Daftar Isi

Produk OEM vs Original bagi Manajer Pengelola SCM

Tayang 28 Jun 2024
Diperbarui 02 Juli 2024

Melakukan pengadaan barang tentu tidak semudah itu, perlu ada beberapa eksplorasi untuk mengetahui apakah barang tersebut merupakan produk original atau OEM.

Ini penting karena penggunaan bahan baku yang tidak sesuai dengan standar perusahaan dapat mempengaruhi kualitas dan tingkat kepercayaan pelanggan kepada bisnis.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk dapat memahami apa saja perbedaan barang OEM jika dibandingkan dengan original.

Simak ulasan selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Apa Itu Pengertian OEM?

OEM merupakan kependekan dari Original Equipment Manufacturer atau Produsen Peralatan Asli.

Bagi orang awam, mungkin masih banyak orang yang menganggap bahwa produk OEM termasuk barang kw atau palsu.

Sebenarnya, produk ini dihasilkan oleh perusahaan dari pihak ketiga yang memiliki izin atau lisensi untuk memproduksi produk berdasarkan spesifikasi produk original.

Umumnya perusahaan yang memproduksi OEM dapat ditemukan dengan menjalankan kontrak kerja sama dengan sesama pebisnis atau perusahaan (B2B).

Produk OEM juga biasanya sering digunakan sebagai komponen untuk melengkapi produk original dari perusahaan yang memesan, ini untuk mengurangi biaya dan waktu tunggu yang dibebankan jika memproduksi di satu pabrik yang sama.

Walaupun umumnya produk OEM diakses lebih banyak untuk kepentingan B2B, tidak jarang banyak orang juga membeli produk OEM untuk kebutuhan pribadi.

Mereka dapat bertransaksi langsung ke pihak perusahaan manufaktur atau ke pihak retailer yang bekerja sama dengan pabrik produksi.

Tujuan Produksi Produk OEM

Tentunya, memproduksi produk OEM bukan tanpa alasan, terdapat beberapa faktor penting mengapa perusahaan B2B membutuhkan jasa perusahaan lain untuk memproduksi produk OEM.

1. Terspesialiasi dan Berkualitas

Terkadang perusahaan OEM memiliki karakter yang sering kali memiliki pengetahuan, keterampilan, dan peralatan khusus yang mungkin tidak tersedia secara ekonomi untuk dikembangkan sendiri oleh perusahaan pemesan.

Hal ini yang tentu dapat menyajikan kualitas yang lebih tinggi, waktu tunggu yang lebih cepat untuk dapat dipesan, dan terkadang bisa lebih murah dibandingkan perusahaan asli jika juga memproduksinya.

2. Efisiensi Biaya

Salah satu tujuan utama dari adanya kerja sama untuk memesan produk OEM adalah dapat menurunkan biaya produksi secara efektif tanpa mengurangi kualitas produk.

Efisiensi biaya ini memungkinkan perusahaan pembelian untuk fokus pada aspek lain dari bisnis mereka sambil memanfaatkan keahlian dan efisiensi OEM.

3. Skalabilitas

Masih menyambung ke poin yang pertama, adanya perusahaan produk OEM yang membantu tentu akan meningkatkan produktivitas perusahaan dalam memenuhi pesanan.

Waktu tunggu berbagai komponen yang cepat dapat memenuhi permintaan pasar yang sering berfluktuasi, atau jika ingin meningkatkan target penjualan yang masuk.

4. Daya Tahan

Karena menerapkan lisensi yang berasal dari perusahaan sebenarnya, produk OEM biasanya tidak hanya berkualitas baik tetapi juga tahan lama.

Misalnya, ketika membeli ban serep, ban OEM biasanya lebih baik daripada membeli ban purnajual karena bahan yang digunakan dalam pembuatannya dapat dipastikan.

Hal ini tentunya yang dapat meningkatkan masa pakai yang lebih lama dibandingkan suku cadang purnajual.

produk oem vs produk original

Perbedaan OEM vs Original

Lalu, apa yang membedakan produk OEM dengan produk original?

Anda bisa melihat perbedaannya berdasarkan kelebihan dan kekurangan dari menggunakan produk OEM untuk bisnis Anda.

Kelebihannya:

  1. Biaya Lebih Rendah: Umumnya lebih terjangkau dibandingkan dengan produk original. Hal ini dapat membantu bisnis menghemat biaya pembelian.
  2. Waktu Produksi Lebih Cepat: OEM seringkali memiliki proses produksi yang lebih efisien dan tersusun dengan baik, sehingga dapat menghasilkan produk lebih cepat daripada yang dibuat secara independen.
  3. Fleksibilitas dalam Kustomisasi: Terdapat opsi untuk kustomisasi produk sesuai dengan kebutuhan bisnis tertentu, seperti branding khusus atau spesifikasi tambahan.

Kekurangannya:

  1. Terkadang Cukup Berisiko: Salah satu risiko utama menggunakan produk OEM adalah bahwa kualitasnya mungkin tidak sebaik produk original. Ini dapat terjadi jika perusahaan penghasil produk tidak memiliki visi misi yang searah dengan bisnis Anda.
  2. Garansi atau Dukungan yang Tidak Sama: Produk OEM tidak selalu disertai dengan garansi yang sama atau tingkat dukungan pelanggan yang sebanding dengan produk asli. Hal ini dapat menjadi masalah jika produk mengalami masalah atau butuh perbaikan.
  3. Risiko Kesesuaian dan Keamanan: Terkadang, produk OEM mungkin tidak sepenuhnya kompatibel dengan infrastruktur atau sistem yang sudah ada di bisnis Anda. Selain itu, ada juga risiko terkait keamanan jika produk tidak memenuhi standar keamanan tertentu.

Industri yang Sering Menggunakan Produk OEM

Keuntungan yang besar dalam menggunakan produk OEM dalam operasional bisnis sehari-hari tentu menjadi faktor utama masih banyak perusahaan yang menggunakannya.

Beberapa di antaranya, seperti:

1. Perusahaan Automotif

Dalam industri otomotif, suku cadang dan komponen OEM sangat penting untuk produksi kendaraan karena standar kualitas, keandalan, dan kinerjanya yang tinggi.

Terintegrasi secara mendalam ke dalam supply chain yang kompleks, pemasok OEM berkolaborasi dengan produsen mobil untuk mengelola inventaris dan memastikan pengiriman tepat waktu.

Hal ini juga berkaitan dengan pemenuhan kuota target produksi dalam suatu periode yang biasanya cukup besar karena kebutuha pasar dalam lingkup global.

Meskipun biaya awal lebih tinggi, suku cadang OEM menawarkan masa pakai lebih lama dan lebih sedikit perawatan, sehingga berkontribusi terhadap kepuasan pelanggan secara keseluruhan dan reputasi merek di pasar otomotif yang kompetitif.

2. Industri Elektronik

Sama seperti industri automotif, dalam bidang elektronik tentu dibutuhkan skala produksi yang besar karena permintaan yang begitu tinggi untuk konteks global.

Oleh karena itu, pengelolaan supply chain masih berkaitan erat terhadap produk OEM untuk berbagai komponen pelengkap, mulai dari prosesor, layar, baterai, dan kebutuhan komponen yang spesifik untuk ponsel pintar, laptop, dan televisi.

Manajemen Produk OEM dengan Fitur SCM Mekari Jurnal

Pemanfaatan bahan baku yang tepat untuk melengkapi komponen produk jadi perlu pemahaman yang komprehensif dan mendalam.

Pengelolaan pengadaan produk yang tepat dapat membantu bisnis tumbuh semakin cepat dan efektif.

Tentukan strategi yang terencana, apakah lebih baik menggunakan komponen dengan memproduksi sendiri atau menggunakan produk OEM.

Untuk membantu Anda dalam memahami hal ini semua, Anda dapat menggunakan sebuah sistem perangkat lunak yang dapat mengelola berbagai produk yang Anda perlukan.

Mekari Jurnal adalah sebuah software akuntansi yang telah terintegrasi dengan berbagai pengelolaan SCM.

Fitu-fitur SCM yang dapat membantu Anda mulai dari manajemen persediaan, manajemen produk, hingga menganalisis performa berbagai produk, termasuk OEM.

Jika ada pertanyaan lainnya, silahkan hubungi lanjut tim kami dengan klik tombol di bawah ini, terima kasih.

Konsultasi Gratis dengan Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

CFI, “Original Equipment Manufacturer (OEM)”.

WallStreetPep, “Original Equipment Manufacturer (OEM)”.

Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal