Perbedaan Faktur Penjualan bagi UKM dan Usaha Enterprise

Setiap transaksi yang terjadi dalam suatu bisnis tentu memerlukan bukti yang sah. Dalam akuntansi, bukti sah untuk setiap transaksi yang terjadi disebut juga sebagai faktur penjualan. Pembuatan faktur harus dilakukan dengan cermat dan seksama agar transaksi yang terjadi dapat terdokumentasi dengan baik dan benar, serta akan disertakan sebagai laporan keuangan.

Artikel ini akan membahas faktur penjualan lebih lanjut. Pada dasarnya, faktur penjualan merupakan dokumen transaksi yang diberikan oleh pihak penjual kepada pembeli saat terjadi transaksi. F

aktur penjualan dibuat sebagai bukti transaksi yang menyatakan bahwa barang atau jasa telah dibeli oleh pembeli, baik itu dalam bentuk cash maupun kredit.

Faktur penjualan memuat data-data penting yang diperlukan mulai dari nama barang, harga, tanggal transaksi, potongan harga , serta harga akhir yang harus dibayarkan oleh pembeli. Oleh karena faktur ini menjadi bukti transaksi penjualan yang sah, penulisan data-data penting di dalamnya sangat penting untuk diperhatikan.

7 Tantangan Industri Manufaktur & Cara Mengatasinya

Fungsi Faktur Penjualan

Bagi sebuah bisnis, faktur penjualan memiliki beberapa fungsi. Berikut beberapa fungsinya:

  1. Informasi nilai tagihan yang tertera pada faktur dan harus dibayar oleh pembeli baik secara cash maupun kredit.
  2. Sebagai bukti penjualan, bahwa barang atau jasa telah terjual secara sah sesuai dengan pesanan yang dibuat oleh pembeli.
  3. Sebagai bukti pembelian, di mana faktur dapat menjadi bukti yang sah bagi pembeli untuk mengajukan ganti rugi maupun komplain jika di kemudian hari barang atau jasa yang dibeli mengalami kesalahan atau kerusakan.

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Penjualan dalam Bisnis Ritel

Jenis-jenis Faktur Penjualan

Berdasarkan jenisnya, faktur penjualan terbagi menjadi empat jenis, yaitu faktur standar, faktur proforma, faktur komersial, dan faktur berulang atau repeating. Keempat jenis faktur tersebut dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Berikut penjelasan lebih lanjut:

Faktur Standar

Faktur jenis ini merupakan faktur yang paling sering digunakan serta paling sederhana. Komponen informasi yang terdapat pada faktur jenis ini termasuk komponen dasar, seperti tanggal transaksi, informasi pihak penjual, nomor referensi, informasi pihak pembeli, daftar produk atau jasa yang dibeli, harga, informasi pilihan metode pembayaran, dan lain-lain. Faktur jenis ini dapat dibuat secara manual dengan menggunakan software akuntansi.

 

Faktur Proforma

Faktur jenis proforma merupakan jenis faktur yang diberikan kepada pihak penjual dan pembeli sebelum barang atau jasa diberikan kepada pembeli. Sehingga faktur ini dapat menjadi dokumen pengingat pelanggan untuk membayar tagihannya.

Baca Juga: Strategi Dongkrak Penjualan di Tengah PSBB Fase II

Faktur Komersial

Faktur jenis ini merupakan jenis faktur yang khusus untuk transaksi pembelian maupun penjualan di mancanegara. Faktur komersial juga berfungsi sebagai dokumentasi pada perdagangan luar negeri, serta informasi pajak dari nilai pabean.

 

Faktur Repeating

Berbeda dengan ketiga faktur sebelumnya, faktur jenis ini dibuat secara otomatis serta terjadwal. Tidak hanya itu, faktur repeating juga berfungsi sebagai penagihan kepada pelanggan berdasarkan transaksi pada periode tertentu.

Umumnya, faktur pada UKM dibuat secara manual. Faktur dapat dibuat secara manual dengan menuliskan langsung informasi utama terkait dengan transaksi yang dilakukan.

Berbeda dengan UKM, faktur penjualan untuk enterprise umumnya menggunakan faktur penjualan yang dibuat secara otomatis dengan memanfaatkan teknologi seperti software akuntansi. Dengan demikian, komponen informasi yang terdapat pada faktur enterprise lebih spesifik dan mendetail.

Namun saat ini, UKM juga dapat membuat faktur secara otomatis menggunakan software akuntansi dengan cepat dan mudah. beberapa software akuntansi menyediakan layanan untuk UKM. Salah satunya adalah Jurnal by Mekari.

Software akuntansi online Jurnal by Mekari dapat mempermudah Anda dalam mengelola keuangan bisnis dengan tersedianya berbagai fitur, seperti laporan keuangan, persediaan barang, rekonsiliasi transaksi, termasuk pula pencatatan faktur penjualan.

Dengan menggunakan aplikasi accounting online Jurnal by Mekari, Anda bisa menghemat biaya, waktu, dan energi karena data keuangan bisnis diproses dengan baik.

Pada September ini, dapatkan promo diskon hingga 20% dan Cashback mencapai Rp1,5 juta bagi yang berlangganan Jurnal Paket Enterprise+ minimal 24 bulan. Tak hanya itu, Anda juga berhak mendapat diskon 20% dan cashback hingga Rp1 juta jika berlangganan Paket Pro minimal 24 bulan.

Untuk info selengkapnya, Anda bisa mengunjungi website Jurnal atau mencoba demo gratis selama 14 hari dengan menekan banner di bawah ini.


PUBLISHED30 Sep 2020
Dewi Maharani Indah Reswari
Dewi Maharani Indah Reswari

SHARE THIS ARTICLE: