Nilai Buku Aset: Rumus dan Contoh Mekari Jurnal Insight Nilai buku aset adalah harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, dan menjadi acuan resmi dalam neraca sesuai PSAK 16. Nilai buku berbeda dari nilai pasar karena murni berdasarkan catatan akuntansi, bukan harga jual aset yang sebenarnya di pasar. Pencatatan otomatis lewat Mekari Jurnal membantu bisnis menghitung nilai buku dan penyusutan aset tanpa risiko salah hitung manual. Nilai buku aset adalah nilai suatu aset yang tercatat di neraca, dihitung dari harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan atau amortisasi. Bagi bisnis, nilai buku penting untuk mengetahui kondisi aset secara akurat, menghitung laba atau rugi saat aset dijual, dan menyusun laporan keuangan yang sesuai standar.Artikel ini membahas pengertian, rumus, contoh perhitungan, perbandingan dengan nilai pasar, hingga cara mencatat nilai buku aset dengan benar. Apa Itu Nilai Buku Aset?Nilai buku aset adalah nilai suatu aset yang tercatat dalam laporan posisi keuangan atau neraca, setelah dikurangi akumulasi penyusutan atau amortisasi sejak aset tersebut diperoleh. Dalam standar akuntansi, istilah ini dikenal sebagai jumlah tercatat atau carrying amount.PSAK 16 tentang Aset Tetap menjelaskan bahwa aset tetap disajikan di neraca sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai. Artinya, nilai buku bukan angka statis. Nilai buku akan terus mengecil seiring aset digunakan dan disusutkan setiap periode, kecuali perusahaan menerapkan model revaluasi.Penting dicatat, nilai buku berbeda dari nilai pasar. Nilai buku murni hasil pencatatan akuntansi berdasarkan harga historis, sementara nilai pasar mencerminkan harga jual aset saat ini di pasar terbuka, yang bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung kondisi aset dan permintaan.Rumus Nilai Buku AsetRumus dasar nilai buku aset adalah sebagai berikut.Nilai Buku = Harga Perolehan − Akumulasi PenyusutanJika aset pernah mengalami penurunan nilai (impairment) sesuai PSAK 236 (dahulu PSAK 48), rumusnya menjadi:Nilai Buku = Harga Perolehan − Akumulasi Penyusutan − Akumulasi Rugi Penurunan NilaiTiga komponen yang perlu dipahami: Harga perolehan. Total biaya untuk memperoleh aset hingga siap digunakan, termasuk harga beli, ongkos kirim, dan biaya instalasi. Akumulasi penyusutan. Jumlah kumulatif beban penyusutan yang sudah diakui sejak aset mulai digunakan, besarnya tergantung metode penyusutan yang dipakai. Akumulasi rugi penurunan nilai. Koreksi tambahan jika nilai terpulihkan aset (recoverable amount) ternyata lebih rendah dari nilai bukunya, sesuai hasil uji penurunan nilai. Contoh Perhitungan Nilai Buku AsetBerikut simulasi sederhana penerapan rumus nilai buku pada aset operasional bisnis.PT Sinar Logistik membeli kendaraan operasional seharga Rp300.000.000. Umur ekonomis kendaraan diperkirakan 5 tahun tanpa nilai residu, menggunakan metode penyusutan garis lurus.Beban penyusutan per tahun dihitung sebagai berikut.Beban Penyusutan = Rp300.000.000 : 5 tahun = Rp60.000.000 per tahunSetelah 2 tahun pemakaian, akumulasi penyusutan menjadi Rp120.000.000 (Rp60.000.000 x 2 tahun). Nilai buku kendaraan di akhir tahun kedua adalah:Nilai Buku = Rp300.000.000 − Rp120.000.000 = Rp180.000.000Jika di tahun ketiga PT Sinar Logistik menjual kendaraan tersebut seharga Rp150.000.000, sementara nilai bukunya saat itu sudah menjadi Rp120.000.000 (Rp300.000.000 dikurangi akumulasi penyusutan 3 tahun sebesar Rp180.000.000), maka perusahaan mencatat keuntungan penjualan aset sebesar Rp30.000.000 (Rp150.000.000 − Rp120.000.000).Nilai Buku vs Nilai Pasar vs Nilai WajarKetiga istilah ini sering tertukar, padahal punya dasar perhitungan dan kegunaan yang berbeda.AspekNilai BukuNilai PasarNilai WajarDasar perhitunganHarga perolehan dikurangi akumulasi penyusutanHarga transaksi aktual di pasar terbukaEstimasi harga berdasarkan kondisi terkini, sering lewat jasa appraisalSifatHistoris, tercatat di pembukuanDinamis, mengikuti permintaan dan penawaranDinamis, tapi berbasis penilaian independenKegunaan utamaPelaporan keuangan dan perhitungan laba/rugi pelepasan asetAcuan jual beli asetDasar revaluasi aset sesuai PSAK 16Dalam konteks analisis saham, nilai buku juga diturunkan menjadi Book Value Per Share (BVPS), yaitu total ekuitas dibagi jumlah saham beredar. Namun BVPS adalah metrik untuk menilai saham perusahaan publik, berbeda dari nilai buku aset yang dibahas dalam artikel ini, yang fokusnya pada pencatatan aset di pembukuan bisnis.Catat Nilai Buku Aset Lebih Akurat dengan Mekari JurnalBagi bisnis yang masih menghitung penyusutan dan nilai buku aset secara manual di spreadsheet, beralih ke aplikasi akuntansi Mekari Jurnal bisa memangkas risiko salah hitung sekaligus mempercepat penyusunan laporan keuangan. Beberapa manfaat fitur Aset di Mekari Jurnal: Visibilitas penuh atas aset perusahaan lengkap dengan umur ekonomis dan nilai buku terkini. Proses depresiasi otomatis sesuai standar akuntansi yang berlaku. Kendalikan investasi jangka panjang dengan informasi nilai aset dan depresiasi yang selalu update. Integrasi langsung ke laporan laba rugi dan neraca, tanpa input manual berulang. Nilai buku aset yang tercatat akurat membantu bisnis menyusun laporan keuangan yang bisa dipercaya, baik untuk kebutuhan internal maupun saat diajukan ke bank atau investor. Dengan pencatatan penyusutan yang konsisten dan aplikasi akuntansi yang terintegrasi seperti Mekari Jurnal, bisnis Anda bisa memantau nilai buku setiap aset secara real-time tanpa perlu menghitung ulang manual setiap akhir periode.Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 16: Aset Tetap. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 236 (dahulu PSAK 48): Penurunan Nilai Aset. IFRS Foundation. IAS 36 Impairment of Assets. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Akuntansi Artikel Sebelumnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Nilai Buku Aset: Rumus dan Contoh Mekari Jurnal Insight Nilai buku aset adalah harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan, dan menjadi acuan resmi dalam neraca sesuai PSAK 16. Nilai buku berbeda dari nilai pasar karena murni berdasarkan catatan akuntansi, bukan harga jual aset yang sebenarnya di pasar. Pencatatan otomatis lewat Mekari Jurnal membantu bisnis menghitung nilai buku dan penyusutan aset tanpa risiko salah hitung manual. Nilai buku aset adalah nilai suatu aset yang tercatat di neraca, dihitung dari harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan atau amortisasi. Bagi bisnis, nilai buku penting untuk mengetahui kondisi aset secara akurat, menghitung laba atau rugi saat aset dijual, dan menyusun laporan keuangan yang sesuai standar.Artikel ini membahas pengertian, rumus, contoh perhitungan, perbandingan dengan nilai pasar, hingga cara mencatat nilai buku aset dengan benar. Apa Itu Nilai Buku Aset?Nilai buku aset adalah nilai suatu aset yang tercatat dalam laporan posisi keuangan atau neraca, setelah dikurangi akumulasi penyusutan atau amortisasi sejak aset tersebut diperoleh. Dalam standar akuntansi, istilah ini dikenal sebagai jumlah tercatat atau carrying amount.PSAK 16 tentang Aset Tetap menjelaskan bahwa aset tetap disajikan di neraca sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai. Artinya, nilai buku bukan angka statis. Nilai buku akan terus mengecil seiring aset digunakan dan disusutkan setiap periode, kecuali perusahaan menerapkan model revaluasi.Penting dicatat, nilai buku berbeda dari nilai pasar. Nilai buku murni hasil pencatatan akuntansi berdasarkan harga historis, sementara nilai pasar mencerminkan harga jual aset saat ini di pasar terbuka, yang bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung kondisi aset dan permintaan.Rumus Nilai Buku AsetRumus dasar nilai buku aset adalah sebagai berikut.Nilai Buku = Harga Perolehan − Akumulasi PenyusutanJika aset pernah mengalami penurunan nilai (impairment) sesuai PSAK 236 (dahulu PSAK 48), rumusnya menjadi:Nilai Buku = Harga Perolehan − Akumulasi Penyusutan − Akumulasi Rugi Penurunan NilaiTiga komponen yang perlu dipahami: Harga perolehan. Total biaya untuk memperoleh aset hingga siap digunakan, termasuk harga beli, ongkos kirim, dan biaya instalasi. Akumulasi penyusutan. Jumlah kumulatif beban penyusutan yang sudah diakui sejak aset mulai digunakan, besarnya tergantung metode penyusutan yang dipakai. Akumulasi rugi penurunan nilai. Koreksi tambahan jika nilai terpulihkan aset (recoverable amount) ternyata lebih rendah dari nilai bukunya, sesuai hasil uji penurunan nilai. Contoh Perhitungan Nilai Buku AsetBerikut simulasi sederhana penerapan rumus nilai buku pada aset operasional bisnis.PT Sinar Logistik membeli kendaraan operasional seharga Rp300.000.000. Umur ekonomis kendaraan diperkirakan 5 tahun tanpa nilai residu, menggunakan metode penyusutan garis lurus.Beban penyusutan per tahun dihitung sebagai berikut.Beban Penyusutan = Rp300.000.000 : 5 tahun = Rp60.000.000 per tahunSetelah 2 tahun pemakaian, akumulasi penyusutan menjadi Rp120.000.000 (Rp60.000.000 x 2 tahun). Nilai buku kendaraan di akhir tahun kedua adalah:Nilai Buku = Rp300.000.000 − Rp120.000.000 = Rp180.000.000Jika di tahun ketiga PT Sinar Logistik menjual kendaraan tersebut seharga Rp150.000.000, sementara nilai bukunya saat itu sudah menjadi Rp120.000.000 (Rp300.000.000 dikurangi akumulasi penyusutan 3 tahun sebesar Rp180.000.000), maka perusahaan mencatat keuntungan penjualan aset sebesar Rp30.000.000 (Rp150.000.000 − Rp120.000.000).Nilai Buku vs Nilai Pasar vs Nilai WajarKetiga istilah ini sering tertukar, padahal punya dasar perhitungan dan kegunaan yang berbeda.AspekNilai BukuNilai PasarNilai WajarDasar perhitunganHarga perolehan dikurangi akumulasi penyusutanHarga transaksi aktual di pasar terbukaEstimasi harga berdasarkan kondisi terkini, sering lewat jasa appraisalSifatHistoris, tercatat di pembukuanDinamis, mengikuti permintaan dan penawaranDinamis, tapi berbasis penilaian independenKegunaan utamaPelaporan keuangan dan perhitungan laba/rugi pelepasan asetAcuan jual beli asetDasar revaluasi aset sesuai PSAK 16Dalam konteks analisis saham, nilai buku juga diturunkan menjadi Book Value Per Share (BVPS), yaitu total ekuitas dibagi jumlah saham beredar. Namun BVPS adalah metrik untuk menilai saham perusahaan publik, berbeda dari nilai buku aset yang dibahas dalam artikel ini, yang fokusnya pada pencatatan aset di pembukuan bisnis.Catat Nilai Buku Aset Lebih Akurat dengan Mekari JurnalBagi bisnis yang masih menghitung penyusutan dan nilai buku aset secara manual di spreadsheet, beralih ke aplikasi akuntansi Mekari Jurnal bisa memangkas risiko salah hitung sekaligus mempercepat penyusunan laporan keuangan. Beberapa manfaat fitur Aset di Mekari Jurnal: Visibilitas penuh atas aset perusahaan lengkap dengan umur ekonomis dan nilai buku terkini. Proses depresiasi otomatis sesuai standar akuntansi yang berlaku. Kendalikan investasi jangka panjang dengan informasi nilai aset dan depresiasi yang selalu update. Integrasi langsung ke laporan laba rugi dan neraca, tanpa input manual berulang. Nilai buku aset yang tercatat akurat membantu bisnis menyusun laporan keuangan yang bisa dipercaya, baik untuk kebutuhan internal maupun saat diajukan ke bank atau investor. Dengan pencatatan penyusutan yang konsisten dan aplikasi akuntansi yang terintegrasi seperti Mekari Jurnal, bisnis Anda bisa memantau nilai buku setiap aset secara real-time tanpa perlu menghitung ulang manual setiap akhir periode.Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 16: Aset Tetap. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 236 (dahulu PSAK 48): Penurunan Nilai Aset. IFRS Foundation. IAS 36 Impairment of Assets. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.