Berdiri sejak tahun 2010 di Bogor, PT Citra Indoutama Cemerlang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan manufaktur kemasan. Perusahaan ini membantu pelaku usaha membangun branding melalui berbagai produk kemasan, mulai dari dus catering hingga kemasan sparepart otomotif berbahan duplex. Saat ini, PT Citra Indoutama Cemerlang memproduksi sekitar 300 SKU untuk melayani pelanggan dari segmen UMKM hingga industri sparepart. Tantangan bisnis Sebelum menggunakan Mekari Jurnal, sebagian besar proses pencatatan di PT Citra Indoutama Cemerlang masih dilakukan secara manual. Tim produksi mencatat hasil produksi harian dan stok menggunakan Microsoft Excel, sementara sebagian aktivitas di gudang masih mengandalkan pencatatan di atas kertas. “Untuk untuk Jurnal sebenarnya pada awalnya itu niatnya kita tuh buat mempermudah proses dokumentasi, karena di perusahaan kami itu proses dokumentasi itu masih manual semua,” ujar Adit, perwakilan tim produksi PT Citra Indoutama Cemerlang. Sistem pencatatan yang belum terintegrasi juga membuat koordinasi antar divisi menjadi kurang efisien. Tim keuangan harus menanyakan data stok secara langsung kepada bagian gudang ketika membutuhkan informasi untuk proses administrasi maupun pemenuhan pesanan. “Kalau misal kayak manajemennya mungkin banyak beberapa yang kayak miskom, karena kita harus tanya satu-satu tentang stok gudang dan lain-lain per orang,” jelas Ratna Sofia, staf keuangan PT Citra Indoutama Cemerlang. Di sisi lain, biaya bahan baku dan cost produksi per produk belum dihitung secara sistematis. Penentuan harga jual masih banyak didasarkan pada estimasi sehingga perusahaan belum memiliki acuan biaya produksi yang benar-benar akurat. Mekari sebagai solusi PT Citra Indoutama Cemerlang pertama kali mengenal Mekari Jurnal melalui iklan dan rekomendasi dari perusahaan lain. Setelah mengikuti training pada tahun 2024, perusahaan mulai mengimplementasikan sistem secara aktif pada tahun 2025. Melalui Mekari Jurnal, data stok kini dapat dipantau oleh berbagai divisi, mulai dari PPIC, kepala produksi, hingga tim keuangan, melalui satu akun master. Hal ini menghilangkan kebutuhan untuk saling menghubungi hanya untuk memastikan ketersediaan stok. “Kalau di Jurnal, jadi kita tuh udah bisa langsung mantau dalam satu akun di masternya. Jadi semua udah bisa langsung kelihatan, jadi untuk stoknya kita udah enggak usah nanya-nanya ke orang per orang,” kata Ratna Sofia. Selain meningkatkan visibilitas stok, fitur Bill of Material (BoM) membantu tim produksi menghitung kebutuhan bahan baku sekaligus mengetahui cost produksi setiap produk secara lebih akurat. Perhitungan biaya yang sebelumnya hanya berdasarkan perkiraan kini dapat dilakukan dengan lebih terukur sehingga menjadi dasar dalam menentukan harga jual. “Kalau di Mekari kan ada sistem buat ngecek bahan baku, harga bahan bakunya kira-kira berapa, jadi itu jadi lebih jelas angkanya. Jadi kita bisa laporin ke atasan, dari produksi bisa melaporkan bahwa setiap satu produk ini butuh cost misalnya 600 perak, dan dengan harga jual 1.500,” tutur Adit. Dari sisi keuangan, proses penyusunan laporan menjadi lebih praktis karena data transaksi tersimpan secara terpusat, mudah dicari, serta dapat diperbaiki apabila ditemukan kesalahan. Perusahaan juga memanfaatkan integrasi e-Faktur untuk mendukung proses perpajakan dan layanan live chat Mekari yang responsif selama masa implementasi. “Kalau misal kita menggunakan Jurnal Mekari kemudahannya itu kita bisa langsung edit, kita bisa langsung search. Jadi untuk laporan keuangan bisa lebih akurat,” ungkap Ratna Sofia. Hasil implementasi Kerapian dokumentasi produksi meningkat dari skor 5 menjadi 8 Digitalisasi proses pencatatan memberikan dampak nyata terhadap kerapian dokumentasi produksi. Data stok maupun bill of material kini tersimpan lebih rapi dan mudah ditelusuri dibandingkan saat masih menggunakan pencatatan manual. “Misalnya tadinya sebelum pakai Jurnal, kerapihan dokumentasi itu dari 1 sampai 10 itu kita 5, karena kita enggak rapi. Semenjak pakai Jurnal jadi kira-kira bisa saya katakan 8 lah, jadi udah mulai menuju rapi,” kata Adit. Tim keuangan memberi skor kepuasan 8 dari 10 Tim keuangan juga merasakan peningkatan efisiensi dalam penyusunan laporan. Seluruh biaya produksi telah memiliki kategori yang jelas di buku besar sehingga data dapat langsung diambil maupun diekspor sesuai kebutuhan manajemen. “Kita jadi bisa tahu nih biaya untuk bahan baku produksi sekian, jadi udah ada kategorinya di bagian buku besar. Apabila atasan nanya tentang biaya produksi habis berapa nih dalam 1 tahun, dalam 1 bulan, itu kita bisa langsung ngambil datanya dan juga kita bisa langsung ekspor datanya,” jelas Ratna Sofia. Data stok dan cost produksi lebih transparan Dengan sistem yang terintegrasi, data stok hasil produksi kini dapat diakses oleh PPIC untuk menyusun rencana produksi, kepala produksi untuk mengatur jadwal pengiriman, serta tim keuangan untuk kebutuhan pelaporan. Transparansi data ini mengurangi ketergantungan pada komunikasi manual antar divisi. Mekari Jurnal di mata PT Citra Indoutama Cemerlang Setelah mengimplementasikan Mekari Jurnal pada tahun 2025, PT Citra Indoutama Cemerlang memberikan skor kepuasan 8 dari 10 (80%) terhadap pengalaman menggunakan solusi ini. Penilaian tersebut didasarkan pada peningkatan kerapian dokumentasi produksi, transparansi biaya, serta kemudahan dalam mengakses data stok dan menyusun laporan keuangan. Selain membantu meningkatkan efisiensi operasional, perusahaan juga menyatakan akan merekomendasikan Mekari Jurnal kepada bisnis manufaktur lain yang membutuhkan sistem terintegrasi untuk mengelola proses produksi dan keuangan. Sebagai masukan, PT Citra Indoutama Cemerlang berharap Mekari Jurnal terus mengembangkan fitur, meningkatkan stabilitas sistem, serta menambahkan fitur pencatatan produk reject guna mendukung kebutuhan industri manufaktur secara lebih optimal.