 

Caine Monroy

Sampah kardus bekas yang sering kita buang selama ini, ternyata bisa jadi mainan yang menarik di tangan Monroy. Di usianya yang ke 9, Monroy berhasil membuat permainan dari kardus dan menjadikannya pengusaha sukses dengan omzet Rp1,2 miliar. Keberhasilannya pun tidak mudah, Monroy baru berhasil menciptakan wahana permainan yang terbuat dari kardus setelah 2 tahun. Wahana tersebut, ia beri nama Caine Arcade. Awal usahanya, ia kesulitan mendapatkan pelanggan, hingga suatu hari ada pembuat film, Mullick, yang membeli suku cadang di toko ayahnya sekaligus menjadi pelanggan pertama Monroy. Karena ketertarikan terhadap cerita Monroy, Mullick mengangkat cerita tersebut menjadi sebuah film dokumenter. Dan dari sinilah awal mula kesuksesan bisnis Monroy.

 

Sebastian Martinez

Anak yang satu ini berhasil menjadi seorang CEO dari perusahaannya sendiri, yaitu ‘Are You Kidding’ di usianya yang baru menginjak 7 tahun. Bisnis ini bermula karena hobi Martinez mengoleksi kaus kaki. Pada tahun 2014, Martinez berhasil mendapatkan penghasilan hingga Rp200 juta dari hasil penjualan kaus kakinya. Bukan hanya itu, Martinez dengan bisnis Are You Kidding-nya telah mendonasikan sebagian pendapatannya ke beberapa organisasi kemanusiaan.

 

Di atas adalah beberapa inspirasi bisnis yang bisa memotivasi Anda untuk memulai bisnis mulai sekarang. Jangan pernah menganggap umur adalah hal yang membatasi Anda memulai bisnis, karena banyak sekali anak-anak yang berhasil sukses memulai dan mengembangkan bisnisnya sejak kecil. Namun, untuk mengembangkan bisnis, Anda tidak bisa hanya berpatokan pada motivasi. Mengelola keuangan juga menjadi hal penting yang harus Anda pikirkan untuk mengembangkan bisnis.

Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat membantu Anda mengelola keuangan bisnis, hingga membantu Anda fokus untuk mengembangkan bisnis. Jurnal juga dilengkapi berbagai fitur yang memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis, mulai dari fitur laporan keuangan lengkap, stok barang, pengelolaan aset, pembuatan invoice, dan masih banyak lagi. Temukan selengkapnya mengenai Jurnal dan berbagai fiturnya di sini.