Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
5 min read

Cara Kerja Sistem ERP: Memahami Mekanisme dan Manfaatnya

Diperbarui
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • ERP menyatukan seluruh proses bisnis dalam satu sumber data sistem yang terpadu untuk memastikan seluruh unit bisnis bekerja menggunakan data yang konsisten
  • Cara kerja ERP merubah aktivitas operasional menjadi data insight bisnis untuk memahami kondisi bisnis secara menyeluruh dan cepat
  • Melalui otomasi alur kerja dan kolaborasi lintas fungsi, ERP mengurangi pekerjaan manual, meminimalkan human error, dan mempercepat koordinasi antar tim

Enterprise Resource Planning (ERP) menghubungkan seluruh proses inti perusahaan secara terpadu ke dalam satu platform terpadu dan telah menjadi kunci strategis terhadap operasional bisnis yang sukses.

Oleh karena itu, perusahaan harus mengetahui bagaimana cara kerja sistem ERP yang optimal dan bagaimana bisa menjadi insight bisnis untuk keputusan yang adaptif dan akurat.

Tanpa adanya pemahaman ini, manajemen mungkin kesulitan untuk memanfaatkan sistem ERP untuk mengelola bisnis dan memahami data sebagai kebutuhan strategis.

Apa Itu ERP?

Sistem ERP merupakan seperangkat sistem yang telah dirancang khsusus untuk menyatukan dan mengelola fungsional bisnis ke dalam satu sistem digital yang mulus, konsisten, dan otomatis.

Salah satu fungsi penting dari mengadopsi ERP ke dalam ekosistem kerja adalah menciptakan basis data bersama agar semua unit bisnis mengacu pada sumber kebenaran yang sama.

Cara Kerja ERP

Dalam praktik bisnis sehari-hari, cara kerja ERP selalu berada di balik layar, memproses ribuan transaksi tanpa terlihat, namun hasilnya menentukan bagaimana bisnis tetap bergerak.

Mekanisme ERP akan memperlihatkan cerminan bisnis ketika penjualan meningkat, stok menipis, biaya bertambah, atau arus kas berubah.

Atas dasar itu, bisa dikatakan bahwa memahami cara kerja ERP berarti aktivitas bisnis secara menyeluruh dengan berbasis data yang saling terhubung.

ERP sendiri bekerja sebagai kerangka kerja terstruktur yang mengatur aliran informasi lintas departemen secara konsisten dan terkoordinasi.

Secara umum, cara kerja dasar ERP adalah sebagai berikut:

1. Struktur Modular yang Terintegrasi

ERP terdiri dari berbagai modul fungsional bisnis yang masing-masing modul berperan kunci dalam mengelola dan mengontrol area bisnis spesifik, yang beberapa di antaranya:

  • Modul akuntansi dan keuangan: kumpulan fitur yang mengelola fungsi yang berkaitan dengan finansial, mulai dari pencatatan, perhitungan, dan pelaporan
  • Sumber Daya Manusia: mengelola data-data karyawan, termasuk payroll, absensi, hingga kepatuhan kebijakan tenaga kerja
  • Supply Chain Management (SCM): mengelola dan memantau alur barang mulai dari pengadaan, penyimpanan, pemrosesan pesanan, dan pengiriman
  • Manufaktur: mendukung perencanaan produksi, mulai dari kebutuhan bahan baku hingga uji kualitas
  • Customer Relationship Management (CRM): menyatukan dan menyederhanakan proses penjualan, pemasaran, dan layanan pelanggan dalam satu siklus kerja yang efektif

Setiap modul ini terhubung ke database inti yang sama sehingga data dari satu modul yang masuk akan langsung tersedia untuk modul lainnya tanpa perlu integrasi manual, memungkinkan proses bisnis yang mulus secara end-to-end.

2. Basis Data Terpusat dan Real-time

Sistem ERP dapat menjadi basis data yang menyimpan semua data transaksi dan memastikan setiap departemen menggunakan informasi yang sama.

Alur kerja yang dibangun dari seluruh departemen akan terhubung menjadi satu karena semua proses terautomasi dalam satu sistem terpadu.

Misalnya, ketika pesanan masuk, sistem akan otomatis menarik stok barang, kemudian ERP bisa memicu pembelian bahan baku atau perencanaan produksi jika stok menipis.

Setelah barang dikemas dan disiapkan, ERP juga akan membuat faktur penjualan dan memperbarui catatan keuangan.

3. Otomasi Alur Kerja

Dukungan otomasi dalam sistem ERP akan terasa signifikan pada pekerjaan administratif atau lainnya yang bersifat repetitif dan monoton.

Contohnya, seperti permintaan pembelian yang disetujui, sistem proses pembayaran otomatis, pencatatan persediaan dan transaksi penjualan, dan notifikasi pengingat pada departemen terkait.

Adanya dukungan ini membantu perusahaan dalam mengurangi beban manual, meningkatkan produktivitas, dan meminimalisir human error yang merugikan.

4. Kolaborasi Lintas Departemen

Selain menjadi pusat informasi perusahaan dengan mengumpulkan seluruh antar departemen, ERP juga menyatukan tim dan fungsi organisasi.

Hal ini dapat tergambarkan melalui beberapa hubungan kerja sama antar departemen, seperti:

  • Ketika tim penjualan melihat status produksi atau persediaan secara real-time untuk mengoptimalkan proses
  • Tim gudang dapat melihat permintaan baru yang masuk dari berbagai kanal penjualan secara spesifik
  • Tim keuangan secara otomatis menerima seluruh data transaksi atau keuangan lainnya dari departemen lain

Beberapa Tren Teknologi Lain yang Memperkuat Cara Kerja ERP

Software ERP tidak berhenti pada proses integrasi data dan automasi saja. Seiring perkembangan teknologi, inovasi ERP juga semakin diperkaya dan menjangkau fungsi dan batasan yang tidak tersentuh sebelumnya.

Pertama, ERP mulai terintegrasi dengan AI dan machine learning, tujuannya adalah untuk memperkaya data untuk kemampuan prediktif dan keputusan strategis.

Dengan pipeline data yang baik, ERP juga menjadi data fabric untuk AI yang baik untuk forecast permintaan otomatis, optimasi harga dinamis, dan deteksi anomali supply chain secara real-time.

Kedua, Pengumpulan data dari perangkat dan mesin yang dimiliki perusahaan akan semakin cepat dan luas dibantu internet of things (IoT) untuk mengoptimalkan alur produksi dan inventaris.

Ketigatwo-tier ERP mengkombinasikan ERP pusat dengan sistem ERP yang lebih ringat di unit bisnis untuk fleksibilitas operasional.

Keempat, melalui integrasi dengan metrik-metrik lingkungan, seperti emisi, penggunaan energi, dan daur ulang bahan, ERP membuka kemungkinan audit jejak karbon secara operasional

Dengan cara kerja tersebut, ERP berfungsi sebagai tulang punggung operasi bisnis yang menyatukan data, proses, dan tim di bawah alur kerja yang konsisten dan terstandarisasi.

Terlebih, ERP kemudian membuat investasi yang tidak hanya sekadar pengganti spreadsheet semata, namun menjadi enabler strategi digital jangka panjang.

Kesimpulan

Sistem ERP bekerja dengan menghubungkan orang, proses, dan teknologi ke dalam satu sumber kebenaran operasional.

Melalui pemahaman yang lebih dalam terkait cara kerja ERP, pemilik bisnis dapat membuat ekosistem bisnis yang semakin efektif dan hemat, sekaligus berbasis data dan automasi yang modern.

Jika organisasi Anda sedang mempertimbangkan ERP, pilih lah penyedia layanan yang memahami kebutuhan bisnis lokal dan dukungan adopsi dan after-sales yang kuat.

Mekari Jurnal ERP hadir sebagai solusi yang mampu menjawab kebutuhan tersebut. Dengan pendekatan berbasis cloud, integrasi kuat antara akuntansi dan operasional bisnis lain dengan mudah dan cepat.

Bagi organisasi yang ingin memastikan setiap keputusan didukung data yang akurat dan dapat dipercaya, Mekari Jurnal ERP menjadi langkah strategis untuk mengelola bisnis secara lebih cerdas dan siap bertumbuh.

Jika tertarik dan ingin bertanya lebih lanjut, silahkan hubungi tim kami melalui tombol di bawah ini sekarang!

Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

Quora, “What is ERP and how does ERP it work?”.

Aptean, “What Is ERP (Enterprise Resource Planning) And How Does It Work?”.

Kategori : Other

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami