Laporan Keuangan Sektor Publik: Definisi, Perbedaan dengan Laporan Keuangan Lain Highlights Laporan keuangan sektor publik berperan sebagai instrumen utama dalam memastikan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana masyarakat oleh pemerintah dan entitas publik Perbedaan mendasar dengan sektor swasta terletak pada tujuan pelaporan yang berfokus pada pertanggungjawaban kepada publik dan pemangku kepentingan, bukan pada pencapaian profit Struktur laporan keuangan sektor publik terdiri dari berbagai komponen penting seperti neraca, laporan operasional, arus kas, LRA, perubahan ekuitas, hingga CaLK yang memperkuat transparansi informasi Penyusunan laporan melibatkan proses terstruktur mulai dari pengumpulan data, penyusunan laporan, hingga audit oleh BPK untuk memastikan kredibilitas Transparansi menjadi sangat bernilai ketika melihat tata pengelolaan dana dari masyarakat yang dilakukan oleh institusi publik melalui laporan keuangannnya.Oleh karena itu, setiap tahunnya pemerintah pusat maupun pemerintah daerah diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan kepada publik.Di sinilah mulai terasa kerumitannya, laporan keuangan sektor publik pada dasarnya bekerja dengan logika dan mekanisme yang berbeda dari laporan keuangan pada umumnya, baik standarisasi, tujuan, cara membaca, maupun pertanyaan yang ingin dijawab.Bagi praktisi keuangan yang bekerja dalam sektor publik harus memahami bagaimana prosedur penyusunan dan analisis laporan keuangannya.Untuk membahas lebih dalam, artikel dari Mekari Jurnal berikut ini akan membantu mengulasnya secara komprehensif. Apa Itu Laporan Keuangan Sektor Publik?Laporan keuangan sektor publik merupakan dokumen resmi yang berisi informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan secara spesifik dalam entitas pemerintah atau publik selama satu periode akuntansi.Cakupan entitas yang dimaksud, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah (provinsi, kabupaten, kota), kementerian, lembaga negara, badan usaha milik negara (BUMN), hingga organisasi nirlaba yang didanai oleh publik.Perlu digarisbawahi bahwa perbedaan dari laporan keuangan komersial dengan sektor publik bukan dari siapa yang membuatnya, namun untuk siapa laporan itu dibuat dan apa yang ingin dijelaskannya.Oleh karena itu, fokus dan tujuan utama laporan keuangan sektor publik adalah akuntabilitas, transparansi, dan pertanggungjawaban kepada masyarakat serta otoritas pemerintahan.Mengapa Laporan Keuangan Sektor Publik Penting?Jawabannya akan terhubung dengan pertanyaan yang lebih besar: “bagaimana masyarakat bisa tahu bahwa uang pajaknya tidak diboroskan atau disalahgunakan?”.Pertanyaan ini akan terjawab di dalam isi laporan keuangan sektor publik yang tersusun dengan baik. Dalam konteks perencanaan anggaran, laporan keuangan tahun lalu seperti realisasi pendapatan dan belanja akan menjadi referensi utama untuk anggaran di periode selanjutnya Dalam konteks cv d’;lkasfghj\ ‘;LKpengawasan dan pengendalian, laporan keuangan akan menjadi bahan utama untuk melakukan audit, apakah instasi tersebut akan meraih opini WTP, WDP, atau bahkan Tidak Memberikan Pendapat yang akan berpengaruh pada kepercayaan publik dan alokasi dana di masa yang akan datang Bagi masyarakat umum, akses terhadap laporan keuangan pemerintah menjadi wujud nyata dari hak atas informasi publik Perbedaan Laporan Keuangan Sektor Publik dan Sektor SwastaMemahami perbedaan antara laporan keuangan sektor publik dengan sektor swasta menjadi aspek penting agar tidak ada kepentingan yang tumpang tindih dalam penerapan standar akuntansi.Untuk memahami lebih jelas dan singkat, perbedaan dari keduanya akan dirangkum dalam tabel perbandingan berikut: Aspek Sektor Publik Sektor Swasta (Komersial) Tujuan Pelaporan Akuntabilitas dan pertanggungjawaban publik Profitabilitas dan informasi investor Pengguna laporan Masyarakat, DPR/DPRD, BPK, pemerintah Investor, kreditur, pemegang saham Fokus & Kinerja Menitikberatkan pada layanan publik, penggunaan dana sesuai anggaran, serta pencapaian kinerja finansial dan non-finansial Fokus utama pada perolehan laba (profitabilitas) dan peningkatan nilai perusahaan bagi pemilik modal Sumber Dana Berasal dari pajak, retribusi, pendapatan negara, hibah, dan dana publik lainnya Berasal dari pendapatan usaha, investasi pemilik (ekuitas), dan pinjaman komersial Standar Akuntansi Mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) atau International Public Sector Accounting Standards (IPSAS) Mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) atau International Financial Reporting Standards (IFRS) Konsep laba Tidak relevan karena lebih berfokus pada surplus/defisit Bagian dari inti dari pelaporan keuangan Auditor BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Kantor Akuntan Publik independen Komponen Utama Laporan Keuangan Sektor PublikSebagai laporan keuangan yang komprehensif, komponen dokumen utamanya terdiri atas beberapa laporan utama yang masing-masing menyajikan informasi yang berbeda namun saling berhubungan.Komponen laporan utama tersebut terdiri atas:1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)Laporan ini menyajikan kondisi keuangan yang mencakup aset, kewajiban, dan ekuitas pemerintah, pada satu titik waktu tertentu.Konsep ekuitas dalam neraca pemerintah berbeda dengan ekuitas korporasi yang mengindikasikan pemilik privat, namun representasi kekayaan bersih yang dikelola untuk kepentingan publik.2. Laporan Arus KasLaporan arus kas menyajikan aliran masuk dan keluar kas yang dibagi dalam tiga aktivitas, yaitu aktivitas operasi, pendanaan, dan investasi. Aktivitas operasi mencakup penerimaan pajak, pembayaran gaji PNS, dan pembayaran operasional Aktivitas pendanaan mencakup penerimaan dan pembayaran utang pemerintah Aktivitas investasi mencakup pembelian aset tetap dan konstruksi infrastruktur 3. Laporan Operasional atau Kinerja KeuanganLaporan operasional dalam SAP berbasis akrual dianggap setara dengan laporan kinerja keuangan yang menyajikan semua pendapatan yang diakui berdasarkan hak dan semua beban yang diakui berdasarkan kewajiban selama satu periode, tanpa memandang kapan uangnya benar-benar diterima atau dibayarkan.Laporan ini menghasilkan angka “surplus” atau “defisit” operasional untuk periode tersebut.4. Laporan Perubahan EkuitasLaporan ini menyajikan perubahan yang terjadi pada nilai ekuitas pemerintah dari awal hingga akhir periode, termasuk dampak dari surplus atau defisit operasional, dampak koreksi kesalahan periode sebelumnya, dan perubahan lain yang mempengaruhi ekuitas.5. Laporan Realisasi AnggaranLaporan realisasi anggaran (LRA) adalah laporan yang membandingkan anggaran yang telah ditetapkan di awal tahun (APBN/APBD) dengan realisasi aktual yang terjadi sepanjang tahun.Laporan ini sangat penting untuk akuntabilitas karena memperlihatkan secara eksplisit apakah belanja pemerintah sesuai dengan yang direncanakan, dan apakah pendapatan yang ditargetkan berhasil terealisasi.6. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)Komponen terakhir adalah Catatan atas Laporan Keuangan atau CaLK sebagai lampiran yang krusial dalam laporan keuangan sektor publik.Terdapat beberapa fungsi dari CaLK, yaitu: Menjelaskan kebijakan akuntansi yang digunakan Memberikan rincian atas angka-angka yang tersaji dalam laporan utama Mengungkapkan informasi tentang aset dan kewajiban yang tidak sepenuhnya terlihat dari angka ringkasan Menjelaskan kondisi dan peristiwa penting yang mempengaruhi kondisi keuangan entitas Selain itu, auditor BPK juga memberikan perhatian besar pada kualitas CaLK karena ia adalah tempat di mana transparansi benar-benar diuji.Cara Membuat Laporan Keuangan Sektor PublikPenyusunan laporan keuangan sektor publik dapat terdiri atas enam langkah utama, yang mencakup:1. Mengumpulkan dan Memverifikasi Data Transaksi KeuanganProses penyusunan dimulai dengan mengumpulkan semua transaksi keuangan sepanjang periode, dalam hal ini yaitu penerimaan pajak, pembayaran belanja, penerimaan hibah, pembelian aset, pembayaran utang, dan lainnya dari seluruh unit kerja.Kelengkapan dan keabsahan dokumen akan menjadi bagian yang krusial dari seluruh proses pelaporan, sehingga berbagai dokumen pendukung seperti bukti penerimaan, SPM (Surat Perintah Membayar), SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana), dan dokumen kontrak juga bisa dikumpulkan untuk memverifikasi transaksi.2. Menyusun NeracaBerdasarkan data aset yang dimiliki, kewajiban yang masih outstanding, dan saldo kas yang tersedia, Anda bisa mulai menyusun neraca sesuai format SAP.Dalam proses ini, jangan lupakan bahwa penilaian aset masih tetap menerapkan kebijakan penyusutan yang berlaku, dan penilaian piutang perlu memperhatikan penyisihan piutang tidak tertagih.3. Membuat Laporan Operasional dan LRALaporan ini disusun berdasarkan basis akrual untuk mengakui pendapatan ketika hak telah timbul dan beban ketika kewajiban telah timbul, bukan ketika kas bergerak.Adapun laporan realisasi anggaran disusun berdasarkan basis kas untuk membandingkan pagu anggaran dengan realisasi aktual untuk setiap pos pendapatan dan belanja.4. Menyusun Laporan Arus KasSelanjutnya, Anda bisa mulai menyusun laporan arus kas yang merekap seluruh penerimaan dan pengeluaran kas selama periode akuntansi berjalan.Untuk setiap transaksi yang memengaruhi kas akan diklasifikasn ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.Anda juga harus memastikan bahwa saldo akhir kas dalam laporan arus kas harus sama persis dengan saldo kas yang tercantum di neraca.5. Siapkan Catatan atas Laporan Keuangan yang KomprehensifDi dalam CaLK mencakup informasi dibalik angka-angka pos yang disajikan dalam laporan keuangan secara rinci serta memaparkan peristiwa setelah tanggal pelaporan yang berpengaruh signifikan.6. Verifikasi Internal dan Proses AuditSebelum laporan difinalisasi, proses reviu internal dianjurkan dan dilakukan oleh inspektorat atau aparat pengawas internal pemerintah (APIP), kemudian diserahkan kepada BPK untuk diaudit.Proses audit BPK menghasilkan opini yang akan dipublikasikan secara resmi dan menjadi rekam jejak permanen tentang kualitas tata kelola keuangan entitas tersebut.KesimpulanLaporan keuangan sektor publik bekerja dengan prinsip yang cukup berbeda dengan laporan keuangan korporasi yang fokus pada laba, sedangkan laporan ini lebih ke membuktikan bahwa amanah publik telah dijalankan dengan benar.Oleh karena itu, memahami fundamental komponen dan cara membuat laporan keuangan sektor publik menjadi relevan bagi pegawai pemerintahan atau auditor BPK untuk menjaga keterbukaan informasi publik.Anda juga bisa mengadopsi software akuntansi terintegrasi di era operasional yang berbasis digital.Setelah mengadopsi Mekari Jurnal, laporan realisasi anggaran dan laporan posisi keuangan tersaji secara otomatis dan konsisten, memangkas waktu penyusunan laporan hingga 70% dan memastikan kesiapan dokumen sebelum proses audit dimulai.Coba Mekari Jurnal GRATIS sekarang dan rasakan bagaimana sistem akuntansi yang terintegrasi membuat laporan keuangan Anda siap untuk audit dan publikasi.Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:Scribd, “Buku Akuntansi Sektor Publik 2021”Unpkediri, “Akuntabilitas Pelaporan Keuangan Sektor Publik”.Kemenkeu, “Laporan Keuangan Pemerintah Konsolidasian Tahun 2023”. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Laporan Keuangan Sektor Publik: Definisi, Perbedaan dengan Laporan Keuangan Lain Highlights Laporan keuangan sektor publik berperan sebagai instrumen utama dalam memastikan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana masyarakat oleh pemerintah dan entitas publik Perbedaan mendasar dengan sektor swasta terletak pada tujuan pelaporan yang berfokus pada pertanggungjawaban kepada publik dan pemangku kepentingan, bukan pada pencapaian profit Struktur laporan keuangan sektor publik terdiri dari berbagai komponen penting seperti neraca, laporan operasional, arus kas, LRA, perubahan ekuitas, hingga CaLK yang memperkuat transparansi informasi Penyusunan laporan melibatkan proses terstruktur mulai dari pengumpulan data, penyusunan laporan, hingga audit oleh BPK untuk memastikan kredibilitas Transparansi menjadi sangat bernilai ketika melihat tata pengelolaan dana dari masyarakat yang dilakukan oleh institusi publik melalui laporan keuangannnya.Oleh karena itu, setiap tahunnya pemerintah pusat maupun pemerintah daerah diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan kepada publik.Di sinilah mulai terasa kerumitannya, laporan keuangan sektor publik pada dasarnya bekerja dengan logika dan mekanisme yang berbeda dari laporan keuangan pada umumnya, baik standarisasi, tujuan, cara membaca, maupun pertanyaan yang ingin dijawab.Bagi praktisi keuangan yang bekerja dalam sektor publik harus memahami bagaimana prosedur penyusunan dan analisis laporan keuangannya.Untuk membahas lebih dalam, artikel dari Mekari Jurnal berikut ini akan membantu mengulasnya secara komprehensif. Apa Itu Laporan Keuangan Sektor Publik?Laporan keuangan sektor publik merupakan dokumen resmi yang berisi informasi posisi keuangan dan kinerja keuangan secara spesifik dalam entitas pemerintah atau publik selama satu periode akuntansi.Cakupan entitas yang dimaksud, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah (provinsi, kabupaten, kota), kementerian, lembaga negara, badan usaha milik negara (BUMN), hingga organisasi nirlaba yang didanai oleh publik.Perlu digarisbawahi bahwa perbedaan dari laporan keuangan komersial dengan sektor publik bukan dari siapa yang membuatnya, namun untuk siapa laporan itu dibuat dan apa yang ingin dijelaskannya.Oleh karena itu, fokus dan tujuan utama laporan keuangan sektor publik adalah akuntabilitas, transparansi, dan pertanggungjawaban kepada masyarakat serta otoritas pemerintahan.Mengapa Laporan Keuangan Sektor Publik Penting?Jawabannya akan terhubung dengan pertanyaan yang lebih besar: “bagaimana masyarakat bisa tahu bahwa uang pajaknya tidak diboroskan atau disalahgunakan?”.Pertanyaan ini akan terjawab di dalam isi laporan keuangan sektor publik yang tersusun dengan baik. Dalam konteks perencanaan anggaran, laporan keuangan tahun lalu seperti realisasi pendapatan dan belanja akan menjadi referensi utama untuk anggaran di periode selanjutnya Dalam konteks cv d’;lkasfghj\ ‘;LKpengawasan dan pengendalian, laporan keuangan akan menjadi bahan utama untuk melakukan audit, apakah instasi tersebut akan meraih opini WTP, WDP, atau bahkan Tidak Memberikan Pendapat yang akan berpengaruh pada kepercayaan publik dan alokasi dana di masa yang akan datang Bagi masyarakat umum, akses terhadap laporan keuangan pemerintah menjadi wujud nyata dari hak atas informasi publik Perbedaan Laporan Keuangan Sektor Publik dan Sektor SwastaMemahami perbedaan antara laporan keuangan sektor publik dengan sektor swasta menjadi aspek penting agar tidak ada kepentingan yang tumpang tindih dalam penerapan standar akuntansi.Untuk memahami lebih jelas dan singkat, perbedaan dari keduanya akan dirangkum dalam tabel perbandingan berikut: Aspek Sektor Publik Sektor Swasta (Komersial) Tujuan Pelaporan Akuntabilitas dan pertanggungjawaban publik Profitabilitas dan informasi investor Pengguna laporan Masyarakat, DPR/DPRD, BPK, pemerintah Investor, kreditur, pemegang saham Fokus & Kinerja Menitikberatkan pada layanan publik, penggunaan dana sesuai anggaran, serta pencapaian kinerja finansial dan non-finansial Fokus utama pada perolehan laba (profitabilitas) dan peningkatan nilai perusahaan bagi pemilik modal Sumber Dana Berasal dari pajak, retribusi, pendapatan negara, hibah, dan dana publik lainnya Berasal dari pendapatan usaha, investasi pemilik (ekuitas), dan pinjaman komersial Standar Akuntansi Mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) atau International Public Sector Accounting Standards (IPSAS) Mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) atau International Financial Reporting Standards (IFRS) Konsep laba Tidak relevan karena lebih berfokus pada surplus/defisit Bagian dari inti dari pelaporan keuangan Auditor BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Kantor Akuntan Publik independen Komponen Utama Laporan Keuangan Sektor PublikSebagai laporan keuangan yang komprehensif, komponen dokumen utamanya terdiri atas beberapa laporan utama yang masing-masing menyajikan informasi yang berbeda namun saling berhubungan.Komponen laporan utama tersebut terdiri atas:1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)Laporan ini menyajikan kondisi keuangan yang mencakup aset, kewajiban, dan ekuitas pemerintah, pada satu titik waktu tertentu.Konsep ekuitas dalam neraca pemerintah berbeda dengan ekuitas korporasi yang mengindikasikan pemilik privat, namun representasi kekayaan bersih yang dikelola untuk kepentingan publik.2. Laporan Arus KasLaporan arus kas menyajikan aliran masuk dan keluar kas yang dibagi dalam tiga aktivitas, yaitu aktivitas operasi, pendanaan, dan investasi. Aktivitas operasi mencakup penerimaan pajak, pembayaran gaji PNS, dan pembayaran operasional Aktivitas pendanaan mencakup penerimaan dan pembayaran utang pemerintah Aktivitas investasi mencakup pembelian aset tetap dan konstruksi infrastruktur 3. Laporan Operasional atau Kinerja KeuanganLaporan operasional dalam SAP berbasis akrual dianggap setara dengan laporan kinerja keuangan yang menyajikan semua pendapatan yang diakui berdasarkan hak dan semua beban yang diakui berdasarkan kewajiban selama satu periode, tanpa memandang kapan uangnya benar-benar diterima atau dibayarkan.Laporan ini menghasilkan angka “surplus” atau “defisit” operasional untuk periode tersebut.4. Laporan Perubahan EkuitasLaporan ini menyajikan perubahan yang terjadi pada nilai ekuitas pemerintah dari awal hingga akhir periode, termasuk dampak dari surplus atau defisit operasional, dampak koreksi kesalahan periode sebelumnya, dan perubahan lain yang mempengaruhi ekuitas.5. Laporan Realisasi AnggaranLaporan realisasi anggaran (LRA) adalah laporan yang membandingkan anggaran yang telah ditetapkan di awal tahun (APBN/APBD) dengan realisasi aktual yang terjadi sepanjang tahun.Laporan ini sangat penting untuk akuntabilitas karena memperlihatkan secara eksplisit apakah belanja pemerintah sesuai dengan yang direncanakan, dan apakah pendapatan yang ditargetkan berhasil terealisasi.6. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)Komponen terakhir adalah Catatan atas Laporan Keuangan atau CaLK sebagai lampiran yang krusial dalam laporan keuangan sektor publik.Terdapat beberapa fungsi dari CaLK, yaitu: Menjelaskan kebijakan akuntansi yang digunakan Memberikan rincian atas angka-angka yang tersaji dalam laporan utama Mengungkapkan informasi tentang aset dan kewajiban yang tidak sepenuhnya terlihat dari angka ringkasan Menjelaskan kondisi dan peristiwa penting yang mempengaruhi kondisi keuangan entitas Selain itu, auditor BPK juga memberikan perhatian besar pada kualitas CaLK karena ia adalah tempat di mana transparansi benar-benar diuji.Cara Membuat Laporan Keuangan Sektor PublikPenyusunan laporan keuangan sektor publik dapat terdiri atas enam langkah utama, yang mencakup:1. Mengumpulkan dan Memverifikasi Data Transaksi KeuanganProses penyusunan dimulai dengan mengumpulkan semua transaksi keuangan sepanjang periode, dalam hal ini yaitu penerimaan pajak, pembayaran belanja, penerimaan hibah, pembelian aset, pembayaran utang, dan lainnya dari seluruh unit kerja.Kelengkapan dan keabsahan dokumen akan menjadi bagian yang krusial dari seluruh proses pelaporan, sehingga berbagai dokumen pendukung seperti bukti penerimaan, SPM (Surat Perintah Membayar), SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana), dan dokumen kontrak juga bisa dikumpulkan untuk memverifikasi transaksi.2. Menyusun NeracaBerdasarkan data aset yang dimiliki, kewajiban yang masih outstanding, dan saldo kas yang tersedia, Anda bisa mulai menyusun neraca sesuai format SAP.Dalam proses ini, jangan lupakan bahwa penilaian aset masih tetap menerapkan kebijakan penyusutan yang berlaku, dan penilaian piutang perlu memperhatikan penyisihan piutang tidak tertagih.3. Membuat Laporan Operasional dan LRALaporan ini disusun berdasarkan basis akrual untuk mengakui pendapatan ketika hak telah timbul dan beban ketika kewajiban telah timbul, bukan ketika kas bergerak.Adapun laporan realisasi anggaran disusun berdasarkan basis kas untuk membandingkan pagu anggaran dengan realisasi aktual untuk setiap pos pendapatan dan belanja.4. Menyusun Laporan Arus KasSelanjutnya, Anda bisa mulai menyusun laporan arus kas yang merekap seluruh penerimaan dan pengeluaran kas selama periode akuntansi berjalan.Untuk setiap transaksi yang memengaruhi kas akan diklasifikasn ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.Anda juga harus memastikan bahwa saldo akhir kas dalam laporan arus kas harus sama persis dengan saldo kas yang tercantum di neraca.5. Siapkan Catatan atas Laporan Keuangan yang KomprehensifDi dalam CaLK mencakup informasi dibalik angka-angka pos yang disajikan dalam laporan keuangan secara rinci serta memaparkan peristiwa setelah tanggal pelaporan yang berpengaruh signifikan.6. Verifikasi Internal dan Proses AuditSebelum laporan difinalisasi, proses reviu internal dianjurkan dan dilakukan oleh inspektorat atau aparat pengawas internal pemerintah (APIP), kemudian diserahkan kepada BPK untuk diaudit.Proses audit BPK menghasilkan opini yang akan dipublikasikan secara resmi dan menjadi rekam jejak permanen tentang kualitas tata kelola keuangan entitas tersebut.KesimpulanLaporan keuangan sektor publik bekerja dengan prinsip yang cukup berbeda dengan laporan keuangan korporasi yang fokus pada laba, sedangkan laporan ini lebih ke membuktikan bahwa amanah publik telah dijalankan dengan benar.Oleh karena itu, memahami fundamental komponen dan cara membuat laporan keuangan sektor publik menjadi relevan bagi pegawai pemerintahan atau auditor BPK untuk menjaga keterbukaan informasi publik.Anda juga bisa mengadopsi software akuntansi terintegrasi di era operasional yang berbasis digital.Setelah mengadopsi Mekari Jurnal, laporan realisasi anggaran dan laporan posisi keuangan tersaji secara otomatis dan konsisten, memangkas waktu penyusunan laporan hingga 70% dan memastikan kesiapan dokumen sebelum proses audit dimulai.Coba Mekari Jurnal GRATIS sekarang dan rasakan bagaimana sistem akuntansi yang terintegrasi membuat laporan keuangan Anda siap untuk audit dan publikasi.Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:Scribd, “Buku Akuntansi Sektor Publik 2021”Unpkediri, “Akuntabilitas Pelaporan Keuangan Sektor Publik”.Kemenkeu, “Laporan Keuangan Pemerintah Konsolidasian Tahun 2023”.