10 Teknik Closing Sales yang Efektif untuk Konsumen Bisnis Anda

Secara teori, teknik closing memang terlihat mudah dilakukan. Namun dalam praktiknya, penjualan sedikit lebih rumit daripada itu.

Menurut data statistik, 90 persen dari laporan sales menyerah atas konsumen mereka setelah ditolak sebanyak 4x. Sebaliknya, 80 persen konsumen akan berubah pikiran ketika sudah ditawarkan sebanyak 4x.

Jadi, mayoritas orang cenderung akan berubah pikiran ketika mereka sudah ditawarkan sebanyak 4x oleh sales. Namun pada saat yang sama, hampir semua sales tidak pernah melakukan penawaran kepada konsumennya sebanyak itu. 

Hal yang jelas adalah mayoritas lead tidak akan closing pada penawaran pertama sales Anda. Maka dari itu, bisnis Anda harus mengetahui bahwa ada beberapa teknik closing yang jitu dan terbukti efektif untuk diterapkan pada sales Anda. 

1. Mengasumsikan Customer

Teknik ini memang terkesan terlalu “percaya diri” karena Anda mengasumsikan atau menganggap bahwa customer Anda akan membeli produk Anda dengan memberikan pertanyaan yang halus namun pasti. Dengan memiliki kepercayaan diri, tentu saja teknik ini bisa berhasil hingga ke tahap closing

Contoh:

 “Halo Kak, desainnya sudah jadi, rencananya kakak mau transfer hari ini atau besok?”.

2. Now or Never

Teknik ini dapat membuat customer Anda dengan spontan untuk menentukan pilihannya. Walaupun ini agak terkesan memaksa, namun cara ini sudah terbukti berhasil.

Contoh: 

“Halo Kak, untuk produk yang seperti ini tadi sudah ada yang menawarnya, khawatir kehabisan, lebih baik beli sekarang”.

3. Eksklusif atau Spesial

Semua hal yang “spesial” tentu saja menyenangkan, Teknik ini mengajarkan Anda untuk dapat menunjukkan kepada customer Anda bahwa mereka adalah orang spesial jika memiliki produk yang Anda jual. 

Contoh: 

“Produk ini terbatas, cuma ada 5 di Indonesia, jadi kalau Anda beli hari ini akan kami kasih handbag gratis…”.

4. Keuntungan

Singkat, padat, dan jelas. Mungkin istilah tersebut tepat dengan teknik closing ini. Anda hanya perlu menunjukkan 3-5 keuntungan yang didapatkan oleh customer. Bukan hanya itu saja, sebisa mungkin keuntungan yang Anda sebutkan tidak dimiliki oleh kompetitor Anda. Hal ini juga akan menjadi nilai plus untuk lebih menyakinkan customer Anda. 

Contoh: 

“Kalau kakak pakai ini, wajah kakak akan lebih terlihat cerah, glowing dan awet muda”.

5. Membandingkan

Siapa sih yang tidak tertarik dengan harga yang lebih murah? Semua orang pasti menyukai sesuatu yang harganya murah tapi berkualitas tinggi. Salah satu teknik closing yang dapat Anda coba yaitu dengan membandingkan harga terutama dengan kompetitor lain. 

Contoh: 

“Kalau produk A kualitasnya bagus namun harganya cukup mahal, nah kalau pakai produk kami kualitasnya sebanding dengan produk A namun harganya jauh lebih terjangkau”.

Baca juga: 24 Tools Digital untuk Bisnis Lebih Modern dan Berkembang

6. Harga Dicoret

Teknik ini tidak jauh berbeda dengan teknik perbandingan, hanya saja terlihat lebih sederhana. Anda hanya perlu mencantumkan harga yang saat ini Anda tawarkan, lalu coret harga terdahulu. Dengan begitu, Anda memberi kesan bahwa harga yang Anda tawarkan jauh lebih murah, apalagi jika Anda menjual produk tersebut all in one. Tentu saja banyak orang-orang yang akan tertarik.

Contoh:

“Paket ekonomis harga kritis. Dapatkan sekarang dengan harga normal ̶7̶5̶0̶.0̶0̶0̶ menjadi 499.000.”

7. Jika… Maka

Buatlah customer Anda menyesal dengan teknik ini. Anda hanya perlu mengungkapkan kerugian yang akan customer Anda dapatkan jika tidak membeli produk Anda.

Contoh:

“Jika kakak tidak membelinya sekarang, maka kakak besok harus menyiapkan uang yang lebih banyak untuk membeli produk ini”.

8. Memuji

Siapa sih yang tidak suka dipuji?, Pasti semua orang suka, teknik ini memang terkesan “menjilat”, namun Anda wajib mencobanya dan dengan teknik ini juga Anda berpotensi untuk segera closing.

Contoh: 

“Kakak terlihat tampak cantik dengan memakai baju ini”.

9. Testimoni

Memberi bukti atau hasil testimoni dari pengguna produk Anda akan menjadi alasan kuat untuk meyakinkan customer. Apalagi ditambah pengalaman dari pengguna produk Anda sebelumnya memiliki kemiripan dengan customer Anda sekarang. Tentu saja menjadi nilai tambah untuk lebih, lebih dan lebih meyakinkan customer Anda. 

Contoh:

“Kemarin ada customer kami yang memesan produk yang sama, pada awalnya customer tersebut ragu, tapi setelah kami beritahu manfaat dan keuntungan menggunakan produk ini, customer tersebut akhirnya membeli produk kami, dan baru tadi siang, customer tersebut memesan produk yang sama karena merasa puas”.

10. Empati

Tak kenal maka tak sayang. Mungkin istilah tersebut cocok dengan teknik yang satu ini. Jika Anda menunjukkan sisi empati Anda kepada customer, maka mereka akan merasa Anda bisa mengerti dan memahami mereka. Anda juga dapat membangun kedekatan dengan customer Anda menggunakan teknik ini.

Contoh: 

“Saya dulu juga begini kak, merasa insecure punya badan gemuk, tapi setelah saya coba produk ini, berat badan saya turun 5kg dalam seminggu, terus sekarang saya udah nggak insecure lagi”

Baca juga: Pentingnya Database Pelanggan untuk Kesuksesan Bisnis

Salah satu hal lain yang dapat Anda lakukan untuk mendukung teknik closing yang efektif adalah dengan menggunakan software akuntansi Jurnal. Kenapa demikian?

Jurnal dapat membantu Anda untuk mengelola database konsumen sehingga komunikasi dapat lebih personal. 

Selain itu, Jurnal juga merekam catatan customer yang blacklist sehingga sales tidak lagi salah sasaran, gambaran untuk potensi closing yang biasa terjadi dan menjadi petunjuk arah penjualan bisnis Anda.


PUBLISHED20 May 2020
Septina
Septina

SHARE THIS ARTICLE: