Buku Petunjuk

Impor Data Supplier

Updated at: March 27, 2018
Last updated by: Novina.fransisca

 

Untuk mengimpor data supplier, Anda dapat:

  1. Menggunakan Template Jurnal, atau
  2. Menggunakan Template Sendiri.
     

1. Menggunakan Template Jurnal


Jika Anda menggunakan template Jurnal, langkah-langkah impor adalah sebagai berikut:

Penting! Kolom yang bertanda (*) wajib diisi. Jika satu kolom yang bertanda (#) diisi, maka kolom lain yang bertanda (#) juga harus diisi. Jika Anda tidak ingin mengisikannya, kolom tersebut dapat dikosongkan.
  1. Masuk ke menu Suplier;
  2. Klik tombol "Import";
  3. Klik "Download File Template" untuk mendownload template;
  4. Buka dan isi template tersebut. Lihat ilustrasi berikut.


    Untuk melihat penjelasan setiap kolom, klik di sini;
     
  5. Setelah mengisi, simpan file Anda dan upload file tersebut dengan klik "Pilih File" seperti pada poin 3. Anda akan melihat hasil validasi data seperti berikut;

     
  6. Periksa kembali data Anda dan jika sudah benar, klik "Import" untuk melanjutkan;
  7. Klik "Finish" dan Anda akan kembali ke halaman indeks menu Supplier.
     

Penjelasan detil mengenai kolom-kolom tersebut adalah sebagai berikut:

  1. *Display Name: Ini adalah nama supplier yang akan ditampilkan dalam daftar supplier (wajib diisi);
  2. Company Name: ini adalah nama perusahaan supplier Anda (jika ada). Data ini tidak ditampilkan pada Daftar Supplier namun berada di halaman detil supplier;
  3. Title: Ini adalah judul panggilan untuk supplier. Contoh: Mr., Mrs., Ms.;
  4. First Name: Ini adalah nama depan supplier;
  5. Middle Name: Ini adalah nama tengah supplier (jika ada);
  6. Last Name: Ini adalah nama belakang supplier (jika ada);
  7. Billing Address: Ini adalah alamat supplier (jika ada). Contoh: Jl. Daan Mogot KM 10;
  8. BillingAddressNo: Ini adalah nomor alamat supplier. Contoh: No. 1;
  9. BillingAddressRT: Ini adalah kode RT supplier. Contoh: RT 001;
  10. BillingAddressRW: Ini adalah kode RW supplier. Contoh: RW 020;
  11. BillingAddressPostCode: Ini adalah kodepos supplier. Contoh: 11710;
  12. BillingAddressKelurahan: Ini adalah kelurahan dari alamat supplier. Contoh: Kedaung Kali Angke;
  13. BillingAddressKecamatan: Ini adalah kecamatan dari alamat supplier. Contoh: Cengkareng;
  14. BillingAddressCity: Ini adalah kota dari alamat supplier. Contoh: Jakarta Barat;
  15. BillingAddressProvince: Ini adalah provinsi dari alamat supplier. Contoh: DKI Jakarta;
  16. Email: Ini adalah alamat email supplier (jika ada);
  17. Tax Number: Ini adalah nomor pajak supplier disertai dengan petik satu (‘) di depan nomor (jika ada);
  18. Mobile: Ini adalah nomor HP supplier disertai dengan petik satu (‘) di depan nomor(jika ada);
  19. Phone: Ini adalah nomor telepon supplier disertai dengan petik satu (‘) di depan nomor (jika ada);
  20. Fax: Ini adalah nomor fax supplier disertai dengan petik satu (‘) di depan nomor (jika ada);
  21. Other Detail: Isikan keterangan tambahan mengenai supplier(jika ada);
     

2. Menggunakan Template Sendiri


Jika Anda menggunakan template sendiri, ada sedikit perbedaan ketika Anda mengupload file tersebut (1.Menggunakan Template Sendiri, poin 5).

  1. Sebagai contoh, Anda memiliki template sendiri dimana terdapat data nama supplier, alamat, nomor telepon. Lihat contoh berikut.
  2. Kemudian, Anda bisa upload langsung file tersebut dengan mengklik menu Supplier > tombol Import > klik "Choose File" untuk mengupload data Anda;
  3. Kemudian, klik "Proceed". Anda akan mengisi field-field sesuai dengan nama header kolom di template Anda. Pastikan Anda mengisi kolom wajib seperti Nama Supplier. Lengkapi data lainnya jika diperlukan. Jika sudah, klik "Import" untuk melanjutkan.
  4. Maka akan muncul validasi data seperti berikut. Periksa hasil impornya dan klik "Import".
  5. Jika data yang diimpor sudah berhasil, maka akan tampil gambar berikut.
  6. Klik "Finish" dan Anda akan diarahkan ke halaman indeks menu Supplier.

 

Kembali ke Sekilas Menu Impor

Back to Top