Perubahan Perilaku Konsumen saat PSBB Fase 2

Sepekan sudah masyarakat ibu kota kembali menjalani kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) fase 2 yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam prosesnya, terjadi banyak perubahan perilaku konsumen yang perlu Anda perhatikan sebagai pelaku bisnis. Tujuannya, tentu untuk mengambil peluang usaha yang dapat memberi keuntungan.  

Kondisi saat dan setelah pandemi Covid-19 memaksa masyarakat mengubah beberapa kebiasaan untuk menyesuaikan diri dengan situasi saat ini. Perubahan bahkan diperkirakan berlangsung dalam jangka panjang. Pada akhirnya, hal itu turut mempengaruhi aktivitas ekonomi dan belanja masyarakat. 

Meski sudah berlangsung beberapa bulan, kekhawatiran masyarakat akan penularan Covid-19 masih cukup besar sehingga aktivitas fisik relatif terbatas saat masa PSBB fase 2 ini

Di masa PSBB ini, terjadi perubahan perilaku dalam menjalankan aktivitas normal di tengah penyebaran COVID-19 dengan memperhatikan protokol kesehatan. Sebagai pemilik bisnis, Anda harus mampu merasakan perubahan yang terjadi pada perilaku konsumen. Pasalnya, perilaku konsumen ini akan berpengaruh pada kestabilan bisnis Anda.

PSBB Jakarta, Ini Tips agar Bisnis Restoran Tetap Bertahan saat Krisis Corona

Lalu, apa saja perubahan perilaku konsumen yang diprediksi terjadi saat PSBB fase 2 hingga menjelang masa kenormalan baru di Indonesia berlaku? Berikut ini penjelasannya:

Patuh pada Protokol Kesehatan

Kebersihan adalah salah satu parameter penting yang menjadi pertimbangan konsumen ketika berbelanja di masa PSBB fase 2 dan menjelang new normal. Pemerintah Indonesia telah memberikan panduan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas masyarakat untuk mencegah penularan COVID-19. Protokol kesehatan meliputi imbauan cuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak aman dan penggunaan masker. 

Bisnis yang peduli terhadap protokol kesehatan akan menjadi prioritas konsumen sebagai pilihan tempat belanja. Contohnya adalah menyediakan sarana cuci tangan, melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala, dan mendukung adanya physical distancing. Selain itu, konsumen juga akan lebih memprioritaskan berbelanja di tempat yang higienis, atau memilih produk-produk yang sudah terjamin kebersihannya. Sudahkah Anda terbiasa menerapkan hal ini dalam layanan usaha?

 

Interaksi Sosial Berjarak

Berdasarkan survei Mobile Marketing Association (MMA) menjelaskan bahwa mayoritas konsumen merasa tidak khawatir dengan pandemi, namun menjadi lebih waspada. Kewaspadaan ini ditunjukkan melalui jaga jarak aman dengan orang lain minimal 1 meter. 

Alhasil, kebanyakan orang berusaha untuk menghindari kerumunan untuk menjaga diri saat beraktivitas. Penerapan antrian berjarak, pembatasan pada jumlah pengunjung, hingga meminimalisir kontak fisik dengan konsumen menjadi salah satu aturan yang perlu selalu ada pada bisnis Anda. 

Baca Juga: Pengelolaan Keuangan Bisnis F&B saat New Normal

Tren Gaya Hidup Sehat Semakin Meningkat

Tingginya kesadaran konsumen akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan pasca pandemi akan mulai dirasakan pada masa PSBB fase 2 dan di era kenormalan baru. Konsumen akan semakin paham apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan demi melindungi diri dari paparan virus.

Konsumsi makanan bergizi dan membiasakan berolahraga akan merupakan kebiasaan baru yang akhir-akhir ini banyak di-share di media sosial. Kondisi ini akan berpengaruh pada cara mereka mengeluarkan uang. Produk dan jasa yang berfokus pada investasi kesehatan akan mendapat banyak perhatian konsumen. 

 

Merasa Tetap Aman di Rumah

Hasil survei McKinsey & Company menunjukkan bahwa terjadi penurunan pada kebiasaan dine-in selama pandemi COVID-19 sebanyak minus 58% dibandingkan sebelumnya. Diprediksi, kondisi ini tidak akan banyak berubah meski PSBB fase 2 berakhir. Konsumen masih merasa lebih aman di rumah saja jika memungkinkan.

Tidak hanya berdampak pada bisnis kuliner saja, perubahan kebiasaan konsumen ini dirasakan juga oleh industri pendidikan. Sesuai dengan anjuran pemerintah untuk mengurangi penularan COVID-19 pada anak, kegiatan belajar dialihkan pada sistem online. Aturan kenormalan baru sekolah di Indonesia masih perlu dikaji karena banyaknya pertimbangan untuk memulai pembelajaran tatap muka. 

Baca Juga: Rincian Sanksi bagi Pengusaha yang Langgar PSBB Jakarta

Internet untuk Segala Hal

Pergeseran perilaku konsumen untuk memenuhi kebutuhan hidup beralih pada saluran online. Hal ini disebabkan karena 80% konsumen di Indonesia menghabiskan waktu di rumah saja selama pandemi COVID-19. Konsumen mulai nyaman untuk melakukan aktivitas online menggunakan internet, termasuk belanja, sekolah, hingga bekerja. 

Selama pandemi Covid-19, telah terjadi peningkatan traffic internet hingga 30% pada salah satu provider milik pemerintah. Internet telah mengubah kegiatan masyarakat Indonesia secara signifikan pasca pandemi. Hampir semua generasi tidak lagi merasa khawatir untuk bertransaksi secara virtual. Tidak heran jika hampir semua bisnis yang berjalan secara online mengalami kenaikan transaksi di masa PSBB fase 2 dan menjelang new normal.

Di masa mendatang, akan membuat banyak sekali perubahan yang terjadi sehingga Anda dituntut untuk benar-benar memahami perilaku konsumen. Dengan pengenalan karakteristik konsumen, diharapkan strategi yang Anda buat akan lebih tepat sasaran. Hal yang tidak kalah penting adalah perhatikan juga laporan keuangan pada saat era ini agar kestabilan bisnis tetap terjaga. 

Untuk membuat laporan keuangan tetap sehat pada saat pandemi Covid-19 dan menjelang new normal, Anda dapat menggunakan bantuan software akuntansi online Jurnal by Mekari.

Software Jurnal dapat mempermudah Anda dalam mengelola keuangan bisnis dengan tersedianya berbagai fitur, seperti laporan keuangan, persediaan barang, rekonsiliasi transaksi, termasuk pula pencatatan faktur pembelian dan pembayaran.

Dengan menggunakan aplikasi accounting online Jurnal by Mekari, Anda bisa menghemat biaya, waktu, dan energi karena data keuangan bisnis diproses dengan baik oleh Jurnal.

Pada September ini, dapatkan promo diskon hingga 20% dan Cashback mencapai Rp1,5 juta bagi yang berlangganan Jurnal Paket Enterprise+ minimal 24 bulan. Tak hanya itu, Anda juga berhak mendapat diskon 20% dan cashback hingga Rp1 juta jika berlangganan Paket Pro minimal 24 bulan.

Untuk info selengkapnya, Anda bisa mengunjungi website Jurnal atau mencoba demo gratis selama 14 hari dengan mengetuk banner di bawah ini.


PUBLISHED21 Sep 2020
Risna
Risna

SHARE THIS ARTICLE: