Buku Petunjuk

Reset Daftar Akun

Updated at: August 29, 2018
Last updated by: Novina.fransisca

Pada saat Anda menggunakan Jurnal pertama kali, Anda akan diberikan daftar akun secara default sesuai dengan industri perusahaan Anda. Jika Anda telah memiliki daftar akun dari pembukuan sebelumnya dan ingin mengganti daftar akun default Jurnal, maka Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut.

 

  1. Klik menu Daftar Akun.
  2. Klik Tindakan > Pengaturan Daftar Akun.

     
  3. Pilih Reset Daftar Akun dan klik "Lanjutkan".

     
  4. Klik "Unggah File" dan pilih file Anda.

     
  5. Setelah memilih file, klik "Terapkan Ulang".

     
  6. Lanjutkan dengan klik "Import".

     
  7. Setelah berhasil mengimpor, Anda akan melihat pesan berikut. Klik "Finish" untuk melanjutkan.

     
  8. Anda akan diminta untuk melakukan pemetaan akun untuk Penjualan, Pembelian, Piutang dan Hutang (AR/AP), Persediaan dan Lainnya (ekuitas saldo awal dan aset tetap). 

     
  9. Lakukan pemetaan sesuai dengan kategori masing-masing. Untuk penjelasannya dapat dibaca di bawah.

     
  10. Jika sudah selesai, klik tombol "Simpan".

     
  11. Setelah berhasil mereset, Anda akan melihat pesan seperti berikut.

     

Penjelasan Pemetaan Akun


  1. Penjualan 
    1. Pendapatan Penjualan: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan semua kategori akun. Contoh:  '4-40000 Penjualan Barang. Akun ini digunakan untuk mencatat nilai penjualan pada saat terjadi penagihan penjualan.
       
    2. Diskon Penjualan: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori pendapatan (income). Contoh: '4-40100 Diskon Penjualan. Akun ini digunakan untuk mencatat nilai diskon per produk dan diskon total pada saat terjadi penagihan penjualan.
       
    3. Retur Penjualan: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori pendapatan (income). Contoh: '4-40200 Retur Penjualan. Akun ini digunakan untuk mencatat retur terhadap transaksi penagihan penjualan.
       
    4. Pengiriman Penjualan: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan semua kategori akun. Umumnya dikategori pendapatan atau pendapatan lainnya. Contoh: '7-70099 Pendapatan Lain-Lain. Akun ini digunakan untuk mencatat ongkos pengiriman yang terjadi pada saat terjadi penagihan penjualan.
       
    5. Pembayaran Dimuka: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori liabilitas jangka pendek. Contoh: '2-20109 Pendapatan Diterima Dimuka. Akun ini bersifat sebagai akun pencatatan sementara pada saat terjadi pembayaran uang muka untuk pemesanan penjualan dan tercatat di posisi kredit. Setelah terjadi penagihan, maka saldo pada akun ini akan dikembalikan sejumlah angka yang tertera pada penagihan penjualan dan tercatat di posisi debit.
       
    6. Penjualan Belum Ditagih: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori pendapatan (income). Contoh: '4-40201 Penjualan Belum Ditagih. Akun ini bersifat sebagai akun pencatatan sementara pada saat terjadi Pengiriman Penjualan (Sales Delivery) dan dicatat di posisi kredit. Pada saat terjadi penagihan, maka saldo akun ini akan dikembalikan sejumlah angka yang tertera pada pengiriman penjualan dan dicatat diposisi debit.
       
    7. Piutang Belum Ditagih: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori piutang. Contoh: '1-10105 Piutang Belum Ditagih. Akun ini bersifat sebagai akun pencatatan sementara pada saat terjadi pengiriman penjualan (sales delivery) dan tercatat diposisi debit. Ketika penagihan, maka saldo akun ini akan dikembalikan sejumlah angka yang tertera pada pengiriman penjualan dan dicatat diposisi kredit.
       
    8. Pajak Penjualan: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori liabilitas jangka pendek, pendapatan, beban, pendapatan lainnya, dan beban lainnya. Contoh: '2-20500 PPN Keluaran. Akun ini digunakan untuk mencatat nilai pajak penjualan.
       
  2. Pembelian
    1. Pembelian (COGS): Di sini Anda dapat memetakan akun dengan semua kategori akun. Contoh: '5-50000 Harga Pokok Penjualan. Akun ini digunakan untuk mencatat nilai pokok penjualan barang atau harga modal barang Anda.
       
    2. Pengiriman Pembelian: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan semua kategori akun. Contoh: '5-50300 Pengiriman & Pengangkutan. Akun ini digunakan untuk mencatat ongkos pengiriman yang terjadi pada saat terjadi penagihan penjualan.
       
    3. Uang Muka Penjualan: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori aset lancar lainnya. Contoh: '1-10401 Sewa Dibayar Dimuka. Akun ini bersifat sebagai akun pencatatan sementara pada saat terjadi pembayaran uang muka untuk pemesanan pembelian (purchase order) dan tercatat di posisi debit. Setelah terjadi penagihan, maka saldo pada akun ini akan dikembalikan sejumlah angka yang tertera pada penagihan pembelian dan tercatat di posisi kredit.
       
    4. Hutang Belum Ditagih: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori hutang. Contoh: '2-20101 Hutang Belum Ditagih. Akun ini bersifat sebagai akun pencatatan sementara pada saat terjadi pengiriman pembelian (purchase delivery) dan tercatat diposisi kredit. Ketika penagihan, maka saldo akun ini akan dikembalikan sejumlah angka yang tertera pada pengiriman pembelian dan dicatat diposisi debit;
       
    5. Pajak Pembelian: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori aset lancar lainnya, pendapatan, beban, pendapatan lainnya, beban lainnya. Akun ini digunakan untuk mencatat nilai pajak pembelian;
       
  3. AR/AP
    1. Piutang Usaha: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori piutang. Contoh: '1-10100 Piutang Usaha. Akun ini digunakan untuk mencatat nilai piutang usaha Anda.
       
    2. Hutang Usaha: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori hutang. Contoh: '2-20100 Hutang Usaha. Akun ini digunakan untuk mencatat nilai utang usaha Anda.
       
  4. Persediaan
    1. Persediaan: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori persediaan. Contoh: '1-10200 Persediaan Barang.
       
    2. Persediaan umum: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori harga pokok penjualan, beban dan beban lainnya. Pemetaan ini berlaku secara default ketika Anda melakukan stok opname dengan tipe umum. Contoh: '8-80099 Beban Lainnya;
       
    3. Persediaan Rusak: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori harga pokok penjualan, beban dan beban lainnya. Pemetaan ini berlaku secara default ketika Anda melakukan stok opname dengan tipe Barang Rusak. Contoh: '6-60100 Beban Penyesuaian Barang Rusak;
       
    4. Persediaan Produksi: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori harga pokok penjualan, beban dan beban lainnya. Pemetaan ini berlaku secara default ketika Anda melakukan stok opname dengan tipe Produksi. Contoh: '5-50400 Biaya Produksi;
        
  5. Lainnya
    1. Ekuitas Saldo Awal: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori modal/ekuitas (equity). Contoh: '3-10001 Modal Saham;
    2. Aset Tetap: Di sini Anda dapat memetakan akun dengan kategori aset tetap. Contoh: '1-10701 Tanah;

 

Baca juga:

Mengisi Saldo Awal Akun

Back to Top