Buku Petunjuk

Mekanisme Pengakuan COGS Pabrik

Updated at: July 22, 2020
Last updated by: Annisa Nadhila

Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang identik dengan aktivitas produksi barang yang dilakukan sendiri oleh perusahaan. Oleh sebab itu, manajemen perusahaan tentunya perlu mengetahui informasi terkait besarnya biaya produksi yang harus dipersiapkan untuk menghasilkan suatu produk yang siap dijual.

 

Pada studi kasus ini Anda akan mempelajari cara mengetahui mekanisme pengakuan biaya atas produk yang terjual (COGS) pada software Jurnal.

Sistem pencatatan akan menjadi lebih kompleks pada perusahaan manufaktur dibandingkan dengan perusahaan jasa ataupun dagang. Perusahaan manufaktur harus mencatat lebih banyak kategori aset dan juga biaya untuk aktivitas produksinya.

 

Akun-akun yang diperlukan untuk mencatat proses produksi antara lain:

  1. Persediaan bahan baku (direct material), yaitu bahan utama yang digunakan untuk membuat produk.
  2. Persediaan barang dalam proses (work in process), yaitu barang yang masih dalam proses pengerjaan (setengah jadi).
  3. Persediaan barang jadi (finished goods), yaitu adalah barang yang dihasilkan dari kegiatan produksi pabrik yang selanjutnya dijual.
  4. Tenaga kerja langsung (direct labor), yaitu tenaga yang diperlukan untuk mengubah bahan baku menjadi barang jadi, misalnya tenaga kerja yang langsung terkait dengan proses produksi barang (misalnya penjahit dalam dalam perusahaan konveksi).
  5. Overhead pabrik (factory overhead), yaitu penunjang yang dibutuhkan perusahaan untuk mengubah bahan baku menjadi barang jadi, meliputi tenaga kerja tak langsung, bahan tak langsung, dan biaya overhead pabrik lainnya.
  6. Bahan tak langsung (indirect material), yaitu bahan penolong selain bahan utama yang diperlukan dalam proses produksi.
  7. Tenaga kerja tak langsung (indirect labor), yaitu tenaga kerja yang bekerja di pabrik tapi tidak secara langsung berkaitan dengan proses produksi barang.

Adapun komponen Biaya Produksi Barang (Cost of Goods Manufactured/ COGM) adalah sebagai berikut:

  1. Biaya bahan baku, yaitu adalah biaya yang melekat dengan bahan baku yang digunakan pada proses produksi.
  2. Biaya tenaga kerja langsung, yaitu adalah biaya yang terkait dengan tenaga kerja langsung.
  3. Biaya overhead pabrik, biaya yang melekat pada penunjang/fasilitas dalam memproduksi suatu barang. Biasanya barang atau jasa yang dimasukan pada biaya ini adalah biaya yang tidak secara langsung dapat ditelusuri kelekatannya pada produk. Barang atau jasa yang termasuk dalam komponen overhead pabrik, antara lain:
    • Tenaga kerja tidak langsung
    • Depresiasi mesin
    • Bahan habis pakai pabrik
    • Listrik dan air yang digunakan dalam pabrik

Setelah barang hasil produksi tersebut terjual, maka biaya produksi dan biaya lainnya untuk menjadikan produk tersebut siap untuk dijual menjadi biaya yang diakui sebagai Beban Pokok Pendapatan (COGS).

 

Untuk lebih mendalami konsep penjelasan COGS diatas, perhatikan contoh kasus dibawah ini:

Case:
Diketahui PT Selalu Bahagia adalah pabrik yang bergerak di bidang pembuatan roti tawar. Setiap 2 minggu, PT Selalu Bahagia dapat memproduksi roti sebanyak 500 buah.
Setiap pengolah dan pencetak roti diberikan upah sebesar Rp 3000 untuk pembuatan 1 roti tawar. Selama 2 minggu, perusahaan menganggarkan biaya listrik sebesar Rp 200.000, biaya air-produksi Rp 150.000, biaya penyusutan - mesin dan peralatan Rp 75.000 dan Gaji Pengawas Produksi sebesar Rp 2.000.000.
Dalam pembuatan 1 buah roti tawar, diperlukan :
-200 ml air
-5 gram garam
-60 gram gula pasir
-36 gram mentega putih
-10 gram ragi
-21 gram susu bubuk
-1 butir telur ayam
-0.5 kg tepung terigu

 

Langkah 1. Buat Produk berupa bahan baku dari pembuatan roti tawar

  1. Pilih Menu Produk;
  2. Klik tombol “Buat Produk Baru”
  3. Isi nama bahan baku, kode, satuan, dan informasi lainnya dari bahan baku
    *gunakan satuan terkecil untuk mempermudah dalam melakukan konversi produk
  4. Centang Saya Beli Produk Ini dan isikan Harga Beli
  5. Centang Monitor Persediaan Barang dan petakan akun ke Persediaan Barang Mentah
  6. Klik “Buat Produk Baru”

    *Saya Jual Produk Ini tidak di centang dikarenakan perusahaan memiliki kebijakan untuk tidak menjual bahan baku, namun jika perusahaan memiliki kebijakan untuk menjual bahan baku, Anda dapat mencentang Saya Jual Produk Ini
    *Lakukan seperti langkah-langkah diatas untuk membuat bahan baku lainnya

Langkah 2. Lakukan Stock Opname untuk mengisikan kuantitas awal dari masing-masing bahan baku
Proses pada langkah 1 adalah langkah pencatatan produk-produk/ bahan baku yang diperlukan dalam pembuatan roti tawar. Selanjutnya, pada langkah 2 Anda perlu mencatat kuantitas awal yang tersedia dari masing-masing bahan baku yang telah Anda catat dalam langkah 1.

 

Asumsikan bahwa pada awal periode, sudah tercatat bahwa PT Bahagia Selalu memiliki persediaan awal dari masing-masing bahan baku sebagai berikut:

  • Air : 110.000 ml @Rp 0.9
  • Garam : 55.000 gram @Rp 11
  • Gula Pasir : 85.000 gram @Rp 14
  • Mentega Putih : 83.000 gram @Rp 46
  • Telur :1000 butir @23.50
  • Tepung Terigu :300.000 gram @12

Berikut cara mengisi kuantitas awal dengan menggunakan fitur Penyesuaian Stok:

  1. Pilih Menu Produk;
  2. Klik tombol “Buat Baru”, lalu pilih Penyesuaian Stok;
  3. Pilih Kategori Kuantitas Awal dengan Akun Persediaan Barang Mentah;
  4. Isi tanggal Stok Opname;
  5. Lalu klik "Next";
  6. Kemudian isikan masing-masing kuantitas awal dari produk pada kolom Jumlah Sebenarnya dan Harga Satuan pada kolom Harga beli Terakhir;
  7. Kemudian klik "Buat Stok Opname";

Langkah 3. Pencatatan Proses Produksi

Setelah Anda mencatat bahan baku beserta kuantitasnya, selanjutnya Anda dapat melakukan pencatatan proses produksi roti tawar yaitu sebagai berikut:

 

1. Membuat Produk berupa Persediaan Barang Jadi “Roti Tawar”

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat produk Roti Tawar dengan komponen bahan baku nya yang. Anda dapat mempelajari cara pembuatan produk di Jurnal melalui link berikut.
*Untuk produk yang dibuat Anda perlu mencentang Saya Jual dan Monitoring Persediaan Barang kemudian petakan ke akun Persediaan Barang Jadi Setelah menginput informasi dan harga dari Roti Tawar, Anda perlu mengisikan bahan-bahan beserta takaran yang diperlukan untuk membuat 1 Roti Tawar (yang sudah Anda buat sebelumnya) pada Tab Produk Bundle.

Catatan:
Bila Anda mengetahui biaya yang dikenakan untuk pembuatan 1 Roti Tawar, Anda dapat mengisikannya pada bagian Akun (Centang Monitor Persediaan Barang untuk Mengaktifkan).
Biaya yang Anda tuliskan disini, merupakan Biaya Variabel, yang artinya biaya ini akan ikut meningkat apabila kuantitas produksi meningkat. Biaya yang termasuk dalam kategori ini adalah biaya tenaga kerja langsung (direct labor cost) ataupun biaya overhead berupa biaya bahan baku tidak langsung (indirect material cost) dan biaya tenaga kerja tidak langsung (indirect labor cost).
Contoh: Upah Pengelola dan Pencetak Roti (dalam hal ini adalah direct labor cost). Upah Pengelola dan Pencetak Roti akan bertambah apabila kuantitas produksi juga bertambah.

 

2. Melakukan Konversi untuk Barang Jadi

Setelah Anda membuat produk Roti Tawar, Anda perlu melakukan Konversi pada Produk Roti Tawar ini, berikut langkahnya:

1. Klik Produk Jadi Roti Tawar

2. Klik “Tindakan”, pilih Konversi Produk

3. Isikan tanggal dan banyaknya kuantitas produk yang telah diproduksi

4. Isi gudang sesuai dengan letak produksi

*Pada Bagian Detail Konversi, kuantitas akan terisi otomatis mengikuti jumlah produk jadi yang terbentuk

5. Isi Biaya Tetap

Catatan:
Bila terdapat biaya yang diperlukan untuk 1x produksi, Anda dapat tuliskan biaya tersebut pada Biaya Tetap, di mana biaya ini adalah biaya yang dikenakan untuk 1x produksi dan tidak mengikuti banyaknya kuantitas produk yang terbuat atau dengan kata lain dikategorikan sebagai biaya yang masuk dalam biaya overhead yang besarannya tetap untuk satu periode dan tidak dipengaruhi tingkat kegiatan produksi.
Contoh: Biaya listrik yang diperlukan untuk membuat 500 Buah Roti Tawar adalah Rp 200.000.

6. Klik “Kirim” untuk menyimpan
*Diketahui Biaya Manufaktur (Cost of Good Manufactured) per unit adalah Rp. 18.461

 

Penjualan Produk Barang Jadi

Case:
Pada tanggal 15 Januari 2019, melakukan penjualan 3 Roti Tawar kepada Pelanggan A.

Berikut langkah-langkah untuk mencatat transaksi penjualan:

1. Pilih Menu Penjualan;

2. Klik “Buat Penjualan Baru”

3. Pilih Penagihan Penjualan

4. Isikan nama pelanggan, tanggal, dan informasi lain terkait dengan penjualan

5. Klik “Buat Penjualan”
Berikut jurnal dan Laporan Laba Rugi yang terbentuk dari transaksi diatas: *Beban Pokok Pendapatan untuk 3 Roti Tawar (@18.461)

Berikut adalah rincian dari perhitungan Cost of Goods Manufacture (COGS) dari transaksi diatas:

Notes:

Overhead pabrik seperti perhitungan di atas merupakan jumlah perkiraan biaya overhead untuk proses produksi. Seringkali biaya perkiraan (FOH applied) berbeda dengan biaya overhead pabrik aktual (FOH Actual) yang terjadi. Selisih ini dapat disesuaikan ke akun COGS (Beban Pokok Pendapatan) atau disesuaikan dengan kebijakan perusahaan yang berlaku.

Back to Top