Tips Bisnis Tetap Bertahan saat Krisis Jelang Lebaran

Hampir seluruh sektor usaha sedang mengalami kesulitan akibat hadirnya pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Pelaku bisnis berjuang sekuat tenaga untuk tetap bertahan saat krisis dengan memanfaatkan peluang yang ada di depan mata apalagi mendekati momentum Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.

Untuk memanfaatkan momentum Lebaran agar usaha tetap jalan, Anda sebagai pelaku bisnis perlu beradaptasi dengan perubahan situasi yang terjadi saat ini. Jika dibutuhkan, Anda bahkan perlu mengubah strategi bisnis, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Note : Baca artikel Strategi Jitu agar UKM Bisa Bertahan Hadapi Krisis Akibat Corona

Komponen-komponen bisnis yang selama ini luput dari perhatian juga perlu menjadi fokus utama demi bertahan di situasi krisis. Beberapa hal yang perlu Anda lakukan agar bisnis tetap bertahan di situasi krisis antara lain, mempelajari momentum dan selera pasar, membangun jaringan sekaligus mengelola kembali hubungan dengan pelanggan, menganalisa persaingan, serta memperbaiki etos kerja.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya seperti dikutip Jurnal by Mekari.

Pelajari Kembali Momentum dan Selera Pasar

Untuk tetap bertahan, Anda perlu mempelajari kembali momentum dan selera pasar di situasi yang tidak biasa seperti krisis saat ini. Upaya awal bisa dimulai dengan mengumpulkan sumber ide, baik dari internal perusahaan, konsumen, maupun dinamika kompetisi. Selanjutnya, sumber ide digunakan untuk menciptakan strategi bisnis terbaru.

Di situasi krisis saat ini, Anda dituntut tak hanya sekadar melayani konsumen yang ada dan mengandalkan keberhasilan masa lalu, tetapi menciptakan strategi baru demi mempertahankan kelangsungan bisnis.

Pada akhirnya, kekuatan inovasi menjadi kunci utama untuk bertahan di situasi krisis. Inovasi yang dimaksud bisa berasal dari sisi produk, pelayanan, sistem transaksi, sistem distribusi, sistem pemasaran, dan aspek operasional bisnis lain.

Pada dasarnya, terdapat tiga sumber ide untuk membaca selera pasar dan menciptakan strategi bisnis.

Pertama, sumber dari internal perusahaan. Idealnya, setiap bagian dari perusahaan dapat menyampaikan gagasan yang belum pernah diterapkan di waktu sebelumnya. Ide segar dapat terlahir secara produktif jika Anda mengevaluasi budaya internal yang berkembang di perusahaan.

Hal itu mempengaruhi aliran ide dapat muncul dengan bebas atau terjegal oleh berbagai hambatan yang timbul dari budaya kerja yang tidak ideal.

Note : Baca artikel UMKM Terdampak COVID-19 Dapat Subsidi Bunga Kredit

Kedua, ide konsumen dan non-konsumen. Keduanya akan membantu Anda mengetahui hal-hal yang sudah atau belum dipenuhi Anda dan kompetitor. Misalnya, terkait kebutuhan konsumen saat ini atau keinginan baru yang akhirnya menjadi kebutuhan di masa mendatang.

Di balik kebutuhan dan ekspektasi konsumen terdapat perspektif ‘masalah’. Anda harus cermat untuk mendalami masalah yang dihadapi konsumen saat ini atau di masa mendatang.

Dengan demikian, Anda bisa memberi solusi yang tepat, baik solusi jangka pendek maupun solusi jangka panjang. 

Ketiga, mitra bisnis dan kompetitor. Kompetitor yang dimaksud bisa berasal dari sektor yang sama atau pemain bisnis di luar industri Anda. Mitra bisnis seringkali menawarkan gagasan, produk atau layanan baru yang bisa menjadi tren di masa depan.

Dengan demikian, Anda bisa meningkatkan kecepatan dalam menghasilkan nilai tambah bagi konsumen.

Terdapat dua pendekatan dalam mengolah ide menjadi strategi bisnis. Pertama, Anda bisa mengutamakan ide dari internal perusahaan, diikuti ide mitra kerja, dan ide konsumen sebagai opsi terakhir.

Kedua, Anda memprioritaskan sumber ide berasal dari konsumen, diikuti dari mitra kerja, kemudian terakhir dari internal organisasi bisnisnya. 

Ketika berada dalam kondisi stabil, umumnya perusahaan cenderung mengaplikasikan pendekatan pertama. Namun dalam situasi krisis seperti saat ini, Anda disarankan menerapkan pola pendekatan kedua.

Dalam hal ini, Anda mungkin bisa membaca kebutuhan konsumen menjelang Lebaran, diikuti upaya Anda bisa memenuhi kebutuhan tersebut, tentu sesuai dengan sektor usaha.

Kelola Jaringan dan Manfaatkan Peluang

Untuk memanfaatkan momentum Lebaran, Anda perlu mengelola jaringan dengan pelanggan dan membangun jaringan baru secara lebih luas. Menciptakan dan mengelola hubungan yang baik dengan pelanggan sangat diperlukan untuk mendukung aktivitas bisnis, terutama meningkatkan penjualan. 

Membina hubungan baik dengan konsumen bisa dilakukan dengan meningkatkan keterikatan (engagement) konsumen dengan produk atau jasa perusahaan. Dengan demikian, konsumen akan lebih menyadari keinginan atau kebutuhan mereka atas produk Anda.

Pendekatan yang dilakukan secara simultan juga akan membuat konsumen tetap setia dan tak lari kemana-mana. Untuk membina jaringan kerja sama dengan pelanggan, perusahaan perlu memanfaatkan teknologi, dan meningkatkan fasilitas layanan, baik dari sisi kualitas maupun tambahan waktu layanan.

Note : Baca artikel Ini 5 Sektor Bisnis Tahan Krisis saat Pandemi COVID-19

Dalam situasi Lebaran misalnya, Anda bisa meningkatkan engagement dengan konsumen melalui media sosial atau email terkait tips yang harus dilakukan saat Lebaran. Anda juga bisa meminta feedback terkait hal apa saja yang dibutuhkan konsumen saat Lebaran.

Selain itu, dapat pula menyediakan fasilitas tambahan bagi konsumen atau menambah waktu layanan menjadi 24 jam. Hal itu bisa menjadi keunggulan ketika kompetitor lain memilih untuk meliburkan usahanya. 

Selain mengelola hubungan dengan konsumen, Anda juga perlu mengelola hubungan dengan mitra yang terikat dengan bisnis tersebut. Dengan demikian, Anda bisa bercerita tentang situasi yang dihadapi, bahkan memperoleh solusi dan bantuan atas kesulitan tersebut.

5 Langkah Melakukan Analisis Rasio Keuangan

Analisa Persaingan

Demi bertahan di situasi krisis, Anda perlu memperbarui informasi tentang para pesaing yang mengelilingi Anda. Terutama soal profil dan lokasi pesaing, kompetensi pesaing yang paling menonjol, sumber keuangan dan struktur biaya dibanding milik Anda. 

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui strategi utama pesaing dan cara pemasaran produk atau jasa mereka. Hal yang tak kalah penting ialah mengetahui tanggapan pelanggan terhadap deskripsi dan kualitas pesaing, serta layanan yang diberikan pesaing. 

Intinya, Anda perlu mengetahui lebih detail tentang kekuatan pesaing sehingga bisa menganalisa apakah perusahaan Anda bisa melampaui kekuatan mereka. Sebaliknya, Anda perlu mengetahui kelemahan utama pesaing sehingga bisa menganalisa bagaimana perusahaan memanfaatkan kelemahan tersebut. 

Note : Baca artikel Pahami Strategi Penjualan yang Efektif saat Fase New Normal

Saat momentum menjelang Lebaran, permintaan terhadap barang atau jasa tertentu biasanya meningkat signifikan. Seiring meningkatnya permintaan, persaingan akan semakin ketat karena banyak pengusaha yang tak ingin kehilangan peluang. Maka itu, analisa persaingan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan posisi bisnis Anda demi tetap bertahan dan tak tergilas para kompetitor. 

Selama ini, banyak perusahaan yang tak mampu menghadapi persaingan karena tak memiliki berbagai informasi yang diperlukan terkait para pesaing. Perusahaan menganggap upaya mengumpulkan informasi pesaing sangat menghabiskan energi dan sia-sia sehingga tak perlu dilakukan.

Padahal informasi pesaing menjadi sumber utama meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan. 

Kunci utama agar lebih kompetitif ialah mempelajari cara mengolah informasi dan menganalisanya untuk memperkuat posisi persaingan.

Langkah pertama, menginventarisasi informasi khusus, termasuk bank informasi yang telah dikumpulkan dari semua tingkat organisasi. Langkah kedua, menganalisa informasi penting, kemudian mengatur penyebaran informasi tersebut kepada pihak yang membutuhkan di internal perusahaan. 

Kendati demikian, kompetitor juga bisa menjadi sumber ide dalam berbisnis. Maka itu, Anda perlu melakukan aktivitas intelijen kompetitif secara berkala agar mampu mengukur posisi bisnis sekaligus mendorong perusahaan mencari keunggulan kompetitif terbaru. 

Persyaratan dan Cara Bikin NPWP Perusahaan

Perbaiki Etos Kerja dalam Berbisnis

Dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah di situasi krisis, Anda perlu memelihara etos kerja yang baik. Beberapa hal yang perlu dilakukan antara lain berkomunikasi dengan pegawai dan melakukan distribusi pekerjaan dengan baik. 

Pada dasarnya, membuka diri dan berdiskusi dengan para staf dianggap jadi cara berkomunikasi paling efektif di situasi krisis. Pasalnya, hubungan yang baik dengan karyawan akan membantu Anda menghadapi persoalan sebesar apapun dalam bisnis. 

Selain itu, distribusi pekerjaan secara bijaksana juga menjadi kunci kesuksesan sebuah bisnis.  Sebagai pemilik usaha, Anda tidak seharusnya memegang seluruh pekerjaan seorang diri, melainkan mendelegasikan pekerjaan kepada pegawai sesuai dengan porsi masing-masing. 

Distribusi pekerjaan juga bisa dilakukan secara efektif dengan bantuan teknologi. Misalnya, pemilik usaha tak perlu mengelola keuangan sendiri, melainkan bisa menyerahkan pekerjaan tersebut kepada karyawan di divisi keuangan dengan dibantu pula oleh software akuntansi online Jurnal

Sebagai aplikasi software akuntansi online, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan untuk mengurangi mobilitas ke tempat kerja dan keramaian umum lewat program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Minimal subscribe 12 bulan).

Note : Jangan dulu keluar, baca artikel terbaik kami Lima Sektor Bisnis Booming saat New Normal Datang

CTA Jurnal


PUBLISHED13 May 2020
Lavinda
Lavinda

SHARE THIS ARTICLE: