PSBB Jakarta, Bagaimana Nasib Industri Tekstil?

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memengaruhi berbagai sektor bisnis di Jakarta. Tak terkecuali bisnis di sektor tekstil dan garmen. Ternyata, sektor ini tidak termasuk ke dalam 8 sektor usaha yang diperbolehkan beroperasi selama PSBB Jakarta. Lalu bagaimana dampak PSBB Jakarta terhadap sektor industri tekstil? 

1. Pemasukan Semakin Menurun

Kebijakan PSBB telah menjadi tamparan keras bagi bisnis tekstil dalam negeri. Tidak ada harapan bisnis untuk mendapat pemasukan terutama di hari Lebaran yang akan datang. Bahkan pasaran memang sudah sepi dari jauh-jauh hari semenjak adanya status pandemi. Produksi pun anjlok hingga 70 persen. Walaupun produksi Alat Pelindungan Diri (APD) untuk medis memberi industri garmen nafas, tapi nyatanya hal ini tidak berdampak besar.  Diprediksi bahwa dampak terhadap industri tekstil kali ini lebih parah daripada krisis di Indonesia pada tahun 1998.

2. Barang Ekspor Terhambat

 6 bulan sebelum adanya pandemi Virus Corona, industri tekstil sedang mengalami tren kenaikan. Lalu sekarang semakin menurun. Pemberlakukan lockdown yang tidak hanya terjadi di Indonesia juga menyebabkan barang ekspor terhambat.Terutama karena adanya lockdown di negara lain seperti negara-negara di Eropa, pembelian barang ekspor ditunda bahkan sampai dibatalkan.

3. Ancaman PHK

Ancaman PHK mungkin saja terjadi jika kondisi bisnis semakin parah. Walaupun dinyatakan bahwa opsi ini menjadi yang terakhir, nyatanya sudah sekitar 1.8 juta pekerja di sektor industri tekstil dan garmen di seluruh Indonesia yang dirumahkan. Jika dilihat dari total keseluruhan pekerja sebanyak 2.7 juta, maka angka ini mencapai 70 persen dari total pekerja industri tekstil dan garmen. Selain dirumahkan, tenaga kerja yang masih bekerja juga diturunkan upahnya untuk menjaga cash flow perusahaan.

Baca juga : Tips agar Bisnis UKM Mampu Bertahan di Masa Pandemi Corona

Solusi untuk Industri Tekstil selama PSBB Jakarta

PSBB Jakarta, Bagaimana Nasib Industri Tekstil?

Penyelamatan terhadap industri tekstil terus dilakukan. Mau tidak mau, para pebisnis menunggu stimulus dan kebijakan terkait dengan industri tekstil dan garmen mereka. Saat ini, diantaranya stimulus yang diberikan seperti kelonggaran pembayaran rutin berjalan seperti gas, PLN dan cicilan perbankan. Selain itu, pemberian izin operasi industri ini juga harus diberikan mengingat pentingnya produksi barang dalam negeri daripada harus diimpor dari luar negeri.

Jika memang sudah mendapat stimulus dan izin beroperasi, ada baiknya bagi bisnis tekstil untuk memperhatikan segala tindak pencegahan penularan Covid-19 untuk karyawan dan pelanggan mereka. Selain itu, strategi penjualan dan pemasaran dan lainnya juga harus dimaksimalkan mengingat adanya PSBB Jakarta. 

Untuk memaksimalkan bisnis tekstil, ada baiknya jika bisnis mulai menggunakan aplikasi akuntansi dan keuangan. Contohnya Jurnal, berikut keuntungan yang dapat didapatkan :

  1. Mengetahui laporan keuangan terkini secara langsung. Mulai dari laporan neraca, buku besar, laba-rugi, arus kas hingga perubahan modal. 
  2. Melihat bagaimana transaksi penjualan. Seperti daftar penjualan, penjualan per pelanggan, laporan piutang pelanggan, serta penjualan per produk yang bisnis tekstil lakukan.
  3. Mengetahui transaksi pembelian bisnis tekstil. Mulai dari daftar pembelian yang dilakukan, laporan hutang supplier, daftar pengeluaran bisnis, dan  lainnya.
  4. Memantau ketersediaan barang (produk) secara real time. Baik yang tersedia, akan habis dan stok yang habis.
  5. Meninjau aset tetap dalam bisnis yang tercatat.

Lengkap bukan? Berbagai keuntungan tersebut juga menjadi solusi untuk 3 masalah sebelumnya. Pemilik bisnis tekstil dapat terus meninjau bagaimana pemasukan dan pengeluaran, mengetahui ekspor barang dengan melihat ketersediaan stok barang hingga mengkaji ulang apakah PHK merupakan opsi tepat untuk memangkas segala anggaran. Untuk informasi produk lebih lanjut Anda dapat mengunjungi website Jurnal atau mencoba aplikasi Jurnal secara gratis.  

apa itu social distancing dan strategi bisnis


PUBLISHED27 Apr 2020
Septina Muslimah
Septina Muslimah

SHARE THIS ARTICLE: