Pentingnya Mengetahui Proses Produksi Demi Kemajuan Perusahaan

Setiap barang yang dijual pasti telah melewati berbagai proses produksi. Misalnya saja ketika Anda memiliki bisnis baju, sebelum Anda menjualnya, pasti ada beberapa proses yang harus dilalui, mulai dari membeli bahan, mengukurnya, menjahit, hingga menjadi satu model baju terbaik. Itu biasa disebut proses produksi. Di bawah ini, kita akan membahas mengenai  produksi dan bagaimana cara meningkatkan kualitas dan kuantitas barang yang akan diproduksi. Namun, sebelum Anda mengetahui produksi, cobalah Anda memahami proses yang terjadi selanjutnya, yakni mengenai distribusi dan konsumsi. Kenapa begitu? Karena produksi, distribusi, dan konsumsi tidak bisa dipisahkan, di mana ketiganya memiliki keterikatan satu sama lain.

Apa itu Proses Produksi?

Pasti Anda sudah tidak asing lagi bukan dengan istilah produksi? Namun, apakah Anda sudah memahami dengan benar apa yang dimaksud dengan produksi? Produksi merupakan kegiatan menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Di mana, kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang.

Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa produksi mengandung dua hal penting yaitu menciptakan nilai guna seperti membangun rumah, membuat pakaian, membuat tas, membuat sepeda, dan sebagainya. Juga menambah nilai guna seperti memperbaiki televisi, memperbaiki sepatu, memperbaiki atau memodifikasi mobil/motor, dan lain sebagainya.

Faktor-Faktor Produksi

Untuk menambah nilai guna dalam sebuah barang dan/atau jasa, tentu harus ada faktor-faktor pendukungnya. Hal ini bertujuan untuk mencapainya nilai guna yang diinginkan. Lalu, faktor apa saja yang mendukung proses produksi ini? Setidaknya terdapat 4 (empat) faktor yang memengaruhi faktor produksi seperti Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Modal, dan Keahlian. Untuk lebih jelasnya, cek penjelasannya  di bawah ini. 

  • Sumber Daya Alam (SDA)

Seperti yang sudah sama-sama kita ketahui, faktor SDA ini merupakan segala sesuatu yang disediakan oleh alam dan dapat dimanfaatkan manusia dalam usahanya mencapai kemakmuran misalnya lingkungan alam, lahan, maupun kekayaan yang terkandung di dalam tanah.

  • Sumber Daya Manusia (SDM)

SDM juga menjadi salah satu faktor yang mendorong tercapainya proses produksi. Di mana, SDM merupakan kemampuan (daya) atau usaha manusia berupa jasmani maupun rohani yang digunakan untuk meningkatkan guna suatu barang. Menurut kualitasnya, SDM dibedakan menjadi tiga yaitu tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, serta tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih.

  • Sumber Daya Modal

Faktor selanjutnya adalah sumber daya modal yang menjadi alat atau barang hasil produksi. Sumber daya ini akan digunakan sebagai sarana untuk menghasilkan barang. Di mana, modal ini harus dimiliki produsen atau Anda sebagai pemilik perusahaan, dan tidak harus berbentuk uang. Modal yang dihasilkan bisa berupa alat-alat produksi seperti gedung, mesin, dan bahan dasar yang digunakan dalam proses produksi.

  • Keahlian

Keahlian menjadi salah satu faktor terpenting dalam menjalankan proses produksi. Di mana, keahlian atau keterampilan individu penting untuk mengoordinasikan dan mengelola faktor produksi dalam menghasilkan barang dan jasa.

Proses Produksi

Hal selanjutnya yang harus Anda ketahui adalah bagaimana proses produksi terjadi. Proses produksi adalah tahap yang harus dilewati dalam memproduksi barang atau jasa. Dalam prosesnya, terdapat proses produksi yang membutuhkan waktu lama dan waktu singkat. Waktu lama dalam proses produksi misalnya ketika Anda memiliki proyek pembuatan gedung atau perumahan. Sedangkan, proses produksi yang membutuhkan waktu singkat seperti pembuatan baju, pembuatan televisi, dan lain-lain. Selain waktu yang lama dan singkat, ternyata ada juga proses produksi yang dapat langsung dinikmati hasilnya oleh konsumen, misalnya pentas seni, dan sebagainya.

Untuk mengenal proses produksi lebih jelas lagi, dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai 4 (empat) macam proses produksi berdasarkan jangka waktu yang dibutuhkan. Apa saja proses produksi tersebut?

