Tips agar Bisnis UKM Mampu Bertahan di Masa Pandemi Corona

Virus Corona telah mencuri perhatian seluruh warga dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan secara resmi mengumumkan Covid-19 tersebut sebagai pandemi atau wabah global. Munculnya Virus Corona tentu berdampak pada berbagai lini kehidupan, termasuk aktivitas para pelaku bisnis usaha kecil dan menengah atau UKM.

Virus Corona dianggap menghambat proses bisnis karena pekerjaan yang biasanya dilakukan dengan bertatap muka menjadi sulit dilakukan.

Tantangan Menjalani Bisnis saat Situasi Sulit

Sulit Melakukan Ekspansi

Sejumlah pelaku bisnis UKM pasti kesulitan untuk mencapai target-target yang harus dicapai saat perekonomian nasional terganggu akibat Corona. Selain kesulitan mencapai target tertentu, pelaku bisnis biasanya urung melakukan ekspansi.

Mewabahnya Virus Corona membuat perekonomian lesu dan sulit melakukan penjajakan produk di dalam maupun ke luar negeri. Pelaku bisnis UKM biasanya baru bisa bergerak untuk mulai proses ekspansi setelah wabah Virus Corona mulai reda.

Keuangan Perusahaan Terganggu 

Pasar yang lesu akibat dampak dari Virus Corona tidak mampu mendongkrak angka penjualan para pelaku bisnis UKM. Imbasnya pendapatan yang diterima pun tidak sesuai harapan. 

Hal ini menyebabkan keseimbangan keuangan perusahaan terganggu. Dampak terburuknya, bisnis yang dijalankan bisa saja gulung tikar akibat dana yang ada habis sebelum bisnis tersebut berkembang atau balik modal.

Tips Jalankan Bisnis Tetap Lancar di Masa Pandemi

Menjalankan bisnis UKM saat perekonomian Indonesia terdampak Virus Corona sangat sulit.  Bahkan beberapa sektor usaha hampir mengalami kelumpuhan yang ujung-ujungnya mempengaruhi perekonomian negara dan menyebabkan perlambatan aktivitas ekonomi secara global.

Pada akhirnya, pelaku bisnis UKM harus memutar otak untuk menjaga kondisi perusahaannya agar tetap prima, tanpa perlu saling bertatap muka dan khawatir tertular Virus Corona. Untuk mengatasi persoalan ini, pelaku bisnis bisa menjalankan sejumlah strategi agar bisnis tetap berjalan lancar di tengah ancaman resesi ekonomi akibat Corona.

UKM tahan krisis saat Corona dengan Jurnal

  • Pastikan Cashflow Terjaga dengan Sehat

Arus kas adalah salah satu unsur yang paling penting dalam berbisnis. Sehingga suatu bisnis harus mampu mengelola uang tunai secara optimal dan baik. Jika tidak maka risikonya bisnis yang Anda jalankan mengalami kebangkrutan. 

Untuk itu penting bagi Anda untuk menjaga kondisi arus kas agar tetap seimbang. Pengelolaan arus kas dapat menentukan hidup dan matinya bisnis Anda.

Misalnya dalam situasi seperti saat ini, pelaku bisnis rentan melakukan penagihan atau pembayaran secara langsung kepada mitra usaha. Pasalnya, hal itu bisa meningkatkan risiko terkena Virus Corona.

Namun pelaku usaha punya pilihan untuk membuat dokumen pernyataan penagihan atau pembayaran secara mudah. Faktur (invoice) dapat dikirim atau diterima otomatis melalui e-mail sebagai pemberitahuan resmi kepada mitra usaha untuk melakukan transaksi tanpa perlu bertemu pelanggan secara fisik.

Jika menggunakan software akuntansi online Jurnal, Anda akan memperoleh kemudahan dalam membuat faktur, dilengkapi 11 desain profesional yang berbeda sesuai kebutuhan bisnis perusahaan. Tentu disertai rincian jumlah barang/jasa, harga satuan, dan total harga, serta tanggal pembelian di dalam faktur. 

Fitur lain yang bisa dimanfaatkan adalah Jurnal Pay yang memudahkan Anda untuk menerima pembayaran dari pelanggan Anda. Jurnal Pay tersedia untuk pembayaran Virtual Account (bank transfer) dan Kartu Kredit dengan biaya minimal dan sekali pengaturan. Tidak hanya itu, pencatatan pembukuan terhadap pembayaran yang telah diterima akan dilakukan otomatis oleh sistem secara instan. Penagihan untuk penjualan Anda menjadi lebih mudah, cepat, dan professional.

UKM tahan krisis saat Corona dengan Jurnal

  • Rencanakan Ulang Pendapatan dan Pangkas Anggaran Biaya

Rencana anggaran biaya dalam bisnis adalah sebuah outline yang sengaja dibuat untuk mengorganisir bisnis mereka sesuai dengan budget atau pengeluaran yang diperlukan. Langkah ini perlu dilakukan terutama untuk mengevaluasi kinerja bisnis, apakah menguntungkan atau justru dalam posisi rugi.

Tidak hanya itu, membuat rencana anggaran biaya terbilang sangat penting dalam bisnis untuk mengkalkulasikan seluruh anggaran yang akan dilakukan dalam business plan di periode selanjutnya. Tanpa adanya rencana yang jelas, pengusaha akan merasa kesulitan untuk menentukan biaya modal yang akan digelontorkan dan target pendapatan yang ingin dicapai.

Di saat situasi ekonomi terpuruk akibat Virus Corona, pelaku bisnis harus benar-benar jeli dalam mengambil keputusan. Diperlukan strategi yang tepat demi kelangsungan usaha.  Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membuat pembukuan perusahaan yang rapi. Seluruh transaksi keuangan, baik pemasukan, pengeluaran, dan transaksi lainnya harus terdokumentasi dengan baik. 

Soal pembukuan, Jurnal memiliki fitur Financial Reporting. Aplikasi pembukuan ini bisa menjadi salah satu alat yang membantu Anda melakukan proses pembukuan dengan lebih cepat dan rapi. Sehingga, pebisnis bisa menganalisa dengan tepat mana pos-pos yang biayanya besar dan perlu dikontrol pengeluarannya. Ujungnya, dapat mengambil keputusan dalam pemangkasan biaya secara tepat. 

UKM tahan krisis saat Corona dengan Jurnal

  • Selalu Monitor Transaksi Bisnis

Para pelaku bisnis tak terlepas dari aktivitas transaksi perbankan. Untuk menghindari risiko terkena Virus Corona di ruang publik, Anda sebaiknya menghindari kunjungan ke kantor cabang perbankan secara langsung dan lebih memilih transaksi via online. 

Melalui fitur Cashlink pada Jurnal, Anda dapat melakukan rekonsiliasi bank secara otomatis tanpa perlu repot mengunjungi kantor fisik. Jurnal akan menampilkan ringkasan rekonsiliasi bank pada semua akun kas dan bank, serta perubahan saldo kas dan bank yang belum dicatat. Caranya, dengan mencocokkan data rekening koran dan transaksi di Jurnal pada halaman yang sama. Jadi, tidak perlu mencetak rekening koran lagi. Data rekening koran dapat dimasukkan ke Jurnal melalui fitur impor bank statement dan melalui direct feeds atau penarikan data otomatis dengan menghubungkan bank dengan akun Jurnal Anda. 

Kemudian, Anda juga bisa menggunakan fitur Smart Bank Reconciliation. Dengan fitur Smart Bank Reconciliation, Jurnal akan secara otomatis memberikan rekomendasi untuk pencocokan transaksi berdasarkan angka, tanggal, ataupun deskripsi transaksi yang sama. Dengan begitu, proses rekonsiliasi akan semakin mudah dan cepat.

UKM tahan krisis saat Corona dengan Jurnal

  • Perhatikan Kondisi Stok Barang

Penyebaran Virus Corona yang semakin agresif membuat Anda perlu berpikir dua kali untuk mengunjungi gudang usaha secara langsung. Langkah alternatif yang perlu dilakukan adalah memeriksa status persediaan barang secara berkala melalui jarak jauh. 

Dengan fitur Inventory dari Jurnal, Anda dapat memonitor stok barang secara real time tanpa perlu ke gudang fisiknya. Tak hanya menghitung persediaan barang, tetapi juga mengetahui harga jual beli rata-rata, dan menginformasikan ketersediaan stok saat itu juga.

Anda juga bisa memperoleh referensi terkait kinerja produk Anda, dan pemberitahuan stok yang kosong. Jurnal membantu Anda mengimpor data persediaan dalam jumlah besar secara cepat dengan template spreadsheet yang tersedia.

Jadi, sebagai pelaku bisnis UKM Anda tidak perlu cemas. Pastikan bisnis Anda tetap berjalan dan mampu bertahan pada saat kondisi pandemi saat ini.

Sebagai aplikasi software akuntansi online, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan untuk mengurangi mobilitas ke tempat kerja dan keramaian umum lewat program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Min subscribe 12 bulan). Salam sehat dan produktif selalu!


PUBLISHED19 Mar 2020
Lavinda
Lavinda

SHARE THIS ARTICLE: