Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
10 min read

Gerai Bertambah, Laba Ikut Tumbuh? 5 Hal Yang Perlu Dilihat CFO Retail

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Jumlah gerai bertambah. Penjualan grup meningkat. Namun, dana yang tersedia untuk membiayai ekspansi berikutnya justru semakin terbatas.

Situasi ini dapat terjadi ketika pembukaan lokasi membawa tambahan biaya sewa, tenaga kerja, persediaan, dan dukungan operasional yang lebih besar daripada tambahan kontribusi labanya. Pertumbuhan omzet terlihat jelas dalam laporan konsolidasi, sedangkan perbedaan kinerja setiap lokasi belum tentu langsung terbaca.

Bagi Group CFO dan Retail Finance Director, keberhasilan ekspansi perlu dilihat dari kemampuan jaringan menghasilkan kontribusi ekonomi yang lebih baik. Berapa banyak tambahan penjualan yang berubah menjadi kontribusi laba, dan gerai mana yang menghasilkan pertumbuhan tersebut?

Dalam wawancara bersama Mekari Jurnal, Dr. Ervina Waty membahas pentingnya konsistensi data keuangan dalam pengelolaan bisnis multi-outlet. Pengalamannya di industri restoran memberikan perspektif yang relevan bagi retail: sebelum membandingkan margin setiap lokasi, manajemen perlu memastikan angka yang digunakan dapat dipercaya.

Pisahkan Pertumbuhan Jaringan Dari Pertumbuhan Gerai Yang Sama

Pertumbuhan pasar memberi konteks bagi ekspansi, tetapi belum menjelaskan laba yang dapat dihasilkan perusahaan.

Dalam rilisan2026, Bank Indonesia mencatat Indeks Penjualan Riil Agustus 2026 tumbuh 1,3% secara tahunan, meningkat dari 1,1% pada Juli 2026. Sementara itu, penjualan September 2026 diprakirakan tumbuh 1,4% secara tahunan. Angka September masih berupa prakiraan.

Data tersebut menunjukkan perkembangan penjualan eceran. Untuk menilai ekspansi perusahaan, Finance masih perlu memeriksa sumber pertumbuhan dan biaya yang menyertainya.

Penjualan grup dapat meningkat karena pembukaan lokasi baru, meskipun gerai yang sudah beroperasi mengalami penurunan. Jika keduanya digabungkan, pelemahan jaringan lama dapat tertutup oleh tambahan omzet gerai baru.

Perhatikan ilustrasi berikut.

Seluruh angka dalam contoh dan tabel berikut merupakan ilustrasi editorial, bukan data PT Champ Resto Indonesia Tbk atau perusahaan tertentu.

Indikator Periode Sebelumnya Periode Berjalan
Jumlah gerai aktif 10 12
Penjualan bersih 10 gerai lama Rp10 miliar Rp9,8 miliar
Penjualan bersih 2 gerai baru – Rp1,2 miliar
Total penjualan bersih Rp10 miliar Rp11 miliar
Total kontribusi operasional gerai Rp1,5 miliar Rp1,4 miliar
Margin kontribusi operasional 15,0% 12,7%

Periode pengamatan setara. Sepuluh gerai lama memenuhi kriteria pembanding yang sama. Penjualan gerai baru dihitung sejak mulai beroperasi pada periode berjalan.

Jumlah gerai meningkat 20% dan penjualan grup tumbuh 10%. Namun, penjualan gerai lama turun 2%, sementara total kontribusi operasional turun sekitar 6,7%.

Angka tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa ekspansi gagal. Gerai baru mungkin masih membangun pelanggan. Namun, kenaikan omzet belum diikuti peningkatan kontribusi operasional.

Untuk membedakan kedua sumber pertumbuhan, gunakan same-store sales growth atau pertumbuhan penjualan gerai yang sama:

Same-store sales growth = (Penjualan gerai pembanding periode berjalan ÷ penjualan gerai yang sama periode sebelumnya − 1) × 100%

Tetapkan kriteria gerai pembanding secara konsisten, termasuk perlakuan terhadap renovasi, penutupan sementara, dan perubahan luas toko. Dengan demikian, manajemen dapat melihat apakah pertumbuhan berasal dari penambahan lokasi, peningkatan produktivitas gerai lama, atau keduanya.

Telusuri Kontribusi Setelah HPP Dan Biaya Langsung

Gerai dengan omzet terbesar belum tentu memberikan kontribusi laba tertinggi. Penjualan yang kuat dapat disertai margin produk yang lebih rendah, biaya lokasi yang mahal, atau kebutuhan tenaga kerja yang lebih besar.

Keterbatasan dalam menelusuri biaya juga terlihat dalam laporan Deloitte–IMA, Unlocking Profitability Insights (2025). Survei global terhadap lebih dari 440 profesional keuangan dan akuntansi menemukan bahwa 62% responden belum menggunakan analisis cost-to-serve untuk mengevaluasi sasaran kinerja atau menyesuaikan strategi peningkatan laba.

Analisis ini menelusuri aktivitas dan biaya untuk melayani pelanggan sepanjang rantai nilai. Temuan tersebut mencakup berbagai industri, bukan khusus retail Indonesia.

Bagi retail multi-gerai, relevansinya terletak pada kebutuhan untuk melihat biaya di balik penjualan. Dua lokasi dengan omzet serupa dapat memerlukan sumber daya yang berbeda untuk menghasilkan transaksi tersebut.

Sebagai titik awal, Finance dapat menggunakan ukuran manajerial berikut:

Kontribusi operasional gerai = Penjualan bersih − HPP − biaya operasional langsung gerai

Dalam contoh ini, kontribusi dihitung setelah sewa, tenaga kerja, dan biaya langsung lain, tetapi sebelum penyusutan, biaya kantor pusat, bunga, dan pajak penghasilan.

Komponen Per Bulan Gerai A Gerai B Gerai C
Usia gerai 36 bulan 24 bulan 4 bulan
Penjualan bersih Rp1.000 juta Rp1.200 juta Rp600 juta
HPP Rp600 juta Rp780 juta Rp390 juta
Laba kotor Rp400 juta Rp420 juta Rp210 juta
Margin laba kotor 40% 35% 35%
Sewa Rp80 juta Rp150 juta Rp90 juta
Tenaga kerja Rp100 juta Rp140 juta Rp90 juta
Biaya operasional langsung lain Rp70 juta Rp90 juta Rp60 juta
Kontribusi operasional gerai Rp150 juta Rp40 juta −Rp30 juta
Margin kontribusi operasional 15,0% 3,3% −5,0%

Penjualan bersih telah memperhitungkan diskon dan retur serta tidak memasukkan pajak yang dipungut untuk pemerintah. Biaya langsung lain mencakup utilitas dan biaya kanal yang belum diperhitungkan pada komponen lain.

Gerai B menghasilkan omzet tertinggi, tetapi kontribusinya hanya Rp40 juta. Gerai A, dengan penjualan lebih rendah, menyumbang Rp150 juta.

Perbedaan ini menunjukkan mengapa keputusan ekspansi perlu mempertimbangkan struktur ekonomi lokasi. Meniru gerai dengan omzet terbesar belum tentu menghasilkan tambahan kontribusi yang paling baik.

Kontribusi operasional tersebut juga belum sama dengan laba bersih perusahaan. Finance perlu merekonsiliasikannya dengan biaya pusat, penyusutan, dan komponen lain dalam laporan keuangan. Perlakuan sewa dalam laporan manajerial dan pembukuan juga perlu dijembatani agar tidak terjadi penghitungan ganda.

Pertimbangkan Usia Gerai, Produktivitas Ruang, Dan Pengembalian Investasi

Kontribusi negatif pada gerai baru perlu dibaca bersama tahap perkembangannya. Gerai yang baru beroperasi empat bulan belum memiliki pola permintaan yang sama dengan gerai berusia tiga tahun.

Pertanyaan utamanya adalah apakah perkembangan gerai mengikuti asumsi yang disepakati saat investasi. Penjualan perlu dibandingkan dengan target sejak pembukaan, sementara kebutuhan kas dipantau terhadap batas pendanaan yang telah ditetapkan.

Sebaliknya, gerai matang dengan kontribusi rendah membutuhkan evaluasi terhadap perubahan permintaan, struktur biaya, dan produktivitas aset.

Indikator Cara Mengukur Atau Membaca Kegunaan
Usia dan tahap kematangan gerai Bandingkan hasil berdasarkan bulan sejak pembukaan dengan rencana awal Menilai perkembangan gerai baru secara proporsional
Penjualan per meter persegi Penjualan bersih ÷ luas area penjualan pada periode yang sama Mengukur produktivitas ruang
Occupancy cost ratio Biaya hunian lokasi, seperti sewa dan service charge, ÷ penjualan bersih Melihat beban lokasi terhadap penjualan
Rasio biaya tenaga kerja Biaya tenaga kerja langsung ÷ penjualan bersih Menilai hubungan kapasitas tenaga kerja dengan aktivitas gerai
Margin kontribusi operasional Kontribusi operasional gerai ÷ penjualan bersih Membandingkan hasil operasional relatif terhadap penjualan
Payback period Waktu hingga akumulasi arus kas bersih proyek menutup investasi awal Menilai waktu pengembalian dana ekspansi

Perbandingan perlu mempertimbangkan format toko, kategori produk, dan karakter lokasi. Gerai premium dan toko lingkungan, misalnya, memiliki kebutuhan ruang serta pelayanan yang berbeda.

Payback juga tidak dapat ditentukan hanya dari laba satu bulan. Investasi renovasi, peralatan, deposit, dan persediaan awal dapat membuat gerai yang sudah menghasilkan kontribusi positif masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan dana pembukaannya.

Karena itu, evaluasi sebaiknya membaca dua hal secara bersamaan: kemampuan gerai menghasilkan kontribusi operasional dan perkembangan pengembalian modal yang ditanamkan.

Periksa Tambahan Biaya Dan Dampak Ekspansi Terhadap Jaringan

Penjualan gerai baru tidak selalu sepenuhnya menjadi tambahan penjualan grup. Sebagian transaksi dapat berasal dari pelanggan yang sebelumnya berbelanja di gerai lama yang berdekatan.

Finance perlu menilai perubahan kontribusi pada area layanan yang sama. Penurunan gerai lama juga harus diperiksa bersama faktor musim, kompetitor, renovasi, dan promosi sebelum disimpulkan sebagai perpindahan pelanggan akibat pembukaan gerai baru.

Pada saat yang sama, ekspansi dapat menambah biaya pendukung seperti distribusi, pengawasan operasional, dan pekerjaan Finance.

Dalam wawancaranya, Dr. Ervina mengajukan pertanyaan mengenai kemampuan proses mengikuti pertumbuhan jaringan:

“Kalau kita menambah sepuluh outlet, apakah kita harus menambah orang dengan proporsi yang sama?”

Pertanyaan tersebut menyoroti skalabilitas proses keuangan. Bagi evaluasi ekspansi, implikasinya adalah bahwa sebagian biaya pertumbuhan muncul di luar laporan operasional gerai.

Riset Deloitte–IMA 2025 juga menunjukkan bahwa 74% responden menyatakan organisasinya mengalokasikan biaya korporat ke unit bisnis, produk, atau layanan. Di antara organisasi yang melakukan alokasi, 35% menggunakan proporsi pendapatan sebagai dasar alokasi yang paling umum.

Temuan ini relevan karena dasar alokasi dapat mengubah gambaran profitabilitas lokasi. Dalam penerapannya pada retail, membebankan seluruh biaya pendukung berdasarkan omzet dapat membuat gerai berpenjualan tinggi menerima beban lebih besar, meskipun penggunaan sumber dayanya belum tentu paling tinggi.

Sebagai contoh, dua gerai dapat memiliki omzet serupa, tetapi salah satunya membutuhkan pengiriman lebih sering. Untuk biaya distribusi tersebut, frekuensi atau volume pengiriman dapat dipertimbangkan sebagai dasar alokasi apabila datanya tersedia dan mencerminkan penggunaan sumber daya.

Agar pembahasan lebih terarah, gunakan matriks berikut.

Kondisi Gerai Bukti Yang Perlu Diperiksa Arah Evaluasi
Gerai matang dengan kontribusi kuat Tren margin, produktivitas ruang, konsistensi permintaan Identifikasi karakteristik yang berpotensi direplikasi
Omzet tinggi dengan kontribusi rendah HPP, diskon, sewa, tenaga kerja, biaya kanal Telusuri sumber tekanan margin dan biaya
Gerai baru dengan kontribusi negatif sesuai rencana Perkembangan penjualan, kebutuhan kas, target kontribusi positif Pantau tahapan perkembangan dan batas pendanaan
Gerai baru tertinggal dari rencana Permintaan lokal, produk, operasional, proyeksi arus kas Susun perbaikan dengan tenggat evaluasi
Gerai lama melemah setelah lokasi baru dibuka Perubahan penjualan dan kontribusi gabungan area Evaluasi perpindahan pelanggan serta hasil bersih jaringan

Keputusan relokasi atau penutupan memerlukan analisis tambahan mengenai kewajiban sewa, biaya keluar, dan biaya yang benar-benar dapat dihindari.

Gerai yang rugi setelah menerima alokasi biaya pusat belum tentu membuat laba grup meningkat apabila ditutup. Sebagian biaya pusat mungkin tetap ada dan kemudian dibebankan kepada gerai lain.

Pastikan Perbandingan Margin Menggunakan Data Yang Konsisten

Perbandingan kinerja menjadi lemah jika setiap lokasi menggunakan perlakuan berbeda untuk diskon, retur, biaya kanal, atau persediaan.

Dr. Ervina menegaskan risiko tersebut dalam konteks bisnis multi-outlet:

“Laporan margin per outlet atau menu tidak bisa dipercaya, karena diskon, promo, dan biaya kanal tercatat tidak konsisten.”

Sebuah gerai dapat terlihat lebih menguntungkan karena sebagian biayanya belum tercatat atau dibebankan ke lokasi lain. Jika perbedaan ini tidak diketahui, manajemen dapat mereplikasi model gerai yang sebenarnya belum terbukti menghasilkan kontribusi lebih baik.

Sebelum memakai laporan untuk mengevaluasi ekspansi, Finance perlu memastikan beberapa hal berikut.

Area Pemeriksaan Hal Yang Perlu Dipastikan Risiko Jika Tidak Konsisten
Penjualan bersih Diskon, retur, dan pembatalan diperlakukan dengan cara yang sama Omzet antargerai tidak sebanding
HPP dan persediaan Metode, periode, dan penyesuaian persediaan diterapkan secara konsisten Margin kotor tampak lebih tinggi atau lebih rendah dari kondisi sebenarnya
Biaya langsung Sewa, tenaga kerja, dan biaya kanal terkait dengan lokasi yang tepat Kontribusi gerai salah menggambarkan beban operasional
Biaya bersama Dasar alokasi terdokumentasi dan relevan dengan penggunaan sumber daya Profitabilitas berubah karena metode pembebanan
Periode pencatatan Pendapatan dan biaya terkait masuk pada periode yang sesuai Kinerja bulanan berfluktuasi akibat perbedaan waktu pencatatan
Rekonsiliasi Total hasil gerai dapat dihubungkan dengan laporan perusahaan Analisis manajemen sulit ditelusuri ke pembukuan

Konsistensi tidak berarti seluruh gerai harus memiliki struktur biaya yang identik. Tujuannya adalah memastikan perbedaan hasil mencerminkan kondisi bisnis yang dapat dijelaskan.

Dengan fondasi tersebut, Finance dapat membantu manajemen membedakan gerai yang membutuhkan waktu, gerai yang membutuhkan perbaikan, dan gerai yang model ekonominya layak dipertimbangkan untuk ekspansi.

Peran Mekari Jurnal Dalam Visibilitas Keuangan Multi-Gerai

Pelaporan yang terstruktur membantu manajemen menghubungkan penjualan, biaya, dan hasil operasional setiap lokasi.

Dokumentasi publik Mekari Jurnal menjelaskan penggunaan tag untuk mengelompokkan laporan jurnal berdasarkan cabang, proyek, atau divisi, serta penyaringan data berdasarkan periode dan grup tag transaksi. Kemampuan tersebut dapat membantu penelusuran transaksi per gerai apabila penandaan datanya diterapkan secara konsisten.

Untuk mengevaluasi kesesuaiannya, gunakan contoh dua gerai dengan karakteristik berbeda. Periksa apakah Finance dapat menelusuri penjualan, HPP, dan biaya pada periode yang sama, kemudian menghubungkannya dengan laporan perusahaan.

Ketersediaan laporan, pengelompokan data, dan kebutuhan konsolidasi lintas entitas perlu disesuaikan dengan paket serta konfigurasi yang digunakan. Finance tetap menentukan definisi kontribusi, dasar alokasi biaya, dan interpretasi hasilnya.

Sebelum menetapkan target pembukaan berikutnya, bandingkan pertumbuhan jumlah gerai dengan perubahan kontribusi laba setiap lokasi. Mulailah dari gerai yang omzetnya meningkat tetapi kontribusinya melemah, lalu telusuri penyebabnya bersama tim Operasional dan Commercial.

Kategori : Inspirasi

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami