Setiap pebisnis pasti memiliki strategi khusus dalam melakukan pemasaran dan promosi produknya. Biasanya setiap pebisnis selalu mencari informasi dalam melakukan pemasaran dan penjualan. Bisa saja menggunakan metode riset hingga membaca artikel dan buku-buku yang berhubungan dengan bisnis atau kewirausahaan. Selain itu, bagi seorang pebisnis penting bagi Anda untuk mempelajari dan memahami tentang apa saja teori-teori psikologi yang dapat Anda manfaatkan untuk mengoptimasi fungsi pemasaran pada bisnis Anda. Ketahui secara lebih lengkap tentang penerapan psikologi marketing untuk menunjang kesuksesan bisnis Anda.

Prinsip Psikologi yang Berkaitan dengan Pebisnis

Trik dan Strategi Khusus Penerapan Psikologi Marketing Agar Penjualan MeningkatPsikologi marketing merupakan sebuah pemahaman terkait motif-motif yang mempengaruhi emosi serta tindakan target pasar dalam memandang suatu produk maupun jasa yang ditawarkan oleh pebisnis. Ada beberapa prinsip utama psikologi yang cocok untuk para pebisnis. Prinsip tersebut dapat digunakan untuk membantu menarik, meyakinkan dan mengonversi lebih banyak orang dengan konten marketing sebuah bisnis. Berikut ini merupakan prinsip perilaku manusia yang berkaitan dengan upaya dalam mengembangkan sebuah bisnis:

  1. Priming. Dalam ilmu psikologi, Priming dijelaskan sebagai suatu keadaan dimana stimulus atau kejadian dapat menambah informasi tertentu yang telah diingat sebelumnya. Banyak pebisnis yang menggunakan teknik pemasaran priming secara halus. Anda dapat membantu pengunjung website untuk mengingat informasi penting tentang brand Anda, atau bahkan dapat mempengaruhi perilaku pembelian mereka.
  2. Timbal Balik. Secara sederhana, jika seseorang melakukan sesuatu untuk Anda, maka Anda akan secara alami ingin melakukan sesuatu untuk mereka. Dalam bisnis ada banyak cara yang dapat digunakan untuk mengambil keuntungan timbal balik ini. Mulai dari voucher, suvenir kaos bermerek, ebook eksklusif dan lain sebagainya.
  3. Social Proof atau bukti sosial adalah teori bahwa orang akan mengadopsi keyakinan atau tindakan sekelompok orang yang mereka sukai atau percayai. Salah satu cara mudah untuk membuat sebagian besar social proof adalah melalui website atau blog.
  4. Decoy Effect. Menyediakan beberapa pilihan produk yang hampir sama dengan harga yang berbeda akan membuat orang memiliki banyak pilihan sebelum memutuskan membeli barang tersebut. Teknik ini yang sering disebut dengan Decoy Effect yang merupakan teknik psikologis yang sangat kuat dan efektif.
  5. Prinsip kelangkaan. Prinsip ini akan kembali pada rumus semakin jarang kesempatan, konten, atau produk yang lebih berharga, maka orang akan semakin mudah tertarik untuk memilikinya. Tetapi penting untuk diperhatikan jika ingin menerapkan prinsip ini. Jika Anda mendekati konsep kelangkaan seolah-olah barang sangat langka, padahal produk tersebut sangat populer, maka bisa jadi orang akan sangat reseptif.

Trik & Strategi Penerapan Psikologi Marketing

Trik dan Strategi Khusus Penerapan Psikologi Marketing Agar Penjualan MeningkatAda beberapa trik dan strategi khusus penerapan psikologi marketing agar penjualan Anda meningkat.

1. Membantu calon customer agar terhindar dari action paralysis

Ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan agar calon customer/pelanggan Anda menyadari tentang free trial yang Anda tawarkan. Sebagian besar perusahaan memilih untuk menyalin template yang sudah umum dipakai orang seperti “Daftarkan diri Anda free trial selama 30 hari” atau dalam bahasa Inggris dengan kalimat singkat “Try premium trial for 30 days”. Tetapi alternatif yang lebih baik dari pada itu adalah dengan cara menggunakan pendekatan yang lebih lunak seperti “Tidak ada pembayaran untuk bulan pertama”. Tujuannya sama, namun dapat berpotensi hasil yang berbeda. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan subteks untuk memperkuat CTA Anda. Sebagai contoh, “Batalkan kapan saja” atau “Akses penuh atas semua fitur premium”. Contoh tersebut merupakan jenis perubahan atau penambahan subteks yang bagus untuk digunakan bagi pengujian A/B Testing.

2. Memberikan hierarki label pada customer

Anda dapat membuat customer Anda merasa istimewa. Hal itu dapat menjadi sebuah alat retensi yang hebat, sehingga Anda mempunyai peluang untuk mengubah customer menjadi duta bagi produk Anda secara gratis. Selain itu, hal tersebut juga merupakan metode akuisisi yang bagus, mengingat berapa banyak customer baru yang sangat berkualitas akan berdatangan karena rekomendasi dari mulut ke mulut. Berikut ini cara untuk menerapkan hierarki label bagi customer Anda:

  • Tambahkan label pada produk yang akan memberi calon customer tingkat status yang lebih tinggi dibanding yang lainnya.
  • Kirimkan pada customer Anda sesuatu yang nyata yang dapat digunakan (exclusive-ebook, merchandise dan lain sebagainya yang ekslusif).
  • Berikan lencana digital yang dapat dipamerkan pada website mereka untuk mengatakan bahwa mereka adalah anggota tersertifikasi yang meraih status gold/emas, silver/perak, dan lain sebagainya.

3. Memahami jenis pembeli

Pakar-pakar neuroeconomic telah mendefinisikan tiga jenis pembeli yaitu: Tightwads, Spendthrifts, dan Average spenders. Anda harus mengenali dan memahami ketiga jenis pembeli tersebut dan pelajari trik pemasaran bagi masing-masing kategori pembeli.

  • Tightwads merupakan tipe pembeli yang lebih memilih untuk menghemat uang daripada membelanjakannya secara masif. Tightwads akan menahan pengeluaran uang mereka selama yang mereka bisa, dengan alasan ingin menyimpan uang mereka misalnya untuk membeli barang-barang yang langka. Atau mereka juga bisa menunggu harga suatu produk incaran turun setelah hype produk sudah berangsur-angsur reda. Cara Menjual ke pembeli jenis ini membutuhkan waktu yang lebih lama. Bersiaplah untuk memainkan game yang cukup melelahkan. Selain itu, jika penawaran harga tidak sesuai dengan anggaran mereka, mereka mungkin tidak akan pernah memakan umpan marketing yang Anda berikan. Cobalah sampaikan sesuatu seperti, “Simpan lebih banyak di masa depan dengan berinvestasi di sini, sekarang juga!
  • Spendthrifts merupakan jenis pembeli yang kebal terhadap rasa menyesal yang biasanya dialami oleh kebanyakan pembeli setelah membeli sesuatu. Pembeli jenis ini akan berbelanja lebih banyak dan menghemat lebih sedikit dibanding dengan kebanyakan orang. Cara menjual ke pembeli jenis ini sangat mudah karena mereka biasanya tidak perlu banyak diyakinkan untuk melakukan pembelian. Gunakan iklan yang bersifat emosional, bisa berupa video yang mencakup banyak gambar.
  • Average Spenders merupakan jenis pembeli yang berada di tengah-tengah kedua jenis pembeli lainnya. Kebanyakan average spenders membeli barang yang masih bisa mereka rasionalkan sebagai investasi yang baik, tetapi juga yang tidak menjadi resiko bagi keuangan mereka. Jadi jenis pembeli ini masih memanjakan diri soal belanja tetapi mereka melakukannya dengan alasan yang rasional, sambil tetap mencoba untuk menghemat uang. Cara menjual ke Average Spenders, Anda bisa menyertakan jaminan uang kembali, garansi seumur hidup, atau pengiriman gratis untuk menenangkan rasa takut mereka terhadap penyesalan pembeli yang mungkin mereka alami nantinya.

4. Membangun urgensi

Misalnya Anda memiliki bisnis online platform, maka Anda juga harus menekankan fitur-fitur unik dari produk Anda dan bagaimana hal tersebut dapat menyelamatkan pengguna dari profit-loss seandainya pengguna tidak memakainya. Intinya jangan membangun urgensi dengan kata-kata klise saja, tetapi cobalah lebih spesifik dan unik untuk membuatnya lebih outstanding.

5. Melakukan penawaran menggunakan teknik Devil’s Advocate

Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang akan cenderung membeli sebuah produk ketika mereka mempunyai asumsi yang dipertanyakan oleh perusahaan Anda. Pada intinya, Anda perlu mengatasi kekhawatiran calon customer saat melaksanakan sales dengan tidak berpegang pada teori atau penelitian yang membosankan. Cobalah untuk memberikan studi kasus yang paling relevan dan aktual. Hal ini akan lebih menarik dan lebih berpotensi menjual.

6. Memberikan kejutan pada customer Anda

Anda dapat memberikan sebuah kejutan pada customer Anda dengan sajian yang tidak terduga. Dengan begitu, maka Anda dapat membangun loyalitas terhadap brand secara lebih baik. Selain itu, kemungkinannya Anda dapat lebih banyak menerima ucapan terima kasih dalam bentuk testimonial yang dapat menjadi jejak pencapaian Anda yang organik. Orang-orang yang berpotensi menjadi customer Anda akan melihatnya dan mempertimbangkan untuk membeli produk Anda karena mereka lebih memercayai ulasan orisinil dari pembeli.

Jangan pernah menganggap remeh strategi sekecil apa pun yang terlintas dalam benak Anda. Karena bisa saja strategi tersebutlah yang dapat memberikan jalan bagi Anda untuk memperoleh kesuksesan dalam berbisnis. Psikologi marketing merupakan salah satu hal yang harus benar-benar Anda pahami dalam melakukan penjualan produk. Melalui psikologi marketing, Anda dapat memahami karakteristik pasar yang menjadi target atau tujuan Anda.

Selain menerapkan strategi pemasaran, mengelola keuangan pada bisnis Anda secara benar dan baik juga merupakan kunci sukses untuk bisnis Anda. Sudahkan Anda menggunakan software akuntansi yang handal dan praktis untuk bisnis Anda? Jika belum, jangan ragu untuk memilih Jurnal. Jurnal akan membantu Anda dalam mengelola laporan keuangan bisnis Anda secara lebih mudah, sehingga Anda dapat lebih fokus dalam mengembangkan bisnis.

Jurnal merupakan software akuntansi online dengan laporan keuangan yang lengkap seperti neraca keuangan, arus kas, laba rugi, dan lainnya. Data pada software akuntansi Jurnal juga telah tersimpan di cloud sehingga Anda akan lebih mudah untuk memonitor laporan keuangan secara real-time. Daftarkan bisnis Anda sekarang dan dapatkan free trial selama 14 hari.