Bagaimana sebuah pengalaman mempengaruhi proses pengambilan keputusan Anda? Sebagai seorang pengusaha muda, tentu Anda penasaran mengenai cara memadukan wawasan yang baru dengan data yang ada. berikut adalah beberapa analisan mengenai intuisi dan data yang dapat bekerja sama, serta mampu menghasilkan keputusan yang menguntungkan.

Atribut Substitusi

Seorang ahli intuisi, Daniel Kahneman, Ph. D, menyatakan ada 2 (dua) sistem berpikir. Sistem yang pertama adalah sistem berpikir cepat, sedangkan sistem kedua adalah sistem berpikir lambat yang dipengaruhi oleh data-data. Sebagian besar orang lebih memilih memutuskan berdasarkan data daripada menggunakan intuisi. Menurutnya, intuisi adalah pengetahuan kita terhadap jawaban yang benar terhadap segala sesuatu tanpa melakukan sejumlah analisis lebih lanjut.

Intuisi sering diremehkan dan tidak dijadikan sebagai metode dalam decision making yang utama. Padahal, intuisi seringkali benar jika diterapkan pada lingkungan yang stabil, teratur, dan mudah diprediksi. Intuisi dapat digunakan sebelum memutuskan perlu atau tidaknya penggunaan data sebelum membuat sebuah keputusan, khususnya ketika melihat tren dan segmentasi dari berbagai kelas.

Ada sebuah fenomena yang dideskripsikan oleh Daniel Kahneman, Ph.D dan rekannya Shane Frederick sebagai Attribute Substitution atau atribut substitusi. Menurutnya, jika sebuah pertanyaan sulit tidak menemukan jawaban secepatnya, maka sistem 1 akan menemukan pertanyaan berhubungan dan menjawabnya. Dalam proses ini, sistem 1 akan berhubungan dengan intuisi.

Fenomena ini merupakan anugerah dan kutukan bagi pemiliknya. Attribute Substitution membuat Anda mampu untuk cepat menyimpulkan dan memutuskan berdasarkan informasi yang ada. Anda melakukan analisa/ heuristik untuk membuat penilaian yang terus ditingkatkan dari waktu ke waktu. Jika kita mundur ke zaman pra sejarah, kita akan melihat bagaimana penilaian secara kilat nenek moyang kita terhadap bahaya, kesempatan, serta langkah yang diambil untuk menangani skenario yang dapat mempengaruhi biologi, dan bahkan budaya kita.

Biologi, Budaya, dan Statistik

Kita didorong oleh biologi dan budaya kita untuk menggunakan hasil penyelidikan dibandingkan dengan bukti statistik. Menurut teori evolusi, mereka yang menang adalah mereka yang bergerak lebih cepat dan memberikan yang terbaik. Namun terlepas dari teori tersebut, dengan berkembangnya teknologi, kita dapat melakukannya lebih baik melalui penyelidikan terhadap beberapa kasus yang dilakukan secara konsisten.

Sulit untuk mengidenfikasi situasi dimana Anda dapat menggunakan intuisi atau tidak, khususnya ketika dalam organisasi. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang dapat membantu Anda untuk memutuskan kapan dapat menggunakan sebuah intuisi.

Anda juga dapat menambahkan beberapa pertanyaan yang berguna untuk menentukan keputusan Anda, seperti:

  • Apakah saya bekerja di lingkungan yang teratur dan dapat diprediksi?
  • Apakah saya mengetahui semua input? Apakah semua yang masuk dapat diprediksi?
  • Apakah saya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi situasi tersebut? Apakah dapat diprediksi?
  • Apakah lingkungan ini sama seperti yang dulu?
  • Apakah lingkungan tersebut akan tetap sama untuk waktu yang lama?

Jika Anda mengatakan “ya” pada setiap pertanyaan ini, maka lingkungan tempat Anda bekerja dapat dikatakan terprediksi dan stabil . Anda dapat menggunakan intuisi Ada dalam memutuskan sesuatu.

Jika Anda harus mengatakan “tidak” pada setiap pertanyaan ini, maka lingkungan tidak kondusif untuk intuisi dan disarankan Anda untuk tetap menggunakan analisa statistik. Gunakan cara terbaik yang Anda miliki dan terapkan untuk evaluasi sistematik yang menggunakan aturan mudah dan percayalah kepada hasilnya.

Contoh hal yang dapat diprediksi:

  1. Alat administratif => Akses kepada orang, alat tersebut, dan data.
  2. Manajemen Inventaris => Mengawasi jalur sebuah/sekelompok benda
  3. Kualitas teknis => Segala sesuatu bekerja atau tidak
  4. Performa => cepat atau lambat
  5. Perdagangan dasar / standar => produk dan transaksi
  6. Pemasaran dasar / standar => kata kunci merk, pemasaran publik, email newsletter

Contoh hal yang tidak dapat diprediksi:

  1. Bekerja dengan sesuatu yang baru => bisnis baru, target pasar baru, teknologi baru
  2. Pasar Musiman => Saat kondisi berubah dari waktu ke waktu, tren dan popularitas dapat mempengaruhi penerimaan produk/ layanan.
  3. Pasar yang canggih => Keuangan, budaya, hiburan, seni adalah area-area yang tidak dapat diprediksi. Apa yang “panas” hari ini dapat menjadi “dingin” keesokan harinya.
  4. Masyarakat => Coba untuk menemukan apa yang akan menarik mereka;

Anda dapat menemukan pola yang terbentuk melalui kedua daftar di atas. Dasar dan standar bisnis dari aspek teknis dapat diprediksikan karena mereka memiliki input dan output yang dapat digunakan. Anda dapat menggunakan intuisi Anda dalam memutuskan hal-hal yang berhubungan dengan aspek ini. Di sisi lain, memperbaharui standar yang ada dan menerapkannya pada industri baru atau model bisnis, mengubah fitur atau atribut dari standar tersebut, serta melakukan hal baru dan berbeda membutuhkan data.

Jika Anda menjawab “ya” pada daftar yang terprediksi, maka Anda dapat mulai berdiskusi dan memikirkan ide-ide serta berkolaborasi dengan solusi potensial atau tujuan Anda. Jika Anda tidak yakin dengan keputusan Anda, asumsikan bahwa Anda dipengaruhi oleh sesuatu yang tidak dapat diprediksi dan jangan terlalu percaya diri.

Membuat penilaian mengenai sukses tidaknya penerapan sebuah intuisi memang sulit tetapi tidak menyusahkan. Di waktu yang mepet, kesempatan menjadi tinggi dan sangat penting untuk segera melakukan sesuatu.

Akhirnya, penilaian dapat menjadi sangat sulit ketika Anda tidak melakukan analisa sama sekali. Ingatlah bahwa Anda tidak dapat mempercayai intuisi Anda sepenuhnya. Gunakan sebuah daftar dan bertanyalah kepada rekan Anda untuk membuat keputusan yang akurat.

Sumber:

Medium