Tips Kelola Arus Kas Perusahaan secara Efisien saat Krisis

Kondisi ekonomi mengalami fluktuasi yang tak menentu dari waktu ke waktu, aktivitas bisnis pun berubah dengan sangat cepat. Dalam prosesnya, pelaku bisnis dituntut untuk selalu sigap menghadapi persoalan eksternal, terutama dalam kondisi krisis. Dalam hal ini, upaya utama yang perlu dilakukan ialah mengelola arus kas secara efisien. 

Bagi setiap perusahaan, arus kas menjadi komponen yang sangat vital dalam kelangsungan bisnis, terutama untuk mengatasi perubahan dan persaingan usaha. Arus kas ibarat nadi yang tak boleh berhenti bekerja dan mengalirkan darah jika ingin terus hidup.

Note : Baca artikel Strategi Jitu agar UKM Bisa Bertahan Hadapi Krisis Akibat Corona

Maka itu, arus kas perlu dikelola dengan bijak, terutama pada situasi krisis.

Beberapa strategi yang bisa dijalankan untuk mengelola arus kas perusahaan secara efisien di masa krisis antara lain,  mengevaluasi arus kas masuk dan yang keluar dengan cermat, menata jadwal penagihan yang tepat waktu, menunda investasi dan mengatur ulang belanja stok barang. Selain itu, meninjau ulang pembayaran utang, dan menyusun laporan arus kas secara berkala menggunakan bantuan teknologi.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya seperti dikutip Jurnal by Mekari.

Tips Mengelola Arus Kas Bisnis Menggunakan Software Akuntansi

Evaluasi Arus Kas Masuk dan Keluar dengan Cermat

Dalam situasi krisis, Anda perlu melakukan evaluasi arus kas secara cermat, berupa yang masuk dan yang keluar. Pada dasarnya, setiap pergerakan kinerja bisnis, baik operasi, investasi, maupun pendanaan perusahaan dalam periode tertentu akan mempengaruhi perubahan komponen tersebut. 

Ketika arus kas yang masuk lebih besar dari arus keluar, maka akan menunjukkan positive cash flow, sebaliknya ketika yang masuk lebih sedikit dibanding arus kas keluar, maka yang terjadi adalah negative cash flow

Pada dasarnya, evaluasi laporan arus kas bermanfaat untuk mengetahui penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas sehingga membantu Anda dapat menganalisa kemampuan menghasilkan arus kas bersih di masa mendatang. 

Note : Baca artikel Pahami Strategi Penjualan yang Efektif saat Fase New Normal

Saat kondisi krisis, perusahaan tentu rentan pada kemampuan memenuhi kewajiban. Maka itu, evaluasi arus kas secara cermat diperlukan agar Anda dapat menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban membayar utang dan memperlihatkan kondisi ketika membutuhkan pendanaan dari pihak luar. 

Dalam hal ini, Anda perlu mencermati arus dana keuangan perusahaan baik berupa perputaran jangka pendek maupun perputaran jangka panjang. Dalam arus kas jangka pendek, perputaran dana hanya terjadi pada harta lancar.

Prosesnya sederhana dan dapat langsung menjadi uang kas kembali. Misalnya dana tunai yang ada pada usaha langsung dibelanjakan untuk pembelian bahan baku produksi. Kemudian barang hasil produksi dijual dalam bentuk tunai atau kredit dan uang tunai dapat diterima kembali. 

Sementara itu, dalam perputaran arus kas jangka panjang, dana dibelanjakan pada harta tetap atau investasi yang akan menjadi uang kas ketika terjadi penyusutan yaitu saat penjualan barang jadi. Pengembalian dalam bentuk kas pada harta tetap lebih lama karena terdapat penyusutan disertai dengan laba perusahaan. 

Menata Jadwal Penagihan agar Tepat Waktu

Saat kondisi ekonomi tak menentu, menata jadwal pengajuan faktur penagihan atau invoice tepat waktu menjadi langkah yang paling logis. Pasalnya, semakin cepat piutang usaha berputar, maka semakin banyak modal yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha.

Pengajuan invoice lebih awal dapat pula dilakukan dengan menggunakan program software akuntansi online.

Dengan bantuan teknologi software, Anda dapat secara otomatis mengelompokkan usia piutang usaha, misalnya berkisar pada periode 30 s/d 60 hari, kurang dari 30 hari, dan sebagainya. Cara tersebut memungkinkan Anda untuk segera bertindak jika ada tagihan yang sudah lewat jatuh tempo. 

Dalam kondisi krisis, bukan tak mungkin pihak pemilik utang mengalami kesulitan melakukan pembayaran kepada perusahaan Anda. Solusi lain yang bisa dilakukan agar arus kas lancar ialah mempertimbangkan pembayaran cicilan utang. Dengan demikian, Anda tetap memperoleh dana meski tak sesuai dengan budget seharusnya. 

Note : Baca artikel Lima Sektor Bisnis Booming saat New Normal Datang

5 Jenis Investasi Online untuk Pemula

Tunda Investasi dan Efisiensi Belanja Stok Barang

Dalam kondisi krisis, menunda investasi dan melakukan efisiensi biaya modal merupakan cara yang bijaksana untuk mempertahankan bisnis. Langkah ini diperlukan agar kondisi arus kas tetap sehat. 

Jika pada kondisi normal ekspansi menjadi langkah yang cerdas, maka kali ini Anda perlu menahan diri untuk mengembangkan bisnis dan menggelontorkan biaya modal dalam jumlah besar. Pasalnya, ketika aktivitas bisnis tak berjalan baik seperti biasa, Anda tak membutuhkan biaya modal besar untuk menggerakkan operasi bisnis.

Pengeluaran biaya modal yang besar hanya akan menjadi beban perusahaan. 

Selain menunda investasi, Anda juga disarankan meninjau ulang kesepakatan pembayaran stok barang sebagai bagian pengelolaan cash flow. Jika perlu, Anda dapat membangun kerja sama dalam pembelanjaan atau mempertimbangkan pembayaran cicilan pada pembelian. 

Tinjau Ulang Pembayaran Utang

Tips berikutnya yang perlu dilakukan dalam mengelola cash flow saat kondisi krisis ialah meninjau ulang ketentuan pembayaran utang. Dalam artian, Anda perlu bernegosiasi dengan supplier atau pihak terutang lain untuk melakukan penundaan atau perpanjangan masa pembayaran kewajiban. 

Memanfaatkan masa maksimum yang disediakan adalah salah satu langkah dalam memperpanjang masa pembayaran kewajiban. Biasanya masa perpanjangan pembayaran diberikan selama 60 hari sampai dengan 90 hari. 

Dengan demikian, Anda memiliki waktu yang mencukupi untuk memungut piutang usaha tanpa harus dibebani biaya pembayaran kredit jangka pendek. Selain itu, dana yang seharusnya dibayarkan untuk membayar kewajiban juga bisa dialihkan untuk disimpan sebagai anggaran dana darurat untuk menghadapi masa krisis. 

Sebaliknya, jika masih memiliki kas yang mumpuni, Anda juga bisa memanfaatkan situasi dengan menarik manfaat insentif pembayaran utang dini. Pada dasarnya, kewajiban harus tetap dipenuhi, entah nanti atau saat ini. Jika pihak terutang memiliki kebijakan memberi insentif potongan pembayaran, hal itu bisa dimanfaatkan sebagai cara Anda untuk melakukan efisiensi.

Note : Baca artikel UMKM Terdampak COVID-19 Dapat Subsidi Bunga Kredit

Overview dan Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung

Susun Laporan Arus Kas Lengkap Secara Berkala 

Sebagai pelaku bisnis, Anda tentu tak terlepas dari pihak-pihak yang mendukung usaha. Pihak eksternal dan internal berelasi langsung dengan aktivitas usaha, seperti karyawan, pemegang saham, supplier, konsumen, mitra bisnis, pesaing, kreditur, pemerintah, dan masyarakat. 

Untuk itu, penyusunan laporan arus kas yang lengkap secara berkala akan memudahkan Anda untuk merinci perkiraan untuk modal kerja atau modal investasi yang dilakukan. Keuangan juga lebih mudah dikendalikan jika laporan keuangan tersusun rapi didukung oleh data keuangan yang lengkap.

Untuk memperoleh kemudahan dalam menyusun laporan arus kas, Anda bisa memanfaatkan teknologi software akuntansi online Jurnal yang menyediakan beragam fitur pendukung pencatatan laporan arus kas.

Sebagai software akuntansi online, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan untuk mengurangi mobilitas ke tempat kerja dan keramaian umum lewat program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Minimal subscribe 12 bulan).  

Note : Jangan dulu keluar, baca artikel terbaik kami Ini 5 Sektor Bisnis Tahan Krisis saat Pandemi COVID-19

CTA Jurnal


PUBLISHED18 May 2020
Lavinda
Lavinda

SHARE THIS ARTICLE: