Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
4 min read

Memahami Utang Akrual: Jenis dan Contoh Jurnal

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Angela Amanda
Mekari Jurnal Insight

  • Utang akrual adalah kewajiban yang sudah terjadi tetapi belum dibayar tunai pada akhir periode pelaporan.
  • Utang akrual berbeda dari utang dagang karena sering berupa estimasi tanpa faktur resmi dari pemasok.
  • Pencatatan jurnal penyesuaian bisa lebih akurat dengan Mekari Jurnal yang mendukung akuntansi berbasis akrual.

Utang akrual adalah kewajiban perusahaan yang sudah terjadi tetapi belum dibayar secara tunai pada akhir periode pelaporan, dicatat sesuai prinsip akuntansi akrual.

Konsep ini penting agar laporan keuangan mencerminkan kondisi bisnis yang sebenarnya, bukan hanya arus kas yang keluar.

Artikel ini membahas pengertian, jenis, perbedaan dengan utang dagang, cara mencatat jurnal, hingga contoh perhitungan utang akrual.

Apa Itu Utang Akrual?

Utang akrual atau accrued liabilities adalah kewajiban yang timbul karena perusahaan telah menerima manfaat dari barang atau jasa, tetapi pembayarannya belum dilakukan hingga akhir periode pelaporan.

Konsep ini muncul dari prinsip matching dalam akuntansi akrual, yang mewajibkan beban diakui pada periode terjadinya, bukan saat kas benar-benar keluar.

Contoh paling umum adalah gaji karyawan bulan Desember yang baru dibayar awal Januari. Meski uang belum keluar, perusahaan tetap harus mengakui beban gaji dan mencatatnya sebagai utang akrual di laporan keuangan Desember.

Jenis-Jenis Utang Akrual

Beberapa jenis utang akrual yang umum ditemukan dalam laporan keuangan bisnis adalah sebagai berikut.

  • Utang gaji (accrued salaries): Gaji karyawan periode berjalan yang baru dibayarkan pada bulan berikutnya.
  • Utang bunga (accrued interest): Bunga pinjaman yang sudah menjadi kewajiban meski belum jatuh tempo pembayaran.
  • Utang pajak (accrued tax): Pajak yang sudah menjadi kewajiban perusahaan tetapi belum disetor ke kas negara.
  • Utang utilitas (accrued utilities): Tagihan listrik, air, atau internet yang sudah dipakai tetapi belum ditagihkan resmi oleh penyedia jasa.

Utang Akrual vs Utang Dagang (Account Payable)

Kedua pos ini sama-sama tercatat sebagai kewajiban lancar di neraca, tetapi pemicu pencatatannya berbeda.

AspekUtang AkrualUtang Dagang / Account Payable
Pemicu pencatatanBeban sudah terjadi meski belum ada faktur resmiSudah ada faktur atau tagihan dari pemasok
Sifat nominalSering berupa estimasiNilai pasti sesuai faktur
ContohUtang gaji, utang bunga, utang pajakUtang pembelian bahan baku, utang jasa dari vendor
Waktu pencatatanUmumnya dicatat lewat jurnal penyesuaian akhir periodeDicatat saat transaksi terjadi

Cara Mencatat Jurnal Utang Akrual

Pencatatan utang akrual dilakukan lewat jurnal penyesuaian pada akhir periode, dengan pola berikut.

Debit: Akun Beban Terkait Kredit: Akun Utang Akrual

Sebagai contoh, jurnal untuk mengakui utang gaji Rp15.000.000 pada akhir bulan:

Debit: Beban Gaji Rp15.000.000 Kredit: Utang Gaji Rp15.000.000

Pada awal periode berikutnya, saat gaji benar-benar dibayarkan, perusahaan bisa membuat jurnal pembalik (reversing entry) agar pencatatan tidak dobel.

Debit: Utang Gaji Rp15.000.000 Kredit: Kas Rp15.000.000

Contoh Perhitungan dan Pencatatan Utang Akrual

Berikut simulasi pada sebuah perusahaan jasa konsultan PT Solusi Andal yang memiliki data berikut pada 31 Maret

ItemNominal
Gaji karyawan Maret (dibayar April)Rp22.000.000
Bunga pinjaman bank periode Maret (jatuh tempo April)Rp3.500.000
Tagihan listrik kantor Maret (belum ditagihkan)Rp1.800.000

Total utang akrual yang harus diakui pada 31 Maret: Rp22.000.000 + Rp3.500.000 + Rp1.800.000 = Rp27.300.000.

Jurnal penyesuaian gabungan pada 31 Maret:

Debit: Beban Gaji Rp22.000.000, Beban Bunga Rp3.500.000, Beban Listrik Rp1.800.000 Kredit: Utang Akrual Rp27.300.000

Dengan pencatatan ini, laporan laba rugi Maret mencerminkan seluruh beban yang sebenarnya terjadi, sementara neraca menampilkan kewajiban yang masih harus dibayar perusahaan.

Kelola Utang Akrual Lebih Akurat dengan Mekari Jurnal

Mencatat utang akrual secara manual cukup rawan terlewat, terutama saat bisnis memiliki banyak kewajiban berulang dengan siklus pembayaran berbeda-beda.

Mekari Jurnal membantu bisnis mengelola utang akrual dengan lebih akurat melalui beberapa fitur dan kelebihan:

  • Jurnal dan neraca tersusun otomatis: Mekari Jurnal menyediakan jurnal umum, buku besar, dan neraca secara real-time, sehingga utang akrual yang sudah dicatat langsung tercermin di laporan tanpa rekap manual berlapis.
  • 80+ laporan siap audit: Seluruh laporan keuangan, termasuk laba rugi dan neraca yang memuat utang akrual, mudah dilacak dan siap dipakai untuk kebutuhan audit kapan pun dibutuhkan.
  • Insight AI untuk analisis laba rugi dan neraca: Fitur analisis berbasis AI membantu membaca dampak utang akrual terhadap kondisi keuangan, lengkap dengan rekomendasi untuk perencanaan arus kas ke depan.
  • Tutup buku lebih cepat: Dengan pencatatan yang terintegrasi, proses tutup buku bulanan yang biasanya memakan waktu lama bisa diselesaikan jauh lebih singkat, termasuk penyesuaian akrual di dalamnya.

Susun jurnal penyesuaian dan laporan keuangan berbasis akrual secara otomatis dengan Mekari Jurnal!

Referensi

  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan (PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan).
  • Cerdasco. Liabilitas Akrual.

Kategori : Akuntansi

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami