Kiat Sukses UMKM Penuhi Pasar Ekspor Impor saat Lockdown

Pada tanggal 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan wabah Coronavirus Disease (Covid-19) sebagai pandemi. Untuk memutus rantai penyebaran Virus  Corona, sejumlah negara telah menerapkan lockdown. Lockdown artinya dalam bahasa Indonesia adalah penutupan akses. Jika dikaitkan dengan wabah Covid-19 ini, arti lockdown adalah situasi di mana masyarakat tidak boleh masuk atau meninggalkan sebuah wilayah secara bebas. 

Penetapan lockdown di berbagai negara justru menjadi peluang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) skala nasional. UMKM dinilai dapat menjadi penyelamat perekonomian nasional di tengah gempuran Covid-19. Bagaimana caranya?

Dampak Lockdown terhadap Perekonomian Indonesia

Hindari Makelar

Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum menyatakan lockdown wilayahnya dan lebih memilih memberlakukan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB). Pemerintah tidak ingin gegabah dalam memutuskan kebijakan. Imbauan social distancing saja sudah cukup memberikan pukulan bagi UMKM dan sektor informal. Tanpa perintah Indonesia lockdown pun pelaku UMKM dan kelompok informal sudah kehilangan pelanggan. Dengan sepinya sekolah, perkantoran, pusat belanja dan pusat keramaian berimbas pada penurunan pendapatan. 

Mengutip data dari website Universitas Indonesia, perekonomian Indonesia saat ini didominasi usaha mikro kecil dan menengah. Data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan pada 2019, entitas produksi Indonesia didominasi UKM. Jumlahnya sekitar 99,99% dari total usaha yang ada. Jika dilihat dari sisi nilai tambah, UMKM menyumbang sebesar 63% dari produk domestik bruto. Omzet UMKM per tahun rata-rata sekitar 76 juta rupiah, berarti 6 juta rupiah per bulan atau 200 ribu rupiah per hari. Bagi kelompok UMKM, akses dan kesempatan menjual produk dinilai lebih penting dibandingkan bantuan tunai atau kredit. 

Beberapa negara di dunia resmi memutuskan untuk lockdown atau karantina wilayah mereka. Kondisi ini tentu berpengaruh pada kegiatan ekspor impor. Indonesia tidak lagi bisa mendapatkan pasokan barang impor seperti sayur, buah, dan bahan makanan lain dari negara yang sedang lockdown. Barang UMKM Indonesia tidak bisa lagi ekspor ke negara yang melakukan kebijakan lockdown. Strategi penguatan lokal sangat dibutuhkan untuk saat ini.

Baca juga : Kiat Kelola Bisnis UKM Tetap Prima di Tengah Wabah COVID-19

Mewujudkan UMKM Tahan Krisis

Stok barang adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan di tengah kondisi krisis saat ini. Rasanya sulit untuk memasok dan menjaga stok barang di saat permintaan mulai tinggi, terutama untuk bahan pangan dan kesehatan. Menempatkan bisnis Anda sebagai solusi atas permasalahan yang terjadi pada masyarakat di tengah pandemi, tentu akan berpengaruh pada naiknya permintaan stok barang. 

Permasalahan selanjutnya adalah, apakah stok barang Anda dapat memenuhi semua permintaan? Di sinilah penting adanya manajemen rantai pasok. Perusahaan dianjurkan untuk mengatur seluruh stok barang menggunakan teknologi. Salah satu teknologi yang dapat membantu Anda mengatur stok barang adalah Jurnal dengan fitur Inventory.

Tidak hanya mengontrol stok barang di gudang, fitur Jurnal membantu Anda membuat laporan barang yang paling laku dan yang akan kadaluarsa. Dengan begitu, Anda dapat membuat kebijakan strategis untuk bertahan di tengah krisis dan ancaman Jakarta di-lockdown. Jika memang Jakarta akan lockdown sewaktu-waktu, artinya bisnis Anda sudah siap dengan stok barang di gudang. Anda tidak lagi mengalami keterlambatan pasokan barang dan pengiriman ke pelanggan karena Jurnal akan mengingatkan barang yang stoknya sudah menipis. Bisnis Anda tetap berjalan lancar dan hubungan dengan pelanggan tetap terjaga dengan baik. 

Baca juga : Tips agar Bisnis UKM Mampu Bertahan di Masa Pandemi Corona

Sebagai aplikasi software akuntansi online, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan untuk mengurangi mobilitas ke tempat kerja dan keramaian umum lewat program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Min subscribe 12 bulan). Salam sehat dan produktif selalu!

CTA

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo