Buku Petunjuk

Pencatatan Transaksi PPN dan PPh23

Updated at: July 08, 2019
Last updated by: Nur Laily

Pada pembahasan ini, akan dijelaskan bagaimana menggunakan lebih dari satu jenis pajak dalam satu transaksi dan bagaimana proses pembuatan CSV faktur pajak untuk masing-masing jenis pajak yang dapat digunakan untuk keperluan pelaporan pajak.

 

Ilustrasi:

PT. Transportasi Makmur merupakan perusahaan penyedia Jasa Penyewaan Kendaraan yang dikenakan pemotongan PPh23 dan termasuk Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang mengenakan PPN untuk setiap transaksinya.

 

Berikut adalah salah satu contoh rincian transaksi dari PT Transportasi Makmur.

Pelanggan: Nina

Tgl Transaksi: 01 April 2018

Produk & Pajak:
Jasa Sewa Kendaraan (untuk 1 hari)
Rp. 600.000
PPN 10% Rp.  60.000
PPh23 2% (Rp 12.000)
Total pembayaran Rp. 648.000

 

Untuk mencatat transaksi dari PT Transportasi Makmur dan membuat CSV faktur pajak, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Membuat Pajak Single untuk PPN dan PPh 23
  2. Membuat Group Pajak untuk PPN dan PPh 23
  3. Menggunakan PPN dan PPh 23 dalam transaksi
  4. Export CSV PPN Keluaran
  5. Export CSV PPh 23 Pemotong

 

1. Membuat Pajak Single untuk PPN dan PPh 23


  • Untuk membuat Pajak Single, Anda bisa masuk kedalam menu “Daftar Lainnya”, kemudian pilih “Pajak”.
  • Selanjutnya klik tombol “Buat Pajak Baru”
  • Isikan informasi Pajak.

Keterangan :

  1. Pilih jenis pajak ‘Satu’
  2. Isi nama Pajak.
  3. Isi persentase efektif sesuai dengan tarif pajak.
  4. Untuk PPh23 yang bersifat memotong, centang ‘Pemotongan’.
  5. Pilih akun yang digunakan untuk menampung nilai Pajak pada transaksi Penjualan dan Pembelian

 

2. Membuat Group Pajak untuk PPN dan PPh 23


Untuk menggunakan beberapa pajak sekaligus dalam transaksi, Anda perlu membuat Grup Pajak atas PPN dan PPH23 dengan langkah berikut :

  • Masih pada halaman Daftar Pajak, klik tombol “Buat Pajak Baru”.
  • Isi informasi Group Pajak.

Keterangan :

  1. Pilih jenis Pajak ‘Grup’.
  2. Isikan Nama grup pajak. Misalkan, ‘PPN + PPH23’.
  3. Pilih Pajak yang akan digabungkan yaitu ‘PPN’ dan ‘PPh23’.
  4. Persentase efektif akan terhitung secara otomatis berdasarkan persentase masing-masing pajak
    *Untuk studi kasus ini, PPN dan PPH 23 dihitung dari nilai DPP, sehingga informasi “Majemuk” tidak perlu di centang

 

3. Menggunakan PPN dan PPh 23 dalam transaksi


  • Setelah mengikuti Langkah 2, Anda akan memiliki daftar pajak seperti gambar berikut.
  • Selanjutnya, klik “Jual” pada top menu untuk membuat transaksi penjualan.
  • Isi informasi penjualan dari pelanggan ‘Nina’ dan tanggal transaksi ‘01 April 2018’.
  • Pilih produk ‘Jasa Sewa Kendaraan’, dan isi ‘1’ pada kolom Kuantitas. Kemudian, pilih grup pajak “PPN + PPH 23” pada transaksi. Anda akan melihat perhitungan pajak tersebut secara otomatis.
  • Setelah itu, klik “Buat Penjualan”.
     

4. Export CSV PPN Keluaran


Untuk memudahkan Anda dalam pelaporan Pajak, silahkan install Add Ons Klikpajak pada akun jurnal. Panduannya dapa dilihat di Guidebook - Memulai dengan Klikpajak. Selanjutnya, Anda dapat melakukan ekspor CSV e-faktur untuk PPN dan PPh23 secara terpisah. Panduan untuk melakukan expor dapat Anda lihat pada Guidebook - Cara Menarik File CSV Pajak di Klikpajak Untuk mengekspor CSV PPN Keluaran.

 

5. Export CSV PPh 23


Panduan untuk mengexport CSV PPh23 dapat Anda lihat pada Guidebook - Cara Mengatur dan Mengunduh Bukti Potong PPh 23 di Klikpajak.

 

Back to Top