  • Proses Produksi Pendek

Proses produksi pertama adalah produksi yang memiliki jangka waktu pendek dan bisa terjadi dengan cepat, serta bisa menghasilkan barang atau jasa yang langsung dikonsumsi oleh konsumen, misalnya proses produksi makanan ringan, seperti pisang goreng, bakwan, singkong goreng, dan lain-lain.

  • Proses Produksi Panjang

Sama dengan namanya, proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama, misalnya adalah proses produksi membuat gedung atau rumah, bisa juga terjadi dalam proses produksi bercocok tanam seperti menanam padi dan sebagainya.

  • Proses Terus Menerus/Kontinyu

Proses produksi ini biasanya terjadi untuk mengolah bahan-bahan secara berurutan dengan beberapa tahap pengerjaan hingga menjadi barang jadi. Di mana, bahan tersebut melewati tahap-tahap dari proses mesin secara terus-menerus untuk menghasilkan barang jadi yang siap dikonsumsi. Misalnya adalah produksi kertas, karet, kopi, gula, dan masih banyak lagi.

  • Proses Produksi Berselingan/Intermitten

Proses produksi ini biasanya dilakukan untuk mengolah bahan-bahan dengan cara menggabungkannya menjadi barang jadi. Seperti, proses produksi sebuah pesawat. Di mana, bagian-bagian pesawat dibuat secara terpisah, mulai dari kerangkanya, setir, ban, mesin, kaca, dan lain-lain. Setelah semua bagian pesawat selesai, maka proses selanjutnya adalah menggabungkan semua bagian menjadi sebuah pesawat utuh.

Cara Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Barang Produksi

Tidak ada proses produksi yang berhenti. Seiring dengan perkembangan zaman, pasti banyak konsumen yang akan terus menuntut peningkatan kuantitas dan kualitas barang yang akan digunakan. Karena itulah, proses produksi yang baik, tidak hanya harus memenuhi kuantitas, tapi juga kualitas barang tersebut. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi secara bersamaan.

  • Intensifikasi

Intensifikasi merupakan upaya meningkatkan hasil produksi dengan cara memperbaiki metode kerja dan meningkatkan produktivitas faktor produksi. Misalnya, Anda melakukan produksi di bidang pertanian, untuk meningkatkan hasil produksi, Anda bisa melakukan pemilihan bibit unggul, penggunaan pupuk yang tepat, pemberantasan hama, pengairan yang cukup, menggunakan mesin-mesin pertanian, serta penggunaan teknologi. Jika ini dilakukan dengan benar, bukan hanya kuantitas yang Anda dapatkan, tapi kualitas hasil panen pun bisa Anda dapatkan dengan mudah.

  • Ekstensifikasi

Ini menjadi cara kedua untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Di mana, hal ini bisa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan hasil produksi dengan cara menambah faktor-faktor produksinya, misalnya dalam bidang industri tekstil, dilakukan penambahan tenaga kerja, penambahan bahan baku, atau penggantian mesin-mesin produksi dengan mesin yang lebih mutakhir.

  • Diversifikasi

Ini merupakan upaya untuk meningkatkan hasil produksi dengan cara mengembangkan atau menambah keanekaragaman jenis hasil produksi. Misalnya, Anda menjalankan bisnis kopi kekinian, Anda bisa menambahkan varian rasa yang awalnya hanyalah lima rasa, menjadi sepuluh rasa yang bisa menjadi alternatif ketika konsumen sudah mulai bosan.

  • Rasionalisasi

Hal terakhir yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas adalah rasionalisasi. Di mana, cara ini merupakan upaya untuk meningkatkan hasil produksi dengan menerapkan sistem manajemen yang lebih efektif dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Misalnya menghemat tenaga manusia dan digunakanlah mesin-mesin baru.

Dengan mengetahui proses produksi dengan benar, Anda sebagai seorang pemimpin perusahaan dapat menjalankan fungsi dengan maksimal. Sebagai HR, Anda bisa membantu proses produksi perusahaan dengan menjamin kuantitas dan kuantitas sumber daya manusia dan keahlian, serta keterampilan masing-masing karyawan. Memahami masalah ini juga bisa menjadi salah satu cara Anda untuk mulai berpikir strategis dan bisa membantu bisnis berkembang lebih cepat. 


PUBLISHED06 Jan 2020
Novia Widya Utami
Novia Widya Utami

SHARE THIS ARTICLE: